OKULTISME: MATIUS 4:8-9

OKULTISME: Matius 4:8-9. Matius 4:8-9 - “(8) Dan Iblis membawaNya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepadaNya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (9) dan berkata kepadaNya: ‘Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku.’”.
OKULTISME: Matius 4:8-9
gadget, education, insurance
Dalam Matius 4:8-9 ini setan menawarkan ‘sesuatu’ kepada Yesus asal Yesus mau menyembah dia. Dalam sepanjang jaman hal yang sama dilakukan setan terhadap manusia. Ia menawarkan ‘sesuatu’ kepada manusia yang mau menyembah / mengikut dia.

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan di sini:

1) ‘Sesuatu’ itu bisa bermacam-macam, seperti: kekayaan, cewek / cowok, jabatan, kesehatan, kesaktian, kemampuan tertentu (misalnya: bisa meramal / menyembuhkan orang, dsb), dsb.

2) Menyembah / mengikut setan ini:

a) Bisa dilakukan secara natural / tanpa menggunakan Okultisme.

Misalnya: mau membolos dari kebaktian demi uang, mau berzinah, dsb.

b) Bisa dilakukan dengan cara supranatural / menggunakan Okultisme .

Ingat bahwa hal ini tidak selalu disadari oleh orang yang bersangkutan. Ini karena lihainya setan!

I) Definisi OKULTISME.

Okultisme adalah kepercayaan / praktek / tindakan mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan kuasa gelap.

II) Macam-macam Okultisme .

1) Ramalan.

a) Ada ramalan yang bukan merupakan Okultisme, yaitu:

1. Ramalan yang datang dari Tuhan.

Ini biasanya disebut nubuat. Tetapi kita perlu hati-hati dengan orang yang mengatakan dirinya memberikan ramalan /nubuat dari Tuhan, tetapi sebetulnya dari setan.

2. Ramalan yang dilakukan dengan menggunakan ilmu pengetahuan.

Misalnya: ramalan cuaca, ramalan tentang adanya gerhana, badai, dsb, juga ramalan medis tentang kematian seseorang.

b) Ada ramalan yang termasuk Okultisme .

Macam-macam cara meramal yang termasuk Okultisme:

1. Cartomancy - meramal dengan menggunakan kartu dimana setiap kartu mempunyai arti.

2. Palmistry / guamia - meramal dengan menggunakan garis tangan.

Contoh: Saya pernah mendengar cerita tentang seorang ibu yang diramal oleh seorang tukang guamia bahwa suaminya bakal pergi jauh. Setelah selesai meramal, tukang guamia itu tidak mau dibayar,dan 6 bulan kemudian tukang guamia itu datang kembali dan menanyakan apakah ramalannya betul atau tidak. Ibu itu lalu menjawab: ‘Ya ramalanmu benar, karena suamiku meninggal dunia’. Pada waktu meramal, tukang guamia itu sudah tahu akan hal itu dan karenanya ia tak mau dibayar.

Jangan sekali-kali menyerahkan tangan saudara untuk diramal! Ada orang yang berpura-pura hanya main-main, padahal betul-betul meramal. Kalau saudara menyerahkan tangan saudara untuk diramal, maka saudara dijadikan medium Okultisme / pekerjaan kuasa gelap.

3. Rod / pendulum - meramal dengan bandul / pendulum.

Contoh:

a. Beberapa waktu yang lalu seorang pastor di Jawa Tengah berhasil menemukan mayat yang hilang di gunung, hanya dengan menggunakan pendulum.

b. Pada waktu saya kos di Malang, anak dari pemilik kos, yang adalah seorang dokter, ternyata bisa menggunakan pendulum, untuk mencari benda yang disembunyikan, dan juga untuk mendiagnose penyakit! Bahkan di Surabayapun saya mendengar ada dokter yang mendiagnose pasiennya dengan menggunakan pendulum! Jangan saudara mau didiagnose oleh ‘terkun’ (dokter-dukun) seperti ini. Ini jelas termasuk Okultisme !

