Zakharia 4:8–10: Jangan Memandang Remeh Hari Permulaan yang Kecil

Pendahuluan: Allah Bekerja Melalui Hal-Hal yang Tampak Kecil
Dalam sejarah umat Allah, karya terbesar sering kali tidak dimulai dengan kemegahan, melainkan dengan langkah-langkah kecil yang tampak lemah di mata manusia. Zakharia 4:8–10 berbicara tepat ke dalam realitas ini. Bangsa Israel yang baru kembali dari pembuangan menghadapi kehancuran, kelelahan rohani, dan skeptisisme. Bait Allah, pusat ibadah dan simbol hadirat Allah, belum selesai dibangun. Semangat umat mulai padam, dan banyak yang meremehkan apa yang sedang Allah kerjakan.
Di tengah situasi itulah firman TUHAN datang melalui nabi Zakharia, menegaskan bahwa Allah yang memulai pekerjaan-Nya akan menyelesaikannya, dan bahwa hari permulaan yang kecil tidak boleh dipandang hina.
Bagi teologi Reformed, teks ini merupakan kesaksian kuat tentang:
-
kedaulatan Allah dalam sejarah penebusan,
-
kesetiaan Allah terhadap janji-Nya, dan
-
cara Allah bekerja melalui sarana yang lemah demi kemuliaan-Nya sendiri.
John Calvin menulis:
“Allah sengaja memulai pekerjaan-Nya dalam kelemahan agar jelas bahwa kuasa penyelesaiannya berasal dari-Nya, bukan dari manusia.”
(Commentary on Zechariah)
Teks Dasar: Zakharia 4:8–10 (AYT)
Zakharia 4:8–10 (AYT)
“Kemudian, firman TUHAN datang kepadaku, yang berkata,
‘Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar Bait ini dan tangannya akan menyelesaikannya. Lalu, kamu akan mengetahui bahwa TUHAN, Allah semesta alam telah mengutus aku kepada kalian.
Sebab, siapa yang memandang hina hari dari hal-hal kecil? Sebab, mereka akan bersukacita ketika melihat batu duga di tangan Zerubabel. Ketujuh pelita ini adalah mata TUHAN, yang menjelajahi seluruh bumi.’”
I. Konteks Historis dan Penebusan
1. Israel pasca-pembuangan
Zakharia bernubuat sekitar tahun 520 SM, pada masa kembalinya orang Yahudi dari pembuangan Babel. Mereka kembali:
-
dengan sumber daya terbatas,
-
dikelilingi musuh,
-
dan menghadapi kemerosotan spiritual.
Pembangunan Bait Allah yang kedua terhenti karena tekanan eksternal dan keputusasaan internal.
Haggai dan Zakharia diutus Allah untuk membangkitkan kembali iman umat dan mengarahkan pandangan mereka kepada janji Allah, bukan kepada keterbatasan mereka.
Meredith G. Kline menyatakan:
“Zakharia menempatkan pembangunan Bait Allah dalam kerangka kerajaan Allah yang lebih besar, bukan sekadar proyek arsitektural.”
(Kingdom Prologue)
II. Eksposisi Ayat demi Ayat
Zakharia 4:8 — Firman TUHAN datang
“Kemudian, firman TUHAN datang kepadaku...”
Setiap pembaruan sejati dimulai bukan dari strategi manusia, melainkan dari inisiatif firman Allah.
Dalam tradisi Reformed:
-
Firman Allah adalah otoritas tertinggi
-
Firman mendahului tindakan
-
Firman menciptakan iman
Roma 10:17: “Iman datang dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Zakharia 4:9a — Allah yang memulai dan menyelesaikan
“Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar Bait ini dan tangannya akan menyelesaikannya.”
Zerubabel adalah pemimpin sipil Israel, keturunan Daud. Ia:
-
memulai pekerjaan pembangunan
-
akan menyelesaikannya, bukan karena kekuatannya, tetapi karena janji Allah
Ini mencerminkan prinsip Reformed yang sangat penting:
Apa yang Allah mulai, Allah pasti selesaikan.
Filipi 1:6 menjadi gema teologis ayat ini.
Herman Bavinck menulis:
“Kesetiaan Allah menjamin kontinuitas dan penyelesaian karya anugerah-Nya.”
