Eksposisi Matius 26:24 (Anak Manusia akan Pergi)

Pdt.Budi Asali, M.Div.
Matius 26:24 - “Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.’”.
Eksposisi Matius  26:24 (Anak Manusia akan Pergi)
otomotif, gadget, bisnis
a) Di sini dikatakan ‘Anak Manusia memang akan PERGI’.

Pada saat menunjuk pada kelahiran Yesus sebagai manusia di dunia, Kitab Suci menggunakan kata ‘datang’ (bdk. Matius 9:13 Lukas 19:10 Yohanes 1:9,11 Yohanes 10:10 1Timotius 1:15). Sekarang pada waktu menggambarkan kematian Yesus, Kitab Suci menggunakan istilah ‘pergi’. Ini menunjukkan keaktifan, kerelaan, kesengajaan Yesus baik pada waktu lahir, maupun pada waktu mati!

b) Kata-kata ‘yang ada tertulis tentang Dia’ menunjuk pada banyak nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama yang menubuatkan kesengsaraan dan kematian Mesias / Yesus, seperti Mazmur 22 Yes 53 Daniel 9:26a Mazmur 41:10 dsb.

Ini menunjukkan bahwa dosa pengkhianatan yang dilakukan oleh Yudas memang sudah ditentukan oleh Allah!

Ajaran Reformed / Calvinisme yang sejati memang mengajarkan bahwa Allah sudah menentukan segala sesuatu dalam arti kata yang mutlak, termasuk dosa, di dalam rencanaNya. Dan semua yang Ia tentukan, pasti akan terjadi!

Untuk menunjukkan bahwa ini bukan ajaran Hyper-Calvinisme (seperti yang dituduhkan / difitnahkan oleh beberapa orang), tetapi betul-betul ajaran Calvinisme yang murni, disini saya memberikan bebera¬pa kutipan kata-kata John Calvin sendiri!

Calvin: “what could be more unreasonable than that the Son of God should be infamously betrayed by a disciple, and abandoned to the rage of enemies, in order to be dragged to an ignominious death? But Christ declares that all this takes place only by the will of God; and he proves this decree by the testimony of the Scripture, because God formerly revealed, by the mouth of his prophet, what he had determined.” [= apa yang bisa lebih tidak masuk akal / melampaui batasan dari pada bahwa Anak Allah harus secara buruk dikhianati oleh seorang murid, dan ditinggalkan pada kemarahan dari musuh-musuh, untuk diseret pada suatu kematian yang hina / memalukan? Tetapi Kristus menyatakan bahwa semua ini terjadi hanya oleh kehendak Allah; dan Ia membuktikan ketetapan ini dengan menggunakan kesaksian Kitab Suci, karena Allah menyatakan, melalui mulut nabiNya, apa yang sudah Ia tentukan lebih dahulu.].

Calvin: “We now perceive what is intended by the words of Christ. It was, that the disciples, knowing that what was done was regulated by the providence of God, might not imagine that his life or death was determined by chance. But the usefulness of this doctrine extends much farther; for never are we fully confirmed in the result of the death of Christ, till we are convinced that he was not accidentally dragged by men to the cross, but that the sacrifice had been appointed by an eternal decree of God for expiating the sins of the world.” [= Sekarang kita mengerti apa yang dimaksudkan oleh kata-kata Kristus. Itu adalah, supaya murid-murid, mengetahui bahwa apa yang terjadi diatur oleh Providensia Allah, tidak membayangkan / mengkhayalkan bahwa hidupNya atau kematianNya ditentukan oleh kebetulan. Tetapi manfaat dari doktrin ini menjangkau jauh lebih jauh; karena kita tidak pernah diteguhkan dengan sepenuhnya dalam hasil dari kematian Kristus, sampai kita diyakinkan bahwa Ia bukan diseret secara kebetulan oleh orang-orang kepada salib, tetapi bahwa korban itu telah ditetapkan oleh suatu ketetapan kekal dari Allah untuk penebusan dosa-dosa dunia.].

Selanjutnya Calvin juga berkata: “Wherefore let us always place before our minds the providence of God, which Judas himself, and all the wicked men - though it is contrary to their wish, and though they have another end in view - are compelled to obey.” [= Karena itu marilah kita selalu mengingat Providensia Allah, terhadap mana Yudas sendiri, dan semua orang-orang jahat (sekalipun hal itu bertentangan dengan harapan mereka, dan sekalipun mereka mempunyai tujuan yang lain), terpaksa untuk taat.].

Calvin juga menyatakan ketidak-setujuannya dengan orang-orang yang beranggapan bahwa Allah bukan menentukan dosa, tetapi hanya mengetahui lebih dulu bahwa dosa akan terjadi. Ini terlihat dari kutipan di bawah ini.

