Hidup atau Mati: Wahyu 3:1

Hidup atau Mati: Wahyu 3:1

Pendahuluan

Salah satu pertanyaan paling mendalam dan menentukan dalam hidup manusia bukanlah tentang kondisi fisik, tetapi kondisi rohani:
Apakah aku hidup, atau mati?

Pertanyaan ini bersumber dari banyak bagian dalam Alkitab, tetapi secara tegas muncul dalam Wahyu 3:1, ketika Yesus berkata kepada jemaat di Sardis:

“Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati.” (AYT)

Pernyataan ini mengguncang. Ada orang atau gereja yang tampaknya hidup, namun mati secara rohani. Sebaliknya, ada juga yang tampak lemah, namun hidup di dalam Kristus. Artikel ini akan membedah tema “Alive or Dead” dalam terang teologi Reformed, mengulas apa artinya hidup secara rohani, apa yang dimaksud dengan kematian rohani, serta bagaimana Injil membawa orang mati kepada kehidupan yang sejati.

I. Konteks Alkitabiah: Jemaat Sardis

Yesus menyampaikan peringatan kepada gereja di Sardis karena mereka memiliki reputasi hidup, tetapi sesungguhnya mati.

1. Kekristenan Tanpa Kehidupan

Gereja Sardis dikenal aktif dan berpengaruh secara sosial. Namun aktivitas bukan bukti kehidupan rohani. Yang penting adalah hubungan sejati dengan Kristus.

Dalam konteks ini, hidup atau mati bukan tentang keberadaan tubuh, melainkan keadaan jiwa.

II. Definisi Hidup dan Mati secara Teologis

1. Mati Rohani: Kondisi Alami Manusia Berdosa

Teologi Reformed mengajarkan bahwa setiap manusia secara alami mati dalam dosa sejak kejatuhan Adam.
Efesus 2:1 menyatakan:

“Kamu dahulu mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.”

John Calvin: Mati berarti terpisah dari Allah

“Manusia, setelah jatuh dalam dosa, tidak hanya terluka, tetapi mati — tak mampu menjangkau Allah kecuali oleh kasih karunia.”
Institutes of the Christian Religion

2. Hidup Rohani: Dihidupkan oleh Kristus

Sebaliknya, hidup rohani adalah hasil dari regenerasi (kelahiran baru) oleh Roh Kudus. Ini bukan hasil usaha manusia, tetapi karya Allah sepenuhnya.

III. Total Depravity: Kematian Total dalam Dosa

1. Kematian bukan Sekadar Lemah, tetapi Mati Total

Salah satu dari lima doktrin utama teologi Reformed adalah Total Depravity, yang menyatakan bahwa manusia tidak hanya berdosa sebagian, tetapi sepenuhnya rusak dan mati secara rohani.

R.C. Sproul: Bukan Sakit, tetapi Mati

“Orang berdosa tidak seperti pasien yang sakit perlu bantuan. Ia seperti mayat rohani, perlu dihidupkan.”
Chosen by God

Konsep ini menolak gagasan bahwa manusia bisa mencari Allah tanpa anugerah-Nya. Hanya Roh Kudus yang dapat menghidupkan yang mati.

IV. Regenerasi: Dari Mati Menjadi Hidup

1. Pekerjaan Roh Kudus

Teologi Reformed menekankan bahwa hidup rohani dimulai dari pekerjaan Roh Kudus, bukan dari keputusan manusia.

John Piper: Hidup Baru Datang dari Allah

“Kita dilahirkan kembali, bukan oleh kehendak kita, tetapi oleh kehendak Allah. Kelahiran baru mendahului iman.”

Inilah dasar dari monergisme, yaitu keselamatan sebagai karya Allah sepenuhnya, bukan sinergi antara kehendak manusia dan Allah.

V. Tanda Orang yang Hidup dan Mati Secara Rohani

1. Ciri Orang Mati Rohani

  • Tidak memiliki kasih sejati kepada Allah

  • Tidak haus akan firman

  • Tidak tertarik dalam kekudusan

  • Aktif secara keagamaan, namun kosong secara spiritual

  • Hidup dalam dosa tanpa pertobatan

Spurgeon: Gereja yang Mati Masih Bisa Penuh Aktivitas

“Kekristenan palsu adalah seperti kerangka mayat: bentuknya ada, tapi kehidupan tidak.”

