Catatan tentang Mazmur dalam Ibadah
.jpg)
Pendahuluan
Salah satu ciri khas penyembahan umat Allah sepanjang sejarah Alkitab adalah penggunaan mazmur sebagai bagian dari ibadah. Sebelum gereja memiliki himne-himne modern, sebelum berkembangnya musik gerejawi yang kompleks, umat Tuhan telah menyanyikan Kitab Mazmur sebagai ekspresi pujian, doa, pengakuan dosa, syukur, ratapan, dan pengharapan.
Dalam tradisi Reformed, pembahasan mengenai psalmody atau nyanyian mazmur memiliki tempat yang penting. Para Reformator seperti John Calvin memberikan perhatian besar terhadap penggunaan Kitab Mazmur dalam ibadah publik. Mereka melihat Mazmur bukan sekadar kumpulan puisi kuno, melainkan firman Allah yang diberikan secara khusus untuk membentuk kehidupan doa dan penyembahan umat-Nya.
Bagi banyak teolog Reformed, Kitab Mazmur adalah “buku nyanyian” yang diilhami Roh Kudus. Karena itu, menyanyikan Mazmur bukan hanya aktivitas musikal, tetapi juga tindakan teologis yang menghubungkan gereja dengan penyembahan umat Allah sepanjang zaman.
Artikel ini akan membahas dasar Alkitabiah nyanyian Mazmur, eksposisi beberapa ayat penting, sejarah penggunaannya dalam gereja, serta pandangan para teolog Reformed seperti John Calvin, Martin Luther, John Owen, Matthew Henry, Charles Spurgeon, Geerhardus Vos, Herman Bavinck, R.C. Sproul, dan Sinclair Ferguson.
Apa Itu Psalmody?
Kata Psalmody berasal dari bahasa Yunani psalmos yang berarti mazmur atau nyanyian yang diiringi alat musik.
Dalam penggunaan teologis, psalmody merujuk kepada praktik menyanyikan Mazmur dalam ibadah umat Tuhan.
Dalam sejarah gereja terdapat beberapa pandangan mengenai psalmody:
1. Exclusive Psalmody
Pandangan bahwa hanya Mazmur yang boleh dinyanyikan dalam ibadah publik.
2. Inclusive Psalmody
Pandangan bahwa Mazmur harus memiliki tempat penting dalam ibadah, tetapi himne dan nyanyian rohani lainnya juga dapat digunakan.
Di dalam tradisi Reformed terdapat tokoh-tokoh yang berada pada kedua posisi tersebut.
Meskipun demikian, hampir semua teolog Reformed sepakat bahwa Kitab Mazmur memiliki nilai yang sangat besar bagi kehidupan gereja.
Kitab Mazmur sebagai Buku Nyanyian Allah
Tidak ada kitab lain dalam Alkitab yang secara langsung diberikan untuk dinyanyikan seperti Kitab Mazmur.
Mazmur berisi:
- Pujian.
- Doa.
- Ratapan.
- Pengakuan dosa.
- Penyembahan.
- Pengharapan Mesianik.
- Syukur.
- Permohonan.
John Calvin menyebut Kitab Mazmur sebagai:
“Anatomi seluruh bagian jiwa manusia.”
Menurut Calvin, tidak ada emosi manusia yang tidak ditemukan dalam Kitab Mazmur.
Ketika umat Tuhan menyanyikan Mazmur, mereka belajar mengungkapkan seluruh pengalaman hidup mereka di hadapan Allah.
Eksposisi Kolose 3:16
Mazmur dalam Kehidupan Gereja
Salah satu ayat yang paling sering digunakan dalam pembahasan mengenai psalmody adalah Kolose 3:16.
“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”
Ayat ini menunjukkan bahwa nyanyian gereja bukan sekadar hiburan.
Nyanyian gereja adalah sarana pengajaran.
Paulus menghubungkan musik dengan doktrin.
Ia menghubungkan pujian dengan pembentukan rohani.
Dengan kata lain, apa yang dinyanyikan gereja akan membentuk apa yang dipercayai gereja.