Calvin: “I am aware of the manner in which some commentators endeavour to avoid this rock. They acknowledge that what had been written was accomplished through the agency of Judas, because God testified by predictions what He foreknew. By way of softening the doctrine, which appears to them to be somewhat harsh, they substitute the foreknowledge of God in place of the decree, as if God merely beheld from a distance future events, and did not arrange them according to his pleasure. But very differently does the Spirit settle this question; for not only does he assign as the reason why Christ was delivered up, that it was so written, but also that it was so determined. For where Matthew and Mark quote Scripture, Luke leads us direct to the heavenly decree, saying, according to what was determined; as also in the Acts of the Apostles, he shows that Christ was delivered not only by the foreknowledge, but likewise by the fixed purpose of God, (Acts 2:25) and a little afterwards, that Herod and Pilate, with other wicked men, ‘did those things which had been fore-ordained by the hand and purpose of God,’ (Acts 4:27, 28.) Hence it is evident that it is but an ignorant subterfuge which is employed by those who betake themselves to bare foreknowledge.” [= Saya tahu tentang cara yang digunakan oleh beberapa penafsir untuk menghindari batu karang ini. Mereka mengakui bahwa apa yang telah tertulis terlaksana melalui Yudas sebagai agen / perantara, karena Allah memberi kesaksian melalui ramalan apa yang telah Ia ketahui. Mereka melunakkan doktrin ini, yang bagi mereka kelihatannya agak keras, dengan cara menggantikan ‘ketetapan Allah’ dengan ‘pengetahuan lebih dulu dari Allah’, seakan-akan Allah hanya melihat dari jauh hal-hal yang akan terjadi, dan tidak mengaturnya sesuai kehendak / kesenanganNya. Tetapi Roh menjawab / membereskan pertanyaan / persoalan ini dengan cara yang sangat berbeda; karena Ia memberikan alasan mengapa Kristus diserahkan, yaitu bukan hanya karena hal itu sudah tertulis, tetapi juga karena hal itu sudah ditetapkan. Karena dimana Matius dan Markus mengutip Kitab Suci, Lukas mengarahkan kita langsung pada ketetapan surgawi, karena ia berkata: ‘seperti yang telah ditetapkan’; seperti juga dalam Kisah Rasul, ia menunjukkan bahwa Kristus diserahkan bukan hanya oleh pra-pengetahuan, tetapi juga oleh rencana yang tetap dari Allah, (Kis 2:25) dan sebentar lagi, bahwa Herodes dan Pilatus, bersama orang-orang jahat yang lain, ‘melakukan hal-hal yang sebelumnya telah ditentukan lebih dulu oleh tangan dan rencana Allah’, (Kisah Para Rasul  4:27,28). Jadi adalah jelas bahwa itu hanya merupakan suatu penipuan yang bodoh yang digunakan oleh mereka yang membawa diri mereka sendiri pada semata-mata pra-pengetahuan.].

Catatan: Kisah Para Rasul  2:25 seharusnya adalah Kis 2:23.

Keterangan tentang kutipan di atas: Matius 26:24 dan Markus 14:21 memang mengatakan ‘sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia’. Tetapi ayat paralelnya dalam Lukas mengatakan ‘seperti yang telah ditetapkan’ (Lukas 22:22).

Setelah kutipan di atas, Calvin memberikan argumentasi tambahan untuk menunjukkan bahwa Kitab Suci memang mengajarkan bahwa dosa juga ditentukan oleh Allah. Untuk itu Calvin mengutip Kis 2:23 dan Kisah Para Rasul  4:27-28!

Kisah Para Rasul 2:23 - “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.”.

Kisah Para Rasul 4:27-28 - “(27) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi, (28) untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu.”.

c) ‘Akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu, sekiranya ia tidak dilahirkan’.

1. Ini menunjukkan bahwa sekalipun dosa telah ditentukan oleh Allah, tetapi orang yang berbuat dosa tetap harus bertanggung jawab dan akan dihukum!

Calvin: “Hence we perceive that though men can do nothing but what God has appointed, still this does not free them from condemnation, when they are led by a wicked desire to sin. For though God directs them, by an unseen bridle, to an end which is unknown to them, nothing is farther from their intention than to obey his decrees.” [= Jadi, kami mengerti bahwa sekalipun manusia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali apa yang telah Allah tentukan, tetapi hal ini tidak membebaskan mereka dari kutukan / hukuman, pada saat mereka dipimpin oleh keinginan yang jahat untuk berbuat dosa. Karena sekalipun Allah mengarahkan mereka, dengan menggunakan kekang yang tak terlihat, menuju suatu tujuan yang tidak mereka ketahui, tetapi tujuan / maksud mereka sama sekali bukan untuk mentaati ketetapan-ketetapanNya.].

