Atribut Allah dalam Teologi Reformed
.jpg)
Pendahuluan: Mengapa Penting Mengenal Atribut Allah?
Dalam dunia yang penuh kebingungan dan ketidakpastian, banyak orang memiliki pandangan yang keliru tentang siapa Allah itu. Sebagian memandang-Nya sebagai Pribadi yang jauh dan tidak terlibat dalam kehidupan manusia. Yang lain melihat-Nya sebagai Pribadi yang hanya penuh kasih, tanpa kekudusan dan keadilan. Akibatnya, iman menjadi lemah dan kehidupan rohani menjadi rapuh.
Teologi Reformed memberikan dasar yang kuat untuk mengenal Allah sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya di dalam Alkitab. Dalam terang ajaran para teolog Reformed seperti John Calvin, A.W. Pink, Stephen Charnock, R.C. Sproul, dan Herman Bavinck, atribut-atribut Allah menjadi kunci penting untuk memahami siapa Allah dan bagaimana kita harus merespons-Nya.
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan atribut-atribut Allah yang utama menurut pandangan Reformed, sekaligus menjawab pertanyaan mengapa pemahaman ini sangat vital bagi iman Kristen yang sehat.
1. Atribut Allah dalam Teologi Reformed: Sebuah Landasan
Apa Itu Atribut Allah?
Atribut Allah adalah sifat-sifat yang melekat pada diri-Nya, yang menyatakan siapa Allah dalam esensi dan karya-Nya. Atribut ini tidak terbagi-bagi atau terpisah, melainkan merupakan kesatuan sempurna dalam keberadaan Allah.
Herman Bavinck menyatakan dalam Reformed Dogmatics:
“Setiap atribut adalah Allah sendiri, dan Allah adalah atribut-atribut-Nya, tidak terpisah, tetapi satu dan tak terhingga.”
Teologi Reformed membagi atribut Allah dalam dua kategori besar:
-
Atribut incommunicable (tidak dibagikan kepada manusia)
-
Atribut communicable (dibagikan kepada manusia dalam tingkat terbatas)
Keduanya penting dan saling melengkapi dalam menyatakan siapa Allah itu.
2. Atribut Incommunicable: Yang Membuat Allah Tak Tertandingi
a. Kekekalan (Eternality)
Allah tidak memiliki awal dan akhir. Ia melampaui waktu.
“Sebelum gunung-gunung dilahirkan... dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”
— Mazmur 90:2 (AYT)
R.C. Sproul menegaskan bahwa kekekalan Allah memberikan stabilitas dan pengharapan kepada umat-Nya. Dunia berubah, tetapi Allah tetap sama dari dahulu, sekarang, sampai selamanya (Ibrani 13:8).
b. Kemutlakan atau Kedaulatan (Sovereignty)
Allah berkuasa penuh atas segala sesuatu. Tidak ada yang terjadi di luar kendali-Nya.
John Calvin berkata:
“Tidak ada satu pun yang terjadi kecuali atas perintah atau izin Allah.”
Atribut ini adalah dasar dari keyakinan bahwa Allah memimpin sejarah, termasuk penderitaan dan kesulitan yang kita alami.
c. Kehadiran Maha Hadir (Omnipresence)
Allah hadir di mana-mana secara penuh.
“Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu?” (Mazmur 139:7–10)
Kehadiran Allah bukan hanya kenyataan teologis, tetapi penghiburan bagi orang percaya. Tidak ada tempat di mana kita terpisah dari kasih-Nya.
d. Ketidaktergantungan (Aseity)
Allah tidak bergantung pada siapa pun untuk keberadaan-Nya. Ia adalah sumber segala sesuatu.
“Akulah yang ada.” (Keluaran 3:14)
Atribut ini menunjukkan bahwa Allah cukup pada diri-Nya sendiri, tidak butuh manusia, namun memilih untuk mengasihi dan menyelamatkan manusia.
e. Ketidakterubahan (Immutability)
Allah tidak berubah dalam karakter, kehendak, atau rencana-Nya.
“Aku, TUHAN, tidak berubah.” (Maleakhi 3:6)
A.W. Pink berkata:
“Segala sesuatu dalam dunia ini berubah. Hanya Allah yang tidak berubah.”
Atribut ini menjadi dasar bagi iman yang kokoh: janji-Nya tidak pernah batal.
3. Atribut Communicable: Yang Dapat Dicerminkan oleh Umat-Nya
a. Kekudusan (Holiness)
Allah itu kudus—terpisah dari dosa dan sepenuhnya murni.
“Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam.” (Yesaya 6:3)
Stephen Charnock dalam The Existence and Attributes of God menulis:
“Kekudusan adalah mahkota semua atribut Allah.”
Kekudusan Allah menuntut umat-Nya untuk hidup dalam kekudusan juga (1 Petrus 1:15–16).
b. Kasih (Love)
Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8). Namun kasih Allah bukan kasih sentimental, melainkan kasih yang berakar dalam kebenaran dan keadilan.
R.C. Sproul menjelaskan bahwa kasih Allah harus dilihat dalam konteks salib: Allah mengasihi kita ketika kita tidak layak.
c. Keadilan dan Kebenaran (Justice and Righteousness)
Allah tidak pernah salah dalam penghakiman-Nya. Ia adil dan benar dalam segala hal.
“Keadilan dan kebenaran adalah dasar takhta-Mu.” (Mazmur 89:14)
Teologi Reformed menekankan bahwa karena keadilan Allah sempurna, maka penghukuman atas dosa adalah pasti, dan itulah sebabnya kita membutuhkan Kristus sebagai pengganti.
d. Belas Kasihan dan Kesabaran (Mercy and Patience)
Allah panjang sabar terhadap orang berdosa, dan penuh belas kasihan bagi yang berseru kepada-Nya.
“TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.” (Mazmur 103:8)
Belas kasih Allah bukan berarti kompromi terhadap dosa, tetapi kasih yang menunda penghukuman demi pertobatan.
e. Kebijaksanaan (Wisdom)
Allah tidak hanya mengetahui segalanya, tetapi juga menggunakan pengetahuan-Nya dengan cara yang terbaik.
“Oh, betapa dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah!” (Roma 11:33)
Dalam penderitaan, kebijaksanaan Allah adalah tempat berlindung—bahwa Ia tahu apa yang terbaik bahkan saat kita tidak mengerti.
4. Atribut Allah yang Terpadu dalam Kristus
Semua atribut Allah berpuncak dalam pribadi Yesus Kristus. Dalam Kristus, kita melihat Allah yang suci namun mengasihi, adil namun penuh anugerah.
R.C. Sproul mengatakan:
“Salib adalah tempat atribut Allah bertemu: keadilan dan kasih berpelukan di sana.”
Melalui karya Kristus, kita mengenal Allah secara penuh. Tanpa Kristus, atribut Allah bisa terasa menakutkan. Tetapi dalam Kristus, atribut-atribut Allah menjadi sumber pengharapan dan keselamatan.
5. Dampak Praktis Memahami Atribut Allah
a. Penghiburan dalam Masa Sulit
Mengetahui bahwa Allah maha kuasa, bijaksana, dan mengasihi, membuat kita tidak gentar menghadapi penderitaan.
b. Ketekunan dalam Kekudusan
Kekudusan Allah memanggil kita untuk hidup kudus. Menyadari bahwa Allah membenci dosa mendorong kita menjauhi kejahatan dan mengejar kekudusan.
c. Keberanian dalam Pelayanan
Kedaulatan dan kehadiran Allah memberi kita keberanian untuk melayani tanpa takut, karena kita tahu Tuhan menyertai kita.
d. Kesetiaan dalam Iman
Karena Allah tidak berubah, maka janji-Nya pasti. Ini menjadi dasar bagi kesetiaan dalam doa, pelayanan, dan penginjilan.
6. Ancaman Masa Kini: Allah yang Dikecilkan
Sayangnya, banyak pandangan modern yang mengecilkan atribut Allah. Tuhan digambarkan seperti manusia yang bingung, rapuh, atau terlalu lembut. Ini adalah bentuk penyembahan berhala modern.
John Calvin menyebut hati manusia sebagai “pabrik berhala.” Ketika kita gagal memahami atribut Allah secara benar, kita akan menciptakan tuhan versi kita sendiri.
Kesimpulan: Mengenal Allah, Mencintai Allah
Atribut-atribut Allah bukan hanya bahan studi teologis, tetapi sumber pengenalan pribadi yang mendalam terhadap Dia. Ketika kita mengenal Allah sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya dalam Alkitab, maka:
-
Kita akan menghormati Dia lebih dalam.
-
Kita akan memercayai Dia lebih sungguh.
-
Kita akan menyembah Dia lebih tulus.
A.W. Tozer berkata:
“Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika memikirkan Allah adalah hal terpenting tentang kita.”
Mari belajar mengenal Allah secara benar, agar kita mengasihi dan memuliakan Dia seutuhnya.