Kristus, Hidup Kita: Kolose 3:4

Kristus, Hidup Kita: Kolose 3:4

Pendahuluan

Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Rasul Paulus mengajarkan tentang kehidupan baru dalam Kristus dan bagaimana orang percaya harus mengarahkan hati mereka kepada hal-hal surgawi. Salah satu ayat yang menegaskan identitas orang percaya di dalam Kristus dan janji kemuliaan kekal adalah Kolose 3:4:

“Ketika Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri-Nya, kamu juga akan dinyatakan dalam kemuliaan bersama-sama dengan Dia.” (Kolose 3:4, AYT)

Ayat ini mengandung kebenaran esensial tentang kehidupan rohani, persatuan dengan Kristus, dan harapan akan kemuliaan yang akan datang. Dalam teologi Reformed, ini berkaitan dengan doktrin kesatuan dengan Kristus, pengharapan eskatologis, dan kepastian keselamatan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas eksposisi Kolose 3:4 berdasarkan pemikiran beberapa teolog Reformed, serta makna teologisnya dalam kehidupan Kristen.

Konteks Kolose 3:4

Surat Kolose ditulis oleh Paulus untuk meneguhkan iman jemaat dan memperingatkan mereka terhadap ajaran sesat yang mengancam kemurnian Injil. Dalam pasal 3, Paulus menjelaskan bagaimana kehidupan orang percaya harus dipusatkan pada Kristus dan hal-hal surgawi.

Kolose 3:1-4 mengajarkan beberapa prinsip penting:

  1. Orang percaya telah dibangkitkan bersama Kristus (Kolose 3:1).
  2. Kita harus mencari hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi (Kolose 3:2).
  3. Hidup kita tersembunyi bersama Kristus dalam Allah (Kolose 3:3).
  4. Ketika Kristus menyatakan diri-Nya, kita juga akan dinyatakan dalam kemuliaan (Kolose 3:4).

Kolose 3:4 adalah puncak dari bagian ini, di mana Paulus menegaskan bahwa Kristus adalah hidup kita, dan bahwa kemuliaan kita akan dinyatakan ketika Ia datang kembali.

Eksposisi Kolose 3:4 dalam Perspektif Teologi Reformed

1. "Ketika Kristus, yang adalah Hidup Kita" – Kesatuan dengan Kristus

“Ketika Kristus, yang adalah hidup kita...”

Paulus menegaskan bahwa Kristus bukan hanya Juruselamat kita, tetapi Dia adalah sumber kehidupan kita.

a. Kristus sebagai Sumber Hidup Sejati

John Calvin dalam Institutes of the Christian Religion menjelaskan bahwa hidup orang percaya sepenuhnya tergantung pada Kristus, bukan pada usaha manusia. Ini berkaitan dengan doktrin Union with Christ, yaitu bahwa orang percaya telah dipersatukan dengan Kristus dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya.

Kristus adalah hidup kita secara rohani, yang berarti bahwa seluruh keberadaan kita harus berpusat pada Dia (Galatia 2:20).

b. Kehidupan Baru dalam Kristus

R.C. Sproul dalam The Holiness of God menekankan bahwa Kristus tidak hanya memberikan kita hidup baru, tetapi Dia sendiri adalah hidup kita.

Kolose 3:4 menegaskan bahwa hidup orang percaya bukan lagi tentang diri mereka sendiri, tetapi tentang Kristus yang hidup di dalam mereka.

c. Hubungan dengan Regenerasi dan Kehidupan Kekal

John MacArthur dalam The Gospel According to Jesus menekankan bahwa hidup baru dalam Kristus bukan hanya janji masa depan, tetapi realitas yang dimulai sejak kita dilahirkan kembali oleh Roh Kudus.

Dalam teologi Reformed, ini berkaitan dengan doktrin Regenerasi—yaitu bahwa orang yang percaya kepada Kristus telah mengalami kelahiran baru dan hidup dalam Dia (Yohanes 3:3-6).

2. "Menyatakan Diri-Nya" – Kedatangan Kristus yang Kedua Kali

“...menyatakan diri-Nya...”

Paulus berbicara tentang kedatangan Kristus yang kedua kali, ketika kemuliaan-Nya akan dinyatakan sepenuhnya kepada dunia.

a. Pengharapan Eskatologis dalam Kekristenan

Jonathan Edwards dalam The End for Which God Created the World menegaskan bahwa kedatangan Kristus yang kedua adalah puncak dari rencana keselamatan Allah.