Calvin: “Those two principles, no doubt, appear to human reason to be inconsistent with each other, that God regulates the affairs of men by his Providence in such a manner, that nothing is done but by his will and command, and yet he damns the reprobate, by whom he has carried into execution what he intended. But we see how Christ, in this passage, reconciles both, by pronouncing a curse on Judas, though what he contrived against God had been appoint¬ed by God; not that Judas’ act of betraying ought strictly to be called the work of God, but because God turned the treachery of Judas so as to accomplish His own purpose.” [= Tak perlu diragukan lagi bahwa dalam akal / pikiran manusia dua prinsip ini kelihatannya bertentangan satu dengan yang lain, yaitu bahwa Allah mengatur peristiwa / hal tentang manusia dengan menggunakan ProvidensiaNya sedemikian rupa, sehingga tak ada yang terjadi kecuali oleh kehendak dan perintahNya, tetapi sekalipun demikian Ia mengutuk / menghukum orang-orang yang ditentukan untuk binasa, melalui siapa Ia telah melaksanakan apa yang Ia inginkan. Tetapi kita melihat bahwa dalam bagian ini Kristus mendamaikan keduanya dengan menyatakan suatu kutuk pada Yudas, sekalipun apa yang ia lakukan terhadap Allah telah ditentukan oleh Allah; bukan berarti bahwa tindakan pengkhianatan Yudas bisa disebut sebagai pekerjaan Allah, tetapi karena Allah membalik pengkhianatan Yudas sedemikian rupa untuk mencapai tujuanNya sendiri.].

2. Ini tidak berarti bahwa Rencana Allah itu tidak baik atau kurang baik! Perhatikan kata-kata ‘adalah lebih baik BAGI ORANG ITU sekiranya ia tidak dilahirkan’.

Jadi, bagi Yudas, adalah lebih baik kalau ia tidak dilahirkan / tidak pernah ada! Ini menunjukkan bahwa Roma 8:28 tidak berlaku untuk orang-orang yang bukan pilihan, dan karena itu jangan menggunakan ayat ini untuk menghibur orang yang belum percaya!

Tetapi bagi Allah dan orang-orang pilihan, jelas lebih baik kalau Yudas lahir, karena tanpa Yudas, penebusan oleh Kristus tidak akan terjadi. Karena itulah maka Allah menentukan / merencanakan kelahiran maupun pengkhianatan Yudas, dan melaksanakan rencana itu!

Bandingkan ini dengan Amsal 16:4 yang mengatakan bahwa orang jahatpun diciptakan oleh Allah untuk tujuan tertentu!

Amsal 16:4 - "TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuatNya untuk hari malapetaka.".

3. Kata-kata ini jelas merupakan peringatan, bahkan ancaman, bagi Yudas! Yudas adalah orang yang menerima banyak hal-hal istimewa yang tidak diterima / dialami oleh orang lain, seperti: bertemu dan ikut Yesus secara langsung, mendengar ajaranNya secara langsung, melihat mujijat-mujijatNya secara langsung, melihat kesucianNya secara langsung dsb. Semua ini seharusnya membuat ia percaya kepada Yesus. Tetapi Yudas bukan saja tidak percaya, tetapi ia bahkan mengkhianati dan menjual Yesus! Kalau kita membandingkan semua ini dengan Lukas 12:47-48, maka terlihat dengan jelas bahwa Yudas akan ‘menerima banyak pukulan’.

4. Kata-kata ini sebetulnya juga berlaku bagi semua orang yang tidak percaya kepada Kristus! Sekalipun tidak semua mereka akan mengalami hukuman seberat hukuman Yudas, tetapi bagaimanapun juga mereka tetap akan masuk ke neraka, yang adalah tempat yang sangat mengerikan, sehingga bagi siapapun yang masuk ke sana, adalah lebih baik kalau ia tidak pernah dilahirkan!

Karena itu, kalau sampai saat ini saudara belum percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan, cepatlah bertobat dan datang kepadaNya!

PENUTUP: 

Kalau saudara mempunyai keluarga / teman yang belum percaya, renungkan: apakah saudara ingin mereka mengalami nasib begitu mengerikan sehingga lebih baik bagi mereka kalau mereka tidak pernah dilahirkan? Kalau saudara tidak ingin hal itu terjadi, banyaklah berdoa untuk pertobatan mereka, dan beritakanlah Injil kepada mereka!  Eksposisi Matius  26:24 (Anak Manusia akan Pergi).

Catatan: Pdt. Budi Asali, M.Div:  meraih gelar Master of Divinity (M.Div) dari Reformed Theological Seminary (RTS), Jackson, Mississippi, United States of America
Next Post Previous Post