Refleksi Reformed tentang Doa Bapa Kami

Refleksi Reformed tentang Doa Bapa Kami

Pendahuluan:

Doa Bapa Kami adalah salah satu bagian paling terkenal dalam Alkitab dan merupakan model doa yang diajarkan langsung oleh Yesus kepada murid-murid-Nya. Tertulis dalam Matius 6:9-13 dan Lukas 11:2-4, doa ini bukan hanya sekadar susunan kata yang dihafalkan, tetapi juga memberikan prinsip-prinsip teologis yang mendalam tentang bagaimana orang percaya harus berdoa.

Dalam tradisi Reformed, Doa Bapa Kami sering kali menjadi objek refleksi teologis yang mendalam. Para teolog seperti Yohanes Calvin, Herman Bavinck, dan R.C. Sproul menekankan bahwa doa ini mencerminkan kedaulatan Allah, kebutuhan manusia, dan bagaimana kita seharusnya hidup sebagai umat-Nya.

Artikel ini akan menggali makna Doa Bapa Kami dalam terang teologi Reformed dan bagaimana doa ini dapat membentuk kehidupan doa kita sehari-hari.

I. Doa Bapa Kami dalam Konteks Teologi Reformed

1. Doa sebagai Bagian dari Relasi Perjanjian dengan Allah

Dalam teologi Reformed, doa dipahami sebagai respons umat Allah terhadap firman-Nya dalam konteks perjanjian. Allah berinisiatif dalam menyatakan diri-Nya kepada manusia, dan manusia merespons dengan doa dan penyembahan.

Herman Bavinck dalam Reformed Dogmatics menjelaskan bahwa Doa Bapa Kami bukan hanya petunjuk tentang bagaimana berdoa, tetapi juga merupakan ekspresi relasi perjanjian antara Allah dan umat-Nya.¹

Ketika kita berdoa "Bapa kami yang di surga," kita mengakui bahwa kita adalah anak-anak Allah berdasarkan perjanjian kasih karunia yang digenapi dalam Kristus.

II. Struktur Doa Bapa Kami: Refleksi Teologi Reformed

Doa Bapa Kami terdiri dari tujuh permohonan yang dapat dibagi menjadi dua bagian utama:

  1. Tiga permohonan pertama berfokus pada kemuliaan Allah

    • "Dikuduskanlah nama-Mu"
    • "Datanglah Kerajaan-Mu"
    • "Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga"
  2. Empat permohonan berikutnya berfokus pada kebutuhan manusia

    • "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya"
    • "Ampunilah kami akan kesalahan kami"
    • "Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan"
    • "Lepaskanlah kami dari yang jahat"

Yohanes Calvin dalam Institutes of the Christian Religion menekankan bahwa urutan doa ini menunjukkan prioritas utama orang percaya: mendahulukan kemuliaan Allah sebelum kebutuhan pribadi.²

III. Refleksi Reformed atas Setiap Bagian Doa Bapa Kami

1. "Bapa Kami yang di Surga" – Doa sebagai Ekspresi Adopsi

Memanggil Allah sebagai "Bapa" adalah sesuatu yang radikal dalam konteks Yudaisme pada zaman Yesus.

Dalam teologi Reformed, ini menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak Allah karena karya Kristus (Roma 8:15-17).

J.I. Packer dalam Knowing God menekankan bahwa pemahaman tentang Allah sebagai Bapa adalah pusat dari kehidupan Kristen.³ Ini berarti bahwa doa bukanlah sekadar kewajiban agama, tetapi adalah komunikasi yang penuh kasih antara anak dan Bapa surgawi.

2. "Dikuduskanlah Nama-Mu" – Mengutamakan Kemuliaan Allah

Permohonan ini mencerminkan prinsip utama dalam teologi Reformed: Soli Deo Gloria – segala sesuatu harus untuk kemuliaan Allah.

R.C. Sproul dalam The Holiness of God menjelaskan bahwa kekudusan Allah adalah atribut-Nya yang paling mendasar.⁴ Ketika kita berdoa agar nama Allah dikuduskan, kita meminta agar semua orang menghormati dan memuliakan Dia sebagaimana seharusnya.

