Kolose 3:5: Mematikan Dosa dan Hidup bagi Kristus

Pendahuluan
Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Rasul Paulus memberikan perintah tegas kepada orang percaya untuk mematikan dosa dan hidup dalam kekudusan. Salah satu ayat kunci yang menekankan panggilan ini adalah Kolose 3:5:
“Karena itu, matikan sifat apa pun yang berasal dari sifat duniawimu, yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, keinginan yang jahat, dan keserakahan, yang adalah penyembahan kepada berhala.” (Kolose 3:5, AYT)
Ayat ini mengandung ajaran penting tentang pembaharuan hidup, peperangan melawan dosa, dan transformasi dalam Kristus. Dalam teologi Reformed, ini berkaitan dengan doktrin pengudusan (sanctification), peperangan rohani, dan pertumbuhan dalam kekudusan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas eksposisi Kolose 3:5 berdasarkan pemikiran beberapa teolog Reformed, serta makna teologisnya dalam kehidupan Kristen.
Konteks Kolose 3:5
Surat Kolose ditulis oleh Paulus untuk meneguhkan iman jemaat dan memperingatkan mereka terhadap ajaran sesat yang mengancam kemurnian Injil. Dalam pasal 3, Paulus berbicara tentang hidup baru dalam Kristus, yang terdiri dari dua aspek utama:
- Meninggalkan kehidupan lama yang penuh dosa (Kolose 3:5-9).
- Mengenakan karakter baru yang mencerminkan Kristus (Kolose 3:10-17).
Kolose 3:5 adalah perintah pertama dalam bagian ini, yang menegaskan bahwa orang percaya harus aktif dalam mematikan dosa sebagai bukti dari transformasi sejati dalam Kristus.
Eksposisi Kolose 3:5 dalam Perspektif Teologi Reformed
1. "Karena Itu, Matikan Sifat Apa pun yang Berasal dari Sifat Duniawimu" – Panggilan untuk Mematikan Dosa
“Karena itu, matikan sifat apa pun yang berasal dari sifat duniawimu...”
Paulus menggunakan kata "matikan" (nekroō dalam bahasa Yunani), yang berarti menghentikan secara total atau mematikan sesuatu sampai tidak berfungsi lagi.
a. Dosa Harus Dimatikan, Bukan Ditoleransi
John Owen dalam The Mortification of Sin menegaskan bahwa jika kita tidak membunuh dosa, maka dosa akan membunuh kita.
Doktrin Sanctification dalam teologi Reformed mengajarkan bahwa orang percaya harus terus berjuang melawan dosa setiap hari sebagai bukti kehidupan baru dalam Kristus (Roma 8:13).
b. Peperangan Rohani Melawan Dosa
R.C. Sproul dalam The Holiness of God menekankan bahwa kekudusan bukan sesuatu yang terjadi secara otomatis, tetapi membutuhkan usaha dan ketergantungan pada Roh Kudus.
Paulus dalam Kolose 3:5 menegaskan bahwa mematikan dosa adalah tugas aktif yang harus dilakukan setiap orang percaya.
2. "Percabulan, Kecemaran, Hawa Nafsu, Keinginan yang Jahat, dan Keserakahan" – Daftar Dosa yang Harus Dimatikan
“...yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, keinginan yang jahat, dan keserakahan...”
Paulus memberikan daftar dosa yang harus dimatikan, yang mencerminkan sifat manusia yang telah jatuh dalam dosa.
a. Dosa-Dosa Seksual (Percabulan, Kecemaran, Hawa Nafsu)
John MacArthur dalam The Battle for the Beginning menegaskan bahwa dosa seksual adalah salah satu dosa yang paling menghancurkan dalam kehidupan manusia.
Dalam teologi Reformed, dosa seksual bukan hanya perbuatan fisik, tetapi juga mencakup pikiran dan keinginan hati yang tidak suci (Matius 5:28).
b. Keinginan yang Jahat – Sumber Dosa dalam Hati Manusia
Jonathan Edwards dalam Religious Affections menekankan bahwa dosa tidak hanya terlihat dalam tindakan, tetapi juga dalam keinginan hati yang melawan Allah.
