Marilah Kita Bernalar Bersama
.jpg)
Pendahuluan
Sepanjang sejarah gereja, hanya sedikit doktrin yang memicu diskusi, perdebatan, dan refleksi teologis sedalam doktrin pemilihan. Doktrin ini berkaitan dengan pertanyaan mendasar tentang keselamatan: siapakah yang diselamatkan, bagaimana seseorang diselamatkan, dan apa peran Allah serta manusia dalam keselamatan itu.
Dalam tradisi teologi Reformed, doktrin pemilihan bukan sekadar spekulasi teologis, melainkan bagian dari inti Injil. Doktrin ini berbicara tentang kedaulatan Allah, anugerah yang tidak layak diterima manusia, dan rencana keselamatan yang kekal dalam Kristus.
Judul “Reason With Me” mengingatkan kita pada ajakan Alkitab dalam Yesaya 1:18: “Marilah, baiklah kita beperkara.” Artinya, kita diajak untuk berpikir secara jujur, rasional, dan tunduk pada wahyu Tuhan. Doktrin pemilihan bukanlah doktrin yang dimaksudkan untuk menimbulkan kebingungan, tetapi untuk membawa kita pada kekaguman akan anugerah Allah.
Dalam artikel ini kita akan membahas:
- Pengertian doktrin pemilihan
- Dasar Alkitabiah
- Pandangan para teolog Reformed
- Kesalahpahaman umum tentang pemilihan
- Hubungan pemilihan dengan Injil dan penginjilan
- Makna pastoral dari doktrin ini bagi gereja
Apa Itu Doktrin Pemilihan?
Doktrin pemilihan mengajarkan bahwa sebelum dunia dijadikan, Allah telah memilih sejumlah orang untuk diselamatkan di dalam Kristus.
Ini didasarkan pada teks-teks Alkitab seperti:
Efesus 1
Roma 8–9
Yohanes 6
Yohanes 10
Dalam teologi Reformed, pemilihan memiliki beberapa karakteristik utama:
1 Bersifat kekal
2 Berdasarkan anugerah
3 Tidak bergantung pada perbuatan manusia
4 Berpusat pada Kristus
5 Bertujuan bagi kemuliaan Allah
Louis Berkhof mendefinisikan pemilihan sebagai:
keputusan kekal Allah di mana Ia, menurut kehendak-Nya yang berdaulat, memilih sejumlah orang untuk menerima keselamatan di dalam Kristus.
Definisi ini menunjukkan bahwa pemilihan bukan keputusan yang dibuat setelah melihat masa depan manusia, tetapi merupakan bagian dari rencana Allah sejak kekekalan.
Dasar Alkitabiah Doktrin Pemilihan
Teologi Reformed selalu menekankan bahwa doktrin harus berdasar pada Alkitab.
Beberapa bagian Alkitab yang paling penting tentang pemilihan antara lain:
Efesus 1:4–5
Roma 9
Yohanes 6:37
Yohanes 15:16
Dalam Efesus 1, Paulus mengatakan bahwa Allah memilih kita sebelum dunia dijadikan.
Ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan reaksi Allah terhadap tindakan manusia.
Keselamatan adalah rencana Allah sejak semula.
Herman Bavinck menjelaskan bahwa pemilihan adalah bagian dari:
rencana keselamatan yang kekal dalam Tritunggal.
Bapa memilih, Anak menebus, dan Roh Kudus menerapkan keselamatan.
Ini adalah struktur dasar soteriologi Reformed.
Mengapa Doktrin Ini Sulit Diterima?
Banyak orang merasa sulit menerima doktrin pemilihan.
Alasannya biasanya berkaitan dengan beberapa hal:
keadilan Allah
kebebasan manusia
pertanyaan tentang mereka yang tidak dipilih
Ini adalah pertanyaan yang serius dan tidak boleh dianggap remeh.
Namun para teolog Reformed mengingatkan bahwa banyak kesulitan muncul karena manusia mencoba memahami Allah dengan kategori manusia.
R.C. Sproul sering mengatakan bahwa masalah utama bukan pada doktrin pemilihan, tetapi pada cara kita memahami dosa.
