Yesus Akan Datang Kembali

Yesus Akan Datang Kembali

Pendahuluan

"Yesus Is Coming" atau "Yesus Akan Datang Kembali" merupakan salah satu tema paling penting dalam iman Kristen. Doktrin tentang kedatangan Kristus yang kedua (Second Coming of Christ) bukan sekadar harapan masa depan, melainkan inti pengharapan gereja sejak zaman para rasul. Dari Perjanjian Baru hingga kitab Wahyu, Alkitab berulang kali menegaskan bahwa Yesus Kristus yang telah naik ke surga akan datang kembali dalam kemuliaan-Nya untuk menghakimi orang hidup dan orang mati, menyempurnakan keselamatan umat-Nya, serta mendirikan langit dan bumi yang baru.

Sayangnya, tema ini sering dipahami secara keliru. Sebagian orang lebih tertarik pada spekulasi mengenai tanggal kedatangan Kristus, tanda-tanda akhir zaman, atau teori-teori eskatologi yang sensasional daripada mempersiapkan hidup yang kudus dan setia. Sebaliknya, Alkitab mengajarkan bahwa fokus utama bukanlah mengetahui kapan Kristus datang, melainkan bagaimana orang percaya harus hidup sambil menantikan kedatangan-Nya.

Dalam perspektif teologi Reformed, kedatangan Kristus merupakan puncak dari seluruh sejarah penebusan (redemptive history). Allah yang telah mengutus Anak-Nya pada kedatangan pertama untuk menebus umat-Nya akan mengutus Dia kembali untuk menyempurnakan kerajaan-Nya. Kedatangan kedua bukanlah rencana cadangan, tetapi bagian dari ketetapan kekal Allah yang pasti akan terjadi.

Artikel ini akan mengulas tema "Yesus Is Coming" berdasarkan eksposisi Alkitab, pandangan para teolog Reformed, kajian para ahli teologi, serta relevansinya bagi kehidupan orang percaya pada masa kini.

Apa Arti "Yesus Is Coming"?

Ungkapan "Yesus Is Coming" berarti bahwa Yesus Kristus yang telah bangkit dan naik ke surga akan datang kembali secara nyata, pribadi, dan penuh kemuliaan untuk menggenapi seluruh rencana Allah.

Kedatangan kedua Kristus memiliki beberapa tujuan utama:

  • Menyatakan kemuliaan-Nya kepada seluruh dunia.
  • Menghakimi orang hidup dan orang mati.
  • Mengalahkan dosa, maut, dan Iblis secara final.
  • Menyempurnakan keselamatan umat tebusan.
  • Mendirikan langit dan bumi yang baru.

Kedatangan Kristus bukan sekadar simbol atau gambaran rohani, melainkan peristiwa sejarah yang nyata dan akan dialami seluruh umat manusia.

Dasar Alkitab tentang Kedatangan Yesus

1. Kisah Para Rasul 1:9–11

Ketika Yesus naik ke surga, dua malaikat berkata kepada para murid:

"Yesus ini, yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga."

Ayat ini memberikan kepastian bahwa Kristus benar-benar akan datang kembali.

Kedatangan-Nya bersifat:

  • pribadi,
  • nyata,
  • dapat dilihat.

2. Yohanes 14:1–3

Yesus berkata:

"Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu... Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku."

Janji ini diberikan sebagai penghiburan.

Yesus tidak meninggalkan gereja untuk selamanya.

Ia akan kembali menjemput umat-Nya.

3. Matius 24:30

Yesus berkata:

"Mereka akan melihat Anak Manusia datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya."

Kedatangan kedua sangat berbeda dengan kedatangan pertama.

Pertama kali,

Yesus datang sebagai Hamba yang menderita.

Kedua kali,

Ia datang sebagai Raja yang mulia.

