MATIUS 8:5-17 (IMAN PERWIRA DAN SIKAP YESUS)

Pdt.Budi Asali, M.Div.
BACAAN: MATIUS 8:5-17.
Matius 8:5-13

I) Apakah Matius 8:5-13 = Lukas 7:1-10 = Yohanes 4:46-53?
MATIUS 8:5-17 (IMAN PERWIRA DAN SIKAP YESUS)
gadget, otomotif, bisnis
A) Matius 8:5-13 dan Lukas 7:1-10.

Matius 8 perwira itu sendiri yang pergi kepada Yesus.

Lukas 7 perwira itu suruh orang pergi kepada Yesus.

Memang ada pandangan yang mengatakan bahwa Mat 8 dan Lukas 7 adalah 2 cerita yang berbeda. Jadi, ada perwira II yang meniru perwira I. Tetapi begitu banyak detail-detailyang sama antara Mat 8 dan Lukas 7 menyebabkan hal itu rasanya tidak masuk akal.

Matius 8:5-13 jelas memang sama / paralel dengan Lukas 7:1-10!

Orang Yahudi mempunyai anggapan bahwa apa yang dilakukan seseorang melalui orang lain; ia sendirilah yang melakukan hal itu.

Illustrasi: dalam hidup kita sekalipun kita sering berkata: ‘Saya membangun rumah’, padahal kenyataannya kita menyuruh orang (tukang batu) untuk membangun rumah.

Contoh dalam Kitab Suci:

· Yohanes 3:22,26 dan Yohanes 4:1 mengatakan Yesus yang membaptis

Tetapi Yohanes 4:2 mengatakan Yesus sendiri tidak membaptis; murid-muridNyalah yang membaptis. Jadi, Yesus membaptis melalui murid-muridNya sebagai agen.

· Markus 10:35 - Yohanes dan Yakobus sendiri yang minta kepada Yesus.

Tetapi Matius 20:20 - yang minta adalah ibu mereka. Jadi, Yohanes dan Yakobus minta lewat ibunya sebagai agen.

B) Matius 8:5-13 dan Yohanes 4:46-53.

Ini memang merupakan 2 cerita yang berbeda. Perbedaannya:

Mat 8:5-13                                                     Yoh 4:46-53
---------------------------------------------------------------------------
perwira                                                           pegawai istana
yang sakit adalah hamba                             yang sakit adalah anak
melarang Yesus datang                               meminta Yesus datang

Kesimpulan: Matius 8:5-13 = Lukas 7:1-10 ¹ Yohanes 4:46-52.

II) Perwira.

1) ‘perwira’ (Matius 8: 5) atau ‘centurion’ adalah kepala atas 100 orang prajurit. Orang ini jelas bukan orang Yahudi tetapi dari Luk 7:5 kelihatannya ia masuk agama Yahudi.

2) Orang ini mempunyai problem yaitu hambanya sakit (Matius 8: 6 bdk. Lukas 7:3).

3) Orang ini mengasihi hambanya yang sakit.

Lukas 7:3 - ‘sangat dihargainya’. Tetapi KJV mengatakan: ‘who was dear to him’ (= yang disayanginya).

Kasih ini menyebabkan ia ‘menaikkan doa syafaat’ untuk hambanya (Matius 8: 5-6).

Penerapan:

Bagaimana sikap saudara kalau pembantu saudara sakit? Apakah saudara berdoa supaya dia disembuhkan? Atau saudara tidak peduli? Baca Amsal 12:10!

4) Orang ini rendah hati.

Orang-orang Yahudi menganggap ia ‘layak’ untuk ditolong (Lukas 7:5). Tetapi ia sendiri menganggap dirinya tidak layak (Matius 8: 8 bdk. Lukas 7:6-7). Mungkin sekali rasa tidak layak itu ada karena ia tahu batasan yang keras antara Yahudi dan non Yahudi (bdk. Yohanes 18:28 Kisah Para Rasul 10:28 Kisah Para Rasul 11:2-3 Galatia 2:11-14).

Rasa tidak layak harus ada pada diri kita waktu kita berdoa / datang kepada Tuhan (bdk. Lukas 18:9-14).

