Matius 3:16–17: Pewahyuan Tritunggal dalam Baptisan Yesus

Matius 3:16–17: Pewahyuan Tritunggal dalam Baptisan Yesus

Matius 3:16–17
“Setelah dibaptis, Yesus langsung keluar dari air, dan lihat, surga terbuka dan Dia melihat Roh Allah turun seperti burung merpati datang ke atas-Nya. Dan, dengarlah suara dari surga yang berkata, ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.’”

I. Pendahuluan: Titik Balik dalam Pewahyuan Ilahi

Peristiwa baptisan Yesus merupakan salah satu momen paling penting dalam seluruh kisah Injil. Di sini, untuk pertama kalinya dalam bentuk yang jelas dan penuh kemuliaan, seluruh Pribadi Tritunggal Allah menyatakan diri dalam satu momen yang sama.

Yesus, Sang Anak, berdiri di dalam air sungai Yordan.
Roh Kudus turun dari surga dalam rupa seperti burung merpati.
Dan suara Bapa terdengar dari langit, mengukuhkan identitas Anak-Nya yang kekasih.

John Calvin menulis dalam Commentary on the Synoptic Gospels:

“Dalam baptisan Kristus, Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa seluruh karya penebusan melibatkan tiga Pribadi ilahi. Bapa mengutus, Anak taat, dan Roh mengurapi — inilah misteri agung Tritunggal yang bekerja dalam keselamatan kita.”

Baptisan Yesus bukan hanya tindakan simbolik, tetapi juga momen pewahyuan teologis yang mengungkap identitas Mesias dan struktur ilahi keselamatan menurut rencana kekal Allah.

II. Konteks Historis dan Teologis

Yohanes Pembaptis melayani di padang gurun Yudea, menyerukan pertobatan sebagai persiapan bagi kedatangan Mesias (Matius 3:1–3). Ketika Yesus datang untuk dibaptis, Yohanes merasa tidak layak melakukannya, sebab baptisan Yohanes adalah tanda pertobatan dari dosa, sedangkan Yesus tidak berdosa.

Namun Yesus menjawab, “Biarlah hal itu terjadi sekarang, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah” (Matius 3:15).

Di sini Yesus sedang menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah yang taat, yang rela merendahkan diri dan berdiri di antara umat berdosa, bukan sebagai pelaku dosa, tetapi sebagai Pengganti mereka.

Louis Berkhof menulis:

“Baptisan Yesus adalah tindakan solidaritas dengan umat manusia yang berdosa. Ia masuk ke dalam air bukan karena Ia perlu dibersihkan, tetapi karena Ia akan menjadi Sumber pembersihan itu sendiri.”

Peristiwa ini adalah deklarasi publik bahwa Misi Penebusan telah dimulai. Baptisan menjadi titik awal pelayanan Yesus, dan pada saat yang sama menandai penyataan penuh Tritunggal Kudus dalam sejarah manusia.

III. Eksposisi Matius 3:16

“Setelah dibaptis, Yesus langsung keluar dari air, dan lihat, surga terbuka dan Dia melihat Roh Allah turun seperti burung merpati datang ke atas-Nya.”

1. “Setelah dibaptis, Yesus langsung keluar dari air”

Yesus keluar dari air bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara simbolik: Ia keluar dari baptisan yang melambangkan kematian dan kebangkitan (bandingkan dengan Roma 6:3–4).
Baptisan di sini menjadi tipologi dari kematian dan kebangkitan Kristus yang akan datang.

R.C. Sproul menulis:

“Ketika Yesus keluar dari air, Ia melambangkan apa yang kelak Ia genapi di salib dan kubur — mati karena dosa orang lain dan bangkit dalam kemuliaan.”

Ini menunjukkan bahwa Yesus menerima secara penuh panggilan Mesianik-Nya untuk menjadi Hamba yang menderita. Ia, yang tidak mengenal dosa, menempatkan diri di antara orang-orang berdosa, mengambil posisi mereka di hadapan Allah.

Herman Bavinck menambahkan:

“Di sungai Yordan, Yesus berdiri di tempat umat-Nya yang bersalah, bukan untuk mengaku dosa, tetapi untuk memikulnya. Dengan demikian Ia menguduskan air baptisan bagi semua orang yang akan disatukan dengan-Nya melalui iman.”

2. “Dan lihat, surga terbuka”

Ungkapan “surga terbuka” menunjukkan penerimaan ilahi atas tindakan Yesus.
Dalam Perjanjian Lama, langit sering kali ditutup karena dosa (Yes. 59:2). Namun dalam momen ini, langit terbuka — menandakan bahwa penghalang antara Allah dan manusia mulai disingkirkan.

Charles Spurgeon menulis dengan puitis:

“Ketika Yesus berdiri di dalam air, surga terbuka, bukan untuk memberi tanda bagi-Nya, melainkan bagi kita. Surga yang dulu tertutup karena dosa Adam kini terbuka oleh ketaatan Anak Allah.”

