8 Perbedaan Utama antara Katolik dan Protestan

8 Perbedaan Utama antara Katolik dan Protestan

Pendahuluan: Mengapa Perbedaan Ini Penting Dipahami?

Perbedaan antara Katolik Roma dan Protestan bukan hanya soal sejarah atau gaya ibadah. Ia adalah hasil dari perbedaan mendasar dalam hal otoritas, keselamatan, dan pemahaman iman Kristen secara menyeluruh. Meskipun keduanya sama-sama mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, pendekatan mereka terhadap Alkitab, anugerah, gereja, dan sakramen sangat berbeda.

Bagi teologi Reformed, memahami perbedaan ini sangat penting. Bukan untuk membangkitkan konflik, tetapi agar iman kita berakar kuat pada kebenaran Alkitab, dan supaya kita dapat memberi pertanggungjawaban dengan lemah lembut namun tegas (1 Petrus 3:15).

Dalam artikel ini, kita akan membahas 8 perbedaan utama antara Katolik dan Protestan, khususnya dari sudut pandang teologi Reformed, serta didukung oleh pemikiran dari para tokoh Reformed seperti John Calvin, Martin Luther, R.C. Sproul, Michael Horton, dan James White.

1. Otoritas Tertinggi: Alkitab vs. Tradisi dan Magisterium

Katolik: Alkitab + Tradisi Suci + Magisterium (Otoritas Gereja)

Gereja Katolik percaya bahwa otoritas tertinggi berasal dari kitab suci, ditambah dengan Tradisi Suci dan ajaran resmi Gereja (Magisterium) yang dipimpin oleh Paus dan para uskup.

Protestan: Sola Scriptura – Alkitab Saja

Teologi Reformed menekankan prinsip Sola Scriptura, yaitu bahwa hanya Alkitab yang merupakan otoritas tertinggi dalam doktrin dan kehidupan Kristen.

John Calvin menegaskan:

“Tidak ada firman lain selain yang dinyatakan dalam Kitab Suci yang dapat mengikat hati nurani orang percaya.”

R.C. Sproul menambahkan:

“Alkitab adalah satu-satunya sumber infalibel yang telah Allah berikan kepada gereja-Nya.”

2. Jalan Keselamatan: Anugerah + Usaha vs. Anugerah Saja Melalui Iman

Katolik: Iman + Perbuatan + Sakramen = Keselamatan

Menurut Gereja Katolik, keselamatan diperoleh melalui iman, perbuatan baik, dan partisipasi dalam sakramen-sakramen Gereja (seperti baptisan, pengakuan dosa, Ekaristi).

Protestan: Sola Fide – Iman Saja

Teologi Reformed menekankan bahwa manusia diselamatkan hanya oleh anugerah, melalui iman saja, dalam Kristus saja—bukan karena usaha atau jasa manusia.

Martin Luther menyatakan:

“Pembenaran oleh iman adalah artikel di mana gereja berdiri atau jatuh.”

Michael Horton menjelaskan:

“Jika keselamatan melibatkan sedikit saja peran dari kita, maka itu bukan lagi anugerah.”

3. Peran Gereja: Mediator vs. Komunitas yang Diselamatkan

Katolik: Gereja sebagai Mediator Keselamatan

Gereja dipandang sebagai media keselamatan, tempat di mana anugerah Allah disalurkan melalui sakramen-sakramen yang diatur oleh para imam.

Protestan: Kristus Saja sebagai Pengantara

Teologi Reformed menekankan bahwa gereja adalah tubuh Kristus, tetapi bukan perantara keselamatan. Hanya Kristus yang menjadi Satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia (1 Timotius 2:5).

4. Pandangan tentang Sakramen: 7 vs. 2

Katolik: 7 Sakramen

Gereja Katolik mengakui tujuh sakramen: baptisan, Ekaristi, pengakuan dosa, penguatan (konfirmasi), pernikahan, imamat, dan pengurapan orang sakit.