Nyanyian sebagai Sarana Pengajaran
Banyak orang mengingat lagu lebih mudah daripada khotbah.
Karena itu gereja harus berhati-hati terhadap isi nyanyiannya.
Ketika jemaat menyanyikan kebenaran Alkitab, mereka sedang menghafalkan doktrin.
Mereka sedang membiarkan firman Kristus tinggal dalam hati mereka.
R.C. Sproul menekankan bahwa musik gereja harus berpusat pada kebenaran, bukan sekadar emosi.
Menurutnya, tujuan utama musik ibadah adalah memuliakan Allah dan mengajarkan firman-Nya.
Eksposisi Efesus 5:18–19
Nyanyian sebagai Buah Kepenuhan Roh
Paulus menulis:
“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur ... tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.”
Perhatikan hubungan antara kepenuhan Roh Kudus dan nyanyian.
Orang yang dipenuhi Roh tidak hanya berbicara.
Mereka bernyanyi.
Mereka memuji Allah.
Mereka menyatakan sukacita Injil.
Ini menunjukkan bahwa musik bukan tambahan opsional dalam kehidupan gereja.
Musik merupakan bagian penting dari respons umat terhadap karya Allah.
Mengapa Mazmur Penting?
Banyak lagu Kristen modern berfokus pada satu atau dua tema tertentu.
Namun Mazmur mencakup seluruh spektrum kehidupan rohani.
Mazmur mengajarkan:
- Sukacita.
- Kesedihan.
- Ketakutan.
- Harapan.
- Pertobatan.
- Pengharapan Mesianik.
- Kepercayaan kepada Allah.
Karena itu Mazmur membantu gereja memiliki kehidupan rohani yang seimbang.
Mazmur dan Ratapan
Salah satu keunikan Kitab Mazmur adalah keberadaan mazmur ratapan.
Dalam banyak gereja modern, tema penderitaan sering diabaikan.
Sebaliknya, Mazmur memberikan bahasa bagi orang percaya untuk menangis di hadapan Tuhan.
Contohnya:
“Ya TUHAN, berapa banyaknya lawanku.” (Mazmur 3)
“Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” (Mazmur 22)
Mazmur menunjukkan bahwa iman yang sejati tidak menutupi penderitaan.
Iman membawa penderitaan itu kepada Allah.
Pandangan John Calvin tentang Psalmody
John Calvin merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam tradisi psalmody.
Calvin percaya bahwa musik memiliki kuasa besar untuk membentuk hati manusia.
Karena itu musik gereja harus dikendalikan oleh firman Allah.
Dalam kata pengantar Genevan Psalter, Calvin menulis bahwa Mazmur merupakan nyanyian yang diberikan Roh Kudus kepada gereja.
Menurutnya, ketika gereja menyanyikan Mazmur, gereja sedang menyanyikan firman Allah sendiri.
Karena alasan inilah Gereja Jenewa pada masa Calvin memberikan tempat yang sangat penting bagi nyanyian Mazmur.
Genevan Psalter
Salah satu warisan terbesar Reformasi adalah Genevan Psalter.
Kitab ini berisi terjemahan dan pengaturan musik Mazmur untuk digunakan dalam ibadah jemaat.
Mazmur dinyanyikan secara bersama-sama oleh seluruh jemaat.
Praktik ini berbeda dengan tradisi abad pertengahan yang sering membatasi musik gereja pada paduan suara profesional.
Calvin ingin seluruh jemaat berpartisipasi dalam penyembahan.
Martin Luther dan Mazmur
Walaupun Luther tidak termasuk tradisi Reformed secara ketat, ia memiliki penghargaan besar terhadap Mazmur.
Luther menyebut Kitab Mazmur sebagai:
“Alkitab kecil.”
Menurut Luther, seluruh Injil dapat ditemukan dalam Kitab Mazmur.
Ia melihat banyak Mazmur sebagai nubuat langsung mengenai Kristus.
Eksposisi Mazmur 1
Mazmur sebagai Pembentuk Kehidupan
Mazmur pertama membuka seluruh kitab dengan gambaran orang benar.
“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik.”