3. "Datanglah Kerajaan-Mu" – Doa bagi Pemerintahan Kristus

Kerajaan Allah adalah tema sentral dalam Alkitab. Dalam teologi Reformed, kerajaan Allah mencakup pemerintahan Kristus atas segala sesuatu.

Abraham Kuyper pernah berkata:

"Di seluruh alam semesta ini, tidak ada satu inci pun di mana Kristus tidak berkata, ‘Itu milik-Ku!’"⁵

Ketika kita berdoa "Datanglah Kerajaan-Mu," kita memohon agar pemerintahan Kristus semakin nyata di dunia ini, baik dalam gereja, masyarakat, maupun dalam hati setiap orang percaya.

4. "Jadilah Kehendak-Mu di Bumi seperti di Surga" – Kedaulatan Allah dalam Sejarah

Doa ini mencerminkan prinsip utama dalam teologi Reformed: kedaulatan Allah atas segala sesuatu.

John Frame dalam The Doctrine of God menekankan bahwa Allah mengendalikan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.⁶ Berdoa agar kehendak Allah terjadi berarti menyerahkan diri sepenuhnya kepada rencana-Nya yang sempurna.

5. "Berikanlah Kami pada Hari Ini Makanan Kami yang Secukupnya" – Ketergantungan pada Pemeliharaan Allah

Permohonan ini mengajarkan kita untuk hidup dalam ketergantungan pada Allah setiap hari.

Menurut Thomas Watson, seorang teolog Puritan, permohonan ini juga menunjukkan bahwa kita harus bersyukur dan tidak serakah.⁷

Ini selaras dengan ajaran Paulus dalam 1 Timotius 6:6:

"Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar." (AYT)

6. "Ampunilah Kami akan Kesalahan Kami" – Anugerah dan Pengampunan

Doktrin keselamatan dalam teologi Reformed sangat menekankan bahwa manusia hanya dapat diselamatkan oleh anugerah Allah.

Dalam Redemption Accomplished and Applied, John Murray menekankan bahwa pengampunan dosa bukanlah sesuatu yang bisa kita peroleh melalui usaha sendiri, tetapi diberikan kepada kita melalui pengorbanan Kristus.⁸

Ketika kita berdoa meminta pengampunan, kita tidak hanya mengakui dosa kita, tetapi juga bersandar pada anugerah Allah yang besar.

7. "Janganlah Membawa Kami ke dalam Pencobaan" – Doa bagi Perlindungan Allah

Doa ini tidak berarti bahwa Allah mencobai manusia (Yakobus 1:13), tetapi bahwa kita memohon agar Allah memberi kekuatan bagi kita untuk melawan godaan dosa.

Dalam Spiritual Disciplines for the Christian Life, Donald Whitney menjelaskan bahwa doa ini mengingatkan kita bahwa kita tidak bisa menang melawan dosa dengan kekuatan sendiri.⁹

8. "Lepaskanlah Kami dari yang Jahat" – Perlindungan dari Iblis

Permohonan terakhir ini mengakui bahwa kita hidup di dunia yang penuh kejahatan, dan kita membutuhkan perlindungan Allah.

Menurut Martin Luther, doa ini juga mengingatkan kita akan kemenangan akhir Kristus atas kejahatan di akhir zaman.¹⁰

IV. Kesimpulan: Doa Bapa Kami sebagai Panduan Hidup

Doa Bapa Kami bukan hanya doa yang dihafalkan, tetapi juga merupakan pedoman teologis yang mencerminkan prinsip-prinsip utama dalam teologi Reformed:

  1. Allah yang Berdaulat – Tuhan memerintah atas segala sesuatu.
  2. Anugerah Allah – Kita diselamatkan oleh kasih karunia-Nya.
  3. Kehidupan dalam Kekudusan – Hidup kita harus mencerminkan kemuliaan Allah.
  4. Ketergantungan kepada Allah – Kita bergantung kepada-Nya dalam segala hal.

Dengan memahami Doa Bapa Kami dalam terang teologi Reformed, kita dapat lebih menghargai kedalaman dan kekayaan doa ini, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Soli Deo Gloria!

Next Post Previous Post