2 Korintus 6:1-2: Panggilan untuk Tidak Menyia-nyiakan Anugerah Allah

Pendahuluan
Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus menegaskan pentingnya menanggapi anugerah Allah dengan sungguh-sungguh. Dalam 2 Korintus 6:1-2, Paulus mengutip nubuat Perjanjian Lama untuk menekankan bahwa sekarang adalah waktu yang ditetapkan oleh Allah untuk menerima keselamatan. Ayat ini berbunyi:
"Dan, bekerja bersama dengan Dia, kami juga mendorong kamu agar tidak menerima anugerah Allah dengan sia-sia. Sebab, Dia berfirman: 'Pada waktu Aku berkenan, Aku mendengarmu, dan pada hari keselamatan, Aku menolongmu.' Perhatikanlah, sekarang adalah waktu yang berkenan itu. Perhatikanlah, sekarang adalah hari keselamatan itu." (2 Korintus 6:1-2, AYT)
Ayat ini menyoroti urgensi untuk merespons kasih karunia Allah dengan serius. Dalam artikel ini, kita akan mengeksposisi 2 Korintus 6:1-2 berdasarkan perspektif beberapa teolog Reformed seperti John Calvin, Herman Bavinck, Louis Berkhof, dan lainnya.
1. Konteks 2 Korintus 6:1-2 dalam Surat 2 Korintus
Surat 2 Korintus ditulis oleh Paulus kepada jemaat di Korintus yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk perpecahan, pengaruh ajaran sesat, dan serangan terhadap otoritas kerasulan Paulus.
Pasal 5 sebelumnya membahas tentang rekonsiliasi dengan Allah melalui Kristus (2 Korintus 5:18-21). Lalu, dalam 2 Korintus 6:1-2, Paulus menegaskan bahwa mereka yang telah menerima anugerah keselamatan tidak boleh menyia-nyiakannya, melainkan harus hidup sesuai dengan panggilan Allah.
2. Makna "Jangan Menerima Anugerah Allah dengan Sia-sia"
a. Anugerah Allah sebagai Pemberian yang Berharga (Calvin & Owen)
John Calvin dalam Commentary on 2 Corinthians menekankan bahwa anugerah Allah bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Calvin menjelaskan bahwa ada banyak orang yang mendengar Injil tetapi tidak benar-benar menerimanya dalam hati mereka.
John Owen, seorang teolog Puritan, menambahkan bahwa menerima anugerah Allah dengan sia-sia berarti mengaku percaya tetapi tidak menunjukkan perubahan hidup yang nyata. Anugerah sejati harus membuahkan pertobatan dan ketaatan.
b. Keselamatan adalah Panggilan untuk Hidup Baru (Bavinck & Berkhof)
Herman Bavinck dalam Reformed Dogmatics menekankan bahwa anugerah Allah tidak hanya membebaskan manusia dari hukuman dosa tetapi juga mengubah hidup mereka. Jika seseorang menerima keselamatan tetapi tetap hidup dalam cara lama, mereka menyia-nyiakan anugerah tersebut.
Louis Berkhof dalam Systematic Theology menegaskan bahwa keselamatan melibatkan justifikasi (pembenaran) dan sanctifikasi (pengudusan). Jika seseorang mengaku menerima anugerah tetapi tidak bertumbuh dalam kesalehan, maka mereka tidak benar-benar memahami makna keselamatan.
3. "Sekarang adalah Waktu yang Berkenan, Sekarang adalah Hari Keselamatan"
a. Kutipan dari Yesaya 49:8
Paulus mengutip Yesaya 49:8, yang berbicara tentang Mesias yang akan membawa pemulihan bagi umat Allah. Dalam konteks Perjanjian Baru, ini berarti bahwa kedatangan Kristus telah menggenapi janji tersebut, dan sekarang adalah waktu bagi orang-orang untuk menerima keselamatan.
b. Urgensi untuk Merespons Injil (Jonathan Edwards)
Jonathan Edwards dalam khotbahnya Sinners in the Hands of an Angry God menekankan bahwa waktu keselamatan bukanlah sesuatu yang bisa ditunda. Setiap orang dipanggil untuk bertobat sekarang, karena tidak ada yang tahu kapan kesempatan itu akan berakhir.
c. Keselamatan sebagai Anugerah yang Harus Ditanggapi dengan Iman
John Piper menegaskan bahwa panggilan untuk menerima keselamatan bukan hanya untuk orang-orang yang belum percaya, tetapi juga bagi mereka yang telah menjadi bagian dari gereja. Banyak orang yang "beragama" tetapi belum mengalami transformasi sejati.
4. Eksposisi Berdasarkan Narasi Alkitabiah
a. Keselamatan dalam Yesus Kristus (Efesus 2:8-9)
Keselamatan adalah anugerah yang diberikan oleh Allah, bukan hasil usaha manusia. Paulus mengingatkan bahwa orang percaya harus hidup dalam terang anugerah itu.
b. Kesempatan yang Tidak Bisa Ditunda (Ibrani 3:7-8)
Penulis Ibrani memperingatkan, "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu." Ini menunjukkan bahwa menunda pertobatan adalah tindakan yang berbahaya.
c. Hidup yang Mencerminkan Keselamatan (Filipi 2:12-13)
Paulus menegaskan bahwa keselamatan harus dikerjakan dengan takut dan gentar. Ini berarti bahwa mereka yang telah menerima anugerah Allah harus hidup sesuai dengan panggilan itu.
5. Bahaya Menerima Anugerah dengan Sia-sia
a. Hidup dalam Dosa setelah Mendengar Injil
John Calvin menekankan bahwa ada banyak orang yang mendengar Injil tetapi tetap hidup dalam dosa. Ini adalah tanda bahwa mereka tidak benar-benar memahami anugerah Allah.
b. Sikap Apatis terhadap Keselamatan
Jonathan Edwards memperingatkan bahwa banyak orang berpikir bahwa mereka bisa menerima keselamatan kapan saja, tetapi kenyataannya, hati manusia bisa menjadi semakin keras jika terus menolak panggilan Allah.
c. Kejatuhan Rohani
R.C. Sproul menekankan bahwa seseorang yang menerima anugerah tetapi tetap hidup dalam ketidaktaatan berisiko mengalami kejatuhan rohani yang dalam.
6. Aplikasi Teologis dan Praktis
a. Hidup dalam Iman yang Sejati
Orang percaya harus terus bertumbuh dalam iman dan tidak hanya menjadi pendengar firman, tetapi juga pelaku firman (Yakobus 1:22).
b. Menjangkau Orang yang Belum Diselamatkan
Karena "sekarang adalah hari keselamatan," gereja memiliki tanggung jawab untuk memberitakan Injil dan membawa orang-orang kepada Kristus.
c. Hidup dengan Kesadaran akan Waktu Allah
Paulus mengingatkan bahwa kesempatan untuk menerima keselamatan tidak akan selalu tersedia. Oleh karena itu, kita harus hidup dengan sikap berjaga-jaga.
Kesimpulan
2 Korintus 6:1-2 adalah panggilan serius bagi setiap orang untuk tidak menyia-nyiakan anugerah Allah. Beberapa poin utama yang bisa kita ambil adalah:
-
Anugerah Allah adalah pemberian yang berharga dan harus diterima dengan iman.
-
Sekarang adalah waktu yang diberikan Allah untuk bertobat dan menerima keselamatan.
-
Keselamatan harus diikuti dengan perubahan hidup yang nyata.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk merespons anugerah Allah dengan keseriusan, bertumbuh dalam iman, dan hidup sesuai dengan panggilan-Nya.
Soli Deo Gloria!