5) Orang ini beriman (Matius 8: 8b-9).

· tidak ada tahyul dalam imannya; ia yakin Yesus bisa menyembuhkan tanpa menyentuh.

· arti Matius 8: 9: Kalau aku yang adalah seorang bawahan bisa memberi perintah dan perintah itu bisa terlaksana, apalagi Engkau yang bukan seorang bawahan!

III) Sikap Tuhan Yesus.

1) Yesus heran melihat iman orang itu (Matius 8: 10).

Bandingkan dengan Mark 6:6a dimana Yesus heran melihat ketidak-percayaan orang-orang Nazaret.

Yesus dikatakan ‘heran’. Ini meninjau Yesus sebagai sebagai manusia. Waktu itu kesadaran manusiaNyalah yang muncul. Sebagai Allah, Yesus tidak mungkin bisa merasa heran.

2) Yesus memuji iman orang itu (Matius 8: 10). Hal yang sama ia lakukan kepada seorang perempuan Kanaan (Matius 15:28). Yesus senang melihat orang beriman kepada Dia!

3) Yesus mengatakan Matius 8: 11-12.

Matius 8: 11: banyak orang non Yahudi akan selamat / masuk surga. Perwira ini hanya contoh / salah satu diantara mereka. Ini sesuai dengan nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama seperti Kejadian 12:1-3 Yesaya 2:2-3 Yesaya 11:10 Yesaya 49:6 Mikha 4:1-2.

Matius 8: 12:

· ‘anak kerajaan’ = orang Yahudi.

· ‘kegelapan’. Disebut gelap untuk dikontraskan dengan Allah yang adalah terang. Atau, gelap bisa berhubungan dengan penjara bawah tanah yang gelap.

· ‘paling gelap’. Orang Yahudi tahu banyak, jadi dituntut banyak (Lukas 12:47-48).

· ‘ratap’ (= weep). Ini kontras dengan keadaan di surga yang tanpa air mata (Wahyu 21:4).

· ‘kertak gigi’ menggambarkan rasa sakit / amarah.

4) Yesus menyembuhkan (Matius 8: 13).

· kesembuhan ilahi selalu terjadi seketika, bukan melalui proses.

· ay 13 ini hanya berlaku untuk perwira itu. Ayat ini tidak berlaku umum.

MATIUS 8:14-17

1) Petrus punya ibu mertua (Matius 8: 14), dan itu berarti ia punya istri (bdk. 1Korintus 9:5).
gereja Katolik melarang para hamba Tuhan untuk menikah. Tetapi Petrus yang mereka akui sebagai Paus I ternyata menikah! Ini kontradiksi!
hidup membujang tidak berpengaruh pada kesucian! Pernikahan / sex diciptakan oleh Allah!
hanya orang yang punya karunia membujang boleh hidup membujang (Matius 19:10-12 1Korintus 7:7).

2) Matius 8: 15 (bdk. Lukas 4:39). Yesus menghardik demam. Ini tidak berarti bahwa orang itu demam karena dirasuk setan! Penyakit memang bisa terjadi karena kerasukan setan tetapi tidak selalu demikian.

3) Matius 8: 15 setelah disembuhkan (terima berkat), orang itu melayani.

Mungkin saudara tidak pernah mengalami kesembuhan ilahi. Tetapi itu tidak berarti bahwa saudara tidak pernah menerima berkat. Keselamatan adalah berkat terbesar! Tetapi sudahkah saudara melayani?

4) Matius 8: 16 Yesus mengusir roh-roh jahat. Dalam Markus 1:34 Yesus melarang mereka bicara. Karena apa? Yesus tidak mau dipublikasikan oleh setan. Itu sama dengan bekerja sama dengan setan. Hal yang sama juga dilakukan Paulus (Kisah Para Rasul 16:16-18).

5) Matius 8 16: ‘all the sick’ (= semua orang sakit). Yesus menyembuhkan semua orang yang sakit itu. Ini tetap tidak boleh diartikan bahwa orang Kristen yang sakit pasti disembuhkan oleh Yesus. Mengapa? Karena dalam bagian-bagian Kitab Suci yang lain kita melihat bahwa Yesus tidak selalu menyembuhkan semua yang sakit! (bdk. Lukas 5:15-16 Yohanes 5:1-18).

