Rut 4:1-7: Penebusan oleh Boas sebagai Bayangan Kristus

Rut 4:1-7: Penebusan oleh Boas sebagai Bayangan Kristus

Pendahuluan

Kitab Rut adalah salah satu kitab yang kaya dengan tema penebusan, kasih setia Allah, dan rencana keselamatan-Nya yang sempurna. Dalam Rut 4:1-7, kita melihat bagaimana Boas menebus tanah milik keluarga Elimelekh dan menikahi Rut, yang bukan hanya merupakan tindakan belas kasih, tetapi juga menggambarkan Yesus Kristus sebagai Penebus kita.

“Boas pergi ke pintu gerbang kota, lalu duduk di sana. Lihat, penebus yang dikatakan Boas itu lewat. Karena itu, Boas berkata, ‘Singgahlah, Saudaraku. Duduklah di sini.’ Karena itu, dia singgah dan duduk.” (Rut 4:1, AYT)

Bagian ini merupakan klimaks dari kisah Rut dan Naomi, di mana Boas berperan sebagai go’el (penebus) sesuai dengan hukum penebusan dalam Taurat. Dalam teologi Reformed, konsep penebusan ini berhubungan erat dengan Yesus sebagai Penebus kita yang sempurna, sebagaimana diajarkan oleh John Calvin, R.C. Sproul, Charles Spurgeon, John Piper, dan Herman Bavinck.

I. Konteks Rut 4:1-7

Kitab Rut terjadi pada masa Hakim-Hakim, ketika Israel sering kali berpaling dari Allah dan hidup dalam dosa. Rut, seorang perempuan Moab, memilih untuk mengikuti Naomi ke Betlehem dan percaya kepada Allah Israel.

Pasal 4 merupakan puncak dari kisah ini, di mana Boas mengatur penebusan Rut dan tanah milik Naomi.

Beberapa poin penting dalam konteks ini:

  1. Hukum Penebusan – Dalam Imamat 25:25, hukum Taurat menyatakan bahwa kerabat terdekat berhak menebus tanah yang dijual oleh seorang Israel yang miskin.
  2. Hukum Perkawinan Lewirat – Dalam Ulangan 25:5-10, jika seorang suami meninggal tanpa anak, saudara laki-lakinya atau kerabat terdekat dapat menikahi janda tersebut untuk melanjutkan garis keturunan.
  3. Peran Boas sebagai Penebus – Boas menunjukkan kesetiaan kepada hukum Allah dan kasih kepada Rut, yang akhirnya menjadi nenek moyang Raja Daud dan Yesus Kristus.

II. Eksposisi Rut 4:1-7 dalam Teologi Reformed

1. Boas dan Penebus yang Sah (Rut 4:1-2)

“Boas pergi ke pintu gerbang kota, lalu duduk di sana. Lihat, penebus yang dikatakan Boas itu lewat. Karena itu, Boas berkata, ‘Singgahlah, Saudaraku. Duduklah di sini.’ Karena itu, dia singgah dan duduk.” (Rut 4:1, AYT)

Boas mengambil inisiatif untuk mengurus hak penebusan. Dalam teologi Reformed, ini menggambarkan bagaimana Kristus sebagai Penebus kita datang untuk menyelamatkan kita dengan inisiatif-Nya sendiri.

John Calvin dalam "Commentary on Ruth" menulis:

“Boas menunjukkan bagaimana seorang Penebus sejati bertindak: dengan keteguhan hati dan kesetiaan kepada hukum Allah.”

Kristus juga mengambil inisiatif dalam menebus umat-Nya, sebagaimana dinyatakan dalam Yohanes 10:11:

“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya.”

2. Hak Penebusan dan Tanggung Jawabnya (Rut 4:3-4)

Boas menjelaskan kepada kerabat terdekat bahwa Naomi ingin menjual tanah milik Elimelekh:

“Naomi, yang kembali dari daerah Moab, akan menjual tanah milik saudara kita, Elimelekh.” (Rut 4:3, AYT)

Boas dengan adil menawarkan hak pertama kepada kerabat yang lebih dekat, sesuai dengan hukum Taurat.

