2 Korintus 5:14-19: Kasih Kristus, Ciptaan Baru, dan Pendamaian dengan Allah

Pendahuluan
Surat 2 Korintus adalah salah satu surat yang penuh dengan teologi mendalam tentang kasih Kristus, identitas baru dalam Kristus, dan pendamaian antara Allah dan manusia. Dalam 2 Korintus 5:14-19, Rasul Paulus menegaskan bahwa kasih Kristus adalah penggerak utama dalam kehidupan orang percaya, yang membawa mereka menjadi ciptaan baru dan menerima panggilan untuk melayani pendamaian.
Perikop ini sangat penting dalam teologi Reformed, terutama dalam doktrin anugerah keselamatan, regenerasi (kelahiran baru), dan rekonsiliasi antara Allah dan manusia. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi eksposisi ayat ini berdasarkan pemahaman beberapa teolog Reformed, seperti John Calvin, Herman Bavinck, Louis Berkhof, dan Martyn Lloyd-Jones, serta menggali makna teologis dari perikop ini berdasarkan perspektif beberapa ahli teologi lainnya.
Teks 2 Korintus 5:14-19 (AYT)
14 Karena kasih Kristus menguasai kami ketika kami menyimpulkan bahwa jika satu orang mati untuk semua, maka mereka semuanya mati.
15 Dan, Dia mati untuk semua supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk Dia, yang telah mati dan dibangkitkan demi mereka.
16 Karena itu, sejak sekarang kami tidak mengenali seorang pun menurut keadaan lahiriahnya. Meskipun kami pernah mengenal Kristus secara lahiriah, tetapi sekarang kami tidak lagi menilai-Nya seperti itu.
17 Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Hal-hal yang lama sudah berlalu, lihatlah, hal-hal yang baru sudah datang.
18 Semua hal ini adalah dari Allah, yang memperdamaikan kita dengan diri-Nya melalui Kristus dan memberi kita pelayanan pendamaian itu,
19 yaitu dalam Kristus, Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya sendiri, dengan tidak memperhitungkan pelanggaran-pelanggaran mereka atas mereka dan sudah memercayakan berita pendamaian kepada kita.
Dalam ayat ini, ada beberapa poin utama yang perlu kita bahas:
-
Kasih Kristus sebagai dasar kehidupan orang percaya (ayat 14-15)
-
Identitas baru dalam Kristus (ayat 16-17)
-
Pendamaian dengan Allah melalui Kristus (ayat 18-19)
Eksposisi 2 Korintus 5:14-19
1. “Karena kasih Kristus menguasai kami” (2 Korintus 5:14-15)
Paulus menegaskan bahwa kasih Kristus adalah penggerak utama dalam kehidupan orang percaya.
Pandangan John Calvin
John Calvin dalam Commentary on 2 Corinthians menekankan bahwa kasih Kristus adalah kekuatan yang menahan dan mengendalikan hidup orang percaya.
"Kasih Kristus tidak hanya menyelamatkan kita, tetapi juga menahan dan membentuk kita untuk hidup bagi Dia." (Commentary on 2 Corinthians 5:14)
Calvin menjelaskan bahwa orang percaya tidak lagi hidup untuk diri mereka sendiri, tetapi untuk Kristus yang telah mati dan bangkit bagi mereka. Ini adalah panggilan untuk hidup dalam ketaatan dan pengudusan.
Pandangan Herman Bavinck
Herman Bavinck dalam Reformed Dogmatics menjelaskan bahwa kematian Kristus bagi semua orang percaya adalah dasar dari kehidupan baru mereka.
"Kasih Kristus adalah kasih yang efektif; itu bukan hanya kasih yang menawarkan keselamatan, tetapi kasih yang benar-benar membawa pembaruan dalam kehidupan orang percaya." (Reformed Dogmatics, Vol. 3, hlm. 412)
Bavinck menegaskan bahwa kasih Kristus tidak hanya membebaskan kita dari dosa, tetapi juga mengarahkan kita kepada kehidupan yang memuliakan Allah.
2. “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru” (2 Korintus 5:16-17)
Paulus mengajarkan bahwa setiap orang yang ada di dalam Kristus telah menjadi ciptaan baru, di mana kehidupan lamanya telah berlalu dan semua hal menjadi baru.
