2 Petrus 1:2: Anugerah dan Damai Sejahtera dalam Pengenalan akan Allah

Pendahuluan
Surat 2 Petrus adalah salah satu surat dalam Perjanjian Baru yang menekankan pentingnya iman yang benar, pengenalan akan Allah, dan peringatan terhadap ajaran sesat. Salah satu ayat yang penuh dengan makna teologis dalam surat ini adalah 2 Petrus 1:2, yang berbunyi:
“Kiranya anugerah dan damai sejahtera melimpah bagimu dalam pengenalan akan Allah dan Yesus, Tuhan kita.” (2 Petrus 1:2, AYT)
Ayat ini mengandung kebenaran teologis yang sangat mendalam tentang bagaimana kasih karunia dan damai sejahtera berhubungan erat dengan pengenalan akan Allah dan Yesus Kristus. Artikel ini akan mengeksposisi ayat ini berdasarkan pemahaman beberapa ahli teologi Reformed, membahas makna teologisnya, serta menerapkan relevansinya dalam kehidupan Kristen.
Konteks 2 Petrus 1:2
Surat 2 Petrus ditulis oleh Rasul Petrus untuk mendorong orang percaya agar bertumbuh dalam iman yang sejati dan tetap berpegang teguh pada kebenaran. Ayat ini adalah bagian dari salam pembuka surat ini (2 Petrus 1:1-2), yang tidak sekadar menjadi sapaan biasa, tetapi mengandung pesan teologis yang dalam.
Dalam ayat 2 ini, Petrus berdoa agar anugerah (charis) dan damai sejahtera (eirēnē) berlimpah bagi para pembacanya. Namun, ada satu syarat penting: hal ini terjadi melalui pengenalan akan Allah dan Yesus Kristus.
Eksposisi 2 Petrus 1:2
Ayat ini dapat dibedah menjadi tiga bagian utama:
- “Kiranya anugerah dan damai sejahtera melimpah bagimu”
- “Dalam pengenalan akan Allah”
- “Dan Yesus, Tuhan kita”
1. Kiranya Anugerah dan Damai Sejahtera Melimpah Bagimu
Anugerah (Χάρις / Charis)
Dalam konteks Perjanjian Baru, anugerah (Yunani: charis) merujuk pada kasih karunia Allah yang diberikan secara cuma-cuma kepada orang percaya. Ini adalah pemberian Allah yang tidak pantas kita terima tetapi diberikan karena kasih-Nya.
John Calvin dalam Institutes of the Christian Religion menjelaskan bahwa kasih karunia adalah sumber segala berkat rohani, termasuk keselamatan, iman, dan pengudusan. Calvin menegaskan bahwa manusia tidak dapat memperoleh keselamatan melalui usahanya sendiri, tetapi hanya melalui anugerah Allah.
B.B. Warfield juga menekankan bahwa kasih karunia bukan hanya untuk permulaan kehidupan Kristen (yaitu keselamatan), tetapi juga menjadi kekuatan yang memungkinkan orang percaya bertumbuh dalam iman dan kekudusan.
Damai Sejahtera (Εἰρήνη / Eirēnē)
Kata Yunani eirēnē yang diterjemahkan sebagai "damai sejahtera" bukan hanya berarti ketiadaan konflik, tetapi juga menunjuk pada kesejahteraan batin yang mendalam yang berasal dari hubungan yang benar dengan Allah.
Louis Berkhof dalam Systematic Theology menjelaskan bahwa damai sejahtera yang sejati hanya dapat dialami oleh mereka yang telah didamaikan dengan Allah melalui Kristus. Ini sesuai dengan Roma 5:1, yang menyatakan bahwa kita memiliki damai sejahtera dengan Allah melalui iman dalam Yesus Kristus.
Petrus tidak hanya menginginkan agar kasih karunia dan damai sejahtera ini ada dalam hidup orang percaya, tetapi berlimpah dalam hidup mereka. Ini menunjukkan bahwa hidup Kristen seharusnya mengalami peningkatan dalam anugerah dan damai sejahtera seiring pertumbuhan dalam iman.
2. Dalam Pengenalan Akan Allah
Pentingnya Pengenalan Akan Allah
Frasa "dalam pengenalan akan Allah" dalam bahasa Yunani adalah ἐν ἐπιγνώσει τοῦ Θεοῦ (en epignōsei tou Theou). Kata epignōsis menunjukkan pengetahuan yang mendalam dan intim, bukan sekadar informasi intelektual.
