Pandanglah kepada Yesus
.jpg)
Pendahuluan
Dalam kehidupan iman Kristen, salah satu panggilan yang paling penting adalah mengarahkan perhatian kepada Yesus Kristus. Dalam berbagai bagian Alkitab, orang percaya didorong untuk memandang kepada Kristus sebagai pusat iman mereka. Salah satu ungkapan yang sangat kuat adalah perintah untuk “mempertimbangkan” atau “memandang dengan sungguh-sungguh kepada Yesus.”
Ungkapan ini muncul secara jelas dalam Ibrani 3:1:
“Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Yesus, Rasul dan Imam Besar yang kita akui.”
Dalam bahasa Inggris, ayat ini sering diterjemahkan dengan ungkapan “Consider Jesus.”
Seruan ini tidak sekadar mengajak orang percaya untuk berpikir tentang Yesus secara sekilas. Kata “consider” dalam konteks Alkitab berarti merenungkan secara mendalam, memperhatikan dengan sungguh-sungguh, dan memahami dengan hati yang penuh iman.
Para teolog Reformed sepanjang sejarah gereja telah menekankan bahwa kehidupan iman yang sehat selalu berpusat pada Kristus. John Calvin, Charles Spurgeon, dan Herman Bavinck sama-sama mengajarkan bahwa seluruh kehidupan rohani orang percaya harus diarahkan kepada Kristus.
Artikel ini akan membahas makna rohani dari seruan “Consider Jesus” dengan pendekatan eksposisi Alkitab serta refleksi teologis dari perspektif Reformed.
Dasar Alkitabiah: Panggilan untuk Memandang kepada Kristus
Alkitab secara konsisten mengajak umat Allah untuk memandang kepada Kristus sebagai sumber keselamatan dan kekuatan rohani.
Selain Ibrani 3:1, terdapat beberapa ayat penting yang menegaskan hal ini.
Misalnya Ibrani 12:2:
“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman.”
Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan iman harus dijalani dengan fokus kepada Kristus.
Yesus adalah pemimpin iman dan juga penyempurna iman.
John Calvin menjelaskan bahwa iman Kristen tidak dapat dipisahkan dari Kristus. Jika seseorang mencoba membangun iman tanpa Kristus sebagai pusatnya, maka iman tersebut tidak memiliki dasar yang sejati.
Makna Kata “Consider”
Kata “consider” dalam bahasa Yunani yang digunakan dalam kitab Ibrani memiliki makna memperhatikan dengan teliti atau merenungkan secara mendalam.
Ini bukan sekadar melihat secara sepintas, tetapi melihat dengan kesadaran penuh.
Dalam konteks iman Kristen, “consider Jesus” berarti:
-
merenungkan pribadi Kristus
-
memahami karya keselamatan-Nya
-
mengarahkan hidup kepada-Nya
Herman Bavinck menjelaskan bahwa teologi Kristen pada dasarnya adalah teologi yang berpusat pada Kristus.
Seluruh Alkitab menunjuk kepada Kristus sebagai pusat sejarah penebusan.
Karena itu, memandang kepada Kristus berarti memahami inti dari rencana keselamatan Allah.
Memandang kepada Pribadi Kristus
Langkah pertama dalam “consider Jesus” adalah memahami siapa Yesus sebenarnya.
Dalam teologi Reformed, Yesus dipahami sebagai Allah sejati dan manusia sejati.
Doktrin ini dikenal sebagai inkarnasi.
Yohanes 1:14 berkata:
“Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.”
Charles Spurgeon mengatakan bahwa inkarnasi adalah salah satu misteri terbesar dalam iman Kristen.
Allah yang kekal rela menjadi manusia demi menyelamatkan manusia berdosa.
Ketika orang percaya merenungkan pribadi Kristus, mereka melihat kasih Allah yang luar biasa.
Memandang kepada Karya Kristus
Selain pribadi Kristus, orang percaya juga dipanggil untuk merenungkan karya keselamatan yang dikerjakan oleh Kristus.
Karya utama Kristus adalah penebusan melalui kematian-Nya di salib.
Yesaya 53 menggambarkan Mesias sebagai hamba yang menderita yang menanggung dosa umat manusia.
Dalam Perjanjian Baru, penggenapan nubuat ini terlihat dalam kematian Yesus.
Teologi Reformed menekankan bahwa kematian Kristus adalah korban pengganti bagi orang berdosa.
Yesus menanggung hukuman dosa yang seharusnya diterima manusia.
John Calvin menjelaskan bahwa salib adalah pusat Injil.
Di salib, kita melihat sekaligus keadilan Allah dan kasih Allah.
Keadilan Allah terlihat karena dosa dihukum.
Kasih Allah terlihat karena Kristus menanggung hukuman tersebut bagi kita.
Memandang kepada Kebangkitan Kristus
Kebangkitan Yesus merupakan bagian penting dari karya keselamatan.
Tanpa kebangkitan, kematian Kristus tidak memiliki makna kemenangan.
Rasul Paulus berkata dalam 1 Korintus 15 bahwa jika Kristus tidak bangkit, maka iman kita sia-sia.
Namun Kristus benar-benar bangkit.
Kebangkitan menunjukkan bahwa:
-
dosa telah dikalahkan
-
maut telah ditaklukkan
-
keselamatan telah dimenangkan
Herman Bavinck menekankan bahwa kebangkitan Kristus adalah awal dari penciptaan baru.
