Struktur Kisah Penebusan
.jpg)
Pendahuluan: Kisah Terbesar Sepanjang Masa
Setiap manusia hidup dalam sebuah kisah. Namun, menurut Alkitab, ada satu kisah besar yang meliputi seluruh sejarah dunia—kisah tentang Allah yang mencipta, menyelamatkan, dan memulihkan manusia dan ciptaan-Nya:
Kisah Penebusan.
Dari Kejadian hingga Wahyu, Alkitab menyajikan narasi ilahi tentang Allah yang berkarya untuk menebus umat-Nya yang jatuh dalam dosa, dan membawa mereka kembali kepada-Nya. Dalam teologi Reformed, kisah ini dilihat sebagai rencana Allah yang berdaulat, penuh anugerah, dan pasti digenapi, yang disebut sebagai “redemptive history” (sejarah penebusan).
Artikel ini membahas secara mendalam struktur kisah penebusan, tokoh sentralnya, kehancuran manusia, karya keselamatan, serta aplikasinya bagi hidup orang percaya—berdasarkan sudut pandang teologi Reformed dan para teolognya.
I. Awal dari Segalanya: Penciptaan yang Baik
1. Allah Mencipta dengan Maksud yang Kudus
Dalam Kejadian 1–2, Allah mencipta dunia dan manusia dalam kesempurnaan dan kebaikan. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk memuliakan Dia dan menikmati-Nya selamanya (Westminster Shorter Catechism, Q1).
John Calvin: Dunia adalah Panggung Kemuliaan Allah
“Seluruh ciptaan adalah cermin kemuliaan-Nya, dan manusia adalah makhluk yang diberi keistimewaan untuk mencerminkan gambar-Nya.”
Allah bukan mencipta secara acak, tetapi dengan tujuan yang penuh kasih dan keadilan.
II. Kejatuhan: Dosa Masuk ke Dalam Dunia
1. Manusia Jatuh dalam Dosa
Kejadian 3 mencatat pemberontakan manusia terhadap Allah, dan akibatnya adalah kematian rohani, fisik, dan keterasingan dari Allah. Dunia yang baik menjadi rusak.
Total Depravity: Kerusakan Total Akibat Dosa
Teologi Reformed mengajarkan bahwa setelah kejatuhan, seluruh aspek manusia dirusak oleh dosa: pikiran, kehendak, perasaan, dan tubuh. Manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.
R.C. Sproul: Ini Bukan Kesalahan Ringan, tapi Pemberontakan
“Manusia tidak hanya membuat kesalahan, ia memproklamirkan perang terhadap Allah yang kudus.”
III. Janji Penebusan: Kabar Baik yang Pertama
1. Injil Pertama (Proto-Evangelion)
Di tengah hukuman, Allah memberikan janji penebusan pertama dalam Kejadian 3:15:
“Keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular...”
Ini adalah nubuatan tentang Kristus, yang akan datang untuk menghancurkan kuasa dosa dan Iblis.
Jonathan Edwards: Injil Sudah Dinyatakan di Eden
“Kristus mulai dikerjakan sejak kejatuhan pertama manusia, dan janji itu menjadi dasar bagi seluruh Perjanjian Lama.”
IV. Penebusan yang Dijanjikan dalam Perjanjian Lama
1. Allah Memilih Umat-Nya
Mulai dari Nuh, Abraham, Musa, dan Daud, Allah bekerja melalui perjanjian (covenant) untuk menyatakan kasih karunia-Nya dan menyiapkan jalan bagi Sang Penebus.
Teologi Perjanjian dalam Tradisi Reformed
Teologi Reformed memahami bahwa Allah bekerja melalui Perjanjian Anugerah (Covenant of Grace), yaitu relasi anugerah antara Allah dan umat pilihan-Nya, berdasarkan janji akan Kristus.
Martyn Lloyd-Jones: Sejarah Penebusan Menunjukkan Konsistensi Anugerah Allah
“Perjanjian-perjanjian Allah adalah bagian dari satu rencana besar: menebus manusia dari kehancuran menuju kemuliaan.”
V. Puncaknya: Penebusan dalam Yesus Kristus
1. Inkarnasi: Allah Menjadi Manusia
Yesus Kristus adalah pusat kisah penebusan. Ia adalah Allah Anak yang menjadi manusia (Yohanes 1:14), hidup tanpa dosa, dan menyerahkan diri-Nya di kayu salib untuk menebus umat pilihan dari dosa dan murka Allah.
Substitutionary Atonement: Pengganti yang Menderita
Teologi Reformed menekankan bahwa kematian Kristus adalah pengganti (substitusi)—Ia menanggung hukuman yang seharusnya menjadi milik kita.