4. Mirror mantic / crystal gazing - meramal dengan menggunakan cermin / bola kristal.

Jangan pikir bahwa ini hanya dongeng belaka; hal seperti ini betul-betul ada!

5. Jailangkung.

Ini seperti boneka yang diberi alat tulis, dan pada waktu suatu roh (= setan, yang menyamar sebagtai roh seseorang!) datang, maka boneka itu bisa ditanyai dan boneka itu menuliskan jawabannya pada papan tulis.

6. Permainan cucing / Ouija Board.

Cucing dan Ouija Board sebetulnya sama saja, yaitu adanya papan dengan huruf-huruf dan angka-angka, dan sebuah benda yang nantinya bisa bergerak sendiri dan menunjuk pada angka-angka / huruf-huruf itu untuk membentuk kalimat yang merupakan jawaban dari ‘roh’ itu. Bedanya adalah: pada permainan cucing benda itu adalah sebuah cucing yang ditelungkupkan, sedangkan pada Ouija Borad benda itu adalah sebuah segitiga tipis.

Contoh: Ayah saya pernah mengalami permainan cucing, dan ia termasuk salah satu orang yang jarinya diletakkan diatas cucing, yang lalu bergerak sendiri. Ayah saya mengira bahwa pasti ada salah satu dari jari-jari yang lain yang mendorong cucing, dan ia lalu menekan cucing itu ke bawah. Ternyata ‘dukun’nya tahu dan menyuruh orang yang menekan cucing untuk melepaskan. Setelah itu satu per satu jari-jari yang lain diangkat, dan tinggal jari ayah saya sendiri, dan ternyata cucing itu tetap bergerak sendiri!

7. Astrology / horoscope.

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang Astrology / horoscope:

a. Astrology / horoscope menganggap bahwa nasib manusia ditentukan oleh posisi bintang pada saat mereka dilahirkan. Ini berbeda dengan Astronomy / Ilmu perbintangan, yang bukan termasuk Okultisme. Astronomy betul-betul merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perbintangan, tetapi Astrology menghubungkan posisi bintang dengan nasib manusia.

b. Ini sebetulnya hanya suatu omong kosong, karena kalau Astrology ini benar, maka semua orang yang lahirnya pada hari yang sama nasibnya juga akan sama! Tetapi fakta membuktikan bahwa hal ini tidak benar. 2 orang yang lahirnya pada hari yang sama, bisa saja nasibnya sangat berbeda / bertentangan, seperti: yang satu jadi kaya, yang lain miskin; yang satu mati muda, yang lain mati pada usia lanjut, dsb.

c. Tetapi sekalipun ini omong kosong, setan bisa ikut campur dalam peramalan sehingga menjadi betul dan lalu dipercaya.

d. Ini secara jelas dikecam oleh Kitab Suci.

Yesaya 47:13-14 - “(13) Engkau telah payah karena banyaknya nasihat! Biarlah tampil dan menyelamatkan engkau orang-orang yang meneliti segala penjuru langit, yang menilik bintang-bintang dan yang pada setiap bulan baru memberitahukan apa yang akan terjadi atasmu! (14) Sesungguhnya, mereka sebagai jerami yang dibakar api; mereka tidak dapat melepaskan nyawanya dari kuasa nyala api; api itu bukan bara api untuk memanaskan diri, bukan api untuk berdiang!”.

2) Golongan Okultisme tertentu yang sering dianggap sebagai sesuatu bakat / kekuatan yangada di dalam diri manusia itu sendiri, dan hanya perlu dilatih. Ini juga sering dikatakan sebagai hal yang bersifat ilmiah.

Contoh:

a) Hipnotis.

