Orang Bertobat Diampuni: Mazmur 32:5
.jpg)
Pendahuluan
Salah satu pesan inti dalam Injil adalah ini:
Allah mengampuni orang yang bertobat.
Mazmur 32:5 (AYT) berkata:
“Aku mengaku dosaku kepada-Mu dan tidak menyembunyikan kesalahanku. Aku berkata, ‘Aku akan mengakui pelanggaranku kepada TUHAN,’ dan Engkau mengampuni kesalahan dosaku.”
Dalam frasa ini terdapat dua realitas besar dalam keselamatan Kristen: pertobatan yang sejati (penitence) dan pengampunan ilahi (pardon). Dalam teologi Reformed, kedua realitas ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling terkait dalam kerangka kasih karunia Allah, pembenaran oleh iman, dan karya Kristus di salib.
Artikel ini akan membahas bagaimana orang yang bertobat menerima pengampunan dari Allah berdasarkan teologi Reformed, menelusuri dasar Alkitabiah, proses rohani, dan makna transformasional dari pertobatan serta pengampunan itu sendiri.
I. Realitas Dosa: Mengapa Kita Butuh Pertobatan
1. Semua Manusia Telah Berdosa
Roma 3:23 menyatakan:
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”
Teologi Reformed menyebut kondisi ini sebagai total depravity — kerusakan total manusia karena dosa, yang menjadikan setiap manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri atau mencari Allah.
John Calvin: Dosa Bukan Sekadar Perbuatan, Tapi Kondisi
“Hati manusia adalah pabrik berhala; ia terus-menerus menciptakan dosa dari dalam dirinya sendiri.”
— Institutes of the Christian Religion
II. Pertobatan Sejati (True Penitence) dalam Teologi Reformed
1. Pertobatan Adalah Karunia Allah
Dalam Reformed Theology, pertobatan bukan hanya keputusan manusia, melainkan hasil dari karya Roh Kudus dalam hati yang telah dilahirkan kembali.
2 Timotius 2:25:
“...supaya Allah memberikan pertobatan kepada mereka, sehingga mereka mengenal kebenaran.”
R.C. Sproul: Pertobatan Adalah Akibat, Bukan Sebab Keselamatan
“Kita tidak bertobat agar Allah mengasihi kita; kita bertobat karena Allah telah lebih dahulu mengasihi kita.”
2. Unsur Pertobatan Sejati
Teologi Reformed merinci pertobatan sejati meliputi:
-
Pengakuan dosa dengan tulus
-
Penyesalan mendalam karena menyakiti hati Allah
-
Meninggalkan dosa dan hidup dalam ketaatan
Jonathan Edwards: Air Mata Pertobatan Muncul dari Kasih kepada Allah, Bukan Takut Neraka
“Orang berdosa sejati berduka bukan karena akibat dosa, tetapi karena ia menyadari bahwa ia telah menentang Allah yang mulia.”
III. Dasar Pengampunan: Salib Kristus
1. Pengampunan Bukan Murah, Tapi Mahal
Teologi Reformed sangat menekankan bahwa pengampunan tidak diberikan karena manusia layak, tetapi karena karya salib Kristus, yang menggantikan hukuman dosa.
Yesaya 53:5:
“Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, diremukkan oleh karena kejahatan kita…”
John Owen: Dosa Diampuni Karena Ditebus
“Tidak ada dosa yang bisa diampuni tanpa darah. Dan tidak ada darah yang cukup selain darah Kristus.”
2. Pembenaran oleh Iman (Justification by Faith)
Ketika orang bertobat dan percaya, ia menerima pengampunan penuh dan pembenaran di hadapan Allah.
Roma 5:1:
“Sebab itu, kita telah dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah...”
Martin Luther (yang turut memengaruhi Reformed): Pembenaran Adalah Poros Gereja
“Ketika doktrin pembenaran hilang, Injil lenyap.”
IV. Siapa yang Diampuni? Hanya Orang yang Bertobat
1. Tidak Ada Pengampunan Tanpa Pertobatan
Lukas 13:3:
“Jika kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa.”
