Tujuan Hidup Manusia Rohani

Tujuan Hidup Manusia Rohani

Pendahuluan: Untuk Apa Kita Hidup?

Salah satu pertanyaan paling mendalam dalam kehidupan manusia adalah:
"Untuk apa aku hidup?"

Jawaban dunia sering kali berkisar pada kebahagiaan pribadi, kesuksesan materi, atau pencapaian status sosial. Namun, dalam terang Alkitab dan khususnya dalam teologi Reformed, tujuan tertinggi manusia rohani bukanlah untuk memuliakan dirinya sendiri, tetapi untuk memuliakan Allah dan menikmati-Nya selamanya.

Inilah yang dinyatakan dalam Westminster Shorter Catechism, pertanyaan pertama:

"What is the chief end of man?"
"To glorify God and to enjoy Him forever."
("Apakah tujuan utama hidup manusia?""Untuk memuliakan Allah dan menikmati-Nya selamanya.")

Artikel ini akan mengupas secara mendalam:

  • Siapakah manusia rohani menurut teologi Reformed

  • Apa tujuan utama hidupnya

  • Bagaimana tujuan itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari

  • Tantangan modern terhadap hidup rohani

  • Aplikasi praktis dalam kehidupan pribadi, gereja, dan dunia

I. Siapakah Manusia Rohani?

1. Lahir dari Roh, Hidup oleh Roh

Manusia rohani bukanlah manusia yang “lebih religius” dari yang lain, tetapi mereka yang telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus.
Yesus berkata:

“Jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:5)

Teologi Reformed menyebut proses ini sebagai regenerasi, yaitu karya monergistik Allah yang menghidupkan manusia yang mati dalam dosa (Efesus 2:1–5).

John Calvin: Manusia Rohani Adalah Mereka yang Digerakkan oleh Roh Kudus

“Segala kebaikan dalam diri orang percaya adalah hasil karya Roh Kudus, bukan hasil usaha manusia.”

II. Tujuan Utama Manusia Rohani: Memuliakan Allah

1. Memuliakan Allah: Esensi Eksistensi

Segala sesuatu yang diciptakan memiliki tujuan. Manusia, sebagai gambar dan rupa Allah, diciptakan untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

“Sebab dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dialah segala sesuatu. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36)

Jonathan Edwards: Allah Adalah Tujuan Tertinggi dari Semua Hal

“Allah menciptakan dunia untuk menyatakan dan membagikan kemuliaan-Nya, dan manusia adalah agen utama dalam menerima dan memantulkannya.”

III. Menikmati Allah: Sukacita dalam Hubungan

1. Allah sebagai Sumber Kebahagiaan Tertinggi

Kebahagiaan manusia tidak ditemukan dalam ciptaan, melainkan dalam Pencipta. Orang rohani tidak mencari kenikmatan duniawi sebagai tujuan akhir, tetapi menemukan kepuasan terdalam dalam Allah.

John Piper: Hedonisme Kristen (Christian Hedonism)

“Allah paling dimuliakan dalam diri kita ketika kita paling puas dalam Dia.”
Desiring God

Ini bukan egoisme rohani, tetapi puncak penyembahan — ketika hati manusia dipenuhi oleh Allah, Ia dimuliakan sepenuhnya.

IV. Ciri-Ciri Manusia Rohani dan Tujuannya

1. Hidup dalam Kekudusan

Manusia rohani akan mengejar kekudusan bukan karena takut dihukum, tetapi karena kasih akan Kristus.

“Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:16)

R.C. Sproul: Kekudusan Adalah Tujuan, Bukan Pilihan

“Jika kamu tidak menginginkan kekudusan, kamu tidak menginginkan Allah.”

2. Berbuah dalam Roh

Galatia 5:22-23 menyatakan bahwa hidup orang rohani menghasilkan:

  • Kasih

  • Sukacita

  • Damai

  • Kesabaran

  • Kebaikan

  • dan sebagainya

Manusia rohani mencerminkan karakter Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

3. Melayani Dalam Panggilan

Setiap orang percaya memiliki panggilan dan karunia untuk dipakai demi kemuliaan Allah dan pembangunan tubuh Kristus.

Martyn Lloyd-Jones: Hidup Rohani Harus Nampak dalam Tindakan Nyata

“Tidak ada kekristenan sejati tanpa kehidupan yang berubah dan pelayanan yang bertumbuh.”

