KEJADIAN 46:8-47:26 (SIKAP FIRAUN TERHADAP IMAM)

Pdt. Budi Asali. M. Div.
KEJADIAN 46:8-47:26 (SIKAP FIRAUN TERHADAP IMAM). Kejadian 46:8-34 - “(8) Inilah nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir, yakni Yakub beserta keturunannya. Anak sulung Yakub ialah Ruben. (9) Anak-anak Ruben ialah Henokh, Palu, Hezron dan Karmi. (10) Anak-anak Simeon ialah Yemuel, Yamin, Ohad, Yakhin dan Zohar serta Saul, anak seorang perempuan Kanaan. (11) Anak-anak Lewi ialah Gerson, Kehat dan Merari. (12) Anak-anak Yehuda ialah Er, Onan, Syela, Peres dan Zerah; tetapi Er dan Onan mati di tanah Kanaan; dan anak-anak Peres ialah Hezron dan Hamul. (13) Anak-anak Isakhar ialah Tola, Pua, Ayub dan Simron. (14) Anak-anak Zebulon ialah Sered, Elon dan Yahleel. (15) Itulah keturunan Lea, yang melahirkan bagi Yakub di Padan-Aram anak-anak lelaki serta Dina juga, anaknya yang perempuan. Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah tiga puluh tiga jiwa. (16) Anak-anak Gad ialah Zifyon, Hagi, Syuni, Ezbon, Eri, Arodi dan Areli. (17) Anak-anak Asyer ialah Yimna, Yiswa, Yiswi dan Beria; Serah ialah saudara perempuan mereka; dan anak-anak Beria ialah Heber dan Malkiel. (18) Itulah keturunan Zilpa, yakni hamba perempuan yang telah diberikan Laban kepada Lea, anaknya perempuan, dan yang melahirkan anak-anak bagi Yakub; seluruhnya enam belas jiwa. (19) Anak-anak Rahel, isteri Yakub, ialah Yusuf dan Benyamin. (20) Bagi Yusuf lahir Manasye dan Efraim di tanah Mesir, yang dilahirkan baginya oleh Asnat, anak perempuan Potifera, imam di On. (21) Anak-anak Benyamin ialah Bela, Bekher, Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosh, Mupim, Hupim dan Ared. (22) Itulah keturunan Rahel, yang telah lahir bagi Yakub, seluruhnya berjumlah empat belas jiwa. (23) Anak Dan ialah Husim. (24) Anak-anak Naftali ialah Yahzeel, Guni, Yezer dan Syilem. (25) Itulah keturunan Bilha, yakni hamba perempuan yang diberikan Laban kepada Rahel, anaknya yang perempuan dan yang melahirkan anak-anak itu bagi Yakub - seluruhnya berjumlah tujuh jiwa. (26) Semua orang yang tiba di Mesir bersama-sama dengan Yakub, yakni anak-anak kandungnya, dengan tidak terhitung isteri anak-anaknya, seluruhnya berjumlah enam puluh enam jiwa. (27) Anak-anak Yusuf yang lahir baginya di Mesir ada dua orang. Jadi keluarga Yakub yang tiba di Mesir, seluruhnya berjumlah tujuh puluh jiwa. (28) Yakub menyuruh Yehuda berjalan lebih dahulu mendapatkan Yusuf, supaya Yusuf datang ke Gosyen menemui ayahnya. Sementara itu sampailah mereka ke tanah Gosyen. (29) Lalu Yusuf memasang keretanya dan pergi ke Gosyen, mendapatkan Israel, ayahnya. Ketika ia bertemu dengan dia, dipeluknyalah leher ayahnya dan lama menangis pada bahunya. (30) Berkatalah Israel kepada Yusuf: ‘Sekarang bolehlah aku mati, setelah aku melihat mukamu dan mengetahui bahwa engkau masih hidup.’ (31) Kemudian berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya dan kepada keluarga ayahnya itu: ‘Aku mau menghadap Firaun dan memberitahukan kepadanya: Saudara-saudaraku dan keluarga ayahku, yang tinggal di tanah Kanaan, telah datang kepadaku; (32) orang-orang itu gembala kambing domba, sebab mereka itu pemelihara ternak, dan kambing dombanya, lembu sapinya dan segala miliknya telah dibawa mereka. (33) Apabila Firaun memanggil kamu dan bertanya: Apakah pekerjaanmu? (34) maka jawablah: Hamba-hambamu ini pemelihara ternak, sejak dari kecil sampai sekarang, baik kami maupun nenek moyang kami - dengan maksud supaya kamu boleh diam di tanah Gosyen.’ - Sebab segala gembala kambing domba adalah suatu kekejian bagi orang Mesir.”.
KEJADIAN 46:8-47:26 (SIKAP FIRAUN TERHADAP IMAM)
bisnis, gadget