Peristiwa ini adalah awal dari pemulihan relasi antara Allah dan manusia. Melalui ketaatan Kristus, langit yang terpisah kini terbuka, menandakan bahwa Allah berkenan menyatakan kasih karunia-Nya kepada dunia.

3. “Dia melihat Roh Allah turun seperti burung merpati datang ke atas-Nya”

Di sini kita melihat penampakan Roh Kudus dalam bentuk yang lembut dan damai: seekor merpati.
Merpati melambangkan kemurnian, perdamaian, dan kehadiran ilahi yang tenang.

Roh Kudus turun ke atas Yesus bukan karena Ia sebelumnya kekurangan Roh, tetapi untuk menyatakan pengurapan publik dan resmi bagi pelayanan Mesias-Nya.

Calvin menjelaskan:

“Roh Kudus tidak turun untuk menguduskan Kristus secara batiniah, sebab Ia selalu suci dan penuh Roh. Namun Roh turun sebagai tanda pengutusan dan pengesahan, agar dunia mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.”

Hal ini menggenapi nubuat dari Yesaya 11:2:

“Roh TUHAN akan ada padanya: roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN.”

Herman Bavinck menambahkan:

“Dengan turunnya Roh dalam rupa merpati, Allah menunjukkan bahwa kerajaan Mesias bukan kerajaan kekerasan, tetapi kerajaan damai yang dipenuhi oleh Roh kasih karunia.”

IV. Eksposisi Matius 3:17

“Dan, dengarlah suara dari surga yang berkata, ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.’”

1. “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi”

Suara dari surga ini adalah suara Bapa, dan inilah deklarasi langsung identitas Yesus sebagai Anak Allah.
Kalimat ini menggabungkan dua nubuat besar dari Perjanjian Lama:

  • Mazmur 2:7: “Anak-Kulah Engkau, pada hari ini Aku memperanakkan Engkau.”

  • Yesaya 42:1: “Lihat, itu Hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan.”

Dengan menggabungkan dua nubuat ini, Allah menyatakan bahwa Yesus adalah Raja Mesias dan Hamba yang menderita.

John Calvin menulis:

“Ketika Bapa menyebut Yesus sebagai Anak-Nya yang dikasihi, Ia bukan hanya berbicara tentang kasih pribadi antara Bapa dan Anak, tetapi juga mengumumkan bahwa di dalam Anak itu seluruh umat pilihan akan dikasihi.”

Dengan kata lain, kasih Allah kepada kita hanya mungkin karena kita bersatu dengan Anak-Nya yang kekasih.

R.C. Sproul menambahkan:

“Suara Bapa di Yordan bukan hanya pernyataan tentang siapa Yesus itu, tetapi juga undangan bagi kita untuk masuk ke dalam kasih yang sama, melalui iman kepada Anak itu.”

2. “Kepada-Nyalah Aku berkenan”

Ungkapan ini mengandung arti persetujuan ilahi dan kepuasan penuh atas ketaatan Kristus.
Yesus belum melakukan satu mukjizat pun, belum menyembuhkan siapa pun, belum mengajar satu khotbah pun — namun Allah sudah berkenan kepada-Nya.

Mengapa?
Karena kesenangan Bapa tidak didasarkan pada perbuatan lahiriah, melainkan pada kebenaran dan ketaatan hati Anak-Nya.

Spurgeon menulis:

“Sebelum Yesus berkhotbah satu kalimat pun, Bapa sudah berkata, ‘Aku berkenan.’ Betapa penghiburan bagi kita — bahwa kasih Bapa tidak tergantung pada karya kita, tetapi pada ketaatan Anak-Nya.”

Secara teologis, ini menegaskan bahwa Kristus adalah wakil umat manusia yang sempurna, yang melalui ketaatan-Nya akan membawa kepuasan dan pendamaian bagi murka Allah (bandingkan dengan Roma 5:19).

Louis Berkhof menjelaskan:

“Kesenangan Bapa kepada Anak adalah dasar bagi pembenaran umat pilihan. Karena Allah berkenan kepada Anak, maka Ia juga berkenan kepada semua yang ada di dalam Anak itu.”

V. Pewahyuan Tritunggal

Peristiwa baptisan Yesus merupakan salah satu teks terkuat yang menegaskan doktrin Tritunggal Kudus.
Dalam satu momen, tiga Pribadi ilahi hadir secara bersamaan dan berbeda dalam peran-Nya:

PribadiTindakanFungsi Teologis
BapaBerbicara dari surgaMenyatakan kasih dan otoritas ilahi
AnakDiberkati dan dibaptisMenjalankan ketaatan sebagai Hamba Allah
Roh KudusTurun seperti merpatiMengurapi dan memperlengkapi untuk pelayanan

Herman Bavinck menulis dalam Reformed Dogmatics:

“Dalam baptisan Kristus, Tritunggal bukan hanya doktrin abstrak, tetapi realitas yang dinyatakan. Bapa mengutus, Anak taat, dan Roh memeteraikan — inilah ekonomi keselamatan yang menjadi dasar iman Kristen.”