(Reformed Dogmatics, Vol. 4)
Zakharia 4:9b — Validasi ilahi atas utusan Allah
“Kamu akan mengetahui bahwa TUHAN, Allah semesta alam telah mengutus aku kepada kalian.”
Penyelesaian Bait Allah akan menjadi:
-
bukti kesetiaan Allah
-
konfirmasi keabsahan nubuat Zakharia
Dalam teologi Reformed, pekerjaan Allah mengonfirmasi firman Allah, bukan sebaliknya.
Zakharia 4:10a — Jangan memandang hina hari permulaan yang kecil
“Sebab, siapa yang memandang hina hari dari hal-hal kecil?”
Ini adalah teguran ilahi terhadap skeptisisme iman.
Bangsa itu membandingkan:
-
Bait Salomo yang megah
-
dengan Bait kedua yang sederhana
Namun Allah melihat bukan ukuran lahiriah, melainkan tujuan penebusan-Nya.
Matthew Henry berkomentar:
“Mereka yang menghina awal kecil sering gagal melihat akhir mulia yang Allah sediakan.”
Zakharia 4:10b — Sukacita atas penyelesaian
“Mereka akan bersukacita ketika melihat batu duga di tangan Zerubabel.”
Batu duga melambangkan:
-
pengukuran
-
ketepatan
-
penyelesaian yang benar
Sukacita sejati muncul ketika umat Allah melihat karya Allah mencapai tujuannya.
Zakharia 4:10c — Mata TUHAN yang menjelajahi seluruh bumi
“Ketujuh pelita ini adalah mata TUHAN, yang menjelajahi seluruh bumi.”
Ini menegaskan:
-
Kemahatahuan Allah
-
Providensi-Nya yang aktif
-
Pengawasan-Nya atas seluruh sejarah
Geerhardus Vos menulis:
“Allah bukan hanya memulai sejarah penebusan, tetapi juga mengawasinya secara aktif sampai tuntas.”
(Biblical Theology)
III. Dimensi Teologis Reformed
1. Providensi Allah
Allah bukan penonton pasif. Ia:
-
mengarahkan sejarah
-
menopang umat-Nya
-
memastikan tujuan-Nya tercapai
2. Sarana yang lemah, kuasa yang besar
Zerubabel bukan raja merdeka, Israel bukan bangsa kuat.
Namun Allah sengaja memakai kelemahan untuk memuliakan nama-Nya.
1 Korintus 1:27 menjadi prinsip yang paralel.
IV. Dimensi Kristologis
Zerubabel sebagai keturunan Daud menunjuk ke arah:
-
Mesias yang akan datang
-
Kristus sebagai pembangun Bait sejati
Yesus berkata:
“Rombak Bait ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya.” (Yohanes 2:19)
Kristus adalah:
-
Dasar
-
Pembangun
-
Penyempurna umat Allah
Calvin menulis:
“Semua pembangunan rohani gereja berpuncak pada Kristus sebagai Kepala dan Batu Penjuru.”
V. Aplikasi Gerejawi dan Pastoral
-
Jangan meremehkan pelayanan kecil
-
Jangan putus asa melihat kemajuan lambat
-
Setia pada panggilan Allah, bukan hasil instan
-
Percaya bahwa Allah bekerja di balik layar
-
Ukur keberhasilan dengan kesetiaan, bukan popularitas
J.C. Ryle menulis:
“Kesetiaan lebih berharga daripada keberhasilan yang kelihatan.”
VI. Dimensi Eskatologis
Zakharia 4 mengarah ke:
-
Pembangunan umat Allah
-
Penyelesaian gereja
-
Kemuliaan Kerajaan Allah yang kekal
Wahyu 21 menggambarkan kota Allah yang sempurna — pekerjaan yang dimulai kecil tetapi diselesaikan dalam kemuliaan kekal.
Kesimpulan: Allah Menyelesaikan Apa yang Ia Mulai
Zakharia 4:8–10 menegaskan bahwa:
-
Allah berdaulat
-
Allah setia
-
Allah bekerja melalui hal-hal kecil
-
Allah menyelesaikan rencana-Nya
Bagi gereja dan setiap orang percaya:
Jangan memandang hina hari permulaan yang kecil.
Allah sedang bekerja — dan Dia tidak pernah gagal.