Rut 4:13-17: Rencana Allah dalam Penebusan dan Garis Keturunan Mesias

Pendahuluan
Kitab Rut adalah salah satu kitab Perjanjian Lama yang menyoroti bagaimana rencana keselamatan Allah terwujud melalui penebusan, kasih setia (hesed), dan penggenapan janji-Nya. Bagian akhir dari kitab ini, yaitu Rut 4:13-17, menggambarkan bagaimana pernikahan Rut dan Boas menjadi alat dalam rencana Allah untuk membawa keturunan yang kelak akan melahirkan Raja Daud dan pada akhirnya, Yesus Kristus.
Perikop ini mengandung tema penebusan, pemulihan, dan penyertaan Allah dalam kehidupan umat-Nya. Dalam artikel ini, kita akan membahas eksposisi dari ayat-ayat ini berdasarkan pemahaman teologi Reformed, dengan merujuk pada pandangan beberapa teolog seperti John Calvin, Herman Bavinck, Louis Berkhof, dan Martyn Lloyd-Jones. Selain itu, kita juga akan membahas makna teologis dari perikop ini berdasarkan perspektif beberapa ahli teologi lainnya.
Teks Rut 4:13-17 (AYT)
13 Lalu, Boas mengambil Rut, dan Rut menjadi istrinya. Saat dia bersetubuh dengan istrinya, TUHAN membuka kandungannya dan dia melahirkan seorang anak laki-laki.
14 Kemudian, perempuan-perempuan berkata kepada Naomi, “Terpujilah TUHAN, yang tidak meninggalkan engkau tanpa seorang penebus pada hari ini. Biarlah namanya termasyhur di Israel.”
15 Dia akan memulihkan jiwamu dan memelihara masa tuamu, sebab menantumu, yang mengasihimu, yang lebih baik daripada tujuh anak laki-laki, telah melahirkan dia.
16 Kemudian, Naomi mengambil anak itu dan meletakkannya di atas pangkuannya, dan menjadi pengasuhnya.
17 Tetangga-tetangganya juga memberikan nama, katanya, “Seorang anak laki-laki telah lahir bagi Naomi,” dan mereka menamai anak itu Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.
Dalam ayat-ayat ini, ada beberapa poin utama yang harus kita perhatikan:
-
Pernikahan Rut dan Boas serta campur tangan Allah (ayat 13)
-
Pujian kepada Allah sebagai Sang Penebus (ayat 14)
-
Kebahagiaan Naomi melalui kelahiran cucunya (ayat 15-16)
-
Peran Obed dalam garis keturunan Daud dan Mesias (ayat 17)
Eksposisi Rut 4:13-17
1. “TUHAN membuka kandungannya dan dia melahirkan seorang anak laki-laki” (Rut 4:13)
Ayat ini menekankan otoritas Allah atas kehidupan dan kelahiran anak-anak. Rut, seorang perempuan Moab, sekarang menjadi bagian dari rencana besar Allah melalui pernikahannya dengan Boas.
Pandangan John Calvin
John Calvin dalam Commentary on Ruth menyoroti bahwa Allah adalah penguasa utama dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam memberikan keturunan.
"Anak-anak bukan sekadar hasil dari hubungan manusiawi, tetapi merupakan pemberian dan anugerah dari Allah sendiri." (Commentary on Ruth 4:13)
Calvin menegaskan bahwa kehamilan Rut bukanlah kebetulan, tetapi merupakan bagian dari rencana ilahi Allah yang lebih besar.
Pandangan Herman Bavinck
Herman Bavinck dalam Reformed Dogmatics menjelaskan bahwa Allah bekerja melalui kejadian sehari-hari untuk menggenapi rencana keselamatan-Nya.
"Providensi Allah tidak hanya bekerja dalam peristiwa besar, tetapi juga dalam detail-detail kecil kehidupan manusia, termasuk dalam kelahiran seorang anak." (Reformed Dogmatics, Vol. 2, hlm. 295)
Ini berarti bahwa setiap peristiwa dalam kehidupan orang percaya, termasuk kelahiran seorang anak, berada dalam kendali Allah yang berdaulat.
2. “Terpujilah TUHAN, yang tidak meninggalkan engkau tanpa seorang penebus” (Rut 4:14)
Di sini, para perempuan memuji Allah karena memberikan seorang "penebus" kepada Naomi, yaitu cucunya yang baru lahir.