Jika manusia benar-benar memahami betapa dalamnya dosa, maka kita akan menyadari bahwa:
tidak seorang pun pantas diselamatkan.
Keselamatan bukan hak manusia.
Keselamatan adalah anugerah.
Pandangan John Calvin
John Calvin sering dianggap sebagai tokoh yang paling dikenal dalam doktrin ini, meskipun sebenarnya doktrin pemilihan sudah diajarkan jauh sebelum Calvin, bahkan sejak zaman gereja mula-mula seperti Agustinus.
Calvin menekankan bahwa tujuan doktrin pemilihan adalah:
membawa orang percaya pada kerendahan hati dan rasa syukur.
Menurut Calvin:
kita tidak boleh mempelajari pemilihan secara spekulatif, tetapi secara pastoral.
Artinya, doktrin ini bukan untuk menimbulkan ketakutan, tetapi untuk memberikan penghiburan bagi orang percaya.
Calvin juga menekankan bahwa Kristus adalah pusat pemilihan.
Kita tidak mencari pemilihan di luar Kristus.
Kita melihat pemilihan melalui Injil.
Perspektif Herman Bavinck
Herman Bavinck memberikan pendekatan yang sangat seimbang terhadap doktrin pemilihan.
Ia mengatakan bahwa pemilihan tidak boleh dipisahkan dari:
kasih Allah.
Sering kali orang membayangkan pemilihan sebagai keputusan dingin atau mekanis.
Namun Bavinck menekankan bahwa pemilihan adalah:
tindakan kasih Allah yang penuh hikmat.
Ia juga menekankan bahwa pemilihan berkaitan dengan tujuan besar Allah dalam sejarah:
memulihkan seluruh ciptaan melalui Kristus.
Dengan kata lain, pemilihan bukan hanya tentang individu.
Pemilihan adalah bagian dari rencana kosmis Allah.
Abraham Kuyper dan Kedaulatan Allah
Abraham Kuyper menekankan bahwa doktrin pemilihan menunjukkan:
Allah adalah Raja atas segala sesuatu.
Bagi Kuyper, doktrin ini bukan hanya doktrin keselamatan.
Ini adalah doktrin tentang pemerintahan Allah atas sejarah.
Ia percaya bahwa pemilihan menunjukkan bahwa dunia tidak berjalan secara kebetulan.
Sejarah bergerak sesuai dengan rencana Allah.
Ini memberikan pengharapan besar bagi orang percaya.
Charles Spurgeon dan Penginjilan
Charles Spurgeon adalah contoh menarik karena ia sangat kuat dalam doktrin pemilihan tetapi juga sangat aktif dalam penginjilan.
Ia pernah berkata:
Aku percaya pada pemilihan karena aku percaya pada Alkitab.
Namun Spurgeon juga mengatakan bahwa Injil harus diberitakan kepada semua orang.
Menurut Spurgeon, pemilihan tidak menghalangi penginjilan.
Justru pemilihan memberikan jaminan bahwa penginjilan tidak sia-sia.
Karena Allah pasti menyelamatkan umat-Nya.
Kesalahpahaman Umum tentang Doktrin Pemilihan
Ada beberapa kesalahpahaman yang sering muncul.
1 Pemilihan berarti manusia tidak perlu percaya
Ini salah.
Alkitab mengajarkan bahwa iman adalah sarana keselamatan.
Pemilihan tidak menggantikan iman.
Pemilihan menghasilkan iman.
2 Pemilihan membuat penginjilan tidak perlu
Sejarah justru menunjukkan sebaliknya.
Banyak misionaris besar adalah orang-orang yang percaya pada doktrin pemilihan.
3 Pemilihan berarti Allah tidak adil
Ini sering menjadi pertanyaan besar.
Namun teologi Reformed menjelaskan bahwa keadilan berarti menghukum dosa.
Jika Allah menghukum semua orang, itu tetap adil.
Keselamatan adalah anugerah, bukan kewajiban Allah.
