Keadilan Allah
Pendahuluan
Keadilan Allah adalah salah satu atribut fundamental Tuhan yang penting dalam teologi Reformed. Berbeda dengan konsep keadilan sekuler yang bergantung pada standar manusiawi dan berubah-ubah, keadilan ilahi bersandar pada sifat-Nya yang tidak berubah: Dia adil, suci, dan benar. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana keadilan Allah diungkapkan dalam Alkitab, dijelaskan oleh teolog-teolog Reformed seperti Calvin, Berkhof, Vos, Warren, Edwards, dan lainnya, serta implikasinya bagi kehidupan iman orang percaya hari ini.
I. Apa Itu Keadilan Allah?
1. Atribut Ilahi: Allah adalah keadilan itu sendiri
Menurut Geerhardus Vos, keadilan bukan sekadar kualitas Allah, tetapi bagian dari dirinya—suatu manifestasi dari kekudusan-Nya yang beroperasi dalam pemerintahannya terhadap ciptaan
Louis Berkhof menyatakan bahwa keadilan adalah “mode of His holiness” — cara Allah mempertahankan dan menegakkan kekudusan-Nya dalam dunia
2. Tujuan keadilan — menjaga kehormatan Allah
Reformed theology menegaskan bahwa Allah tidak bisa kompromi dengan dosa. Jika Dia mengampuni tanpa harga yang memadai, Dia tidak lagi adil. Sistem keselamatan melalui Kristus adalah propitiation: keadilan terpenuhi, sekaligus kasih ditegakkan tanpa kompromi
II. Keadilan dalam Kitab Suci: Hukuman dan Pengampunan
1. Keadilan distributif dan hukuman
Dasar keadilan lingkungan muncul sejak Kejadian dengan konsekuensi dosa, hingga penghakiman bangsa dalam Perjanjian Lama (Ulangan, Mazmur, Nabi). Allah menggenapi hukum-Nya melalui hukuman yang adil atas yang melawan keinginan-Nya
2. Keadilan terpuaskan dalam Kristus
Sesuai ajaran penal substitution, Kristus menanggung hukuman kita agar Allah bisa adil sekaligus mengampuni. John Calvin dan teolog Reformed lainnya menegaskan bahwa kematian Kristus memuaskan keadilan Allah secara eksklusif untuk umat pilihan-Nya
Jonathan Edwards menyampaikan dalam karyanya “The Justice of God in the Damnation of Sinners” bahwa Allah tetap adil dalam mengampuni hanya karena korban Kristus menjadikan hal itu sah secara moral dan legal
III. Tema-Tema Teologi Reformed Tentang Justice of God
A. Sifat Tidak Berubah (Immutable Justice)
Keadilan adalah komponen senantiasa dari sifat Allah yang tidak berubah—Dia tidak pernah bertindak tidak adil. Salah satu devosi Reformed menyatakan bahwa Allah tidak akan pernah mengabaikan dosa—Dia "never looks the other way"
B. Keadilan sebagai Sumber Keselamatan
Allah menggunakan keadilan bukan hanya dalam menghukum dosa, tetapi untuk membuktikan kebenaran-Nya ketika Ia menyatakan rahmat. Karena Kristus dikorbankan, Allah dapat menunjukkan kasih (mercy) tanpa melanggar keadilan-Nya
C. Keadilan dan Predestinasi
Beberapa perdebatan muncul seputar bagaimana Allah yang adil memilih umat-Nya tanpa melanggar keadilan-Nya sendiri. Tradisi Reformed menganggap predestinasi sebagai manifestasi kedaulatan adil-Nya—Bentuk keadilan yang lebih tinggi daripada apa yang manusia dapat pahami
IV. Struktur Keesaan Keadilan Allah (Justice Manifested)
1. Hukuman atas dosa (punitive justice)
Allah tidak menyepelekan dosa dan tidak membiarkannya merajalela tanpa konsekuensi. Hukuman legal yang sah merupakan konsekuensi dari standar yang tak kompromi _
2. Penghargaan atas ketaatan (remunerative justice)
Di sisi lain, keadilan juga mencakup penghargaan bagi mereka yang setia dan taat (Yesus berkata “Ada tempat bagi… di kerajaan-Nya” dll)
V. Eksposisi Ayat Penting
Roma 3:25–26
“... supaya Ia adil dan Yang membenarkan orang yang berserah kepada iman Yesus.”
Ayat ini menyodorkan cara keadilan Allah dipenuhi secara mutlak melalui kematian Kristus. Allah tetap suci dan adil, sekaligus membenarkan orang berdosa
Matius 25:31–46 / Wahyu 20–22
Penghakiman akhir menunjukkan bahwa mereka yang tidak menerima rahmat Kristus akan menghadapi keadilan Allah sepenuhnya. Sementara yang setia akan menerima pahala kekal—keduanya adalah wajah keadilan Allah.
VI. Implikasi Bagi Orang Percaya & Gereja
A. Penghiburan dan Kepastian iman
Karena keadilan Allah terpenuhi dalam Kristus, orang percaya dapat percaya penuh, mengetahui bahwa pengampunan mereka sah dan tidak tergoyahkan.
B. Motivasi hidup kudus
Mereka yang tahu bahwa Allah adil dan melihat rahsia hati terdorong untuk hidup taat dan kudus—karena keadilan mencari hasil dari iman sejati (Yakobus 2:14–26).
C. Pelayanan sosial dan keadilan
Terinspirasi dari sifat ilahi, gereja Reformed percaya bahwa mewartakan injil juga berarti memperjuangkan keadilan bagi yang tertindas. The justice of God mewajibkan umat-Nya menjadi agen keadilan di dunia
VII. Tantangan dan Polemik
1. Arminianisme vs Reformed tentang keadilan dan kasih
Arminius menitikberatkan “dual love of God”—Allah ingin menyelamatkan semua orang, tetapi juga menghormati keadilan-Nya. Reformed menegaskan bahwa kasih yang benar tidak mengorbankan keadilan: Kristus adalah jalan memelihara keduanya
2. Teori Atonement: Christus Victor vs Penal Substitution
Beberapa teolog menekankan aspek kemenangan Kristus atas kuasa jahat (Christus Victor), tetapi Reformed menegaskan bahwa utama adalah penal substitution—Kristus membayar hukuman dosa untuk memuaskan keadilan Allah secara hukum
VIII. Kesimpulan
Keadilan Allah adalah inti dari karakter ilahi dan pondasi teologi keselamatan Reformed. Allah bersifat adil secara perlu dan absolut—Ia tidak bisa kompromi dengan dosa—tetapi melalui Kristus Ia menunjukkan jalan penyelamatan tanpa menanggalkan keadilan-Nya.
Sebagai gereja dan individu percaya:
-
Kita dibentuk untuk percaya penuh bahwa keadilan terpenuhi dalam Kristus.
-
Kita dipanggil untuk hidup yang mencerminkan kasih dan kesalehan, menyadari bahwa keadilan Allah akan tetap tegak.
-
Kita diutus untuk menyatakan Injil dengan panggilan pada keadilan sosial, menegakkan pemerintahan Allah dalam dunia yang jatuh.
.jpg)