Ini sering digunakan dalam:

1. Sulap. Sulap yang betul-betul menggunakan kecepatan tangan, tentu bukan Okultisme , tetapi ada pesulap yang menggunakan hipnotis, dan ini tentu termasuk Okultisme .

2. Counseling. Ada Psikolog / counselor (=pembimbing / penasehat), yang menggunakan hipnotis supaya pasien mereka bisa mengingat masa lalu. Ini termasuk Okultisme, dan karenanya jangan mau dicounsel oleh counselor seperti itu!

b) Telepati (juga digunakan dalam sulap).

c) Tenaga dalam / tenaga dasar / tenaga murni,dsb.

Jangan percaya pada propaganda dari grup-grup tenaga dalam seperti Kalimasada, Merpati Putih, Satria Nusantara, Kateda, Enesty, dsb, yang merekrut dokter-dokter yang lalu menjelaskan bahwa apa yang mereka praktekkan adalah sesuatu yang bersifat ilmiah dan bisadipertanggungjawabkan menurut kedokteran! Saya pernah menyakan hal itu pada seorang dokter kristen, yang lalu menyatakan bahwa hal itu tidak sesuai dengan kedokteran / tidak ilmiah!

Ingat juga bahwa sekalipun cara berlatihnya hanya menggunakan pernafasan, tetapi bagaimanapun hasilnya gaib (bisa mematahkan besi, tidak bisa dipukul dsb). Dan ingat rumus penting dalam persoalan ini: yang bersifat supranatural / gaib, hanya bisa berasal dari Allah atau setan. Dan tenaga dalam tidak mungkin berasal dari Allah karena tidak ada dasar Kitab Suci secuilpun untuk itu, kecuali kalau Kitab Sucinya ditafsirkan seenaknya sendiri (Misalnya menggunakan Mark 5:30 untuk menyatakan bahwa Yesus juga punya tenaga dalam! Untuk menjawab penafsiran tolol ini kita bisa berkata: Aneh, Kitab Suci tak pernah berkata bahwa Yesus berlatih tenaga dalam, dan tidak pernah juga mengajarkan tenaga dalam kepada murid-muridNya. Andaikata Ia melakukan itu, maka pasti semua orang kristen sekarang ini sudah berlatih tenaga dalam!).

3) Golongan Okultisme yang digunakan untuk menyehatkan diri sendiri atau bahkan menyembuhkan orang lain, seperti:

a) Yoga.

b) TaiChi / Wai Tang kung.

c) Tenaga dalam.

4) Nggeblak (slain in the spirit), Toronto Blessing, dsb.

Sekalipun dalam pandangan banyak orang kristen ini adalah pekerjaan Roh Kudus, saya berpendapat bahwa ini adalah pekerjaan roh jahat, dan merupakan Okultisme dalam gereja.

5) Lain-lain seperti: blood pact (= perjanjian yang ditulis dengan darah, dimana orangnya menulis menggunakan darahnya sendiri di secarik kertas, yang menyatakan penyerahan diri kepada setan), susuk, aji-aji, guna-guna, pesugihan, santet, gendam, tuyul, ilmu kebal, dukun (white magic), jaran kepang, macam-macam pertunjukan di Bali, dll.

Di Indonesia banyak di antara hal-hal ini yang dianggap sebagai kebudayaan / seni, tetapi sebetulnya adalah Okultisme.

6) Hal-hal yang harus diwaspadai:

a) Souvenir dari Bali.

Dr. Kurt Koch yang membaktikan puluhan tahun hidupnya untuk menyelidiki occultisme, mengatakan bahwa kebanyakan souvenir dari Bali dibuat dengan menggunakan kuasa gelap. Dengan demikian benda itu sudah mengandung kuasa gelap.

Sekalipun souvenir itu berharga / indah, tetapi kalau mengandung kuasa gelap, harus dihancurkan.