Paulus menegaskan bahwa orang percaya harus mematikan segala keinginan yang bertentangan dengan kehendak Allah (Roma 12:2).
c. Keserakahan – Penyembahan Berhala yang Tersembunyi
Charles Spurgeon dalam Morning and Evening menjelaskan bahwa keserakahan adalah bentuk penyembahan berhala karena menempatkan harta dunia di atas Allah.
Dalam teologi Reformed, keserakahan adalah bentuk penyembahan berhala modern yang menjauhkan manusia dari kepercayaan kepada Allah (Matius 6:24).
3. "Yang adalah Penyembahan kepada Berhala" – Dosa sebagai Pemberontakan terhadap Allah
“...yang adalah penyembahan kepada berhala.”
Paulus mengidentifikasi keserakahan sebagai bentuk penyembahan berhala, yang menegaskan bahwa dosa bukan hanya tindakan moral yang salah, tetapi juga pemberontakan rohani terhadap Allah.
a. Dosa sebagai Penyembahan Berhala
John Calvin dalam Institutes of the Christian Religion menyatakan bahwa hati manusia adalah "pabrik berhala" yang terus-menerus mencari sesuatu untuk disembah selain Allah.
Paulus menegaskan bahwa ketika seseorang mengutamakan nafsu, harta, atau keinginan duniawi, ia sedang menggantikan posisi Allah dalam hidupnya.
b. Kekudusan sebagai Lawan dari Penyembahan Berhala
Martyn Lloyd-Jones dalam Studies in the Sermon on the Mount menekankan bahwa hidup dalam kekudusan adalah tanda dari penyembahan sejati kepada Allah.
Kolose 3:5 menunjukkan bahwa setiap orang percaya harus memilih antara hidup dalam dosa (menyembah berhala) atau hidup dalam kekudusan (menyembah Allah dengan benar).
Makna Teologis Kolose 3:5 dalam Teologi Reformed
1. Dosa Harus Dimatikan, Bukan Ditoleransi
Teologi Reformed menekankan bahwa orang percaya harus berperang melawan dosa setiap hari sebagai bukti dari keselamatan yang sejati.
2. Kekudusan adalah Tanda Regenerasi Sejati
Jika seseorang benar-benar telah dilahirkan kembali, maka hidupnya akan menunjukkan perubahan nyata dalam kekudusan (2 Korintus 5:17).
3. Dosa adalah Penyembahan Berhala yang Harus Ditolak
Orang percaya harus memastikan bahwa mereka tidak membiarkan harta, nafsu, atau ambisi duniawi mengambil tempat utama dalam hati mereka.
Implikasi Praktis dalam Kehidupan Kristen
1. Berjuang Melawan Dosa Setiap Hari
Setiap orang percaya harus secara aktif mematikan dosa dalam hidup mereka, dengan:
- Membaca firman Tuhan setiap hari.
- Berdoa dan meminta kekuatan Roh Kudus untuk mengalahkan godaan.
- Menjauhi hal-hal yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa.
2. Menghidupi Kekudusan dalam Setiap Aspek Kehidupan
- Dalam pikiran: Menjaga hati dari pikiran yang tidak suci.
- Dalam tindakan: Menghindari perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
- Dalam hubungan: Hidup dengan kasih dan kekudusan di tengah dunia.
3. Menjadikan Kristus sebagai Pusat Hidup
Jika kita ingin mengalahkan dosa, kita harus menjadikan Kristus sebagai pusat hidup kita dan menyembah Dia dalam segala aspek kehidupan kita.
Kesimpulan
Kolose 3:5 mengajarkan bahwa:
- Orang percaya harus secara aktif mematikan dosa dalam hidup mereka.
- Dosa seksual, hawa nafsu, dan keserakahan adalah bentuk pemberontakan terhadap Allah.
- Keserakahan adalah penyembahan berhala yang harus ditinggalkan.
- Kekudusan adalah bukti nyata dari regenerasi sejati dalam Kristus.
Sebagai orang percaya, kita harus hidup dalam kekudusan dan menolak segala bentuk dosa, dengan mengedepankan ketaatan kepada Kristus di atas segala hal lainnya. Soli Deo Gloria!