Mengapa Kita Harus Memahami Perjanjian untuk Memahami Alkitab?
- 1. Apa Itu Perjanjian dalam Alkitab?
- 2. Mengapa Perjanjian Sangat Penting dalam Teologi Reformed?
- 3. Apa Saja Perjanjian-Penjanjian Utama dalam Alkitab?
- a. Perjanjian Penciptaan (Covenant of Works)
- b. Perjanjian Kasih Karunia (Covenant of Grace)
- c. Perjanjian dengan Nuh (Covenant with Noah)
- d. Perjanjian dengan Abraham (Covenant with Abraham)
- e. Perjanjian dengan Musa (Covenant with Moses)
- f. Perjanjian dengan Daud (Covenant with David)
- g. Perjanjian Baru dalam Kristus (New Covenant in Christ)
- 4. Bagaimana Perjanjian Mempengaruhi Pemahaman Kita tentang Injil?
- 5. Bagaimana Pemahaman tentang Perjanjian Membantu Kita dalam Hidup Kristen?

Pendahuluan:
Salah satu kunci utama dalam memahami Alkitab secara menyeluruh adalah memahami konsep perjanjian yang Allah buat dengan umat-Nya. Teologi perjanjian (Covenant Theology) merupakan salah satu pendekatan dalam teologi Reformed yang menekankan bahwa Allah berinteraksi dengan manusia melalui perjanjian-perjanjian yang telah Dia tetapkan sejak awal sejarah keselamatan.
Para teolog Reformed seperti John Calvin, Jonathan Edwards, R.C. Sproul, John Piper, dan Wayne Grudem menegaskan bahwa tanpa pemahaman yang benar tentang perjanjian-perjanjian Allah, seseorang akan kesulitan memahami bagaimana keselamatan bekerja, bagaimana hubungan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, serta bagaimana rencana Allah bagi dunia ini berkembang dalam sejarah Alkitab.
Dalam artikel ini, kita akan membahas:
- Apa Itu Perjanjian dalam Alkitab?
- Mengapa Perjanjian Sangat Penting dalam Teologi Reformed?
- Apa Saja Perjanjian-Penjanjian Utama dalam Alkitab?
- Bagaimana Perjanjian Mempengaruhi Pemahaman Kita tentang Injil?
- Bagaimana Pemahaman tentang Perjanjian Membantu Kita dalam Hidup Kristen?
1. Apa Itu Perjanjian dalam Alkitab?
Secara sederhana, perjanjian (covenant) adalah perjanjian ilahi yang Allah buat dengan umat-Nya untuk menetapkan hubungan antara Dia dan mereka.
Dalam teologi Reformed, perjanjian bukan hanya sekadar kontrak antara Allah dan manusia, tetapi merupakan cara utama Allah bekerja dalam sejarah untuk menyatakan kehendak-Nya, memberikan janji-janji-Nya, dan menuntut tanggapan dari umat-Nya.
"Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku." (Yeremia 31:33, AYT)
Menurut Wayne Grudem, teologi perjanjian adalah kunci untuk memahami bagaimana Allah menyelamatkan manusia dan bagaimana sejarah keselamatan berkembang dari Kejadian hingga Wahyu.
2. Mengapa Perjanjian Sangat Penting dalam Teologi Reformed?
a. Perjanjian Mengungkapkan Karakter Allah
Melalui perjanjian-perjanjian yang Allah buat, kita dapat melihat kesetiaan, kasih, keadilan, dan kasih karunia Allah.
Menurut John Piper, Allah adalah Pribadi yang berjanji dan selalu menepati janji-Nya. Jika kita memahami bagaimana Allah bekerja melalui perjanjian, kita akan lebih mengenal karakter-Nya.
b. Perjanjian Menghubungkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Banyak orang melihat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai dua bagian yang terpisah, tetapi dalam teologi Reformed, keduanya merupakan satu kesatuan dalam rencana keselamatan Allah.
"Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya." (Matius 5:17, AYT)
Menurut R.C. Sproul, semua perjanjian dalam Perjanjian Lama menunjuk kepada Yesus Kristus dan digenapi dalam Perjanjian Baru.
c. Perjanjian Menjelaskan Cara Allah Menyelamatkan Manusia
Keselamatan bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja, tetapi dirancang oleh Allah sejak kekekalan dan dinyatakan melalui perjanjian-perjanjian-Nya.