6) Matius 8: 17. Ada kutipan dari Yes 53:4a.

Pertanyaan: apakah Yes 53:4 itu bicara tentang penyakit jasmani atau rohani (dosa)?

a) Ada yang berpendapat bahwa Yesaya 53:4 itu bicara tentang penyakit jasmani dan rohani. Semua ditanggung oleh Yesus. Tetapi penafsir ini tetap berkata bahwa orang yang percaya kepada Yesus pasti akan menerima pengampunan dosa (kesembuhan atas penyakit rohani), tetapi belum tentu mengalami kesembuhan jasmani. Pembebasan dari problem jasmani baru akan kita alami pada saat Kristus datang ke dua kalinya.

Kalau memang Yesaya 53:4 ditafsirkan sebagai penyakit jasmani dan rohani, maka tak ada problem lagi dengan Matius 8:17.

b) Ada yang berpendapat bahwa Yes 53 hanya berbicara soal penyakit rohani atau dosa. Memang kalau dilihat kontexnya (Yesaya 53:4-6) maka ‘penyakit’ dalam Yesaya 53:4 adalah penyakit rohani atau dosa. Demikian juga kalau kita melihat pada 1Petrus 2:22-25.

Problemnya adalah: kalau Yesaya 53:4 diarahkan pada penyakit rohani / dosa, mengapa Matius mengutip ayat itu waktu Yesus memberikan kesembuhan jasmani?

Jawaban: Yesus sering melakukan mujijat karena Ia hendak mengajar sesuatu. Contoh:

· Ia mencelikkan mata orang buta dalam Yoh 9 untuk menunjukkan diriNya sebagai ‘terang dunia’ (Yohanes 9:5).

· Ia membangkitkan Lazarus dalam Yoh 11 untuk menunjukkan diriNya sebagai ‘Kebangkitan dan Hidup’ (Yohanes 11:25).

· Ia memperbanyak roti dalam Yoh 6 untuk menunjukkan diriNya sebagai ‘Roti Hidup’ (Yohanes 6:35).

Jadi, dalam Matius 8 Ia menyembuhkan penyakit jasmani untuk menunjukkan diri sebagai penyembuh penyakit rohani atau dosa. Karena itulah Matius lalu mengutip Yesaya 53:4 dan mengatakan bahwa ayat itu tergenapi saat itu.

Calvin: “Matthew quotes this prediction, after having related that Christ cured various diseases; though it is certain that he was appointed not to cure bodies, but rather to cure souls; for it is of spiritual disease that the Prophet intends to speak. But in the miracles which Christ performed in curing bodies, he gave a proof of the salvation which he brings to our souls. That healing had therefore a more extensive reference than to bodies, because he was appointed to be the physician of souls; and accordingly Matthew applies to the outward sign what belonged to the truth and reality” (= Matius mengutip ramalan ini, setelah menceritakan bahwa Kristus menyembuhkan bermacam-macam penyakit; sekalipun sudah tentu bahwa Ia ditetapkan bukan untuk menyembuhkan tubuh, tetapi untuk menyembuhkan jiwa; karena adalah penyakit rohanilah yang dibicarakan oleh sang nabi. Tetapi dalam mujijat-mujijat yang dilakukan Kristus dalam menyembuhkan tubuh, Ia memberi suatu bukti tentang keselamatan yang Ia bawa kepada jiwa kita. Karena itu kesembuhan itu mempunyai hubungan yang lebih luas dengan jiwa dari pada tubuh, karena Ia ditetapkan sebagai dokter untuk jiwa; dan sesuai dengan itu Matius menerapkan pada tanda lahiriah apa yang termasuk pada kebenaran dan kenyataan) - hal 115.

Catatan: Pdt. Budi Asali, M.Div:  meraih gelar Master of Divinity (M.Div) dari Reformed Theological Seminary (RTS), Jackson, Mississippi, United States of America
-AMIN-
Next Post Previous Post