Bagaimana Allah Bisa Tidak Terjangkau tetapi Dapat Dikenal pada Saat yang Sama?

Bagaimana Allah Bisa Tidak Terjangkau tetapi Dapat Dikenal pada Saat yang Sama?

Pendahuluan:

Salah satu misteri terbesar dalam teologi Kristen adalah kenyataan bahwa Allah itu tidak terjangkau (incomprehensible), tetapi pada saat yang sama dapat dikenal (knowable). Dalam teologi Reformed, konsep ini sangat penting karena menunjukkan kebesaran Allah sekaligus kasih karunia-Nya yang memungkinkan manusia mengenal Dia.

Para teolog Reformed seperti John Calvin, Jonathan Edwards, R.C. Sproul, John Piper, dan Wayne Grudem menegaskan bahwa kita tidak akan pernah dapat memahami Allah sepenuhnya, tetapi melalui wahyu-Nya, kita dapat mengenal Dia dengan benar sesuai dengan apa yang Dia nyatakan dalam Alkitab.

Dalam artikel ini, kita akan membahas:

  1. Apa yang Dimaksud dengan Allah Itu Tidak Terjangkau?
  2. Apa yang Dimaksud dengan Allah Itu Dapat Dikenal?
  3. Mengapa Penting untuk Memahami Kedua Aspek Ini?
  4. Bagaimana Teologi Reformed Menjelaskan Ketegangan antara Ketidakterjangkauan dan Pengenalan akan Allah?
  5. Bagaimana Kita Bisa Mengenal Allah dengan Benar dalam Hidup Kita?

1. Apa yang Dimaksud dengan Allah Itu Tidak Terjangkau?

Ketika kita mengatakan bahwa Allah itu tidak terjangkau (incomprehensible), kita tidak bermaksud bahwa Allah sama sekali tidak dapat diketahui, tetapi bahwa manusia tidak akan pernah bisa memahami Allah secara penuh dan sempurna.

Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa pikiran dan rencana Allah melampaui pemahaman manusia:

"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN." (Yesaya 55:8, AYT)

John Calvin, dalam Institutes of the Christian Religion, menegaskan bahwa Allah tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh makhluk ciptaan karena keterbatasan manusia dan kemuliaan Allah yang tak terhingga.

a. Allah Tidak Terbatas, tetapi Manusia Terbatas

Allah adalah Mahakuasa, Mahatahu, dan Mahaada, sedangkan manusia memiliki batasan dalam pengetahuan, waktu, dan ruang.

"Akankah engkau menyelidiki kedalaman Allah? Dapatkah engkau mencapai batas-batas Yang Mahakuasa?" (Ayub 11:7, AYT)

Menurut R.C. Sproul, jika kita bisa memahami Allah sepenuhnya, maka Dia bukanlah Allah yang sejati, melainkan hanya proyeksi dari pikiran manusia.

b. Allah Adalah Roh dan Mahakudus

Allah bukanlah makhluk jasmani seperti manusia, tetapi Ia adalah Roh yang berbeda secara esensi dari ciptaan-Nya.

"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:24, AYT)

Kesucian dan kemuliaan Allah yang tak terbatas membuat manusia tidak mungkin dapat memahami Dia sepenuhnya.

c. Allah Melampaui Pemikiran Manusia

Manusia terbiasa berpikir dalam kategori waktu, ruang, dan sebab akibat, sedangkan Allah berada di luar semua itu.

"Betapa besarnya kebijaksanaan dan pengetahuan Allah! Betapa tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan betapa tak terselami jalan-jalan-Nya!" (Roma 11:33, AYT)

Jonathan Edwards menegaskan bahwa jika manusia bisa memahami Allah sepenuhnya, maka Allah bukanlah Allah yang sejati, tetapi hanyalah ciptaan pikiran manusia.