4. 1 Tesalonika 4:16–17

Paulus menjelaskan bahwa Tuhan sendiri akan turun dari surga, orang-orang percaya yang telah meninggal akan dibangkitkan, dan umat Tuhan yang masih hidup akan dipersatukan dengan Kristus.

Ayat ini menjadi dasar pengharapan gereja mengenai kebangkitan tubuh.

5. Wahyu 22:12

Yesus berkata:

"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."

Janji ini menutup seluruh Alkitab.

Seluruh sejarah bergerak menuju penggenapan janji tersebut.

Eksposisi Teologis

Kedatangan Kristus Bersifat Pasti

Kepastian kedatangan Kristus didasarkan pada karakter Allah yang tidak pernah berdusta.

Jika Allah menggenapi janji mengenai kedatangan pertama Mesias, maka Ia pasti menggenapi janji mengenai kedatangan kedua.

Kedatangan Kristus Bersifat Pribadi

Yesus sendiri yang akan datang.

Bukan sekadar kuasa-Nya.

Bukan hanya ajaran-Nya.

Melainkan Pribadi Kristus yang bangkit.

Kedatangan Kristus Bersifat Universal

Matius 24 dan Wahyu 1:7 menunjukkan bahwa seluruh dunia akan menyaksikan kedatangan-Nya.

Tidak ada manusia yang dapat menghindari hari tersebut.

Kedatangan Kristus Membawa Penghakiman

Kedatangan Kristus bukan hanya membawa penghiburan.

Ia juga membawa penghakiman.

Semua manusia akan mempertanggungjawabkan hidup mereka di hadapan-Nya.

Orang percaya dibenarkan oleh kasih karunia melalui iman kepada Kristus, sedangkan mereka yang menolak Injil akan menghadapi penghukuman yang adil.

Kedatangan Kristus Membawa Pemulihan

Roma 8 menjelaskan bahwa seluruh ciptaan sedang menantikan pembebasan.

Ketika Kristus datang,

ciptaan akan dipulihkan.

Tidak ada lagi dosa.

Tidak ada lagi kematian.

Tidak ada lagi penderitaan.

Catatan Teologi Reformed

Teologi Reformed memahami kedatangan Kristus sebagai puncak dari karya penebusan Allah. Doktrin ini tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan kerajaan Allah, kebangkitan tubuh, penghakiman terakhir, dan penciptaan baru.

Pengakuan Iman Westminster menegaskan bahwa Kristus akan datang kembali pada waktu yang telah Allah tetapkan. Tidak seorang pun mengetahui hari atau jam kedatangan-Nya. Karena itu, gereja dipanggil untuk hidup dalam kewaspadaan, kekudusan, dan kesetiaan, bukan dalam spekulasi.

Tradisi Reformed juga menolak usaha menetapkan tanggal kedatangan Kristus. Yesus sendiri berkata bahwa hari dan saat itu hanya diketahui oleh Bapa (Matius 24:36). Fokus utama orang percaya bukan menghitung waktu, melainkan hidup sebagai murid yang siap menyambut Raja.

Pandangan John Calvin

John Calvin dalam Institutes of the Christian Religion menulis bahwa seluruh kehidupan orang percaya seharusnya diwarnai oleh pengharapan akan kedatangan Kristus. Menurut Calvin, pengharapan eskatologis bukan alasan untuk mengabaikan dunia, melainkan dorongan untuk hidup kudus dan setia di tengah dunia.

Calvin juga mengingatkan bahwa kedatangan Kristus akan menjadi sukacita bagi orang percaya, tetapi menjadi hari penghakiman bagi mereka yang menolak-Nya.

Pandangan Herman Bavinck

Herman Bavinck menjelaskan bahwa sejarah bergerak menuju satu tujuan yang telah Allah tetapkan. Kedatangan Kristus bukanlah peristiwa yang muncul secara tiba-tiba, melainkan klimaks dari seluruh sejarah penebusan.

Menurut Bavinck, pengharapan Kristen bersifat kosmis. Allah tidak hanya menyelamatkan individu, tetapi juga memperbarui seluruh ciptaan.