Ulangan 7:25-26 - “(25) Patung-patung allah mereka haruslah kamu bakar habis; perak dan emas yang ada pada mereka janganlah kauingini dan kauambil bagi dirimu sendiri, supaya jangan engkau terjerat karenanya, sebab hal itu adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu. (26) Dan janganlah engkau membawa sesuatu kekejian masuk ke dalam rumahmu, sehingga engkaupun ditumpas seperti itu; haruslah engkau benar-benar merasa jijik dan keji terhadap hal itu, sebab semuanya itu dikhususkan untuk dimusnahkan”.

b) Meditasi.

Kristen punya meditasi, tetapi dalam meditasi kristen pikiran tidak statis (tidak dikosongkan atau dipusatkan pada sesuatu), tetapi aktif. Misalnya dalam berdoa (bukan berdoa dalam bahasa Roh!) atau merenungkan Firman Tuhan. Tetapi meditasi kafir yang mengarah pada Okultisme biasanya menggunakan pengosongan pikiran ataupun pemusatan pikiran (pada lilin atau hal lain).

c) Tusuk jarum.

Dr Kurt Koch mengatakan bahwa tusuk jarum mempunyai latar belakang yang gelap, tetapi karena itu sudah begitu lama, ia sekarang tidak berani memastikan bahwa hal itu termasuk Okultisme. Ia tidak berani menganjurkan atau melarang orang melakukan tusuk jarum. Tetapi kalau mau melakukan harus berdoa meminta perlindungan Tuhan, dan juga mengawasi kerohanian, apakah terpengaruh secara negatif atau tidak.

d) Pijat.

1. Jelas bahwa tidak semua tukang pijat menggunakan kuasa gelap, tetapi jelas ada banyak tukang pijat yang menggunakan kuasa gelap.

Kesaksian: Saya pernah punya seorang tukang pijat yang hebat, dan setiap saya pergi kesana saya boleh dikatakan selalu merasakan hasil pijatannya. Tetapi suatu waktu ada teman saya yang saya beri alamat di tukang pijat, dan teman saya ini lalu berkata bahwa tukang pijat itu mendemonstrasikan kehebatannya dengan menempelkan rokok menyala pada tangan maupun mukanya tanpa menderita apa-apa. Saya kaget dan saya dari peristiwa itu saya tahu bahwa si tukang pijat itu mempunyai kuasa gelap. Tetapi saya masih berpikir adanya kemungkinan bahwa ia tidak menggunakan kuasa gelapnya dalam memijat. Suatu kali saya sakit lagi (penyakit yang sama) dan saya pergi kepada dia, tetapi pada waktu mau dipijat saya berdoa dalam hati: ‘Tuhan kalau orang ini memijat dengan kuasa gelap, lindungi saya, Saya tidak mau disembuhkan oleh setan’. Apa yang terjadi? Ternyata saya sama sekali tidak sembuh. Saya anggap ini mungkin merupakan kebetulan, sehingga setelah itu saya masih mencoba 2 atau 3 x lagi, dan saya tidak pernah sembuh! Sekarang saya yakin bahwa orang itu menggunakan kuasa gelapnya dalam memijat dan saya tidak mau lagi datang kepada dia ataupun menyuruh orang ke sana!

Karena itu kalau saudara pijat, maka selalulah berdoa minta perlindungan Tuhan. siapa tahu tukang pijat itu juga menggunakan kuasa gelap! Pada akhir jaman ini, jangankan tukang pijat, pendetapun ada yang menggunakan kuasa gelap supaya dianggap sakti oleh jemaatnya!

2. Disamping itu titik-titik yang dipijat seringkali / pada umumnya sama dengan titik-titik dari tusuk jarum, sehingga kalau tusuk jarum harus diwaspadai, jelas pijat juga demikian.

3. Juga dengan menyebarnya tenaga dalam pada saat ini, ada banyak tukang pijat memijat dengan menggunakan tenaga dalam, dan ini pasti termasuk occultisme!

e) Musik rock.