Kejadian 47:1-26 - “(1) Kemudian pergilah Yusuf memberitahukan kepada Firaun: ‘Ayahku dan saudara-saudaraku beserta kambing dombanya, lembu sapinya dan segala miliknya telah datang dari tanah Kanaan, dan sekarang mereka ada di tanah Gosyen.’ (2) Dari antara saudara-saudaranya itu dibawanya lima orang menghadap Firaun. (3) Firaun bertanya kepada saudara-saudara Yusuf itu: ‘Apakah pekerjaanmu?’ Jawab mereka kepada Firaun: ‘Hamba-hambamu ini gembala domba, baik kami maupun nenek moyang kami.’ (4) Lagi kata mereka kepada Firaun: ‘Kami datang untuk tinggal di negeri ini sebagai orang asing, sebab tidak ada lagi padang rumput untuk kumpulan ternak hamba-hambamu ini, karena hebat kelaparan itu di tanah Kanaan; maka sekarang, izinkanlah hamba-hambamu ini menetap di tanah Gosyen.’ (5) Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: ‘Ayahmu dan saudara-saudaramu telah datang kepadamu. (6) Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku.’ (7) Yusuf membawa juga Yakub, ayahnya, menghadap Firaun. Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun. (8) Kemudian bertanyalah Firaun kepada Yakub: ‘Sudah berapa tahun umurmu?’ (9) Jawab Yakub kepada Firaun: ‘Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing.’ (10) Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun, sesudah itu keluarlah ia dari depan Firaun. (11) Yusuf menunjukkan kepada ayahnya dan saudara-saudaranya tempat untuk menetap dan memberikan kepada mereka tanah milik di tanah Mesir, di tempat yang terbaik di negeri itu, di tanah Rameses, seperti yang diperintahkan Firaun. (12) Dan Yusuf memelihara ayahnya, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya dengan makanan, menurut jumlah anak-anak mereka. (13) Di seluruh negeri itu tidak ada makanan, sebab kelaparan itu sangat hebat, sehingga seisi tanah Mesir dan tanah Kanaan lemah lesu karena kelaparan itu. (14) Maka Yusuf mengumpulkan segala uang yang terdapat di tanah Mesir dan di tanah Kanaan, yakni uang pembayar gandum yang dibeli mereka; dan Yusuf membawa uang itu ke dalam istana Firaun. (15) Setelah habis uang di tanah Mesir dan di tanah Kanaan, datanglah semua orang Mesir menghadap Yusuf serta berkata: ‘Berilah makanan kepada kami! Mengapa kami harus mati di depanmu? Sebab tidak ada lagi uang.’ (16) Jawab Yusuf: ‘Jika tidak ada lagi uang, berilah ternakmu, maka aku akan memberi makanan kepadamu sebagai ganti ternakmu itu.’ (17) Lalu mereka membawa ternaknya kepada Yusuf dan Yusuf memberi makanan kepada mereka ganti kuda, kumpulan kambing domba dan kumpulan lembu sapi dan keledainya, jadi disediakannyalah bagi mereka makanan ganti segala ternaknya pada tahun itu. (18) Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya, pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya: ‘Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku, bahwa setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku selain badan kami dan tanah kami. (19) Mengapa kami harus mati di depan matamu, baik kami maupun tanah kami? Belilah kami dan tanah kami sebagai ganti makanan, maka kami dengan tanah kami akan menjadi hamba kepada Firaun. Berikanlah benih, supaya kami hidup dan jangan mati, dan supaya tanah itu jangan menjadi tandus.’ (20) Lalu Yusuf membeli segala tanah orang Mesir untuk Firaun, sebab orang Mesir itu masing-masing menjual ladangnya, karena berat kelaparan itu menimpa mereka. Demikianlah negeri itu menjadi milik Firaun. (21) Dan tentang rakyat itu, diperhambakannyalah mereka di daerah Mesir dari ujung yang satu sampai ujung yang lain. (22) Hanya tanah para imam tidak dibelinya, sebab para imam mendapat tunjangan tetap dari Firaun, dan mereka hidup dari tunjangan itu; itulah sebabnya mereka tidak menjual tanahnya. (23) Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu: ‘Pada hari ini aku telah membeli kamu dan tanahmu untuk Firaun; inilah benih bagimu, supaya kamu dapat menabur di tanah itu. (24) Mengenai hasilnya, kamu harus berikan seperlima bagian kepada Firaun, dan yang empat bagian lagi, itulah menjadi benih untuk ladangmu dan menjadi makanan kamu dan mereka yang ada di rumahmu, dan menjadi makanan anak-anakmu.’ (25) Lalu berkatalah mereka: ‘Engkau telah memelihara hidup kami; asal kiranya kami mendapat kasih tuanku, biarlah kami menjadi hamba kepada Firaun.’ (26) Yusuf membuat hal itu menjadi suatu ketetapan mengenai tanah di Mesir sampai sekarang, yakni bahwa seperlima dari hasilnya menjadi milik Firaun; hanya tanah para imam tidak menjadi milik Firaun.”.