Pandangan Louis Berkhof

Louis Berkhof dalam Systematic Theology menegaskan bahwa kedatangan Kristus akan berlangsung secara nyata dan dapat dilihat semua orang. Ia juga menekankan bahwa kebangkitan tubuh merupakan bagian penting dari pengharapan Kristen.

Keselamatan tidak berhenti pada jiwa.

Tubuh juga akan dimuliakan.

Pandangan R.C. Sproul

R.C. Sproul menjelaskan bahwa kedatangan Kristus merupakan penggenapan kemenangan salib.

Kristus telah menang atas dosa.

Namun kemenangan itu akan dinyatakan secara sempurna ketika Ia datang kembali.

Sproul mengingatkan bahwa pengharapan eskatologis memberi keberanian kepada gereja untuk tetap setia sekalipun menghadapi penganiayaan.

Pandangan J.I. Packer

Dalam Knowing God, Packer menyatakan bahwa orang percaya seharusnya merindukan kedatangan Kristus karena saat itu mereka akan melihat Tuhan muka dengan muka.

Pengharapan ini mengubah cara orang percaya memandang penderitaan dunia.

Pandangan Sinclair Ferguson

Sinclair Ferguson menekankan bahwa kehidupan Kristen adalah kehidupan yang hidup di antara dua kedatangan Kristus.

Kedatangan pertama membawa penebusan.

Kedatangan kedua membawa penyempurnaan.

Karena itu, gereja dipanggil hidup dengan pengharapan yang aktif.

Pandangan Michael Horton

Michael Horton menjelaskan bahwa gereja hidup dalam ketegangan "sudah tetapi belum" (already but not yet).

Kerajaan Allah sudah hadir melalui Kristus.

Namun kepenuhannya baru akan dinyatakan saat Kristus datang kembali.

Uraian Para Ahli Teologi

Anthony A. Hoekema

Dalam The Bible and the Future, Anthony Hoekema menjelaskan bahwa pengharapan terbesar orang percaya bukan sekadar masuk surga, tetapi hidup bersama Kristus dalam ciptaan yang diperbarui. Menurutnya, eskatologi Kristen bersifat menyeluruh, mencakup kebangkitan tubuh, pembaruan alam semesta, dan pemerintahan Kristus yang sempurna.

Geerhardus Vos

Vos melihat kedatangan Kristus sebagai puncak sejarah penebusan. Seluruh Perjanjian Lama menunjuk kepada Mesias, dan seluruh Perjanjian Baru mengarahkan gereja kepada kedatangan-Nya kembali.

John Murray

John Murray menegaskan bahwa kebangkitan Kristus menjadi jaminan kebangkitan umat percaya. Karena Kristus telah bangkit, kedatangan-Nya kelak akan membawa kepastian kemenangan atas maut.

Wayne Grudem

Wayne Grudem menyatakan bahwa doktrin kedatangan Kristus memberi penghiburan bagi orang percaya sekaligus motivasi untuk hidup dalam kekudusan. Harapan akan kedatangan Tuhan mendorong gereja untuk tetap setia dalam pemberitaan Injil.

Relevansi bagi Kehidupan Orang Percaya

Di tengah dunia yang penuh peperangan, bencana, ketidakadilan, dan penderitaan, janji bahwa Yesus akan datang kembali memberikan pengharapan yang kokoh. Orang percaya tidak hidup dalam keputusasaan, sebab sejarah tidak sedang bergerak menuju kekacauan tanpa arah, melainkan menuju penggenapan rencana Allah di dalam Kristus.

Harapan ini juga membentuk cara hidup sehari-hari. Menantikan kedatangan Kristus bukan berarti meninggalkan tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan, atau masyarakat. Sebaliknya, orang percaya dipanggil untuk bekerja dengan setia, melayani dengan kasih, hidup dalam kekudusan, dan menjadi saksi Injil sambil menantikan Sang Raja.