Pandangan Louis Berkhof
Louis Berkhof dalam Systematic Theology menekankan bahwa ciptaan baru bukan sekadar perubahan moral, tetapi transformasi total yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
"Kelahiran baru adalah tindakan supranatural di mana Allah menciptakan hati yang baru dalam diri orang berdosa, memberikan mereka hidup yang sejati di dalam Kristus." (Systematic Theology, hlm. 470)
Berkhof menekankan bahwa regenerasi (kelahiran baru) adalah pekerjaan Allah, bukan usaha manusia. Ini berarti bahwa keselamatan sepenuhnya adalah anugerah Tuhan.
Pandangan Martyn Lloyd-Jones
Martyn Lloyd-Jones dalam Spiritual Depression menyoroti bahwa banyak orang Kristen tidak menyadari bahwa mereka adalah ciptaan baru, sehingga mereka masih hidup seperti manusia lama.
"Jika kita benar-benar memahami bahwa kita adalah ciptaan baru dalam Kristus, kita tidak akan lagi terikat oleh masa lalu atau dosa-dosa kita yang lama." (Spiritual Depression, hlm. 175)
Ini berarti bahwa orang percaya harus benar-benar hidup dalam identitas baru mereka di dalam Kristus.
3. “Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya melalui Kristus” (2 Korintus 5:18-19)
Paulus menjelaskan bahwa pendamaian dengan Allah adalah pekerjaan sepenuhnya dari Allah, bukan hasil usaha manusia.
Pandangan Jonathan Edwards
Jonathan Edwards dalam Religious Affections menekankan bahwa pendamaian hanya bisa terjadi jika Allah sendiri yang bertindak untuk menghapus permusuhan antara manusia dan Dia.
"Kristus datang bukan untuk sekadar memberi kesempatan bagi manusia untuk berdamai dengan Allah, tetapi untuk secara efektif membawa pendamaian yang sejati." (Religious Affections, hlm. 220)
Edwards menegaskan bahwa pendamaian ini bukan karena usaha manusia, tetapi murni karena kasih dan anugerah Allah.
Pandangan Charles Hodge
Charles Hodge dalam Commentary on 2 Corinthians menegaskan bahwa Allah tidak lagi memperhitungkan dosa-dosa kita karena Kristus telah membayar harga atas semua pelanggaran kita.
"Pendamaian bukanlah tentang usaha manusia untuk mencapai Allah, tetapi tentang Allah yang dengan kasih-Nya mengambil inisiatif untuk mendamaikan kita dengan diri-Nya." (Commentary on 2 Corinthians 5:19)
Hodge menjelaskan bahwa pendamaian ini diberikan kepada orang percaya, dan mereka dipanggil untuk menjadi duta Injil yang memberitakan kabar baik ini kepada dunia.
Makna Teologis
Dari eksposisi di atas, kita dapat mengambil beberapa makna teologis yang penting dari 2 Korintus 5:14-19:
1. Kasih Kristus Mengubah Kehidupan Orang Percaya
-
Kasih Kristus adalah dasar dari kehidupan Kristen.
-
Orang percaya tidak lagi hidup untuk diri mereka sendiri, tetapi untuk Kristus.
2. Identitas Baru dalam Kristus
-
Regenerasi (kelahiran baru) adalah karya Roh Kudus yang mengubah manusia secara total.
-
Orang percaya harus hidup dalam identitas baru mereka sebagai ciptaan baru dalam Kristus.
3. Pendamaian adalah Pekerjaan Allah, Bukan Usaha Manusia
-
Pendamaian dengan Allah adalah hasil dari anugerah-Nya, bukan karena perbuatan baik manusia.
-
Kristus adalah satu-satunya jalan untuk diperdamaikan dengan Allah.
Kesimpulan
2 Korintus 5:14-19 mengajarkan tentang kasih Kristus yang mengubah hidup, identitas baru dalam Kristus, dan pendamaian yang Allah berikan kepada dunia melalui Kristus.
Para teolog Reformed seperti John Calvin, Herman Bavinck, dan Louis Berkhof menegaskan bahwa keselamatan dan pendamaian dengan Allah adalah hasil dari anugerah Tuhan semata, bukan usaha manusia.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup dalam identitas baru kita, mengasihi Kristus lebih dari diri sendiri, dan menjadi duta pendamaian bagi dunia.