I) Keluarga Yakub tiba di Mesir.

1) Berapa jumlah keluarga Yakub yang tiba di Mesir?

Kejadian 46:26 mengatakan 66 orang; Kejadian 46:27 mengatakan 70 orang, tetapi Kisah Para Rasul 7:14 mengatakan 75 orang.

Kejadian 46:26-27 - “(26) Semua orang yang tiba di Mesir bersama-sama dengan Yakub, yakni anak-anak kandungnya, dengan tidak terhitung isteri anak-anaknya, seluruhnya berjumlah enam puluh enam jiwa. (27) Anak-anak Yusuf yang lahir baginya di Mesir ada dua orang. Jadi keluarga Yakub yang tiba di Mesir, seluruhnya berjumlah tujuh puluh jiwa.”.

Kisah Para Rasul 7:14 - “Kemudian Yusuf menyuruh menjemput Yakub, ayahnya, dan semua sanak saudaranya, tujuh puluh lima jiwa banyaknya.”.

Sekarang mari kita memeriksanya melalui text yang sedang kita pelajari.

a) Keturunan Lea:

1. Ruben (Kejadian 46: 9).

Anak-anaknya: Henokh, Palu, Hezron, Karmi.

Total 5 orang.

2. Simeon (Kejadian 46: 10).

Anak-anaknya: Yemuel, Yamin, Ohad, Yakhin, Zohar, Saul.

Total 7 orang.

3. Lewi (Kejadian 46: 11).

Anak-anaknya: Gerson, Kehat, Merari.

Total 4 orang.

4. Yehuda (Kejadian 46: 12).

Anak-anaknya: Er (x) , Onan (x), Syela, Peres, Zerah.

Cucu-cucu: Hezron, Hamuel.

Total 6 orang.

(Catatan: Er dan Onan tak dihitung karena sudah mati - Kej 38).

5. Isakhar (Kejadian 46: 13).

Anak-anaknya: Tola, Pua, Ayub, Simron.

Total 5 orang.

6. Zebulon (Kejadian 46: 14).

Anak-anaknya: Sered, Elon, Yahleel.

Total 4 orang.

7. Dina (Kejadian 46: 15).

Total 1 orang.

Total keturunan Lea (Lea tak termasuk) adalah (5+7+4+6+5+4+1) = 32 orang. Tetapi ini tak cocok dengan ay 15 akhir yang mengatakan 33 orang.

Kejadian 46:15 - “Itulah keturunan Lea, yang melahirkan bagi Yakub di Padan-Aram anak-anak lelaki serta Dina juga, anaknya yang perempuan. Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah tiga puluh tiga jiwa.”.

Menurut Calvin bilangan 33 ini mencakup Yakubnya sendiri.

b) Keturunan Zilpa:

1. Gad (Kejadian 46: 16).

Anak-anaknya: Zifyon, Hagi, Syuni, Ezbon, Eri, Arodi dan Areli.

Total 8 orang.

2. Asyer (Kejadian 46: 17).

Anak-anaknya: Yimna, Yiswa, Yiswi, Beria, Serah.

Cucu-cucu: Heber, Malkiel.

Total 8 orang.

Total keturunan Zilpa (Zilpa tak termasuk) adalah (8+8) = 16 orang. Ini cocok dengan ay 18.

Kejadian 46:18 - “Itulah keturunan Zilpa, yakni hamba perempuan yang telah diberikan Laban kepada Lea, anaknya perempuan, dan yang melahirkan anak-anak bagi Yakub; seluruhnya enam belas jiwa.”.

c) Keturunan Rahel:

1. Yusuf (Kejadian 46: 19,20).

Anak-anaknya: Manasye, Efraim.