Teologi Reformed menekankan bahwa kasih karunia Allah tidak bertentangan dengan kekudusan-Nya. Allah tidak mengampuni tanpa pertobatan sejati.
Charles Spurgeon: Injil Tidak Mengampuni Orang yang Keras Kepala
“Tuhan menyambut anak yang pulang, bukan yang tetap di kandang babi.”
V. Buah dari Pertobatan dan Pengampunan
1. Hati yang Baru
Yehezkiel 36:26:
“Aku akan memberikan hati yang baru kepadamu...”
Pertobatan sejati menghasilkan perubahan karakter, kasih kepada Allah, dan kebencian terhadap dosa.
2. Damai Sejahtera dan Sukacita
Mazmur 32:1:
“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya...”
Orang yang diampuni tidak lagi hidup dalam ketakutan, tetapi dalam sukacita dan syukur.
VI. Contoh-contoh Alkitabiah: Kisah Para Pendosa yang Diampuni
1. Daud (Mazmur 51)
Setelah dosa besar (perzinahan dan pembunuhan), Daud menulis Mazmur 51—pengakuan dosa yang dalam dan permohonan akan hati yang baru.
“Korban kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk tidak akan Kaupandang hina.” (Mazmur 51:17)
2. Petrus: Penyangkal yang Dipulihkan
Petrus yang menyangkal Yesus tiga kali diampuni dan bahkan dipercayakan kembali untuk menggembalakan domba-domba-Nya.
3. Paulus: Penganiaya yang Diubahkan
Dari Saulus si pembunuh menjadi Paulus sang rasul. Bukti nyata bahwa Allah tidak menolak orang yang bertobat.
VII. Aplikasi Teologis dan Praktis
1. Pertobatan adalah Proses Seumur Hidup
Dalam teologi Reformed, pertobatan bukan satu kali saja, melainkan gaya hidup setiap hari dalam kepekaan terhadap dosa dan penyucian terus-menerus oleh Roh Kudus.
2. Jangan Tunda Pertobatan
2 Korintus 6:2:
“Sekarang adalah waktu anugerah itu, sekarang adalah hari keselamatan.”
Pengampunan tersedia bagi siapa pun yang datang hari ini juga.
VIII. Pertobatan dan Pengampunan dalam Konteks Gereja
1. Gereja Sebagai Tempat Pemulihan, Bukan Penghakiman
Gereja Reformed sejati harus:
-
Mendorong pengakuan dosa
-
Memberi ruang pertobatan sejati
-
Menyambut dengan kasih siapa pun yang kembali
John Piper: Gereja Adalah Rumah Bagi Para Pendosa yang Diampuni
“Kita tidak sempurna, tapi kita semua sedang diperbarui oleh kasih karunia yang sama.”
IX. Kesabaran dan Kesetiaan Allah terhadap Orang yang Bertobat
2 Petrus 3:9:
“Tuhan sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya semua orang berbalik dan bertobat.”
Allah bukan hanya bersedia mengampuni, tapi senang mengampuni. Ia mencari dan menyambut pendosa yang bertobat seperti bapa dalam perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15).
Kesimpulan: The Penitent Pardoned — Janji Kekal Bagi yang Bertobat
Dalam terang teologi Reformed, pertobatan adalah buah dari kasih karunia, dan pengampunan adalah hasil dari karya Kristus. Ini bukan transaksi moral, tetapi pertemuan antara manusia berdosa dan Allah yang penuh kasih.
Poin-poin Kunci:
-
Semua orang berdosa dan membutuhkan pengampunan
-
Pertobatan adalah karya Roh Kudus dalam hati
-
Pengampunan tersedia melalui salib Kristus
-
Hanya orang bertobat yang diampuni
-
Orang yang diampuni hidup dalam damai dan perubahan sejati
“Orang yang bertobat diampuni, dan yang diampuni diubah untuk memuliakan Tuhan.”