R.C. Sproul dalam Knowing God menekankan bahwa pengenalan akan Allah bukan hanya sekadar mengetahui fakta-fakta tentang Allah, tetapi mengalami hubungan pribadi dengan-Nya melalui iman dalam Kristus.
Dalam konteks teologi Reformed, pengenalan akan Allah tidak dapat dicapai oleh manusia melalui usaha sendiri. Calvin dalam Institutes menegaskan bahwa hanya melalui wahyu khusus (Special Revelation), yaitu Kitab Suci dan pekerjaan Roh Kudus, seseorang dapat mengenal Allah dengan benar.
Bagaimana Pengenalan Akan Allah Menghasilkan Anugerah dan Damai Sejahtera?
Dr. Sinclair Ferguson menjelaskan bahwa semakin dalam kita mengenal Allah, semakin kita mengalami:
- Kehidupan yang Dipenuhi Kasih Karunia → Pengenalan akan Allah menumbuhkan ketergantungan pada anugerah-Nya, bukan pada kekuatan sendiri.
- Kedamaian yang Melampaui Akal → Semakin kita mengenal karakter Allah, semakin kita percaya kepada-Nya, dan ini menghasilkan damai sejahtera dalam setiap keadaan.
Paulus juga menegaskan dalam Filipi 4:7 bahwa damai sejahtera Allah melampaui segala akal dan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus.
3. Dan Yesus, Tuhan Kita
Yesus adalah Sumber Pengenalan Akan Allah
Frasa "dan Yesus, Tuhan kita" menunjukkan bahwa pengenalan akan Allah tidak mungkin terjadi tanpa pengenalan akan Yesus Kristus. Yesus adalah perantara antara manusia dan Allah (1 Timotius 2:5).
Herman Bavinck dalam Reformed Dogmatics menegaskan bahwa Kristus adalah penyingkapan sempurna dari Allah, sehingga hanya melalui Dia seseorang dapat mengenal Allah dengan benar (Yohanes 14:6-7).
John Owen juga menekankan bahwa hubungan dengan Kristus adalah dasar dari pengenalan akan Allah. Tanpa iman kepada Kristus, pengenalan akan Allah tidak mungkin terjadi.
Makna Teologis 2 Petrus 1:2
Dari eksposisi di atas, kita dapat menarik beberapa makna teologis penting:
-
Kasih Karunia dan Damai Sejahtera adalah Pemberian Allah
- Ini bukan hasil usaha manusia, tetapi berlimpah bagi mereka yang hidup dalam pengenalan akan Allah dan Kristus.
-
Pengenalan Akan Allah Bukan Sekadar Pengetahuan Intelektual
- Ini adalah hubungan pribadi yang mendalam, yang hanya mungkin terjadi melalui Kristus.
-
Hanya Melalui Kristus Kita Dapat Mengenal Allah
- Yesus adalah wahyu sempurna dari Allah, dan pengenalan akan Dia membawa kehidupan kekal (Yohanes 17:3).
Relevansi 2 Petrus 1:2 dalam Kehidupan Kristen
-
Menjadikan Pengenalan Akan Allah sebagai Prioritas Utama
- Kita harus terus belajar firman Tuhan dan mendekat kepada-Nya dalam doa dan ibadah.
-
Mengandalkan Kasih Karunia Allah dalam Segala Hal
- Keselamatan, pertumbuhan rohani, dan pelayanan kita hanya mungkin terjadi karena kasih karunia-Nya.
-
Hidup dalam Damai Sejahtera di Tengah Tantangan
- Menghadapi kesulitan dengan iman karena kita memiliki damai sejahtera yang berasal dari pengenalan akan Allah.
Kesimpulan
2 Petrus 1:2 adalah ayat yang menekankan bahwa kasih karunia dan damai sejahtera hanya dapat berlimpah dalam hidup orang percaya melalui pengenalan akan Allah dan Yesus Kristus. Dalam teologi Reformed, ayat ini menegaskan pentingnya wahyu khusus, hubungan dengan Kristus, dan anugerah Allah sebagai dasar kehidupan Kristen.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Allah, menikmati kasih karunia-Nya, dan hidup dalam damai sejahtera-Nya setiap hari.