Total 3 orang.

2. Benyamin (Kejadian 46: 19,21).

Anak-anaknya: Bela, Bekher, Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosy, Mupim, Hupim, Ared.

Total 11 orang.

Total keturunan Rahel (Rahel tak termasuk) adalah (3+11) = 14 orang. Ini cocok dengan ay 22.

Kejadian 46:22 - “Itulah keturunan Rahel, yang telah lahir bagi Yakub, seluruhnya berjumlah empat belas jiwa.”.

d) Keturunan Bilha:

1. Dan (Kejadian 46: 23).

Anaknya: Husim.

Total 2 orang.

2. Naftali (Kejadian 46: 24).

Anak-anaknya: Yahzeel, Guni, Yezer, Syilem.

Total 5 orang.

Total keturunan Bilha (Bilha tak termasuk) adalah (2+5) = 7 orang. Ini cocok dengan Kejadian 46: 25 akhir.

Kejadian 46:25 - “Itulah keturunan Bilha, yakni hamba perempuan yang diberikan Laban kepada Rahel, anaknya yang perempuan dan yang melahirkan anak-anak itu bagi Yakub - seluruhnya berjumlah tujuh jiwa.”.

Total semua (mencakup Yakub, Yusuf dan 2 anaknya, tetapi tidak mencakup ke 4 istri Yakub) adalah (33+16+14+7) = 70 orang. Ini cocok dengan Kejadian 46: 27.

Kalau Yakub, Yusuf dan kedua anaknya tidak dihitung (karena 46:26 mengatakan ‘semua orang yang tiba di Mesir bersama-sama dengan Yakub’), maka jumlahnya adalah 66 orang. Ini cocok dengan ay 26.

Tetapi sekarang, bagaimana mengharmoniskan semua ini dengan Kisah Para Rasul 7:14 yang mengatakan: “Kemudian Yusuf menyuruh menjemput Yakub, ayahnya, dan semua sanak saudaranya, 75 jiwa banyaknya”?

Catatan: J. A. Alexander, dalam tafsirannya tentang Kis 7:14, berkata:

1. Kejadian 46:27 (LXX / Septuaginta) - 75 orang.

2. Kel 1:5 - 70 orang (tetapi LXX / Septuaginta - 75 orang).

3. Ul 10:22 - 70 orang (beberapa manuscript tua mengatakan 75 orang).

Pengharmonisan:

Cara pertama:

Bilangan 75 itu diambil dari LXX / Septuaginta (Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani), yang mencakup anak-anak dari Manasye dan Efraim.

a. Kejadian 46:20 dalam LXX / Septuaginta menambahkan anak-anak Manasye dan Efraim sebagai berikut: “These were the sons of Manasseh whom his Syrian concubine bore unto him: Machir; and Machir begat Galaad. The sons of Ephraim, Manasseh’s brother, were Sutalaam and Taam; and the sons of Sutalaam, Edem” (= Ini adalah anak-anak dari Manasye yang dilahirkan gundik Sirianya untuknya: Machir; dan Machir memperanakkan Galaad. Anak-anak Efraim, saudara Manasye, adalah Sutalaam dan Taam; dan anak-anak Sutalaam adalah Edem) - Adam Clarke.

Rupanya ini diambil dari silsilah dalam 1Taw 7:14-dst.

b. Kejadian 46:27 (LXX / Septuaginta) berbunyi: “The sons of Joseph, who were with him in Egypt, were nine souls; all the souls of the house of Jacob which came with Jacob into Egypt, were seventy-five souls” (= Anak-anak / keturunan Yusuf, yang ada di Mesir bersama dia, adalah 9 jiwa; semua jiwa dari keluarga Yakub yang tiba di Mesir bersama Yakub adalah 75 jiwa).

Bilangan 9 didapat oleh LXX / Septuaginta dengan memasukkan keturunan Manasye dan Efraim.

Adam Clarke: “These add five persons to the list, and make out the number given by Stephen, Acts 7:14, which it seems he had taken from the text of the Septuagint” (= Ini menambahkan 5 orang pada daftar, dan menyesuaikan dengan bilangan yang diberikan oleh Stefanus, Kis 7:14, yang kelihatannya ia ambil dari text Septuaginta).

Cara kedua:

Bilangan 66 dalam 46:26 ditambah dengan 12 istri anak-anak Yakub - istri Yehuda yang sudah mati - istri Yusuf - Yusuf sendiri (yang sudah di Mesir) = 75.

