Tinjauan Kristen terhadap Perjanjian Lama

Tinjauan Kristen terhadap Perjanjian Lama

Pendahuluan

Perjanjian Lama sering kali disalahpahami sebagai kumpulan kisah kuno, hukum-hukum yang sudah tidak relevan, atau sekadar latar belakang bagi Perjanjian Baru. Namun dalam perspektif Teologi Reformed, Perjanjian Lama adalah bagian integral dari satu kesatuan wahyu Allah yang tidak terpisahkan. Ia bukan hanya “pendahuluan” bagi Injil, tetapi fondasi teologis yang sangat penting untuk memahami karya penebusan Allah dalam Yesus Kristus.

Istilah “A Christian Survey of the Old Testament” (Tinjauan Kristen terhadap Perjanjian Lama) mengacu pada pendekatan yang membaca Perjanjian Lama bukan secara terpisah, tetapi dalam terang penggenapan Kristus. Dengan kata lain, Perjanjian Lama adalah Kitab Suci Kristen, karena seluruh isinya menunjuk kepada Kristus (Lukas 24:27).

Dalam artikel ini, kita akan mengkaji Perjanjian Lama dari sudut pandang Teologi Reformed dengan mengacu pada pemikiran para teolog seperti Yohanes Calvin, Geerhardus Vos, Herman Bavinck, Meredith G. Kline, Graeme Goldsworthy, dan O. Palmer Robertson. Pembahasan mencakup struktur kanon, tema-tema utama, teologi perjanjian, tipologi, serta relevansinya bagi kehidupan orang percaya masa kini.

Hakikat Perjanjian Lama dalam Perspektif Reformed

Teologi Reformed menegaskan bahwa Perjanjian Lama adalah firman Allah yang diilhamkan dan berotoritas penuh.

2 Timotius 3:16 (TB)
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat..."

Yohanes Calvin menulis:

“Allah berbicara kepada umat-Nya dalam Perjanjian Lama dengan cara yang sama otoritatifnya seperti dalam Injil.”

Dengan demikian, tidak ada dikotomi antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Keduanya adalah satu kesatuan dalam rencana keselamatan Allah.

Struktur Kanon Perjanjian Lama

Perjanjian Lama terdiri dari tiga bagian utama:

  1. Taurat (Pentateukh) – Kejadian hingga Ulangan
  2. Kitab Sejarah – Yosua hingga Ester
  3. Kitab Hikmat dan Nabi-nabi

Dalam tradisi Ibrani:

  • Taurat (Torah)
  • Nabi-nabi (Nevi’im)
  • Tulisan (Ketuvim)

Yesus sendiri mengakui struktur ini (Lukas 24:44).

Tema Utama: Kerajaan Allah dan Perjanjian

Graeme Goldsworthy merangkum tema utama Alkitab sebagai:

“Kerajaan Allah: umat Allah di tempat Allah di bawah pemerintahan Allah.”

Tema ini sudah terlihat sejak Kejadian dan berkembang sepanjang Perjanjian Lama.

1. Umat Allah

  • Adam dan Hawa
  • Israel sebagai umat pilihan

2. Tempat Allah

  • Taman Eden
  • Tanah Perjanjian
  • Bait Allah

3. Pemerintahan Allah

  • Hukum Taurat
  • Raja-raja Israel

Teologi Perjanjian: Inti Perjanjian Lama

O. Palmer Robertson mendefinisikan perjanjian sebagai:

“Ikatan darah yang berdaulat yang ditetapkan oleh Allah.”

Perjanjian-perjanjian utama:

  1. Perjanjian dengan Adam (Covenant of Works)
  2. Perjanjian dengan Nuh
  3. Perjanjian dengan Abraham
  4. Perjanjian Sinai (Musa)
  5. Perjanjian dengan Daud

Semua perjanjian ini mengarah pada Perjanjian Baru dalam Kristus.

Geerhardus Vos: Sejarah Penebusan Progresif

Vos menekankan bahwa wahyu Allah berkembang secara progresif:

“Allah menyatakan diri-Nya secara bertahap dalam sejarah.”

Contoh:

  • Janji dalam Kejadian 3:15
  • Digenapi dalam Kristus

Herman Bavinck: Kesatuan Organis Wahyu

Bavinck menekankan bahwa Alkitab adalah satu organisme:

“Perjanjian Lama dan Baru tidak bertentangan, tetapi saling melengkapi.”

Ia melihat Perjanjian Lama sebagai benih, dan Perjanjian Baru sebagai bunga.

Tipologi: Kristus dalam Perjanjian Lama

Teologi Reformed menekankan tipologi:

  • Adam → Kristus (Roma 5)
  • Musa → Kristus sebagai nabi
  • Daud → Kristus sebagai Raja
  • Korban → Kristus sebagai Anak Domba

Yesus berkata:

Lukas 24:27 (TB)
"Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci..."

Taurat: Hukum dan Anugerah

Sering kali Taurat dianggap sebagai hukum yang keras, tetapi dalam perspektif Reformed:

  • Taurat diberikan setelah pembebasan
  • Itu adalah respons terhadap anugerah

Calvin:

“Hukum bukan alat keselamatan, tetapi panduan hidup bagi umat yang telah diselamatkan.”

Kitab Sejarah: Kegagalan Manusia dan Kesetiaan Allah

Kitab-kitab sejarah menunjukkan pola:

  • Kesetiaan Allah
  • Ketidaksetiaan manusia

Contoh:

  • Hakim-hakim → siklus dosa
  • Raja-raja → kegagalan kepemimpinan

Ini menunjukkan kebutuhan akan Raja yang sempurna: Kristus.

Kitab Hikmat: Takut akan Tuhan

Tema utama:

Amsal 1:7 (TB)
"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan."

Kitab Ayub, Pengkhotbah, dan Mazmur mengeksplorasi:

  • Penderitaan
  • Makna hidup
  • Penyembahan

Nabi-nabi: Peringatan dan Pengharapan

Nabi-nabi memiliki dua pesan utama:

  1. Penghakiman
  2. Pengharapan

Yesaya 53 menunjukkan Mesias yang menderita.

Meredith G. Kline: Struktur Perjanjian

Kline melihat perjanjian Sinai seperti traktat kerajaan:

  • Allah sebagai Raja
  • Israel sebagai hamba

Kristus sebagai Pusat Perjanjian Lama

Semua tema bermuara pada Kristus:

  • Nabi
  • Imam
  • Raja

Relevansi bagi Orang Kristen

1. Memahami Injil

Tanpa Perjanjian Lama, Injil tidak lengkap.

2. Hidup Kudus

Hukum tetap relevan secara moral.

3. Pengharapan

Janji-janji Allah tetap berlaku.

Kritik terhadap Pendekatan Modern

Beberapa kesalahan:

  • Marcionisme (menolak PL)
  • Moralistik (hanya pelajaran moral)

Teologi Reformed menolak keduanya.

Kesimpulan

Perjanjian Lama adalah:

  • Wahyu Allah yang otoritatif
  • Dasar Injil
  • Kesaksian tentang Kristus

Penutup

Membaca Perjanjian Lama secara Kristen berarti melihat Kristus di dalamnya, memahami rencana Allah, dan hidup dalam terang penggenapan-Nya.

Previous Post