Doa tentang Kehidupan Surgawi

Pendahuluan
Dalam kehidupan Kristen, doa memiliki tempat yang sangat penting sebagai sarana komunikasi dengan Allah. Namun, doa bukan hanya tentang permohonan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga refleksi dan pengharapan akan kehidupan surgawi yang dijanjikan bagi umat percaya. Dalam banyak tradisi teologi Reformed, doa tentang kehidupan surgawi sering kali menjadi ekspresi iman yang mendalam, mengarahkan hati kepada kekekalan dan kemuliaan bersama Allah.
Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana beberapa teolog Reformed memandang doa tentang kehidupan surgawi, apa implikasinya dalam kehidupan Kristen, dan bagaimana pengharapan akan surga membentuk pola doa serta cara hidup orang percaya.
1. Makna Kehidupan Surgawi dalam Teologi Reformed
Kehidupan surgawi adalah bagian integral dari pengharapan Kristen. Doktrin ini berakar dalam janji Alkitab bahwa orang percaya akan hidup dalam persekutuan kekal dengan Allah setelah kematian. Dalam teologi Reformed, kehidupan surgawi bukan sekadar tempat kebahagiaan, tetapi juga pemulihan penuh dari hubungan antara manusia dan Tuhan, sebagaimana dinyatakan dalam Westminster Confession of Faith:
"Orang-orang benar, setelah mati, masuk ke dalam kemuliaan Allah, dan mereka menikmati persekutuan dengan-Nya sampai hari kebangkitan." (WCF 32.1)
Beberapa poin utama yang menegaskan kehidupan surgawi dalam teologi Reformed adalah:
-
Surga adalah tempat persekutuan kekal dengan Allah (Wahyu 21:3-4).
-
Kehidupan surgawi adalah hasil karya keselamatan Kristus (Yohanes 14:2-3).
-
Hidup di dunia ini adalah persiapan menuju kemuliaan kekal (Filipi 3:20-21).
Kesadaran akan kehidupan surgawi mempengaruhi bagaimana orang Kristen berdoa, hidup, dan menghadapi penderitaan di dunia ini.
2. Pandangan Para Teolog Reformed tentang Doa dan Kehidupan Surgawi
a. John Calvin: Surga sebagai Kepenuhan Janji Allah
John Calvin, pendiri utama teologi Reformed, melihat doa sebagai ekspresi kerinduan umat percaya untuk mengalami kepenuhan janji Allah. Ia menulis dalam Institutes of the Christian Religion:
"Doa adalah bukti dari iman kita, karena melalui doa, kita menunjukkan bahwa kita mengharapkan sesuatu yang lebih dari kehidupan ini."
Bagi Calvin, doa yang benar tidak hanya meminta berkat di dunia ini, tetapi juga mencerminkan pengharapan akan kehidupan surgawi. Ia menegaskan bahwa orang percaya seharusnya lebih mengarahkan hati kepada Kristus yang telah menyediakan tempat bagi kita di surga (Kolose 3:1-2).
b. Jonathan Edwards: Sukacita dan Kemuliaan Kekal dalam Doa
Jonathan Edwards, seorang pengkhotbah dan teolog Reformed terkemuka, melihat doa sebagai kesempatan untuk merasakan kemuliaan surgawi bahkan sebelum kita sampai ke sana. Dalam salah satu khotbahnya, ia berkata:
"Dalam doa, kita seakan-akan menghirup udara surga, merasakan kasih dan hadirat Allah yang akan kita nikmati selamanya."
Edwards percaya bahwa doa tentang kehidupan surgawi bukan hanya permohonan, tetapi juga latihan rohani untuk menikmati hadirat Allah yang kekal. Ia menekankan bahwa orang Kristen harus memiliki hati yang rindu akan surga, sebagaimana dinyatakan dalam Mazmur 73:25:
"Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi."
c. Charles Spurgeon: Doa sebagai Persiapan untuk Surga
Spurgeon sering kali menekankan bahwa kehidupan doa yang mendalam adalah bagian dari persiapan menuju kehidupan kekal. Ia berkata:
"Mereka yang menikmati doa di dunia ini akan merasa seperti di rumah sendiri di surga, karena di sana, kehidupan adalah doa dan penyembahan tanpa akhir."