Ada beberapa hal yang menyebabkan musik rock juga harus dicurigai / diwaspadai:

1. Orang yang menonton pagelaran musik rock menjadi histeris (kerasukan?).

2. Banyak diantara bintang-bintang rock yang termasuk golongan sesat, bahkan penganut gereja setan.

c. Ada orang yang berkata bahwa ada cassette lagu rock yang kalau diputar terbalik ternyata berisi penghujatan kepada Kristus!

f) Acara TV.

Acara sulap di TV banyak yang perlu dicurigai sebagai Okultisme, dan menurut saya acara ‘Impresario 008’ pada beberapa tahun yang lalu, jelas sekali menggunakan kuasa gelap dan merupakan Okultisme. Karena itu kalau nonton acara seperti itu, maka:

1. Berdoalah minta perlindungan Tuhan.

2. Jangan ikuti apa yang ia perintahkan, seperti perintah untuk mengosongkan pikiran, atau memikirkan suatu obyek tertentu, atau menempelkan tangan di TV, dsb.

3. Jangan ijinkan anak kecil nonton acara TV tersebut sendirian.

Catatan: Jangan terlalu cepat menganggap sesuatu sebagai bukan termasuk Okultisme , hanya karena saudara tidak melihat adanya hal-hal yang berhubungan dengan Okultisme, seperti mantera, penggunaan lilin, pengosongan pikiran dsb. Kalau setan selalu membuat Okultisme terlihat jelas sebagai Okultisme, maka ia adalah setan yang bodoh! Kepandaian / kelicikan setan bisa membuat hal-hal yang kelihatannya ‘cuma gitu tok’ ternyata adalah Okultisme yang berbahaya!

III) Effek / akibat dari Okultisme .

Ingat bahwa berbeda dengan Tuhan yang mau memberi anugerah / kasih karunia dengan cuma-cuma kepada orang yang tidak berlayak sekalipun, maka setan adalah ‘pedagang ulung’, yang tidak akan pernah mau memberi kecuali kalau ia akan mendapatkan lebih banyak.

Illustrasi: Dalam film Friday the 13th yang diputar di TV beberapa waktu yang lalu diceritakan tentang sebuah sarung tangan ajaib yang bisa menyembuhkan penyakit. Tetapi setelah menyembuhkan penyakit dari seseorang, maka tangan dari si penyembuh yang menggunakan sarung tangan itu menjadi melepuh secara mengerikan, dan ia harus mencari korban kemana ia bisa menyalurkan penyakit itu. Kalau ia menyentuh korban itu dengan sarung tangan itu, maka penyakit yang tadi disembuhkan akan mengalir kepada korban, tetapi berlipat ganda dahsyatnya, sehingga korban itu akan mati secara mengerikan. Sekalipun ini hanya merupakan cerita, tetapi ini merupakan illustrasi yang tepat tentang cara kerja setan. Ia memang mau menolong, asal ia lalu mendapatkan jauh lebih banyak.

Kalau seseorang mempraktekkan Okultisme, ataupun sekedar dipakai sebagai medium dalam praktek Okultisme (misalnya: diramal / dihipnotis), maka sekalipun orang itu mendapat ‘sesuatu’, tetapi akan ada akibatnya, dimana orangnya akan:

1) Menentang hal-hal rohani, seperti Firman Tuhan, doa, kebaktian dsb.

Mungkin mula-mula hanya kerinduan Firman Tuhan hilang / menurun, malas berdoa / melayani, tetapi hal ini makin lama akan makin memburuk. Ini memang merupakan sesuatu yang logis karena kalau kita membiarkan diri dikuasai oleh setan, maka pasti setan itu akan membuat kita menjauhi Tuhan / hal rohani.

2) Mengalami kekacauan emosi / perubahan karakter, seperti adanya depresi, ingin bunuh diri, gila, menjadi mudah marah, suka menyendiri, sedih terus, dsb. Juga ada kemungkinan adanya mimpi-mimpi buruk.

