Buah Terang dalam Hidup Orang Percaya (Efesus 5:9)

Pendahuluan:

Buah terang yang Paulus sebutkan dalam Efesus 5:9 menjadi esensi utama bagi mereka yang hidup sebagai anak-anak terang. Ketika kita benar-benar memahami dan menghidupi ajaran ini, hidup kita akan mencerminkan kebaikan, keadilan, dan kekudusan yang membawa kemuliaan bagi Tuhan.
Buah Terang dalam Hidup Orang Percaya (Efesus 5:9)
Dalam artikel ini, kita akan mengupas lebih dalam mengenai buah-buah tersebut dan bagaimana mereka seharusnya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Kebaikan 

Kebaikan yang Paulus maksudkan bukan sekadar tindakan baik yang terlihat oleh manusia, melainkan kebaikan tertinggi (summum bonum) yang bernilai kekal di hadapan Allah. Kebaikan ini memiliki tujuan utama untuk menyatakan kemuliaan Tuhan, bukan sekadar menunjukkan bahwa kita adalah orang yang baik.

Ketika kita melakukan kebaikan, kita harus melakukannya dengan niat yang tulus untuk menyatakan kemurahan Tuhan. Perbuatan baik kita haruslah menjadi cerminan kasih Kristus, sehingga orang lain dapat melihat terang Kristus melalui hidup kita. Paulus mengingatkan kita bahwa sebagai anak-anak terang, kita didorong untuk melakukan kebaikan yang membawa orang kembali kepada Tuhan. Dengan begitu, kebaikan kita bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga untuk menyatakan kasih Kristus kepada dunia.

2. Keadilan yang Bernilai Kebenaran

Keadilan yang Paulus sebutkan berbicara tentang keputusan etis yang mencerminkan Kristus dalam setiap tindakan kita. Sebagai anak-anak terang, kita harus berbuat adil tidak hanya kepada sesama orang beriman, tetapi juga kepada semua orang.

Keadilan yang bernilai kebenaran berarti kita harus berani menyuarakan kebenaran dalam setiap situasi, tanpa memandang bulu. Alkitab juga mengajarkan bahwa keadilan memiliki nilai eskatologis, yaitu bahwa setiap tindakan kita akan dipertanggungjawabkan ketika Kristus datang kembali. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga integritas dan keadilan dalam setiap aspek kehidupan kita.

3. Kekudusan dalam Setiap Aspek Kehidupan

Kekudusan yang Paulus tekankan adalah kekudusan yang nyata dalam seluruh aspek kehidupan kita. Kekudusan ini tidak boleh terbatas hanya di gereja, tetapi harus terlihat dalam setiap tindakan dan keputusan kita sehari-hari.

Sebagai anak-anak terang, kita harus hidup tanpa menyembunyikan apa pun, sehingga orang lain dapat melihat kekudusan kita dari segala sisi. Kekudusan yang sejati adalah kekudusan yang konsisten dan menyeluruh, bukan hanya sekadar ritual atau tampilan luar. Hal ini menuntut kita untuk hidup dengan standar yang tinggi, sesuai dengan kehendak Tuhan, dalam segala hal yang kita lakukan.

4. Hidup Selalu Berkenan kepada Tuhan

Hidup yang selalu berkenan kepada Tuhan berarti kita harus terus-menerus menguji diri kita sendiri. Dalam kitab Kejadian, Abraham diuji oleh Tuhan, dan ini mengajarkan kita bahwa ujian tersebut bertujuan untuk memperbaiki dan mengarahkan kita.

Sebagai anak-anak terang, kita harus selalu menguji diri kita sendiri, apakah hidup kita sudah benar dan kudus di hadapan Tuhan. Proses ini melibatkan koreksi diri dan perbaikan diri secara terus-menerus. Firman Tuhan, seperti yang dinyatakan dalam Yakobus 3:16, adalah alat yang sangat baik untuk mengajar, mengukur, dan memperbaiki kelakuan kita. Dengan demikian, kita dipimpin dalam kebenaran oleh Firman Tuhan.

Menjaga Buah Terang dalam Kehidupan Sehari-hari

Untuk menjaga buah terang dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu terus-menerus berpegang pada ajaran-ajaran Paulus dalam Efesus 5:9. Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk melakukannya:

  1. Berbuat Baik dengan Niat yang Benar: Pastikan setiap tindakan baik kita dilakukan dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia.

  2. Menjaga Keadilan dalam Setiap Keputusan: Dalam setiap keputusan yang kita ambil, pastikan kita selalu mempertimbangkan aspek keadilan dan kebenaran, sehingga kita mencerminkan Kristus dalam setiap tindakan kita.

  3. Hidup Kudus dalam Setiap Aspek: Jangan hanya menjaga kekudusan di tempat-tempat ibadah, tetapi pastikan kekudusan kita terlihat dalam setiap aspek kehidupan kita, baik di rumah, di tempat kerja, maupun di lingkungan sosial.

  4. Mengukur dan Menguji Diri secara Terus-menerus: Gunakan Firman Tuhan sebagai pedoman untuk terus-menerus menguji dan memperbaiki diri kita, sehingga kita selalu hidup berkenan kepada Tuhan.

Kesimpulan

Buah Terang yang Paulus sebutkan dalam Efesus 5:9 - kebaikan, keadilan, dan kekudusan - adalah esensi dari hidup sebagai anak-anak terang. Dengan memahami dan menghidupi ajaran ini, kita tidak hanya membawa kemuliaan bagi Tuhan, tetapi juga menjadi saksi yang hidup bagi dunia akan kasih dan terang Kristus. Mari kita terus berusaha menjaga dan mengembangkan buah-buah terang ini dalam setiap aspek kehidupan kita

Next Post Previous Post