Pandangan Louis Berkhof
Louis Berkhof dalam Systematic Theology menekankan bahwa konsep penebusan dalam Perjanjian Lama adalah gambaran dari karya penebusan Kristus dalam Perjanjian Baru.
"Setiap tindakan penebusan dalam Perjanjian Lama harus dipahami dalam terang karya Kristus sebagai Penebus sejati." (Systematic Theology, hlm. 352)
Berkhof menjelaskan bahwa Boas, sebagai penebus dalam kisah ini, melambangkan Kristus yang menebus umat-Nya dari dosa dan membawa mereka kepada keselamatan.
Pandangan Martyn Lloyd-Jones
Martyn Lloyd-Jones dalam God the Father, God the Son menekankan bahwa penebusan selalu merupakan tindakan kasih karunia Allah yang murni.
"Manusia tidak dapat menebus dirinya sendiri. Setiap tindakan penebusan selalu berasal dari kasih karunia Allah." (God the Father, God the Son, hlm. 220)
Hal ini menunjukkan bahwa penebusan dalam kisah Rut dan Boas mengarah pada penebusan yang lebih besar dalam Kristus Yesus.
3. “Dia akan memulihkan jiwamu dan memelihara masa tuamu” (Rut 4:15-16)
Naomi mengalami pemulihan sukacita setelah kehilangan suami dan anak-anaknya.
Pandangan Jonathan Edwards
Jonathan Edwards dalam Religious Affections menekankan bahwa pemulihan sejati hanya datang dari Allah.
"Sukacita sejati bukan berasal dari keadaan duniawi, tetapi dari rencana Allah yang dinyatakan dalam kehidupan umat-Nya." (Religious Affections, hlm. 147)
Ini berarti bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada keadaan fisik, tetapi pada pemulihan yang Allah berikan dalam hidup kita.
4. “Mereka menamai anak itu Obed... Dialah ayah Isai, ayah Daud” (Rut 4:17)
Obed bukan hanya membawa kebahagiaan bagi Naomi, tetapi juga menjadi bagian dari garis keturunan Mesias.
Pandangan Charles Hodge
Charles Hodge dalam Commentary on the Book of Ruth menekankan bahwa Allah menggunakan orang-orang yang tidak terduga untuk menggenapi rencana-Nya.
"Rut, seorang perempuan Moab, menjadi bagian dari garis keturunan Daud dan Mesias. Ini menunjukkan bahwa kasih karunia Allah melampaui batas-batas etnis dan budaya." (Commentary on the Book of Ruth, hlm. 98)
Hal ini menunjukkan bahwa Allah bekerja melalui berbagai cara untuk menggenapi janji-Nya, bahkan melalui orang-orang yang dianggap rendah dalam masyarakat.
Makna Teologis
Dari eksposisi di atas, kita dapat mengambil beberapa makna teologis yang penting dari Rut 4:13-17:
1. Allah Berdaulat dalam Setiap Peristiwa
-
Teologi Reformed menekankan bahwa tidak ada kejadian yang terjadi secara kebetulan dalam rencana Allah.
-
Bahkan peristiwa sehari-hari, seperti pernikahan dan kelahiran anak, berada di bawah kendali providensia Allah.
2. Penebusan dalam Perjanjian Lama Melambangkan Kristus
-
Boas sebagai "penebus" adalah gambaran dari Yesus Kristus sebagai Penebus sejati.
-
Keselamatan adalah anugerah Allah yang diberikan kepada umat-Nya, bukan hasil usaha manusia.
3. Kasih Karunia Allah Melampaui Batas Manusia
-
Rut adalah orang asing (Moab), tetapi ia dimasukkan dalam garis keturunan Mesias.
-
Ini menunjukkan bahwa keselamatan dalam Kristus tidak terbatas pada satu bangsa, tetapi terbuka bagi semua orang yang percaya.
Kesimpulan
Rut 4:13-17 mengajarkan bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk menggenapi rencana penebusan-Nya. Para teolog Reformed seperti John Calvin, Herman Bavinck, dan Louis Berkhof menekankan bahwa kisah Rut dan Boas adalah gambaran dari karya penebusan Kristus bagi umat-Nya.
Sebagai orang percaya, kita dapat yakin bahwa Allah tetap bekerja dalam hidup kita, bahkan melalui hal-hal yang tampaknya kecil dan tidak berarti. Pada akhirnya, rencana-Nya akan selalu digenapi dengan sempurna.