Yohanes 17:2-3: Makna Hidup Kekal dan Kedaulatan Kristus

Pendahuluan
Yohanes 17 adalah bagian dari doa agung Yesus yang sering disebut sebagai Doa Imam Besar. Di dalamnya, Yesus membuka hati-Nya kepada Bapa di surga, berdoa bukan hanya untuk para murid-Nya tetapi juga untuk semua orang percaya sepanjang masa. Yohanes 17:2-3 menjadi pusat dari permohonan-Nya mengenai hidup kekal dan otoritas ilahi yang telah diberikan kepada-Nya.
Dalam teologi Reformed, ayat ini membawa kita pada puncak pengertian tentang kedaulatan Allah, pemilihan kekal, serta esensi dari hidup kekal itu sendiri. Eksposisi ini akan mengulas makna ayat-ayat ini melalui kacamata para teolog Reformed seperti John Calvin, R.C. Sproul, Michael Horton, Wayne Grudem, dan John Piper, sekaligus menyoroti relevansi ayat ini dalam konteks gereja dan kehidupan Kristen saat ini.
I. Konteks Doa Imam Besar (Yohanes 17)
Sebelum Yesus disalibkan, Ia menaikkan doa yang panjang kepada Bapa, mengungkapkan isi hati-Nya dan kehendak kekal-Nya. Doa ini:
-
Mencerminkan hubungan kekal antara Bapa dan Anak.
-
Menyatakan misi Kristus dalam menyelamatkan umat pilihan.
-
Menjelaskan tujuan utama dari keselamatan: kemuliaan Allah dan relasi dengan-Nya.
Yohanes 17 adalah satu-satunya doa yang menunjukkan dengan jelas isi komunikasi intra-Trinitas mengenai keselamatan.
II. Eksposisi Yohanes 17:2 – Kuasa atas Semua Manusia
“Sama seperti Engkau telah memberikan Dia kuasa atas semua manusia, demikian pula Dia dapat memberikan hidup kekal kepada semua manusia yang Engkau berikan kepada-Nya.”
A. "Telah memberikan Dia kuasa atas semua manusia"
Kata "kuasa" di sini (Yunani: exousia) menunjukkan otoritas penuh, bukan hanya otoritas pengajaran, tetapi juga kuasa atas kehidupan, kematian, keselamatan, dan penghakiman.
Menurut John Calvin, ayat ini menunjukkan bahwa:
“Kristus tidak hanya sebagai pengantara antara Allah dan manusia, tetapi juga sebagai Raja yang diberi kuasa untuk memberikan hidup kepada siapa yang dikehendaki oleh Bapa.”
B. "Dia dapat memberikan hidup kekal kepada semua yang Engkau berikan kepada-Nya"
Kalimat ini mengandung doktrin Reformed yang sangat penting: doktrin pemilihan (election). Kristus memberikan hidup kekal bukan kepada semua orang tanpa syarat, tetapi kepada mereka yang telah diberikan oleh Bapa kepada-Nya.
Menurut R.C. Sproul, ini adalah bentuk kedaulatan Allah dalam keselamatan. Allah Bapa memilih, Allah Anak menebus, dan Allah Roh Kudus menerapkan keselamatan itu.
III. Eksposisi Yohanes 17:3 – Esensi Hidup Kekal
“Inilah hidup kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Kristus Yesus yang telah Engkau utus.”
Ayat ini mendefinisikan hidup kekal, bukan sebagai kehidupan tanpa akhir semata, tetapi relasi yang intim dan benar dengan Allah.
A. "Mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar"
Dalam bahasa Yunani, kata "mengenal" (γινώσκω – ginōskō) merujuk pada pengalaman yang intim dan mendalam, bukan hanya pengenalan intelektual. Ini adalah relasi yang personal dan transformasional.
Wayne Grudem menjelaskan bahwa hidup kekal adalah:
“Berada dalam relasi yang terus-menerus dan berkembang dengan Allah yang hidup.”