V. Tantangan Zaman Ini terhadap Tujuan Hidup Rohani

1. Individualisme dan Egocentrisme

Budaya modern mengajarkan bahwa manusia adalah pusat dari segala hal. Ini bertentangan langsung dengan tujuan manusia rohani.

Teologi Reformed mengajarkan:

Allah-lah pusat segalanya, bukan kita.

2. Materialisme dan Hedonisme Duniawi

Orang rohani memandang kepuasan dunia sebagai bayangan, bukan substansi. Mereka mencari kesukaan sejati dalam Kristus.

Charles Spurgeon: Dunia Hanya Memberi Bayangan, Bukan Terang

“Dunia ini akan mengkhianatimu jika engkau menjadikannya tujuan hidupmu.”

VI. Tujuan Rohani dalam Konteks Gereja dan Misi

1. Gereja Lokal: Tempat Bertumbuh dan Berkarya

Manusia rohani tidak bisa berkembang sendirian. Gereja adalah:

  • Tempat penyembahan sejati

  • Tempat pertumbuhan karakter

  • Arena pelayanan dan persekutuan

John Owen: Tidak Ada Hidup Rohani di Luar Tubuh Kristus

“Terputus dari gereja adalah tanda kehancuran rohani, bukan kekuatan.”

2. Amanat Agung: Hidup untuk Membawa Orang kepada Kristus

Matius 28:19-20:

“Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku...”

Tujuan hidup manusia rohani mencakup:

  • Bersaksi

  • Menginjil

  • Mengajar

  • Mendisiplinkan orang dalam kebenaran

VII. Hidup Rohani dan Penderitaan

1. Penderitaan Membentuk Tujuan

Teologi Reformed melihat penderitaan bukan sebagai penghalang, tetapi alat dalam tangan Allah untuk memurnikan iman dan mengarahkan tujuan.

“Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kita kemuliaan kekal yang jauh melebihi semuanya.” (2 Korintus 4:17)

John Calvin: Salib Adalah Sekolah Kehidupan

“Kristus bukan hanya Penebus, tetapi juga Guru. Salib adalah ruang kelas tempat kita belajar hidup benar.”

VIII. Tujuan Akhir: Kemuliaan Kekal Bersama Kristus

1. Orang Rohani Mengarahkan Hidupnya kepada Kekekalan

“Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” (2 Korintus 5:7)

Orang rohani hidup bukan untuk dunia ini saja, tetapi:

  • Menanti langit baru dan bumi baru

  • Rindu bertemu dengan Kristus

  • Mempersiapkan diri untuk kekekalan

Jonathan Edwards: Hidup Ini Adalah Persiapan untuk Kekekalan

“Kita hidup sekali, dan sesudah itu kekekalan. Segala hal harus diarahkan untuk mempersiapkan kita bertemu dengan Allah.”

IX. Aplikasi Praktis: Menghidupi Tujuan Manusia Rohani

1. Refleksi Harian

Tanyakan setiap hari:

  • Apakah yang saya lakukan hari ini memuliakan Allah?

  • Apakah saya menikmati Allah hari ini?

2. Pemuridan dan Komunitas

Bergabung dengan komunitas orang percaya yang serius membangun hidup rohani, mendisiplin diri dalam:

  • Doa

  • Firman

  • Puasa

  • Persekutuan

3. Misi dan Pekerjaan

Lakukan semua pekerjaan sebagai ibadah, bukan hanya aktivitas duniawi (Kolose 3:23).

Kesimpulan: Hidup dengan Tujuan Surgawi

Manusia rohani tidak hidup untuk dirinya sendiri. Ia telah disalibkan dengan Kristus dan hidup oleh iman dalam Anak Allah (Galatia 2:20). Tujuan utamanya bukan kenyamanan, bukan popularitas, tetapi:

"Untuk memuliakan Allah dan menikmati-Nya selamanya."

Teologi Reformed mengajarkan bahwa:

  • Hidup adalah anugerah

  • Tujuan hidup adalah kekal

  • Kemuliaan Allah adalah pusat segalanya

Mari kita hidup sebagai manusia rohani yang tahu untuk siapa kita hidup, dan ke mana kita menuju.

Next Post Previous Post