3) Mengalami penyakit-penyakit tertentu, atau kematian keluarga. Ini sering terjadi pada orang yang punya pesugihan dsb. Ingat bahwa setan memberi, tetapi lalu menuntut lebih banyak!

4) Mengikut setan, baik secara sadar atau tidak.

5) Tidak mengalami berkat Tuhan.

Dalam Kis 19:19-20 terlihat bahwa setelah jemaat membuang Okultisme maka Firman Tuhan menjadi makin tersebar!

Kisah Para Rasul 19:19-20 - “(19) Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. (20) Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa”.

Jadi jelas bahwa adanya jemaat yang mempraktekkan Okultisme menyebabkan tertahannya berkat Tuhan.

Ini juga menjelaskan mengapa dalam Kis 16:16-18 Paulus menengking setan dari diri orang yang mengikutinya sambil mempropagandakan pelayanan Paulus.

Kisah Para Rasul 16:16-18 - “(16) Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar. (17) Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: ‘Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan.’ (18) Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: ‘Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini.’ Seketika itu juga keluarlah roh itu”.

Orang itu kelihatannya tidak berbuat salah; ia bahkan kelihatannya ‘membantu’ Paulus. Tetapi Paulus tahu bahwa kalau ia bekerja sama dengan setan, Tuhan tidak akan memberkati pelayanannya dan karena itu ia bukannya berterima kasih kepada orang itu / setannya tetapi ia menengking setannya.

Ini bedanya ikut setan dan ikut Tuhan. Kalau ikut Tuhan, maka sekarang untuk sementara kita akan mengalami banyak penderitaan, tetapi nanti kita akan menerima kebahagiaan / kemuliaan kekal. Sebaliknya, kalau kita ikut setan, sekarang untuk sementara kita akan menerima keuntungan jasmani / duniawi (itupun disertai dengan ketidakdamaian), tetapi nanti kita menerima kerugian / kebinasaan / hukuman kekal. Baca dan renungkan Matius 16:26 - “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”.

IV) Apa yang harus kita lakukan?

1) Percaya kepada Yesus, tingkatkan iman / kerohanian / persekutuan dengan Allah, tingkatkan pengertian Firman Tuhan dan kekudusan.

Ingat bahwa adanya Okultisme tidak terhindarkan, seperti:

a) Musik rock. Ini diputar dimana-mana sehingga kita tidak mungkin terhindar darinya.

b) Santet, gendam, guna-guna. Ini lebih-lebih tidak bisa dihindari, karena selalu bisa saja ada orang yang melakukan hal-hal ini terhadap kita.

c) Seseorang mengatakan bahwa padi di Indonesia selalu dipersembahkan kepada Dewi Sri.

d) Banyak restoran / toko yang menggunakan Hu, Pat Kwa, Kantong merah Gunung Kawi dsb.

Hanya kalau kita mempunyai Yesus dan dekat dengan Tuhan maka kita bisa terlindung dari hal-hal yang tidak terhindarkan itu!