2. Apa yang Dimaksud dengan Allah Itu Dapat Dikenal?

Meskipun Allah tidak dapat dipahami sepenuhnya, Alkitab juga mengajarkan bahwa Allah tetap dapat dikenal oleh manusia, karena Ia telah menyatakan diri-Nya kepada kita.

Yesus berkata:

"Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa." (Yohanes 14:9, AYT)

Menurut Wayne Grudem, pengenalan akan Allah tidak berarti memahami-Nya secara sempurna, tetapi mengenal-Nya dengan benar melalui wahyu yang Ia berikan.

a. Allah Menyatakan Diri-Nya Melalui Wahyu Umum

Allah telah menyatakan diri-Nya kepada seluruh manusia melalui ciptaan-Nya.

"Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya." (Mazmur 19:1, AYT)

Paulus juga berkata bahwa keberadaan Allah dapat diketahui dari alam semesta:

"Sebab apa yang dapat diketahui tentang Allah nyata bagi mereka, karena Allah telah menyatakannya kepada mereka." (Roma 1:19, AYT)

John Piper menegaskan bahwa keindahan dan keteraturan alam semesta adalah refleksi dari karakter Allah yang dapat dikenali oleh semua orang.

b. Allah Menyatakan Diri-Nya Melalui Firman-Nya

Alkitab adalah wahyu khusus dari Allah yang memungkinkan kita mengenal Dia dengan benar.

"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:16, AYT)

Menurut John Calvin, Alkitab adalah “kacamata” yang memungkinkan kita melihat Allah dengan lebih jelas.

c. Allah Menyatakan Diri-Nya Melalui Yesus Kristus

Yesus adalah puncak dari wahyu Allah.

"Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari segala ciptaan." (Kolose 1:15, AYT)

R.C. Sproul menegaskan bahwa jika kita ingin mengenal Allah, kita harus melihat kepada Kristus, karena Ia adalah wahyu Allah yang sempurna.

3. Mengapa Penting untuk Memahami Kedua Aspek Ini?

Pemahaman bahwa Allah tidak terjangkau tetapi dapat dikenal membantu kita untuk:

  1. Menghormati Allah dalam Kekudusan-Nya

    • Kita tidak boleh meremehkan atau membatasi Allah dengan pemikiran manusiawi.
  2. Menjalani Iman dengan Rendah Hati

    • Kita harus menyadari bahwa kita tidak akan pernah bisa memahami segala sesuatu tentang Allah.
  3. Mencari Allah dengan Kesungguhan

    • Karena Allah telah menyatakan diri-Nya, kita dipanggil untuk mengenal Dia lebih dalam melalui firman-Nya dan hubungan dengan Kristus.

4. Bagaimana Kita Bisa Mengenal Allah dengan Benar dalam Hidup Kita?

Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk mengenal Allah dengan lebih dalam:

a. Berdoa dan Memohon Hikmat dari Roh Kudus

"Jika ada di antara kamu yang kurang hikmat, hendaklah ia meminta kepada Allah." (Yakobus 1:5, AYT)

b. Membaca dan Merenungkan Firman Tuhan Setiap Hari

"Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:2, AYT)

c. Hidup dalam Ketaatan kepada Allah

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-perintah-Ku." (Yohanes 14:15, AYT)

Kesimpulan: Allah Tidak Terjangkau, tetapi Dapat Dikenal

  1. Allah tidak terjangkau karena Dia Mahabesar dan Mahakudus.
  2. Allah dapat dikenal karena Dia menyatakan diri-Nya melalui ciptaan, firman, dan Kristus.
  3. Kita harus menghormati Allah dengan kerendahan hati dan mencari Dia dengan iman yang sungguh-sungguh.

Sebagaimana John Calvin berkata:

"Kita tidak bisa memahami Allah sepenuhnya, tetapi kita bisa mengenal-Nya dengan benar melalui firman-Nya."

Marilah kita hidup dalam pengenalan yang lebih dalam akan Allah, dan percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati!

Next Post Previous Post