Menurut John Calvin, keselamatan kita bukanlah hasil usaha manusia, tetapi merupakan anugerah Allah yang telah dinyatakan melalui perjanjian-perjanjian keselamatan.
3. Apa Saja Perjanjian-Penjanjian Utama dalam Alkitab?
Dalam teologi Reformed, ada beberapa perjanjian utama yang membentuk dasar dari sejarah keselamatan:
a. Perjanjian Penciptaan (Covenant of Works)
- Allah membuat perjanjian dengan Adam sebagai perwakilan manusia di taman Eden.
- Janji: Jika Adam taat, ia akan hidup selamanya.
- Konsekuensi: Jika Adam berdosa, ia akan mati.
- Kejadian 2:16-17 – "Engkau boleh makan dari semua pohon di taman ini, tetapi jangan makan dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat."
Setelah Adam jatuh dalam dosa, Allah memberikan perjanjian baru berdasarkan kasih karunia-Nya.
b. Perjanjian Kasih Karunia (Covenant of Grace)
- Setelah kejatuhan Adam, Allah membuat perjanjian kasih karunia yang menyatakan bahwa keselamatan hanya mungkin terjadi melalui anugerah-Nya.
- Kejadian 3:15 – Allah menjanjikan kedatangan Sang Juruselamat yang akan mengalahkan dosa dan Iblis.
- Perjanjian ini berkembang dalam bentuk perjanjian-perjanjian lebih lanjut, seperti perjanjian dengan Nuh, Abraham, Musa, Daud, dan akhirnya digenapi dalam Kristus.
Menurut Jonathan Edwards, Allah selalu setia pada perjanjian kasih karunia-Nya, meskipun manusia sering gagal mematuhinya.
c. Perjanjian dengan Nuh (Covenant with Noah)
- Kejadian 9:8-17 – Allah berjanji tidak akan lagi menghancurkan dunia dengan air bah.
- Pelangi menjadi tanda perjanjian antara Allah dan umat manusia.
d. Perjanjian dengan Abraham (Covenant with Abraham)
- Kejadian 12:1-3 – Allah berjanji bahwa Abraham akan menjadi bapak banyak bangsa, dan melalui keturunannya, semua bangsa akan diberkati.
- Perjanjian ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya untuk Israel, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain melalui Kristus.
e. Perjanjian dengan Musa (Covenant with Moses)
- Keluaran 19-24 – Allah memberikan hukum Taurat kepada Israel sebagai standar hidup umat-Nya.
- Perjanjian ini menunjukkan bahwa umat Allah dipanggil untuk hidup kudus dan berbeda dari bangsa-bangsa lain.
f. Perjanjian dengan Daud (Covenant with David)
- 2 Samuel 7:12-16 – Allah berjanji bahwa keturunan Daud akan memerintah selamanya.
- Janji ini digenapi dalam Yesus Kristus, Sang Raja yang Kekal.
g. Perjanjian Baru dalam Kristus (New Covenant in Christ)
- Yeremia 31:31-34 – Allah berjanji akan membuat perjanjian baru yang tertulis dalam hati umat-Nya.
- Lukas 22:20 – "Cawan ini adalah perjanjian baru dalam darah-Ku."
- Yesus adalah penggenapan semua perjanjian-perjanjian sebelumnya.
Menurut Wayne Grudem, Perjanjian Baru adalah puncak dari semua perjanjian Allah dan dasar keselamatan kita di dalam Kristus.
4. Bagaimana Perjanjian Mempengaruhi Pemahaman Kita tentang Injil?
- Injil adalah perjanjian kasih karunia Allah yang digenapi dalam Kristus.
- Yesus adalah penggenapan semua janji Allah dalam perjanjian-perjanjian sebelumnya.
- Kita diselamatkan bukan karena usaha kita, tetapi karena kita adalah bagian dari perjanjian kasih karunia Allah dalam Kristus.
5. Bagaimana Pemahaman tentang Perjanjian Membantu Kita dalam Hidup Kristen?
- Kita dapat hidup dalam keyakinan bahwa Allah setia terhadap janji-Nya.
- Kita memahami bahwa keselamatan bukan berdasarkan usaha kita, tetapi karena kasih karunia Allah.
- Kita dipanggil untuk hidup sebagai umat perjanjian yang taat kepada Tuhan.
Sebagaimana John Calvin berkata:
"Seluruh kehidupan Kristen harus dipahami dalam terang perjanjian kasih karunia Allah."
Marilah kita memahami dan hidup dalam janji-janji Allah dalam perjanjian-Nya yang kekal!