J.I. Packer dan Keseimbangan Teologi
J.I. Packer menulis banyak tentang hubungan antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia.
Ia mengatakan bahwa kedua hal ini tidak boleh dipertentangkan.
Alkitab mengajarkan keduanya secara bersamaan.
Menurut Packer:
kita harus menerima apa yang Alkitab ajarkan meskipun tidak selalu bisa kita pahami sepenuhnya.
Ini adalah sikap iman yang rendah hati.
Dimensi Pastoral Doktrin Pemilihan
Salah satu aspek paling penting dari doktrin ini adalah dampaknya bagi kehidupan rohani.
Doktrin ini memberikan:
penghiburan
kepastian keselamatan
kerendahan hati
rasa syukur.
Louis Berkhof menekankan bahwa pemilihan memberikan dasar bagi:
ketekunan orang percaya.
Jika keselamatan berasal dari keputusan Allah yang kekal, maka keselamatan itu tidak mudah hilang.
Ini memberikan pengharapan besar.
Hubungan Pemilihan dengan Kristus
Teologi Reformed sangat menekankan bahwa pemilihan tidak boleh dipisahkan dari Kristus.
Pemilihan terjadi:
di dalam Kristus.
Ini berarti bahwa fokus utama bukan pada daftar orang yang dipilih, tetapi pada:
Yesus sebagai Juruselamat.
Bavinck mengatakan bahwa seluruh doktrin keselamatan berpusat pada Kristus.
Kristus adalah:
dasar pemilihan
penggenapan pemilihan
jaminan pemilihan.
Mengapa Alkitab Mengajarkan Doktrin Ini?
Pertanyaan penting adalah:
Mengapa Alkitab mengajarkan pemilihan?
Beberapa alasan teologis antara lain:
agar manusia tidak sombong
agar kemuliaan diberikan kepada Allah
agar orang percaya memiliki kepastian
agar Injil dipahami sebagai anugerah
Jika keselamatan sebagian berasal dari manusia, maka manusia dapat memegahkan diri.
Namun Alkitab menutup kemungkinan itu.
Keselamatan sepenuhnya adalah karya Allah.
Implikasi bagi Gereja
Doktrin pemilihan memiliki implikasi besar bagi gereja.
1 Gereja harus rendah hati
Tidak ada alasan untuk merasa lebih baik dari orang lain.
Keselamatan adalah anugerah.
2 Gereja harus giat menginjili
Karena Allah bekerja melalui Injil.
3 Gereja harus mengandalkan doa
Keselamatan adalah pekerjaan Roh Kudus.
4 Gereja harus berfokus pada Injil
Bukan pada metode manusia.
Pemilihan dan Misteri Allah
Pada akhirnya, doktrin pemilihan mengingatkan kita bahwa Allah jauh lebih besar daripada pemahaman manusia.
Ada aspek yang bisa kita pahami.
Ada juga yang tetap menjadi misteri.
Namun misteri ini bukan alasan untuk menolak doktrin tersebut.
Sebaliknya, misteri ini membawa kita kepada:
penyembahan.
Kesimpulan
“Reason With Me: On the Doctrine of Election” adalah ajakan untuk memahami doktrin pemilihan secara bijaksana, alkitabiah, dan rendah hati. Dalam tradisi teologi Reformed, doktrin ini bukan sekadar konsep teologis, tetapi bagian dari inti Injil yang menekankan anugerah Allah yang berdaulat.
Para teolog Reformed seperti John Calvin, Herman Bavinck, Abraham Kuyper, Louis Berkhof, J.I. Packer, R.C. Sproul, dan Charles Spurgeon menunjukkan bahwa doktrin ini memiliki tujuan pastoral yang sangat penting: membawa orang percaya kepada rasa syukur yang mendalam dan keyakinan akan keselamatan di dalam Kristus.
Pada akhirnya, doktrin pemilihan mengarahkan kita kepada satu kebenaran besar:
Keselamatan adalah karya Allah dari awal sampai akhir.
Dan karena itu, seluruh kemuliaan harus diberikan kepada-Nya.
Soli Deo Gloria.