Bagi Spurgeon, doa bukan hanya sarana komunikasi dengan Tuhan, tetapi juga cara bagi orang percaya untuk mendekatkan diri kepada realitas surgawi. Ia mengajarkan bahwa kehidupan doa yang lemah menunjukkan kurangnya kesadaran akan kemuliaan surgawi yang dijanjikan Allah.
3. Bagaimana Doa tentang Kehidupan Surgawi Membentuk Orang Kristen?
Doa yang berfokus pada kehidupan surgawi memiliki dampak yang mendalam dalam kehidupan Kristen. Beberapa pengaruh utamanya adalah:
a. Mengarahkan Hati kepada Allah dan Bukan Dunia
Yesus berkata dalam Matius 6:19-20:
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi... tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga."
Doa tentang kehidupan surgawi mengingatkan kita bahwa dunia ini sementara, dan kekayaan sejati ada di dalam Kristus. Ini membantu orang percaya untuk hidup dengan fokus yang benar, tidak terikat oleh kenikmatan duniawi yang fana.
b. Memberikan Penghiburan di Tengah Penderitaan
Paulus menulis dalam 2 Korintus 4:17-18 bahwa penderitaan di dunia ini ringan dibandingkan dengan kemuliaan kekal yang akan datang. Doa tentang kehidupan surgawi memberi penghiburan bagi orang percaya yang menghadapi penderitaan, karena mereka tahu bahwa kesulitan saat ini hanyalah sementara.
c. Memotivasi untuk Hidup Kudus
1 Yohanes 3:2-3 berkata bahwa mereka yang memiliki pengharapan akan kehidupan kekal akan menyucikan diri. Orang yang sering berdoa tentang kehidupan surgawi akan terdorong untuk hidup dalam kekudusan, karena mereka sadar bahwa mereka sedang dipersiapkan untuk bersama Allah dalam kekekalan.
d. Mendorong Kesetiaan dalam Pelayanan dan Penginjilan
Doa tentang surga mengingatkan orang percaya bahwa ada realitas kekal yang harus dibagikan kepada dunia. Mereka yang hidup dengan kesadaran akan kehidupan surgawi akan lebih bersemangat dalam pelayanan dan penginjilan, sebagaimana Yesus memerintahkan dalam Matius 28:19-20.
4. Contoh Doa tentang Kehidupan Surgawi
Untuk membantu orang percaya dalam merenungkan kehidupan surgawi, berikut adalah contoh doa yang bisa digunakan:
Bapa Surgawi,
Aku bersyukur atas janji-Mu bahwa suatu hari nanti aku akan hidup dalam persekutuan kekal dengan-Mu. Ajarkan aku untuk mengarahkan hatiku kepada surga, bukan kepada hal-hal duniawi yang sementara.
Ketika aku menghadapi kesulitan dan penderitaan, ingatkan aku bahwa kemuliaan yang Engkau sediakan jauh lebih besar daripada kesakitan yang aku alami saat ini. Berilah aku iman yang teguh dan hati yang rindu untuk selalu dekat dengan-Mu.
Pakailah hidupku untuk memuliakan-Mu, agar aku dapat mempersiapkan diri bagi hari ketika aku bertemu dengan-Mu muka dengan muka. Dalam nama Yesus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.
Kesimpulan
Doa tentang kehidupan surgawi bukan hanya sekadar ungkapan harapan, tetapi juga alat yang membentuk hati dan kehidupan orang percaya. Dalam perspektif teologi Reformed, kehidupan surgawi adalah janji Allah yang pasti, bukan hanya kemungkinan.
Para teolog seperti John Calvin, Jonathan Edwards, dan Charles Spurgeon menekankan bahwa doa tentang kehidupan surgawi mengarahkan hati kepada Allah, memberikan penghiburan di tengah penderitaan, memotivasi hidup dalam kekudusan, dan mendorong kesetiaan dalam pelayanan.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk berdoa dan hidup dengan kesadaran bahwa kehidupan ini hanya sementara, dan kemuliaan sejati menanti kita dalam kekekalan bersama Kristus. Dengan hati yang terarah kepada surga, kita akan hidup dengan sukacita, iman yang teguh, dan semangat yang besar dalam melayani Tuhan.