Maria Bukan Co-Redeemer

Pendahuluan
Hari ini kita akan merenungkan sebuah persoalan yang cukup penting dalam teologi dan iman Kristen: apakah benar bahwa Maria (Maria, ibu Yesus) memiliki peran sebagai co-redeemer (sebagai “korekutor”, “penebus bersama Kristus”)? Di kalangan Gereja Katolik terdapat istilah “co-redemptrix” atau “co-redeemer” yang kadang digunakan untuk Maria. Namun dalam tradisi teologi Reformed, hal ini ditolak karena bertentangan dengan doktrin keselamatan yang menempatkan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Penebus (Redeemer) dan mediator antara Allah dan manusia. Dalam artikel ini kita akan meninjau ayat-ayat Alkitab, mengutip pandangan para pakar teologi Reformed, dan menegaskan mengapa Maria bukan co-redeemer.
Kita akan menelusuri: (1) doktrin utama Reformed tentang ‘Solus Christus’ (Kristus saja), (2) data Alkitab mengenai mediator dan penebusan, (3) bagaimana tradisi Reformed melihat Maria, (4) argumen mengapa istilah “co-redeemer” tidak sesuai, dan (5) aplikasi praktis bagi jemaat.
Semoga dengan pembahasan ini, kita semakin teguh memuliakan Kristus saja dalam keselamatan, sambil tetap menghormati Maria sesuai dengan posisi yang Alkitab tetapkan.
1. Doktrin Utama: Solus Christus (Kristus saja)
Salah satu pilar teologi Reformed adalah doctrine Solus Christus — yaitu bahwa hanya Kristus saja yang menjadi penebus manusia, hanya melalui Dia manusia diselamatkan.
Sebagaimana tertulis dalam kitab:
“Karena ada satu Allah dan satu mediator antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” (1 Timotius 2:5)
Ayat ini dengan jelas menegaskan bahwa hanya ada satu mediator. Tidak dua, tidak tiga. Dan ”mediator” di sini mengacu pada Kristus sendiri.
Teologi Reformed menggarisbawahi bahwa jika kita menambahkan pihak lain sebagai “penebus bersama” atau “co-redeemer”, maka kita sebenarnya merendahkan Kristus dan masuk ke dalam pengajaran yang tidak alkitabiah. Sebagaimana artikel Reformed Maryology mengatakan: “The New Testament proclaims that Christ is the only mediator.”
Cukup jelas bahwa integritas injil menghendaki bahwa Kristus adalah satu-satunya Penebus. Oleh karena itu, mari kita lihat Alkitab secara khusus tentang penebusan dan mediator.
2. Alkitab tentang Penebusan dan Mediator
a) Kristus sebagai Penebus Tunggal
Dalam Efesus 1:7 kita membaca:
“Di dalam Dia kita beroleh penebusan oleh darah-Nya, yaitu pengampunan dosa…”
Demikian pula dalam Kolose 1:14: “…yang dalam Dia kita mempunyai penebusan, yaitu pengampunan dosa.” Kristus melalui darah-Nya telah menebus kita. Tidak disebut ada yang menebus bersama-Nya.
b) Kristus sebagai Satu-Satunya Mediator
1 Timotius 2:5 jelas: hanya satu mediator antara Allah dan manusia — Kristus. Tidak ada panggilan atau ayat yang menyatakan bahwa Maria atau siapa pun “berada bersama Kristus” sebagai mediator yang sama setara.
c) Tidak ada ayat yang menyebut Maria sebagai “penebus bersama”
Dalam riset teologi Reformed ditemukan bahwa tidak ada dasar Alkitab yang menetapkan Maria sebagai co-redeemer atau co-redemptrix. Sebagaimana dikatakan di artikel Reformed Maryology: “We must refuse to think of Mary as … our co-redemptrix nor our intercessor” dalam arti yang menyamai Kristus.
d) Keselamatan melalui Kristus saja
Doktrin Reformed menekankan: “salvation cannot be obtained without Christ.” Ini berarti, jika kita memasukkan ‘co-redeemer’ lain, maka itu berarti kita mengganggu eksklusifitas Kristus sebagai Penebus.
3. Pandangan Teologi Reformed tentang Maria
a) Penghormatan terhadap Maria
Teologi Reformed tidak mengabaikan Maria. Ia dihormati sebagai ibu Yesus, sebagai hamba Allah yang taat. Namun penghormatan itu tetap berada dalam kerangka bahwa keselamatan adalah melalui Kristus. Sebagaimana dicatat dalam artikel: “Reformed theology teaches that Mary, like all humans, was a sinner in need of God’s grace.”
b) Penolakan peran co-redeemer
Artikel Reformed Maryology menyatakan bahwa dalam tradisi Reformed:
“Mary is honoured as the mother of Jesus but is not viewed as having a role in salvation.”