1. Sadarilah bahwa Tuhan jauh lebih besar dari setan, dan karena itu mendekatlah kepadaNya.

Kesaksian: Waktu saya ada di Malang, saya mempunyai seorang teman kos yang mempelajari semacam hipnotisme, dimana ia bisa mematikan sebuah lilin hanya dengan memandangi lilin itu. Ia mengajak saya untuk menonton dirinya mematikan lilin itu, tetapi saya menolak karena saya tahu itu adalah occultisme. Tetapi suatu waktu secara ‘kebetulan’ pada waktu saya masuk ke kamarnya ia sedang latihan. Ia mengatakan bahwa ia sudah berulangkali berhasil mematikan api lilin itu hanya dengan memandanginya, dan meminta saya untuk menontonnya. Saya lalu duduk dan berdoa meminta supaya Tuhan mengatur sehingga lilin itu tidak mati. Waktu dipandangi, lilin itu lalu mengecil apinya dan hampir padam, tetapi saya lalu berdoa: ‘Tuhan, kalau lilin ini mati Engkau kalah dari setan. Aku minta supaya lilin ini jangan mati’. Dan dengan mendadak api lilin itu menjadi besar kembali. Ia memandangi lagi, dan api lilin itu mengecil lagi dan saya melakukan hal yang sama. Demikian terjadi berulang-ulang, dan ia tidak bisa mematikan lilin itu. Akhirnya saya meninggalkan kamarnya dan ternyata ia tetap tidak bisa mematikan lilin itu. Setelah itu saya pergi dengan dia, dan saya berkata: ‘Tahukah kamu mengapa lilin itu tidak bisa mati? Karena saya berdoa. Tuhan saya lebih hebat dari setanmu!’

2. Bandingkan dengan Israel yang dilindungi oleh Tuhan dari serangan Bileam (Bil 22-24).

Khususnya baca Bilangan 23:23 - “sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel. Pada waktunya akan dikatakan kepada Yakub, begitu juga kepada Israel, keajaiban yang diperbuat Allah”.

Saya percaya bahwa ayat ini bisa diterapkan bagi orang kristen jaman ini.

Bdk. juga dengan Kejadian 31:24 - Yakub tetap dilindungi Tuhan sekalipun ada berhala dalam keluarganya (ingat bahwa Yakub tidak tahu menahu tentang berhala itu).

2) Hati-hati/ waspada terhadap Okultisme.

No 1 di atas harus kita lakukan karena adanya Okultisme yang tidak bisa dihindari. Tetapi kalau bisa dihindari tentu kita harus menghindarinya. Karena itulah kita harus waspada terhadap Okultisme .

a) Bukan terus takut / terlalu menekankan (over-emphasize), juga bukan sembrono / meremehkan (underestimate), tetapi hati-hati / waspada.

b) Kalau saudara tahu sesuatu itu adalah Okultisme, saudara harus membuang / menjauhinya.

Kesaksian: saya pernah diberitahu tentang seorang tukang pijat yang katanya hebat. Saya lalu pergi kesana untuk pijat.Tetapi saya harus menunggu pasien-pasien yang lain, dan saya bisa melihat cara tukang pijat itu dalam memijat. Ternyata pada waktu memijat mulutnya komat kamit (membaca mantera?), dan ia juga meniupi bagian yang dipijat. Melihat suasana yang berbau Okultisme itu, saya membatalkan niat untuk pijat dan saya pulang. Inilah yang saya maksud dengan sikap waspada!

3) Perlukah doa pelepasan untuk orang yang pernah ikut / menjadi medium dalam Okultisme ?

Perlu, hanya kalau orang itu orang non kristen / kristen KTP yang kerasukan setan gara-gara Okultisme .
Kalau tidak ada tanda-tanda kerasukan, saya berpendapat tidak dibutuhkan doa pelepasan.

Juga kalau seseorang pernah terlibat Okultisme, tetapi lalu bisa menjadi orang kristen sejati, maka tidak mungkin masih ada setan dalam dirinya, sehingga juga tidak dibutuhkan doa pelepasan.

Dasar Kitab Suci: dalam Kitab Suci tidak pernah ada orang kristen sejati yang dilepaskan dari setan / ditengking setannya!

Kesaksian: Waktu kecil saya pernah dibawa ibu saya ke dukun kuku (yang bisa membuat kuku saya menjadi semacam televisi!), tetapi saya bisa menjadi orang kristen, dan tidak pernah membutuhkan doa pelepasan.

Catatan: Pdt. Budi Asali, M.Div:  meraih gelar Master of Divinity (M.Div) dari Reformed Theological Seminary (RTS), Jackson, Mississippi, United States of America
-o0o- 
Next Post Previous Post