Mazmur ini menekankan pentingnya firman Tuhan.
Orang benar:
“Kesukaannya ialah Taurat TUHAN.”
Mazmur bukan sekadar nyanyian.
Mazmur mengajarkan kehidupan yang berpusat pada firman.
Ketika gereja menyanyikan Mazmur, gereja sedang mengingatkan dirinya tentang jalan kehidupan yang benar.
Mazmur Kristologis
Teologi Reformed memahami bahwa Kitab Mazmur menunjuk kepada Kristus.
Yesus sendiri berkata:
“Segala sesuatu yang tertulis tentang Aku dalam kitab Mazmur harus digenapi.” (Lukas 24:44)
Karena itu Mazmur bukan hanya tentang Daud.
Mazmur juga berbicara tentang Mesias.
Contohnya:
Mazmur 2
Tentang Raja yang diurapi Allah.
Mazmur 22
Tentang penderitaan Mesias.
Mazmur 110
Tentang Imam dan Raja yang kekal.
Charles Spurgeon menyebut Mazmur sebagai kitab yang dipenuhi dengan gambaran Kristus.
Eksposisi Mazmur 22
Salib dalam Nyanyian
Mazmur 22 dimulai:
“Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”
Kata-kata ini kemudian diucapkan Yesus di kayu salib.
Mazmur ini menggambarkan:
- Penolakan.
- Penghinaan.
- Penderitaan.
- Kemenangan akhir.
Spurgeon melihat Mazmur 22 sebagai salah satu nubuat Mesianik paling jelas dalam Perjanjian Lama.
Ketika gereja menyanyikan Mazmur ini, gereja sedang mengingat karya penebusan Kristus.
Mazmur dan Pengudusan
Herman Bavinck mengajarkan bahwa penyembahan membentuk karakter umat Allah.
Apa yang dinyanyikan berpengaruh terhadap kehidupan rohani.
Mazmur membantu membentuk:
- Kerendahan hati.
- Ketergantungan kepada Allah.
- Kesabaran dalam penderitaan.
- Sukacita dalam keselamatan.
Karena itu Mazmur memiliki fungsi pengudusan yang penting.
Mazmur dan Doa
Kitab Mazmur juga merupakan sekolah doa.
Banyak orang percaya kesulitan berdoa karena tidak tahu bagaimana mengungkapkan isi hati mereka.
Mazmur menyediakan bahasa doa yang kaya.
John Owen menjelaskan bahwa Mazmur mengajarkan bagaimana hati berkomunikasi dengan Allah dalam berbagai keadaan.
Dalam sukacita maupun kesedihan, Mazmur memberikan kata-kata yang sesuai.
Mazmur dalam Sejarah Gereja
Sejak masa gereja mula-mula, Mazmur menjadi bagian penting ibadah Kristen.
Para bapa gereja sering mengutip dan menyanyikan Mazmur.
Pada abad pertengahan, Mazmur digunakan dalam liturgi harian.
Pada masa Reformasi, penggunaannya kembali ditekankan sebagai nyanyian jemaat.
Tradisi Presbiterian Skotlandia secara khusus terkenal karena penggunaan Mazmur yang sangat luas dalam ibadah publik.
Pandangan Geerhardus Vos
Geerhardus Vos melihat Mazmur sebagai bagian dari perkembangan wahyu Allah yang mencapai puncaknya dalam Kristus.
Menurutnya, Mazmur tidak dapat dipahami hanya sebagai puisi kuno.
Mazmur merupakan bagian dari sejarah penebusan.
Setiap Mazmur harus dibaca dalam terang karya Kristus.
Mazmur dan Kedaulatan Allah
Salah satu tema dominan dalam Kitab Mazmur adalah kedaulatan Allah.
Contohnya:
“TUHAN telah menegakkan takhta-Nya di surga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.” (Mazmur 103:19)
Tema ini sangat penting dalam Teologi Reformed.
Allah memerintah:
- Sejarah.
- Bangsa-bangsa.
- Alam semesta.
- Kehidupan individu.
Menyanyikan Mazmur membantu jemaat mengingat bahwa Allah tetap berdaulat di tengah dunia yang kacau.