Dalam kata lain, Maria tidak dianggap melakukan penyelamatan manusia atau ikut menebus manusia bersama Kristus.
c) Kritik terhadap gagasan co-redeemer
Sebagaimana dijelaskan oleh Johan D. Tangelder dalam Our Lady and the Church, “Mary as co-redemptrix with Christ is derogatory to His unique mediator-ship.” Ini menunjukkan bahwa dari sudut pandang Reformed, ide Maria sebagai co-penebus dianggap menurunkan ke-unggulan dan keunikan Kristus.
Dengan demikian, dalam teologi Reformed, peran Maria dilihat secara berbeda: bukan sebagai penyelamat atau penebus, melainkan sebagai ibu Yesus dan teladan iman – namun keselamatan tetap hanya dalam Kristus.
4. Mengapa Istilah “Co-Redeemer” Tidak Sesuai
a) Krisis eksklusifitas Kristus
Jika kita menyebut Maria sebagai co-redeemer, maka kita memberi kesan bahwa ada dua atau lebih yang menyelamatkan manusia — Kristus dan Maria. Tetapi Alkitab hanya bicara tentang Kristus sebagai Penebus. Maka istilah “co-redeemer” menyimpang dari doktrin Solus Christus.
b) Risiko kehilangan makna historis penebusan
Penebusan Allah melalui Kristus terjadi secara unik, lengkap, dan cukup. Jika ada “co-redeemer”, maka kita bisa mulai berpikir bahwa Kristus tidak cukup atau butuh bantuan dalam menebus — yang tentu menyalahi injil.
c) Tidak ada bukti Alkitab ataupun Reformasi
Sebagaimana telah disebut, tidak ada ayat yang menunjuk Maria sebagai co-redeemer. Tradisi Reformed mencatat hal ini secara jelas. Tanpa dasar Alkitab atau tradisi Reformasi, maka penggunaan istilah ini tidak relevan dalam lingkup Reformed.
d) Penegasan dalam dokumentasi teologi dan Gereja Katolik terkini
Bahkan Gereja Katolik melalui dokumen “Mater Populi Fidelis” (2025) mengatakan bahwa penggunaan istilah “co-redemptrix” dapat menutupi peran eksklusif Kristus: “In this case the expression Co-redemptrix does not help extol Mary … for it carries the risk of eclipsing the exclusive role of Jesus Christ.”
Walaupun ini berasal dari Gereja Katolik, hal ini juga menegaskan bahwa istilah “co-redeemer” memang problematik dan tidak cocok untuk kita gunakan dalam kerangka Alkitab dan Reformasi.
e) Posisi yang lurus dalam teologi Reformed
Teologi Reformed menegaskan: keselamatan adalah karya Kristus saja, oleh karena itu kita tidak dapat menambahkan pihak lain sebagai penebus. Dalam perspektif Reformed: Maria dipanggil untuk dimuliakan sebagai ibu Yesus dan contoh iman, tetapi bukan sebagai penebus manusia bersama dengan Kristus.
5. Eksposisi Ayat Kunci
Untuk membumikan semua ini, mari kita lihat beberapa ayat penting dan apa yang bisa kita tarik darinya:
Ayat 1: 1 Timotius 2:5
“Karena ada satu Allah dan satu mediator antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.”
Poin: Mediator tunggal = Kristus. Tidak disebut Maria di sini atau mediator lain.
Ayat 2: Efesus 1:7
“…di dalam Dia kita beroleh penebusan oleh darah-Nya, yaitu pengampunan dosa…”
Poin: Penebusan di dalam Kristus melalui darah Kristus. Tidak ada bergabung-bergabung dengan penebusan orang lain.
Ayat 3: Kolose 1:17-20
“…Dalam Dialah segala sesuatu diciptakan… Ia ada sebelum segala sesuatu dan segala sesuatu dalam Dia menjadi baik. Ia juga adalah kepala tubuh, yaitu jemaat. … Ia mengadakan perdamaian oleh darah salib-Nya…”
Poin: Kristus sebagai kepala dan pelaku perdamaian (penebusan) melalui salib-Nya. Maria tidak disebut ikut menebus.
Ayat 4: Yohanes 14:6
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Poin: Ketergantungan manusia adalah kepada Kristus. Jika ada “co-redeemer”, maka jalan ini bisa menjadi kabur.