Catatan: penjelasan yang ini terasa agak aneh, karena Yusuf dan istrinya tidak dihitung karena mereka sudah ada di Mesir, tetapi anak-anak mereka dihitung.

2) Problem lain: berapa anak Benyamin?

Kejadian 46:21 mengatakan bahwa Benyamin mempunyai 10 anak, yaitu Bela, Bekher, Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosy, Mupim, Hupim, dan Ared.

Bilangan 26:38-40 hanya menyebutkan 5 orang, yaitu: Bela, Bekher, Ahiram, Sefufam, Hufam.

1Taw 7:6 menyebutkan hanya 3 orang, yaitu: Bela, Bekher, Yediael.

1Taw 8:1-2 menyebutkan hanya 5 orang yaitu: Bela, Asybel, Ahrah, Nora, Rafa.

Jadi, dari bagian Kitab Suci yang berbeda dikatakan jumlah anaknya berbeda, dan bahkan namanyapun banyak yang tidak cocok.

Pengharmonisan:

a) Bisa saja Kejadian 46:21 menyebutkan semua anak Benyamin, sedangkan bagian Kitab Suci yang lain hanya menyebutkan sebagian. Sedangkan tentang nama yang berbeda tidak terlalu jadi soal, karena adalah lazim orang punya lebih dari satu nama.

b) 10 ‘anak’ yang disebutkan dalam Kejadin 46:21, maksudnya adalah 10 ‘keturunan’.

Kalau saudara membandingkan Kejadian 46:21 dengan Bil 26:38-40, 1Taw 7:6-dst, 1Taw 8:1-dst, maka terlihat ada nama anak Benyamin dalam Kej 46:21 yang sama dengan nama cucu Benyamin dalam Bilangan 26:38-40, 1Taw 7:6-dst, 1Taw 8:1-dst.

Tasker (Tyndale): “... from Numbers 26:38-40 and 1 Chronicles 7:6ff; 8:1ff, it appears that some of these names are of grandsons, presumably included by anticipation” (= ... dari Bil 26:38-40 dan 1Taw 7:6-dst; 8:1-dst, kelihatannya beberapa nama-nama ini adalah nama-nama dari cucu-cucu, rupanya dimasukkan sebagai suatu antisipasi).

Penjelasan kedua ini lebih masuk akal, mengingat bahwa Benyamin maximal baru berusia 23 tahun pada saat pindah ke Mesir (Barnes’ Notes), dan itu rasanya tidak memungkinkan ia mempunyai 10 anak, kecuali ia mempunyai banyak istri.

Catatan: usia Benyamin memang tidak bisa dipastikan dengan tepat. Tetapi saat itu Yusuf berusia 39 tahun, Benyamin lahir dalam Kejadian 35:16-18, dan dalam Kej 37:2 Yusuf berusia 17 tahun. Lebih-lebih, di antara Kej 35:16-18 dan Kejadian 37:2, hampir tidak terdapat apapun kecuali silsilah. Kalau misalnya selang waktu itu adalah 1 tahun, maka memang Benyamin baru berusia 23 tahun pada waktu pindah ke Mesir.

Adam Clarke:

1. “it is very probable that what is called the going down into Egypt includes the seventeen years which Jacob spent there” (= adalah sangat mungkin bahwa apa yang disebut datang ke Mesir mencakup 17 tahun yang dilewatkan oleh Yakub di sana).

2. “It is probable that some names in this list are brought in by prolepsis or anticipation, as the persons were born (probably) during the 17 years which Jacob sojourned in Egypt” [= Adalah mungkin bahwa beberapa nama dimasukkan secara prolepsis atau antisipasi, karena orang-orang itu dilahirkan (mungkin) pada masa 17 tahun dimana Yakub tinggal di Mesir].

Catatan: ‘prolepsis’ = ‘the describing of an event as taking place before it could have done so’ (= penggambaran terjadinya suatu peristiwa sebelum hal itu terjadi).

3) Apa perlunya menunjukkan jumlah keluarga Yakub di sini?

Ini penting untuk membandingkannya dengan jumlah orang Israel pada waktu keluar dari Mesir nanti. Dengan demikian terlihat bahwa janji Tuhan dalam 46:3b memang tergenapi.

4) Pertemuan Yakub dengan Yusuf (Kejadian 46:28-29).

II) Yakub dan keluarga di Mesir.


1) Mereka tinggal di Gosyen.

a) Gembala adalah sesuatu yang menjijikkan bagi orang Mesir.

