Yohanes 14:26: Peran Roh Kudus sebagai Penghibur dan Pengajar

Pendahuluan
Salah satu janji terbesar yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya sebelum kematian-Nya adalah datangnya Roh Kudus sebagai Penolong. Yohanes 14:26 menegaskan bahwa Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan mereka akan semua yang telah Yesus ajarkan.
“Akan tetapi, Penolong itu, yaitu Roh Kudus, yang akan Bapa utus dalam nama-Ku, Dia akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu, dan akan mengingatkanmu pada semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26, AYT)
Ayat ini memiliki makna teologis yang mendalam dalam teologi Reformed, khususnya dalam hal doktrin Roh Kudus (Pneumatologi), peranan Roh Kudus dalam wahyu dan iluminasi, serta jaminan bimbingan bagi orang percaya.
Artikel ini akan mengupas eksposisi Yohanes 14:26 berdasarkan pandangan para teolog Reformed seperti John Calvin, R.C. Sproul, Charles Spurgeon, John Piper, dan Herman Bavinck.
I. Konteks Yohanes 14:26
Yohanes 14 merupakan bagian dari "Amanat Perpisahan" Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum Ia ditangkap dan disalibkan.
Di dalam pasal ini, Yesus:
-
Meneguhkan murid-murid-Nya – "Jangan gelisah hatimu" (Yohanes 14:1).
-
Menegaskan identitas-Nya – "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup" (Yohanes 14:6).
-
Menjanjikan Roh Kudus sebagai Penolong dan Pengajar (Yohanes 14:16-17, 26).
Ayat 26 adalah bagian penting dari janji ini, yang menegaskan bahwa Roh Kudus akan diutus oleh Bapa untuk mengajarkan dan mengingatkan mereka tentang semua ajaran Kristus.
II. Eksposisi Yohanes 14:26 dalam Teologi Reformed
1. “Penolong itu, yaitu Roh Kudus”
a. Makna "Penolong" (Paraklētos)
Kata Yunani yang digunakan untuk "Penolong" adalah παράκλητος (Paraklētos), yang berarti:
-
Penghibur (Comforter) – Memberi penguatan bagi orang percaya.
-
Penasihat (Counselor) – Membimbing dalam kebenaran.
-
Pembela (Advocate) – Bertindak sebagai perantara dan pembela bagi umat Allah.
John Calvin dalam "Institutes of the Christian Religion" menulis:
“Roh Kudus bukan hanya sekadar kekuatan ilahi yang tidak personal, tetapi adalah pribadi ketiga dari Tritunggal yang tinggal dalam hati orang percaya untuk membimbing dan mengajar mereka dalam segala kebenaran.”
Doktrin Reformed menegaskan bahwa Roh Kudus adalah Allah yang sejati, yang bekerja dalam kehidupan orang percaya dan gereja.
b. Roh Kudus sebagai Pribadi dalam Tritunggal
-
Matius 28:19 – Roh Kudus disebut bersama Bapa dan Anak dalam Amanat Agung.
-
Kisah Para Rasul 5:3-4 – Kebohongan terhadap Roh Kudus sama dengan berbohong kepada Allah.
Herman Bavinck dalam "Reformed Dogmatics" menegaskan bahwa:
“Roh Kudus memiliki kepribadian, bukan hanya kuasa. Ia memiliki kehendak, berbicara, membimbing, dan menghibur umat Allah.”
2. "Yang akan Bapa utus dalam nama-Ku"
a. Roh Kudus Diutus oleh Bapa dalam Nama Kristus
-
Yohanes 15:26 – "Apabila Penghibur itu datang, yang akan Kuutus dari Bapa."
-
Yohanes 16:7 – Yesus berkata bahwa kepergian-Nya akan membawa kedatangan Roh Kudus.
Pengutusan Roh Kudus oleh Bapa menegaskan hubungan Tritunggal yang erat.
R.C. Sproul dalam "The Mystery of the Holy Spirit" menulis:
“Roh Kudus tidak bekerja secara terpisah dari Kristus, tetapi datang dalam nama-Nya untuk melanjutkan karya-Nya di dunia.”
3. "Dia akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu"
a. Roh Kudus Sebagai Pengajar Kebenaran
-
Yohanes 16:13 – "Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran."
-
1 Korintus 2:10-12 – Roh Kudus menyelidiki hal-hal yang dalam dari Allah.
Roh Kudus membuka pengertian murid-murid terhadap ajaran Kristus dan kebenaran Allah.
John Piper dalam "The Pleasures of God" menulis:
“Tanpa pekerjaan Roh Kudus, manusia tidak bisa memahami atau menerima hal-hal dari Allah.”
Efesus 1:17-18 menyatakan bahwa hikmat dan pewahyuan datang dari Roh Kudus.
4. "Dan akan mengingatkanmu pada semua yang telah Kukatakan kepadamu"
a. Roh Kudus sebagai Pengingat Firman Tuhan
Roh Kudus bekerja untuk mengingatkan orang percaya akan firman Kristus.
-
Matius 10:19-20 – Roh Kudus memberi hikmat kepada para murid saat menghadapi penganiayaan.
-
2 Timotius 3:16 – Seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh Allah.
Charles Spurgeon dalam khotbahnya "The Work of the Holy Spirit" berkata:
“Tanpa Roh Kudus, kita tidak dapat memahami atau mengingat kebenaran Tuhan. Dialah yang membawa firman Allah hidup dalam hati kita.”
III. Implikasi Teologis dan Praktis Yohanes 14:26
1. Roh Kudus adalah Guru dan Pembimbing dalam Kebenaran
-
Roma 8:14 – Orang yang dipimpin oleh Roh adalah anak-anak Allah.
-
Galatia 5:16 – Hiduplah dalam pimpinan Roh, bukan dalam kedagingan.
Sebagai orang percaya, kita harus mengandalkan Roh Kudus untuk memahami Firman Tuhan dan menjalani hidup yang benar.
2. Roh Kudus Memberikan Pemahaman tentang Firman Tuhan
-
1 Yohanes 2:27 – Pengurapan dari Roh mengajarkan kita segala sesuatu.
-
Mazmur 119:18 – "Bukalah mataku supaya aku melihat keajaiban Taurat-Mu."
Tanpa Roh Kudus, pengenalan kita akan Firman Tuhan akan dangkal dan intelektual belaka.
3. Roh Kudus Menguatkan dan Menghibur Orang Percaya
-
2 Korintus 1:3-4 – Allah adalah Bapa segala penghiburan.
-
Filipi 4:7 – Damai sejahtera Allah yang melampaui akal menjaga hati kita.
Dalam penderitaan dan pencobaan, Roh Kudus adalah sumber kekuatan dan penghiburan kita.
Kesimpulan
-
Roh Kudus adalah Pribadi Allah yang diutus oleh Bapa dalam nama Kristus.
-
Dia mengajarkan, membimbing, dan mengingatkan kita akan kebenaran Firman Tuhan.
-
Roh Kudus memperbarui hati, menguatkan, dan memberi damai bagi orang percaya.
-
Hidup Kristen harus bergantung pada pimpinan Roh Kudus setiap hari.
Sebagai orang percaya, apakah kita sudah hidup dalam bimbingan Roh Kudus dan membiarkan Dia mengajarkan kita kebenaran?
"Soli Deo Gloria—Segala kemuliaan hanya bagi Allah."