Charles Spurgeon: Salib Adalah Pusat Segala Hal
“Jika kamu menghapus salib dari khotbahmu, maka kamu menghapuskan jiwa dari kekristenan.”
2. Kebangkitan: Kemenangan atas Dosa dan Maut
Kristus tidak hanya mati, tetapi juga bangkit, membuktikan bahwa dosa dan maut telah dikalahkan.
John Piper: Injil adalah Berita Bahwa Kita Bisa Hidup Kembali
“Kristus mati untuk membawa kita kepada Allah. Inilah tujuan penebusan—relasi yang dipulihkan dengan Allah yang hidup.”
VI. Penerapan Penebusan: Regenerasi dan Pembenaran
1. Regenerasi (Kelahiran Baru)
Manusia tidak dapat memilih Allah dalam kondisi dosa. Maka Roh Kudus menghidupkan hati yang mati (Efesus 2:1–5).
Monergisme: Allah Bertindak, Kita Menerima
Teologi Reformed menekankan monergisme, yaitu keselamatan adalah karya satu pihak saja—Allah.
R.C. Sproul: Allah Tidak Menolong Orang yang Mampu, Ia Menghidupkan Orang Mati
“Anugerah bukan bantuan, anugerah adalah kebangkitan.”
2. Justifikasi (Pembenaran) oleh Iman
Setelah lahir baru, orang percaya dibenarkan (justified) oleh iman semata (sola fide), bukan karena perbuatan.
John Calvin: Pembenaran adalah Tiang Penyangga Gereja
“Jika doktrin pembenaran oleh iman runtuh, seluruh kekristenan runtuh bersamanya.”
VII. Penebusan yang Berlanjut: Pengudusan dan Ketekunan
1. Pengudusan (Sanctification)
Setelah dibenarkan, orang percaya tidak dibiarkan sendiri, melainkan diperbarui hari demi hari untuk menjadi serupa Kristus.
Progresif dan Berdasarkan Kasih Karunia
Pengudusan bukan usaha manusia sendiri, tapi kerja sama antara Roh Kudus dan umat Allah dalam kasih karunia.
2. Perseverance of the Saints (Ketekunan Orang Kudus)
Orang yang telah ditebus akan dipelihara sampai akhir. Allah tidak akan membiarkan umat-Nya jatuh dan binasa.
John MacArthur: Tidak Ada yang Bisa Mencabut Kita dari Tangan-Nya
“Keselamatan yang sejati pasti bertahan, bukan karena kekuatan kita, tetapi karena kuasa Allah yang menopang.”
VIII. Penebusan Akhir: Pemulihan Segala Sesuatu
1. Kedatangan Kristus yang Kedua
Kisah penebusan belum selesai. Kristus akan datang kembali, menghakimi dunia, membinasakan dosa sepenuhnya, dan memulihkan ciptaan.
2. Surga Baru dan Bumi Baru
Wahyu 21–22 berbicara tentang pemulihan total. Tidak ada lagi air mata, dosa, atau maut.
Redemptive History Berakhir dengan Kemuliaan
Dalam teologi Reformed, seluruh sejarah penebusan berpuncak pada Allah yang tinggal bersama umat-Nya dalam kekekalan.
IX. Aplikasi Pribadi: Hidup dalam Kisah Penebusan
1. Identitas yang Baru
Orang percaya bukan lagi budak dosa, tapi anak Allah. Ini mengubah cara kita melihat diri, tujuan, dan misi hidup.
2. Hidup dengan Tujuan Kekal
Kita hidup bukan untuk dunia ini semata, tapi untuk kemuliaan Allah dan kesaksian Injil.
3. Pengharapan di Tengah Penderitaan
Karena kita tahu akhir kisahnya, kita bisa bertahan dalam penderitaan. Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihi-Nya (Roma 8:28).
Kesimpulan: Kisah Penebusan adalah Kisah Kita
Kisah penebusan bukan fiksi. Ini adalah sejarah sejati—kisah tentang Allah yang mengasihi manusia berdosa, mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan, dan akan menggenapi semua janji-Nya.
Dalam terang teologi Reformed, kisah ini menunjukkan bahwa:
-
Allah berdaulat dari awal sampai akhir
-
Keselamatan adalah oleh anugerah, melalui iman
-
Semua kemuliaan hanya bagi Allah (Soli Deo Gloria)
“Sebab dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dialah segala sesuatu. Bagi-Nya-lah kemuliaan sampai selama-lamanya.” (Roma 11:36)