Mazmur dan Pengharapan Eskatologis
Banyak Mazmur menunjuk kepada kemenangan akhir Allah.
Misalnya Mazmur 96 dan Mazmur 98 berbicara mengenai kedatangan Tuhan untuk menghakimi dunia dengan keadilan.
Sinclair Ferguson menjelaskan bahwa Mazmur mengarahkan umat Tuhan kepada pengharapan masa depan.
Meskipun dunia penuh penderitaan, Allah akan menyempurnakan kerajaan-Nya.
Apakah Gereja Modern Masih Membutuhkan Mazmur?
Jawabannya adalah ya.
Meskipun gereja dapat menggunakan himne dan lagu rohani yang baik, Mazmur tetap memiliki nilai unik.
Mazmur memberikan:
- Bahasa Alkitab yang langsung.
- Kedalaman teologi.
- Keseimbangan emosi rohani.
- Fokus pada Allah.
Banyak gereja modern mengalami kekurangan dalam area ini karena terlalu sedikit menggunakan Mazmur.
Pendapat Beberapa Pakar Teologi Reformed
John Calvin
Calvin menganggap Mazmur sebagai nyanyian yang secara khusus diberikan Allah kepada gereja.
Herman Bavinck
Bavinck melihat Mazmur sebagai sarana pembentukan rohani dan pengudusan umat.
John Owen
Owen menekankan fungsi Mazmur sebagai sekolah doa bagi orang percaya.
Charles Spurgeon
Spurgeon melihat seluruh Kitab Mazmur dipenuhi dengan gambaran Kristus dan Injil.
Geerhardus Vos
Vos memahami Mazmur sebagai bagian penting dari sejarah penebusan.
R.C. Sproul
Sproul menegaskan pentingnya nyanyian yang kaya doktrin dan berpusat pada firman.
Sinclair Ferguson
Ferguson menyoroti bagaimana Mazmur membentuk kehidupan emosional dan spiritual orang percaya.
Pelajaran Praktis bagi Gereja Masa Kini
1. Nyanyian Harus Berpusat pada Firman
Musik gereja bukan sekadar hiburan.
Musik harus mengajarkan kebenaran.
2. Mazmur Perlu Kembali Dihargai
Kitab Mazmur menyediakan kekayaan rohani yang tidak tergantikan.
3. Gereja Harus Belajar Meratap
Mazmur mengajarkan bahwa kesedihan dapat dibawa kepada Allah.
4. Kristus Harus Menjadi Pusat Penyembahan
Mazmur mengarahkan hati kepada Mesias yang dijanjikan.
5. Penyembahan Membentuk Kehidupan
Apa yang dinyanyikan gereja akan memengaruhi cara hidup gereja.
Kesimpulan
Notes on Psalmody atau Catatan tentang Mazmur dalam Ibadah mengingatkan kita bahwa Kitab Mazmur bukan sekadar kumpulan puisi religius, melainkan buku nyanyian yang diberikan Allah bagi umat-Nya. Melalui Mazmur, gereja belajar memuji, berdoa, meratap, berharap, dan menyembah dengan cara yang dibentuk oleh firman Tuhan sendiri.
Para teolog Reformed seperti John Calvin, Herman Bavinck, John Owen, Charles Spurgeon, Geerhardus Vos, R.C. Sproul, dan Sinclair Ferguson menegaskan bahwa Mazmur memiliki nilai yang sangat besar dalam kehidupan gereja. Mazmur membentuk pikiran, mengarahkan hati kepada Kristus, memperdalam doa, dan menolong umat Tuhan menghadapi seluruh pengalaman hidup dalam terang firman Allah.
Di tengah budaya gereja modern yang sering menekankan pengalaman sesaat, Kitab Mazmur mengundang kita kembali kepada penyembahan yang berakar pada wahyu Allah. Ketika gereja menyanyikan Mazmur, gereja bergabung dengan umat Allah sepanjang zaman dalam satu paduan suara besar yang memuliakan Tuhan, Sang Raja yang berdaulat atas segala sesuatu.