B. "Dan mengenal Kristus Yesus yang telah Engkau utus"
Tidak mungkin seseorang mengenal Allah tanpa mengenal Yesus Kristus. Ini menekankan Kristosentrisme dalam keselamatan.
Michael Horton menulis:
“Yesus bukan sekadar utusan Allah, tetapi Dia adalah wahyu Allah yang sempurna. Mengenal Allah berarti mengenal Dia melalui Yesus.”
IV. Pandangan Teologi Reformed: Hidup Kekal dan Pemilihan
1. John Calvin: Kedaulatan Pemilihan dan Karunia Hidup Kekal
Calvin menekankan bahwa keselamatan adalah hasil dari:
-
Pemilihan kekal oleh Allah Bapa.
-
Penebusan oleh Kristus.
-
Penerapan oleh Roh Kudus.
Dalam komentarnya tentang Yohanes 17, ia menulis:
“Kristus tidak mati untuk dunia secara umum, tetapi secara khusus bagi mereka yang diberikan kepada-Nya oleh Bapa.”
2. R.C. Sproul: Monergisme dan Penebusan Efektif
Sproul menekankan monergisme, yaitu keselamatan adalah karya Allah semata. Dalam Yohanes 17:2-3, Sproul melihat:
-
Kristus memiliki otoritas atas semua.
-
Namun pemberian hidup kekal hanya kepada yang dipilih.
Ini sejalan dengan penebusan yang terbatas (limited atonement) dalam lima poin Calvinisme.
3. John Piper: Sukacita dalam Mengenal Allah
Piper menjadikan Yohanes 17:3 sebagai dasar konsep “hedonisme Kristen”—di mana sukacita terbesar manusia adalah dalam mengenal dan menikmati Allah.
Ia berkata:
“Hidup kekal adalah mengenal Allah sebagai harta yang paling memuaskan.”
4. Michael Horton: Relasi Perjanjian yang Kekal
Horton menekankan bahwa hidup kekal berarti:
-
Dimasukkan ke dalam perjanjian kekal dengan Allah.
-
Hidup dalam komunitas perjanjian (gereja).
-
Mengalami komunikasi ilahi melalui firman dan sakramen.
5. Wayne Grudem: Hidup Kekal Dimulai Sekarang
Grudem menunjukkan bahwa:
“Hidup kekal bukan sesuatu yang dimulai setelah mati, tapi saat kita percaya, kita sudah memasuki relasi kekal itu.”
V. Aplikasi Pastoral dan Spiritualitas
A. Kepastian Keselamatan
Yohanes 17:2 memberi jaminan bahwa:
-
Kristus berkuasa untuk menyelamatkan.
-
Siapa pun yang diberikan Bapa kepada-Nya, akan menerima hidup kekal.
Ini memberi kepastian dan penghiburan bagi orang percaya yang sering bergumul dengan keraguan.
B. Fokus Hidup Kekal: Mengenal Allah
Tujuan utama keselamatan bukan hanya masuk surga, tetapi:
-
Mengenal Allah secara pribadi.
-
Menikmati persekutuan dengan Kristus.
-
Bertumbuh dalam pengenalan akan kebenaran.
C. Panggilan untuk Memberitakan Injil
Karena Kristus telah diberikan otoritas atas semua manusia, kita terpanggil:
-
Memberitakan Injil kepada segala bangsa.
-
Menjadi alat bagi Allah untuk membawa mereka yang telah dipilih kepada Kristus.
Kesimpulan: Hidup Kekal sebagai Anugerah dan Relasi
Yohanes 17:2-3 mengajarkan kita bahwa hidup kekal bukan hanya kehidupan yang tak berakhir, tetapi kehidupan yang berakar dalam relasi yang hidup dengan Allah melalui Kristus. Dalam teologi Reformed, ini merupakan:
-
Bukti kedaulatan Allah dalam keselamatan.
-
Penegasan bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan kepada hidup kekal.
-
Undangan kepada setiap orang percaya untuk mengenal Allah lebih dalam setiap hari.