Melalui kebangkitan Kristus, Allah memulai pemulihan seluruh ciptaan.
Memandang kepada Kristus sebagai Imam Besar
Dalam kitab Ibrani, Yesus juga disebut sebagai Imam Besar.
Peran imam dalam Perjanjian Lama adalah menjadi perantara antara Allah dan manusia.
Namun imam-imam dalam Perjanjian Lama hanyalah bayangan dari imam yang sempurna.
Yesus adalah Imam Besar yang sempurna.
Ia tidak hanya mempersembahkan korban, tetapi juga menjadi korban itu sendiri.
Charles Spurgeon mengatakan bahwa Kristus adalah satu-satunya perantara yang dapat membawa manusia berdosa kepada Allah.
Karena itu orang percaya dapat datang kepada Allah dengan penuh keberanian.
Memandang kepada Kerendahan Hati Kristus
Ketika kita “consider Jesus,” kita juga melihat kerendahan hati-Nya.
Filipi 2:6–8 berkata bahwa Yesus yang memiliki rupa Allah rela merendahkan diri dan menjadi manusia.
Ia bahkan taat sampai mati di kayu salib.
John Calvin menjelaskan bahwa kerendahan hati Kristus merupakan teladan bagi orang percaya.
Jika Anak Allah sendiri rela merendahkan diri, maka orang percaya juga dipanggil untuk hidup dalam kerendahan hati.
Memandang kepada Kasih Kristus
Kasih Kristus adalah tema besar dalam Injil.
Roma 5:8 berkata:
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa.”
Kasih ini bukan hanya perasaan, tetapi tindakan pengorbanan.
Spurgeon sering mengatakan bahwa salib adalah bukti terbesar dari kasih Allah.
Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih yang rela memberikan nyawa bagi orang lain.
Memandang kepada Kemuliaan Kristus
Selain penderitaan Kristus, orang percaya juga dipanggil untuk memandang kepada kemuliaan Kristus.
Setelah kebangkitan-Nya, Kristus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah.
Ini menunjukkan bahwa Kristus sekarang memerintah sebagai Raja atas seluruh dunia.
Mazmur 110 menggambarkan Mesias yang duduk di sebelah kanan Allah sebagai Raja dan Imam.
Bavinck menjelaskan bahwa Kristus sekarang memerintah dalam kerajaan-Nya melalui gereja dan melalui penyebaran Injil.
Pada akhirnya seluruh dunia akan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.
Pandangan Para Teolog Reformed
John Calvin
Calvin menekankan bahwa iman Kristen harus selalu berfokus pada Kristus.
Ia mengatakan bahwa semua berkat keselamatan ditemukan dalam Kristus.
Tanpa Kristus, manusia tidak memiliki pengharapan keselamatan.
Charles Spurgeon
Spurgeon sering mengajak jemaatnya untuk memandang kepada Kristus.
Ia mengatakan bahwa ketika orang percaya merasa lemah atau putus asa, mereka harus kembali memandang kepada salib.
Di sana mereka akan menemukan pengharapan.
Herman Bavinck
Bavinck menekankan bahwa Kristus adalah pusat dari seluruh wahyu Allah.
Seluruh Alkitab, dari Kejadian sampai Wahyu, menunjuk kepada Kristus sebagai pusat sejarah penebusan.
Aplikasi bagi Kehidupan Orang Percaya
Seruan “Consider Jesus” memiliki banyak implikasi praktis bagi kehidupan iman.
Menguatkan iman
Ketika orang percaya memandang kepada Kristus, iman mereka diperkuat.
Mereka diingatkan bahwa keselamatan mereka tidak bergantung pada kekuatan mereka sendiri, tetapi pada karya Kristus.
Memberi penghiburan dalam penderitaan
Dalam penderitaan, orang percaya dapat memandang kepada Kristus yang juga menderita.
Kristus memahami penderitaan manusia.
Karena itu Ia dapat memberikan penghiburan sejati.
Membentuk kehidupan yang serupa dengan Kristus
Memandang kepada Kristus juga mengubah kehidupan orang percaya.
Semakin seseorang merenungkan Kristus, semakin ia dibentuk menjadi serupa dengan-Nya.
Ini adalah proses pengudusan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
Kesimpulan
Seruan “Consider Jesus” merupakan panggilan yang sangat penting bagi kehidupan iman Kristen.
Orang percaya dipanggil untuk merenungkan pribadi dan karya Kristus secara mendalam.
Dalam Kristus kita melihat:
-
kasih Allah yang sempurna
-
keadilan Allah yang dipenuhi
-
keselamatan yang tersedia bagi orang berdosa
Para teolog Reformed seperti John Calvin, Charles Spurgeon, dan Herman Bavinck menegaskan bahwa Kristus adalah pusat dari seluruh iman Kristen.
Karena itu kehidupan rohani yang sehat selalu berpusat pada Kristus.
Ketika orang percaya memandang kepada Yesus, mereka menemukan:
-
pengharapan dalam kesulitan
-
kekuatan dalam kelemahan
-
dan kepastian keselamatan.
Pada akhirnya, seruan “Consider Jesus” adalah undangan untuk melihat kemuliaan terbesar dalam seluruh sejarah: Yesus Kristus, Juruselamat dunia.