Tema ini juga mengingatkan gereja agar tidak terjebak dalam spekulasi akhir zaman yang mengalihkan perhatian dari Injil. Tanda-tanda zaman memang penting untuk dipahami secara alkitabiah, tetapi fokus utama tetaplah kesetiaan kepada Kristus. Gereja dipanggil untuk berjaga-jaga, bukan dengan rasa takut, melainkan dengan iman dan pengharapan.

Selain itu, kedatangan Kristus menjadi penghiburan bagi mereka yang kehilangan orang-orang terkasih di dalam Tuhan. Kebangkitan tubuh dan kehidupan kekal bukan sekadar konsep teologis, melainkan janji yang pasti. Air mata, penderitaan, dan kematian tidak memiliki kata terakhir, sebab Kristus akan datang untuk memperbarui segala sesuatu.

Penggenapan dalam Kristus

Seluruh tema "Yesus Is Coming" berpusat pada pribadi Yesus Kristus. Kedatangan pertama-Nya menggenapi nubuat para nabi tentang Mesias yang menderita. Melalui kehidupan-Nya yang tanpa dosa, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya pada hari ketiga, Kristus menyelesaikan karya penebusan bagi umat-Nya.

Namun karya itu belum mencapai tahap akhir. Saat ini Kristus memerintah di sebelah kanan Bapa sebagai Raja dan Imam Besar Agung. Ia terus menjadi Pengantara bagi gereja dan memerintah seluruh sejarah menurut rencana Allah. Pada waktu yang telah ditetapkan, Ia akan datang kembali dalam kemuliaan untuk menghakimi dunia, membangkitkan orang mati, menyempurnakan keselamatan umat tebusan, dan menciptakan langit serta bumi yang baru.

Di dalam Kristus, pengharapan orang percaya tidak bergantung pada kondisi dunia, melainkan pada janji Allah yang tidak pernah gagal. Karena Kristus telah bangkit, kedatangan-Nya kembali adalah kepastian yang tidak dapat digagalkan oleh siapa pun.

Kesimpulan

"Yesus Is Coming" bukan sekadar slogan, melainkan salah satu doktrin paling penting dalam iman Kristen. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Yesus Kristus akan datang kembali secara nyata, pribadi, dan penuh kemuliaan. Kedatangan-Nya akan membawa penghakiman yang adil bagi dunia, penyempurnaan keselamatan bagi umat-Nya, dan pembaruan seluruh ciptaan.

Dalam tradisi Reformed, pengharapan ini berakar pada kedaulatan Allah yang mengarahkan seluruh sejarah menuju penggenapan kerajaan Kristus. John Calvin mengingatkan bahwa harapan akan kedatangan Tuhan mendorong hidup yang kudus. Herman Bavinck melihatnya sebagai puncak sejarah penebusan. Louis Berkhof menegaskan kepastian kebangkitan tubuh. R.C. Sproul menunjukkan bahwa kemenangan salib akan dinyatakan secara sempurna pada hari itu. J.I. Packer, Sinclair Ferguson, Michael Horton, Anthony Hoekema, Geerhardus Vos, John Murray, dan Wayne Grudem sama-sama menegaskan bahwa pengharapan Kristen selalu berpusat pada Kristus yang akan datang kembali.

Bagi orang percaya, janji ini bukan alasan untuk hidup dalam ketakutan, melainkan dalam pengharapan. Kita dipanggil untuk berjaga-jaga, hidup kudus, setia melayani, mengasihi sesama, dan memberitakan Injil sampai Sang Raja datang. Setiap hari adalah kesempatan untuk memuliakan Tuhan sambil menantikan penggenapan janji-Nya.

Sebagaimana gereja mula-mula berseru, demikian pula doa orang percaya sepanjang zaman:

"Amin, datanglah, Tuhan Yesus!" (Wahyu 22:20)

Next Post Previous Post