Ini menunjukkan bahwa keselamatan bukanlah hasil kerja salah satu Pribadi, tetapi karya bersama Tritunggal.
Sebagaimana Calvin menegaskan:

“Baptisan Kristus adalah ikon Injil. Di dalamnya, kita melihat keselamatan sebagai karya Allah Tritunggal: dari Bapa, melalui Anak, dalam kuasa Roh Kudus.”

VI. Implikasi Teologis dan Pastoral

1. Baptisan Kristus dan Ketaatan Substitusional

Baptisan Kristus menandakan bahwa Ia berdiri menggantikan kita.
Ia tidak berdosa, tetapi rela dibaptis sebagai wakil orang berdosa.

Sproul menjelaskan:

“Yesus tidak dibaptis untuk bertobat, tetapi untuk menegaskan bahwa Ia akan menanggung akibat dosa kita. Baptisan-Nya adalah deklarasi awal dari salib.”

Ketaatan-Nya yang sempurna menjadi dasar bagi pembenaran kita.
Sebagaimana Paulus menulis: “Karena ketaatan satu orang, banyak orang akan dijadikan benar” (Roma 5:19).

2. Pembukaan Surga dan Akses kepada Allah

Ketika langit terbuka di atas Yesus, itu melambangkan bahwa melalui Dia, akses kepada Allah kini terbuka bagi manusia.

Calvin berkata:

“Kita tidak lagi berdiri di bawah langit tertutup. Di dalam Kristus, pintu surga terbuka lebar, dan kita diundang untuk datang kepada Bapa tanpa takut.”

Karena itu, baptisan Kristus menjadi jaminan pengharapan bahwa dalam diri-Nya, kita memiliki jalan menuju hadirat Allah yang terbuka.

3. Roh Kudus dan Pengurapan Mesias

Turunnya Roh Kudus atas Yesus mengajar kita bahwa pelayanan sejati hanya bisa dijalankan dalam kuasa Roh.
Jika Sang Anak Allah sendiri tidak melayani tanpa Roh, apalagi kita!

Spurgeon menegaskan:

“Pelayanan tanpa Roh adalah mayat tanpa jiwa. Jika Yesus membutuhkan pengurapan Roh untuk melayani, betapa lebih kita harus bergantung pada Roh yang sama.”

Roh yang turun di atas Yesus kini tinggal di dalam hati setiap orang percaya, memperlengkapi mereka untuk melanjutkan karya Kristus di dunia.

4. Kasih Bapa kepada Anak: Dasar Penghiburan Iman

Ketika Bapa berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,” Ia juga berbicara kepada semua orang yang bersatu dengan Kristus melalui iman.
Kasih yang sama itu kini menjadi milik kita.

Bavinck menulis:

“Allah tidak mengasihi kita terpisah dari Kristus. Ia mengasihi kita di dalam Kristus. Maka kasih-Nya kepada kita sekuat kasih-Nya kepada Anak-Nya sendiri.”

Ini memberikan jaminan rohani yang besar. Kita tidak perlu mencari kasih Allah dengan usaha moral, sebab kasih itu telah diberikan kepada kita melalui Kristus.

5. Tritunggal dalam Pengalaman Kristen

Baptisan Kristus adalah pola bagi seluruh kehidupan rohani umat percaya.
Kita diselamatkan oleh kasih Bapa, ditebus oleh Anak, dan diperbarui oleh Roh Kudus.

Louis Berkhof menulis:

“Keselamatan bukan sekadar karya Allah yang tunggal, melainkan persekutuan kasih dari Tritunggal Kudus. Orang percaya dipanggil untuk hidup dalam persekutuan dengan ketiga Pribadi ilahi itu.”

Dengan demikian, kehidupan Kristen sejati adalah hidup yang Tritunggal-sentris — dimulai oleh Bapa, dipelihara oleh Anak, dan dikuatkan oleh Roh Kudus.

VII. Kesimpulan: Langit Terbuka bagi Umat yang Ditebus

Peristiwa baptisan Yesus di Yordan bukan hanya catatan sejarah, melainkan wahyu teologis yang agung.
Di dalamnya, kita melihat:

  1. Ketaatan Anak — Yesus yang rela merendahkan diri menggantikan kita.

  2. Kasih Bapa — yang menyatakan perkenanan-Nya bukan karena perbuatan, tetapi karena Anak-Nya.

  3. Kuasa Roh Kudus — yang mengurapi dan memperlengkapi untuk pelayanan penebusan.

Baptisan ini membuka langit yang tertutup oleh dosa, dan menegaskan bahwa dalam Kristus, kita kini hidup di bawah langit yang terbuka — di hadapan Bapa yang berkenan kepada kita karena karya Anak-Nya.

Spurgeon menutup khotbahnya tentang teks ini dengan indah:

“Lihatlah Yesus berdiri di sungai Yordan, dengan air mengalir di kaki-Nya, langit terbuka di atas kepala-Nya, Roh turun ke atas-Nya, dan suara kasih terdengar bagi-Nya. Itulah Injil dalam satu gambar — kasih Bapa, ketaatan Anak, dan kuasa Roh, bekerja bersama demi keselamatan kita.”

Next Post Previous Post