Kejadian 46:34b mengatakan bahwa ‘segala gembala kambing domba adalah sesuatu kekejian bagi orang Mesir’.

NIV: ‘detestable’ (= menjijikkan).

KJV/RSV: ‘abomination’ (= sesuatu yang sangat dibenci).

NASB: ‘loathsome’ (= menjijikkan / memuakkan).

b) Yusuf mengaku bahwa keluarganya adalah gembala, dan menyuruh saudara-saudaranya / keluarga Yakub untuk juga mengaku demikian (Kejadian 46:31-34), dan itu dilaksanakan oleh saudara-saudara Yusuf (Kejadian 47:3). Mengapa?

1. Karena itu memang adalah kebenaran.

Penerapan: Kalau saudara adalah orang miskin, mengakulah sebagai orang miskin. Kalau saudara hanyalah seorang pegawai, mengakulah sebagai seorang pegawai. Kalau saudara mempunyai rumah kecil di kampung, atau rumah kontrakan, maka akuilah demikian. Jangan suka mengaku-ngaku yang tidak-tidak, supaya kelihatan hebat dan dihargai / dipuji orang!

2. Supaya mereka mendapatkan tanah Gosyen (Kejadian 46:34).

Mereka sudah berhenti di Gosyen lebih dulu (46:28-29 47:1), dan baru setelah itu meminta supaya Firaun mengijinkan mereka tinggal di situ (Kejadian 47:3). Dengan demikian Firaun akan sukar menolak permintaan mereka. Lebih-lebih karena Firaun pernah berjanji akan memberikan yang terbaik di seluruh Mesir kepada mereka (Kejadian 46:16-20).

Sekarang yang perlu dipersoalkan adalah: mengapa mereka menginginkan tanah Gosyen?

a. Alasan jasmani: Gosyen adalah tanah yang subur, baik sekali untuk ternak mereka.

b. Alasan rohani:

(1) Di Gosyen mereka terus berkumpul / tidak tercerai-berai. Lebih-lebih dengan adanya pengakuan sebagai gembala, yang dianggap menjijikkan oleh orang Mesir, maka mereka akan terisolasi dan kawin campur dengan orang Mesir yang kafir tidak akan mungkin terjadi. Ini penting karena mereka adalah bangsa pilihan Allah.

Calvin: “This passage also teaches us, how much better it is to possess a remote corner in the courts of the Lord, than to dwell in the midst of palaces, beyond the precincts of the church” (= Text ini juga mengajar kita, betapa lebih baiknya mendapatkan ujung terpencil dalam pelataran Tuhan, dari pada untuk tinggal di tengah-tengah istana, di luar daerah gereja).

Bdk. Maz 84:11 - “Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu, dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”.

(2) Gosyen adalah wilayah Mesir bagian Utara, yang paling dekat dengan Kanaan, sehingga akan memudahkan mereka untuk kembali ke Kanaan, yang adalah tanah perjanjian.

Penerapan: kalau mau melakukan sesuatu jangan hanya mempertimbangkan alasan jasmani saja. Saudara harus mempertimbangkan alasan rohani! Ada banyak orang kristen melakukan sesuatu hanya atas pertimbangan jasmani saja.

Misalnya:

· menerima suatu pekerjaan hanya dengan melihat gajinya, tetapi tidak mempedulikan bahwa mereka harus bekerja pada hari Minggu sehingga tidak bisa pergi ke kebaktian, atau bekerja sampai malam sehingga tidak bisa mengikuti Pemahaman Alkitab, dsb.

· memasukkan anak ke sekolah yang mutunya baik, tetapi ajaran agamanya sesat.

· memilih gereja yang dekat dengan rumahnya, tanpa menghiraukan ajaran gereja tersebut!

· memilih pacar yang cantik, menyenangkan, pandai, cocok dengan dirinya, tetapi rohaninya berantakan!

c) Mereka ingin tinggal di Gosyen hanya untuk sementara (Kejadian 47:4).

Kejadian 47: 4: ‘tinggal di negeri ini sebagai orang asing’.

KJV/RSV/NASB: ‘to sojourn’ (= tinggal sementara).

NIV: ‘to live here awhile’ (= tinggal di sini untuk sementara).

Jelas bahwa mereka tidak melupakan Kanaan yang adalah tanah perjanjian, dan karenanya mereka hanya ingin tinggal di Mesir sementara saja. Tetapi ternyata Allah mempunyai rencana yang lain.