2. Ciri Orang yang Hidup secara Rohani

  • Mencintai firman Tuhan dan doa

  • Bertumbuh dalam kekudusan

  • Menyadari dosanya dan hidup dalam pertobatan

  • Mencari kehendak Allah lebih dari kehendak diri sendiri

  • Berbuah dalam pelayanan dan kasih

VI. Bahaya Memiliki Reputasi “Hidup” tetapi Sebenarnya “Mati”

1. Hidup dalam Kepura-puraan

Wahyu 3:1 adalah peringatan bahwa penampilan luar bukan jaminan keselamatan. Gereja atau individu bisa tampak hidup di mata manusia, tapi mati di mata Tuhan.

Martyn Lloyd-Jones: Penipuan Rohani

“Tidak ada yang lebih menakutkan daripada berpikir kita hidup secara rohani, padahal kita mati.”

VII. Hidup dalam Kristus: Union with Christ

1. Kristus adalah Hidup Kita

Kolose 3:4 berkata:

“Kristus adalah hidupmu.”

Teologi Reformed sangat menekankan kesatuan orang percaya dengan Kristus (union with Christ). Artinya, hidup kita bukan lagi milik kita, tetapi milik Kristus.

2. Kematian Diri, Kebangkitan dalam Kristus

Galatia 2:20 berkata:

“Aku telah disalibkan bersama Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”

Ini adalah identitas sejati orang percaya: hidup oleh dan dalam Kristus.

VIII. Bagaimana Menghidupi Hidup yang Sejati

1. Melalui Injil Setiap Hari

Orang percaya tidak hidup dari kekuatannya, tetapi dari Injil yang terus diperbarui. Kematian Kristus adalah dasar pengampunan, dan kebangkitan-Nya adalah jaminan kehidupan kita.

R.C. Sproul: Injil bukan hanya pintu masuk, tetapi fondasi kehidupan

“Setiap hari, kita butuh Injil untuk mengingatkan siapa kita dan dari mana kekuatan kita berasal.”

IX. Aplikasi Pribadi dan Komunal

1. Evaluasi Diri: Apakah Aku Hidup atau Mati?

2 Korintus 13:5 berkata:

“Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman.”

Teologi Reformed mendorong introspeksi: apakah hidup kita hanya ritual, atau benar-benar berasal dari relasi dengan Kristus?

2. Gereja yang Hidup: Bertobat dan Bangkit

Wahyu 3:2-3 memberi solusi:

“Bangunlah dan kuatkanlah apa yang masih tinggal... Ingatlah bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya... dan bertobatlah!”

John Calvin: Gereja hidup karena Firman dan Roh Kudus

“Tidak ada kehidupan sejati tanpa Firman Allah yang diberitakan dan Roh yang bekerja.”

X. Penutup: Hanya Ada Dua Keadaan

Akhirnya, pertanyaannya tetap sederhana namun menentukan:

Apakah aku hidup, atau mati?

Dalam terang teologi Reformed, tidak ada jalan tengah. Kita semua berada dalam satu dari dua kondisi:

  • Mati dalam dosa, atau

  • Hidup dalam Kristus

Namun, kabar baiknya adalah:

Yesus datang bukan untuk memperbaiki orang mati, tetapi menghidupkan mereka.
“Akulah kebangkitan dan hidup...” (Yohanes 11:25)

Akhir Kata

Hidup atau mati bukan sekadar status biologis, tapi realitas rohani yang menentukan kekekalan. Teologi Reformed mengajak kita merenungkan kebenaran ini secara serius. Jangan puas dengan reputasi rohani. Carilah kehidupan sejati dalam Kristus.

"Bangunlah, hai kamu yang tidur, dan bangkitlah dari antara orang mati, dan Kristus akan bercahaya atasmu!" (Efesus 5:14)

Next Post Previous Post