Protestan: 2 Sakramen

Teologi Reformed mengakui hanya dua sakramen yang diperintahkan langsung oleh Kristus, yaitu baptisan dan Perjamuan Kudus.

John Calvin dalam Institutes menyatakan:

“Sakramen adalah tanda lahiriah dari anugerah batin yang ditetapkan oleh Kristus sendiri.”

5. Doktrin Pembenaran: Infused vs. Imputed Righteousness

Katolik: Pembenaran sebagai Proses

Gereja Katolik percaya bahwa pembenaran adalah proses internal, di mana Allah menuangkan kasih karunia (infused grace) dan manusia bekerja sama untuk menjadi benar.

Protestan: Pembenaran sebagai Deklarasi

Dalam teologi Reformed, pembenaran adalah tindakan hukum Allah yang mendeklarasikan orang berdosa benar, bukan karena kebenarannya sendiri, tetapi karena kebenaran Kristus yang diperhitungkan kepadanya (imputed righteousness).

R.C. Sproul menjelaskan:

“Inti dari Injil adalah bahwa kita dibenarkan oleh kebenaran Kristus, bukan kebenaran kita sendiri.”

6. Pengampunan Dosa: Pengakuan kepada Imam vs. Langsung kepada Allah

Katolik: Pengampunan melalui Sakramen Tobat

Dalam Katolik, dosa diampuni melalui sakramen tobat yang mencakup pengakuan dosa kepada imam, penyesalan, dan tindakan silih.

Protestan: Pengampunan oleh Iman dan Anugerah

Teologi Reformed menekankan bahwa pengampunan dosa diperoleh langsung dari Allah melalui pertobatan dan iman kepada Kristus.

“Jika kita mengaku dosa kita, Ia setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita.” (1 Yohanes 1:9)

James White mengatakan:

“Tidak ada perantara lain yang dibutuhkan antara kita dan Allah selain Kristus.”

7. Otoritas Paus dan Tradisi Apostolik

Katolik: Paus sebagai Wakil Kristus

Katolik Roma percaya bahwa Paus memiliki otoritas tertinggi sebagai penerus Rasul Petrus dan dapat berbicara “tidak mungkin salah” (ex cathedra) dalam urusan iman dan moral.

Protestan: Kristus sebagai Kepala Gereja

Teologi Reformed menolak otoritas paus dan menyatakan bahwa Kristus adalah satu-satunya Kepala Gereja, dan semua pengajaran harus tunduk pada otoritas Alkitab.

John Calvin menulis:

“Mereka yang mengangkat manusia sebagai penguasa tertinggi gereja telah menggantikan Kristus dengan manusia berdosa.”

8. Doktrin Tentang Maria dan Para Kudus

Katolik: Venerasi kepada Maria dan Doa kepada Orang Kudus

Gereja Katolik menghormati Maria sebagai Bunda Allah, percaya ia tanpa dosa (immaculate conception), dan memohon syafaatnya bersama para kudus lainnya.

Protestan: Hanya Kristus sebagai Pengantara

Teologi Reformed menolak semua bentuk doa kepada Maria atau orang kudus, karena hanya Kristus yang dapat menjadi pengantara antara Allah dan manusia.

R.C. Sproul menyatakan:

“Mendoakan melalui para kudus bukan hanya tidak alkitabiah, tetapi berbahaya, karena mengalihkan perhatian dari Kristus.”

Kesimpulan: Mengapa Ini Penting bagi Orang Kristen?

Memahami perbedaan antara Katolik dan Protestan bukanlah soal konflik, tetapi soal pengakuan terhadap kebenaran Injil. Teologi Reformed memanggil orang percaya untuk:

  • Kembali kepada otoritas Alkitab

  • Memegang anugerah keselamatan yang murni

  • Mengakui Kristus sebagai pusat dan satu-satunya pengantara

  • Menyembah Allah dalam roh dan kebenaran

Yesus berkata:

“Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32)

Next Post Previous Post