Bdk. Kejadian 15:13-16 - “(13) Firman TUHAN kepada Abram: ‘Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya. (14) Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak. (15) Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu. (16) Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap.’”.

Yesaya 55:8-9 - “(8) Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman TUHAN. (9) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu.”.

Itu menyebabkan akhirnya mereka tinggal sampai mati di Mesir. Tepatlah kata-kata Kitab Suci:

Amsal 16:9 - “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.”.

Amsal 19:21 - “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.”.

d) Firaun meluluskan permohonan mereka untuk tinggal di Gosyen (Kejadian 47:5-6).

Firaun memberikan fasilitas terbaik kepada gereja, karena ada satu orang percaya (yaitu Yusuf) dalam pemerintahan! Karena itu kita perlu mendoakan supaya dalam pemerintahan Indonesiapun ada Yusuf-Yusuf yang akan memperjuangkan gereja / kekristenan!

2) Yakub dan Firaun (Kejadian 47:7-10).

a) Yakub ‘memohonkan berkat untuk’ Firaun (Kejadian 47:7,10).

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘blessed’ (= memberkati).

Ini menunjukkan 2 hal:

1. Yakub berdoa untuk Firaun.

Bandingkan dengan 2 ayat di bawah ini:

1Timotius 2:1-2 - “(1) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, (2) untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.”.

Yeremia 29:7 - “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”.

Yer 29:7 ini menunjukkan bahwa dalam pembuanganpun mereka harus berdoa untuk kota tempat tinggal mereka, apalagi kalau tidak dalam pembuangan!

Penerapan: apakah saudara sering melakukan doa syafaat untuk pemerintah, negara dan bangsa kita?

2. Yakub memberkati Firaun (Kejadian 47:7,10).

Berdasarkan Ibr 7:7, yang berbunyi “Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi”, maka Yakub harus dianggap lebih besar dari Firaun! Mengapa? Karena ia adalah anak Allah / hamba Tuhan. Ini perlu disadari oleh orang kristen yang merasa minder akan keadaan mereka!

Catatan: Ibrani 7:7 ini bertentangan dengan banyak orang kristen yang ‘memberkati Allah’!

b) Kata-kata Yakub kepada Firaun (Kejadian 47:9).

Firaun menanyakan umur Yakub, dan Yakub menjawab: “Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah 130 tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing.”.

Ada beberapa hal yang bisa kita dapatkan dari kata-kata Yakub ini:

1. ‘pengembaraan sebagai orang asing’.

NIV: ‘pilgrimage’ (= perjalanan ziarah).

Kata bahasa Inggris ‘pilgrim’ berasal dari kata Latin PEREGRINUS yang artinya alien, stranger, foreigner (= orang asing).

Ada orang yang mengatakan bahwa kalau orang Yahudi membangun rumah, selalu ada sebagian kecil yang tidak mereka selesaikan, sebagai suatu simbol bahwa itu bukan tempat tinggal tetap bagi mereka.

Ibrani 11:13-16 - “(13) Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. (14) Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. (15) Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. (16) Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.”.

Ibrani 13:14 - “Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang.”.

Ini harus kita ingat: kita adalah orang asing / pengembara yang hidup hanya untuk sementara waktu di bumi ini! Kita akan ke sorga dan menetap di sana. Karena itu jangan hidup seolah-olah ini adalah hidup yang menetap. Jangan menimbun harta di dunia, tetapi di surga.

Bdk. Mat 6:19-20 - “(19) ‘Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. (20) Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”.

2. Yakub berusia 130 tahun, tetapi ia menganggapnya sedikit.

Ia memang menganggapnya sedikit karena ia membandingkannya dengan usia nenek moyangnya (Kejadian 47:9). Tetapi Pulpit Commentary memberikan alasan lain yang menarik.

Pulpit Commentary: “Adding them up one by one, the days of the years of his pilgrimage might seem to be many; but in the restrospect they appeared what they really were, few and soon numbered; as life, which to the young in prospect looks long, to the old in restrospect is ever short. ... and how important that we should bear this in mind when numbering our days” (= Menambahkan mereka satu demi satu, hari-hari dari tahun-tahun pengembaraannya mungkin kelihatan banyak; tetapi pada waktu melihat ke belakang mereka kelihatan seperti apa adanya mereka, sedikit dan cepat dihitung; seperti hidup, yang bagi orang muda yang melihat ke depan kelihatan panjang, bagi orang tua yang melihat ke belakang kelihatan pendek. ... dan betapa penting bahwa kita mencamkan hal ini dalam pikiran kita pada waktu menghitung hari-hari kita).