Ayat 5: Roma 8:34
“Siapakah yang akan menghakimi? Kristus Yesus… Ia yang juga mati, bahkan yang telah dibangkitkan, yang ada di sebelah kanan Allah; Ia juga yang ikut berdoa untuk kita.”
Poin: Kristus memediasi dan berdoa untuk kita. Sekali lagi, tidak ada peran yang sama atau setara dari Maria.
Dari ayat-ayat di atas kita melihat fokus yang jelas: Kristus sebagai satu-satunya penebus dan mediator. Tidak ada pengecualian ataupun tambahan. Istilah “co-redeemer” akan mereduksi atau merusak makna eksklusif ini.
6. Aplikasi Praktis bagi Jemaat
Pada bagian ini, saya mengajak kita semua untuk melihat implikasi nyata bagi iman dan kehidupan kita:
a) Merendahkan diri di hadapan Kristus
Karena Kristus adalah satu-satunya Penebus, maka kita harus berserah sepenuhnya kepada-Nya — bukan kepada orang lain, bukan kepada tradisi, bukan kepada makhluk. Kita mengakui bahwa hanya Kristus menebus kita, bukan Maria ataupun yang lainnya.
b) Menghormati Maria dengan tepat
Mari kita menghormati Maria sebagai ibu Yesus dan sebagai teladan iman — seperti yang disarankan teologi Reformed. Tetapi kita harus menjaga agar penghormatan itu tidak menjadi pemberian peranan yang Alkitab tidak tetapkan — seperti co-redeemer. Kita menghormati Maria dalam konteks bahwa ia manusia yang taat, dan kita belajar dari imannya (Lukas 1:46-55). Namun kita tidak menyembahnya ataupun menempatkannya sebagai penyelamat bersama.
c) Menguatkan iman dalam injil Kristus saja
Karena hanya Kristus yang menyelamatkan, maka kita perlu terus-menerus datang kepada-Nya, mempercayakan diri kepada kehendak-Nya, dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Kita harus menolak segala bentuk ajaran yang memperlemah atau mendistorsi keunikan Kristus.
d) Menghindari kebingungan doktrinal dalam gereja
Sebagai gereja yang memegang warisan Reformed, ketika kita membahas Maria atau para orang kudus, kita harus jelas dalam bahasa dan teologi. Menyebut Maria sebagai co-redeemer dapat menimbulkan kebingungan bagi jemaat, terutama generasi muda, sehingga mereka mungkin berpikir bahwa keselamatan bisa melalui pihak lain selain Kristus.
e) Memberitakan injil dengan teguh
Karena inti teologi ini adalah injil: bahwa manusia berdosa, Kristus mati dan bangkit untuk menebus, dan hanya melalui Kristus kita diselamatkan. Ketika kita menyampaikan injil, kita harus menjaga fokus pada Kristus saja dan tidak mengaburkan Kristus dengan peran manusia lain sebagai penebus.
7. Penutup: Teguh dalam Kristus Saja
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, mari kita menyimpulkan:
-
Maria adalah ibu Yesus, dan kita menghormatinya sebagai teladan iman, tetapi bukan sebagai co-redeemer.
-
Kristus adalah satu-satunya Penebus dan satu-satunya Mediator, sebagaimana Alkitab nyatakan.
-
Teologi Reformed secara konsisten menegaskan Solus Christus: hanya dalam Kristus ada keselamatan.
-
Oleh sebab itu, kita menolak penggunaan istilah “co-redeemer” untuk Maria, karena istilah itu menodai keunikan dan kecukupan karya Kristus.
-
Sebaliknya, kita mengajak jemaat untuk bersandar sepenuhnya pada Kristus, hidup dalam iman yang benar terhadap Dia, menghormati Maria sesuai kedudukan yang Alkitab tetapkan, dan menjaga kemurnian injil.
Saudara-saudari, marilah kita berkata dengan tegas: “Kristus saja, Kristus cukup.” Mari kita datang setiap hari kepada Dia, hidup dalam pengampunan-Nya, dalam kuasa Roh-Nya, dalam kasih-Nya. Dan ketika kita menyebut Maria — kita ucapkan “Terima kasih, Tuhan, atas ibu Yesus yang Engkau pilih”, namun kita tetap melihat kepada Kristus sebagai Sumber segala keselamatan.
Semoga artikel ini memperteguh iman kita, meluruskan pandangan kita, dan menuntun kita semakin hidup dalam pengenalan akan Kristus. Amin.