Kristus telah datang pertama kali untuk menebus manusia dari dosa, tetapi pada kedatangan-Nya yang kedua, Dia akan datang dalam kemuliaan untuk menghakimi dunia dan membawa umat-Nya kepada kemuliaan kekal.

b. Kehidupan Orang Percaya Berpusat pada Pengharapan Kedatangan Kristus

Martyn Lloyd-Jones dalam The Kingdom of God menekankan bahwa orang percaya harus hidup dalam pengharapan akan kedatangan Kristus, bukan hanya sibuk dengan hal-hal duniawi.

Paulus mengajarkan bahwa fokus utama kehidupan Kristen haruslah pada Kristus yang akan datang kembali (Filipi 3:20-21).

3. "Kamu Juga Akan Dinyatakan dalam Kemuliaan Bersama-Sama dengan Dia" – Janji Kemuliaan bagi Orang Percaya

“...kamu juga akan dinyatakan dalam kemuliaan bersama-sama dengan Dia.”

Bagian ini menegaskan bahwa orang percaya akan berbagi dalam kemuliaan Kristus ketika Ia datang kembali.

a. Kemuliaan Orang Percaya sebagai Warisan dalam Kristus

John Owen dalam The Glory of Christ menjelaskan bahwa kemuliaan yang akan diterima orang percaya bukan berasal dari mereka sendiri, tetapi merupakan bagian dari warisan yang telah dijanjikan dalam Kristus.

Roma 8:17 menegaskan bahwa kita adalah ahli waris bersama Kristus dan akan turut menerima kemuliaan bersama-Nya.

b. Kepastian Keselamatan dan Pemuliaan Orang Percaya

Teologi Reformed menegaskan doktrin Perseverance of the Saints, yaitu bahwa mereka yang telah ditebus oleh Kristus akan bertahan dalam iman dan akhirnya dipermuliakan bersama Dia (Roma 8:30).

Charles Spurgeon dalam Morning and Evening menekankan bahwa janji ini memberikan kepastian bahwa setiap orang percaya akan mengalami kemuliaan bersama Kristus di surga.

Makna Teologis Kolose 3:4 dalam Teologi Reformed

1. Kesatuan dengan Kristus adalah Dasar Kehidupan Orang Percaya

Kristus bukan hanya sumber hidup, tetapi Dia adalah hidup kita. Orang percaya harus menghidupi identitas mereka sebagai orang yang telah dipersatukan dengan Kristus.

2. Kedatangan Kristus adalah Pengharapan Tertinggi Orang Percaya

Pengharapan orang percaya bukanlah kekayaan, kesuksesan, atau kebahagiaan duniawi, tetapi kedatangan Kristus yang kedua kali dan pemulihan yang sempurna dalam kerajaan-Nya.

3. Kemuliaan Orang Percaya Dijamin dalam Kristus

Orang percaya tidak hanya ditebus dari dosa, tetapi juga akan menerima kemuliaan kekal bersama Kristus, yang merupakan warisan bagi semua orang percaya.

Implikasi Praktis dalam Kehidupan Kristen

1. Hidup dengan Fokus pada Kristus

Jika Kristus adalah hidup kita, maka segala sesuatu yang kita lakukan harus berpusat pada Dia (1 Korintus 10:31).

2. Mengarahkan Hati kepada Hal-Hal Surgawi

Paulus menegaskan bahwa kita harus mencari perkara di atas, bukan yang di bumi (Kolose 3:2).

3. Hidup dalam Ketaatan dan Kekudusan

Jika kita akan dipermuliakan bersama Kristus, kita harus hidup dengan cara yang mencerminkan status kita sebagai anak-anak Allah (1 Petrus 1:15-16).

4. Menantikan Kedatangan Kristus dengan Sukacita

Orang percaya harus hidup dalam pengharapan yang teguh bahwa Kristus akan datang kembali dan kita akan bersama Dia dalam kemuliaan-Nya.

Kesimpulan

Kolose 3:4 mengajarkan bahwa:

  1. Kristus adalah hidup kita, sumber keberadaan dan keselamatan kita.
  2. Kedatangan Kristus adalah pengharapan terbesar orang percaya.
  3. Orang percaya akan mengalami kemuliaan bersama Kristus di masa yang akan datang.
  4. Kehidupan Kristen harus berpusat pada hal-hal surgawi dan tidak hanya pada dunia ini.

Sebagai orang percaya, kita harus hidup dengan mata tertuju pada Kristus, mengarahkan hati kita kepada kemuliaan yang akan datang, dan menantikan kedatangan-Nya dengan setia. Soli Deo Gloria!

Next Post Previous Post