Bandingkan ini dengan Mazmur 90:10,12 yang berbunyi:

“(10) Masa hidup kami 70 tahun dan jika kami kuat, 80 tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. ... (12) Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”.

3. Yakub merasa hidupnya ‘buruk’.

NIV: ‘difficult’ (= sukar).

KJV/RSV: ‘evil’ (= buruk).

NASB: ‘unpleasant’ (= tidak menyenangkan).

Dari sini terlihat bahwa Yakub tidak seperti banyak orang kristen jaman ini, yang kalau bersaksi selalu bersaksi tentang berkat Tuhan! Dari kata-kata Yakub ini terlihat bahwa hidup orang percaya penuh dengan kesukaran, dan hal yang tidak menyenangkan, bukannya berkat melulu seperti yang banyak diajarkan jaman sekarang ini!

Dan perlu saudara ingat bahwa segala penderitaan dan kesukaran ini penting karena bisa menyebabkan kita merasakan kesia-siaan hidup di dunia ini sehingga hati kita bisa lebih diarahkan ke dunia yang akan datang.

3) Kontras antara keluarga Yakub dan orang Mesir (Kejadian 47:12-26).

a) Kejadian 47:13-26 menunjukkan penderitaan orang Mesir dalam masa kelaparan.

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari bagian ini:

1. Borosnya orang Mesir pada masa kelimpahan, menyebabkan mereka menderita pada masa kelaparan.

2. Yusuf tidak mengkorupsi uang pembayar gandum, tetapi membawanya ke istana Firaun (Kejadian 47:14).

3. Imam-imam tidak menderita karena ditunjang oleh Firaun.

Tentang hal ini Calvin memberikan suatu komentar yang sangat indah.

BACA JUGA: SPIRITUAL: PERTUMBUHAN DAN KEDEWASAAN

Calvin: “Moses wishes distinctly to testify; namely, that a heathen king paid particular attention to Divine worship, in supporting the priests gratuitously, for the purpose of sparing their lands and their property. Truly this is placed before our eyes, as a mirror, in which we may discern that a sentiment of piety which they cannot wholly efface, is implanted in the minds of men. ... If Pharaoh was so solicitous about his priests, that he nourished them to his own destruction, and that of his whole kingdom, in order that he might not be guilty of impiety against false gods; what sacrilege is it, in Christian princes, that the lawful and sincere ministers of holy things should be neglected, whose work they know to be approved by God, and salutary to themselves?” (= Musa secara jelas ingin memberi kesaksian, yaitu bahwa seorang raja kafir memberikan perhatian khusus pada penyembahan ilahi, dengan menyokong imam-imam dengan murah hati, dengan tujuan untuk menjaga tanah dan milik mereka. Sesungguhnya bagian ini diletakkan di depan mata kita, sebagai suatu cermin, dimana kita bisa melihat bahwa suatu perasaan saleh yang tidak bisa mereka hapuskan sama sekali, ditanamkan dalam pikiran manusia. ... Jika Firaun begitu mencemaskan imam-imamnya, sehingga ia memelihara mereka sehingga menghancurkan dirinya sendiri dan seluruh kerajaannya, supaya ia tidak bersalah terhadap dewa-dewa palsu; alangkah berdosanya pangeran-pangeran kristen yang mengabaikan pelayan-pelayan yang sah dan sungguh-sungguh dari hal-hal yang kudus, yang pekerjaannya mereka ketahui direstui / disetujui oleh Allah, dan bermanfaat bagi diri mereka sendiri).

4. Sebetulnya apa pentingnya menunjukkan keadaan orang Mesir pada masa kelaparan ini? Bagian ini penting untuk menunjukkan bahwa andaikata Tuhan tidak memakai Yusuf untuk memelihara Yakub dan keluarganya, maka merekapun akan seperti ini.

b) Kejadian 47:12 menunjukkan bahwa dalam masa kelaparan itu Yusuf memelihara ‘gereja’ yaitu Yakub dan seluruh keluarganya (bdk. Mazmur 37:18-19).

Kejadian 47:12 - “Dan Yusuf memelihara ayahnya, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya dengan makanan, menurut jumlah anak-anak mereka.”.

Mazmur 37:18-19 - “(18) TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; (19) mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan.”.

Catatan: Pdt. Budi Asali, M.Div:  meraih gelar Master of Divinity (M.Div) dari Reformed Theological Seminary (RTS), Jackson, Mississippi, United States of America
Next Post Previous Post