Herman Bavinck dalam "Reformed Dogmatics" menulis:

“Allah selalu bertindak dalam keadilan dan belas kasihan. Boas mencerminkan karakter Allah sebagai Penebus yang bertindak sesuai dengan hukum-Nya.”

3. Penolakan Penebus Pertama (Rut 4:5-6)

Saat kerabat itu menyadari bahwa menebus tanah berarti juga menikahi Rut, ia menolak haknya:

“Aku tidak dapat menebusnya untuk diriku sendiri, sebab aku akan merusak milik pusakaku sendiri.” (Rut 4:6, AYT)

Di sini kita melihat bahwa hanya Boas yang bersedia membayar harga untuk menebus Rut. Ini menggambarkan bagaimana Kristus adalah satu-satunya yang layak menebus kita.

R.C. Sproul dalam "The Holiness of God" menulis:

“Hanya Kristus yang memenuhi syarat untuk menjadi Penebus kita, karena hanya Dia yang sempurna dan kudus.”

1 Petrus 1:18-19 menegaskan bahwa kita ditebus bukan dengan emas atau perak, tetapi dengan darah Kristus yang berharga.

4. Pengesahan Penebusan dengan Sandal (Rut 4:7)

“Seorang laki-laki harus melepaskan sandalnya dan memberikannya kepada pihak lain. Inilah cara pengesahan perkara di Israel.” (Rut 4:7, AYT)

Pelepasan sandal merupakan simbol penyerahan hak penebusan kepada orang lain.

Charles Spurgeon dalam khotbahnya menulis:

“Kristus tidak hanya mengambil alih hak penebusan kita, tetapi juga membayar harga tertinggi—nyawa-Nya sendiri.”

Hal ini menegaskan bahwa keselamatan kita telah diteguhkan dan tidak dapat dibatalkan, sebagaimana Yesus berkata dalam Yohanes 19:30:

“Sudah selesai.”

III. Kristus sebagai Penebus Sejati dalam Teologi Reformed

1. Boas sebagai Gambaran Kristus

Boas adalah gambaran Kristus sebagai Penebus kita dalam beberapa aspek:

BoasKristus
Menebus milik Naomi dan RutMenebus umat-Nya dari dosa
Bersedia membayar harga penebusanMengorbankan nyawa-Nya di kayu salib
Bertindak dengan kasih dan kebaikanKasih-Nya sempurna bagi umat-Nya

John Piper dalam "Future Grace" menulis:

“Kristus bukan hanya datang untuk menebus kita, tetapi juga untuk membawa kita ke dalam warisan kekal yang telah Allah tetapkan bagi kita.”

2. Penebusan dalam Teologi Reformed

Dalam teologi Reformed, penebusan bersifat definitif dan efektif (limited atonement).

  • Efesus 1:7 – “Di dalam Dia kita memiliki penebusan melalui darah-Nya.”
  • Roma 8:29-30 – Mereka yang ditebus juga dipilih sejak kekekalan.

Sebagaimana Boas menebus Rut secara pribadi dan spesifik, demikian juga Kristus mati hanya untuk umat pilihan-Nya.

IV. Implikasi Teologis dan Praktis Rut 4:1-7

  1. Keselamatan adalah tindakan anugerah Allah – Kita tidak dapat menebus diri kita sendiri.
  2. Kristus adalah satu-satunya Penebus – Tidak ada jalan lain selain melalui-Nya (Yohanes 14:6).
  3. Penebusan membawa kita ke dalam keluarga Allah – Rut, seorang asing, diterima dalam umat Allah.
  4. Kita dipanggil untuk hidup dalam syukur dan iman – Sebagaimana Rut percaya kepada Boas, kita harus percaya kepada Kristus.

Kesimpulan

  1. Boas adalah gambaran Kristus, Penebus sejati yang membayar harga keselamatan kita.
  2. Kristus menebus kita bukan dengan emas atau perak, tetapi dengan darah-Nya yang berharga.
  3. Penebusan membawa kita ke dalam janji Allah, sebagaimana Rut diterima dalam umat-Nya.

Sebagai orang percaya, apakah kita telah menerima Kristus sebagai satu-satunya Penebus kita? 

"Soli Deo Gloria—Segala kemuliaan hanya bagi Allah."

Next Post Previous Post