Pembahasan tentang Keselamatan Allah bagi Orang Berdosa

Pembahasan tentang Keselamatan Allah bagi Orang Berdosa

Pendahuluan

Keselamatan adalah tema sentral dalam Alkitab. Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, Allah dalam kasih-Nya telah merancang rencana keselamatan untuk menebus umat-Nya. Dalam teologi Reformed, keselamatan dipahami sebagai anugerah Allah yang diberikan secara cuma-cuma kepada orang berdosa, bukan karena usaha manusia, tetapi karena kedaulatan dan kasih-Nya.

Konsep ini sejalan dengan apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam Efesus 2:8-9:

"Sebab oleh anugerah kamu telah diselamatkan oleh iman—itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah—bukan hasil pekerjaanmu, supaya tidak ada orang yang memegahkan diri."

Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana Allah menyelamatkan orang berdosa berdasarkan Alkitab dan bagaimana beberapa teolog Reformed seperti John Calvin, Charles Spurgeon, Herman Bavinck, R.C. Sproul, dan Louis Berkhof menjelaskan doktrin keselamatan.

1. Kondisi Manusia Tanpa Keselamatan

Untuk memahami keselamatan, kita harus terlebih dahulu memahami keadaan manusia sebelum diselamatkan.

a. Kerusakan Total Manusia (Total Depravity)

Teologi Reformed menekankan bahwa manusia dalam keadaan dosa total (Total Depravity). Ini berarti bahwa setiap aspek kehidupan manusia telah tercemar oleh dosa, dan manusia tidak mampu mencari Allah dengan usaha sendiri.

Roma 3:10-12 – "Tidak ada seorang pun yang benar, tidak ada seorang pun yang mencari Allah."

John Calvin dalam Institutes of the Christian Religion menulis:

"Kehendak manusia telah diperbudak oleh dosa, sehingga ia tidak mungkin memilih Allah kecuali jika Allah sendiri yang mengubahkan hatinya."

Dengan kata lain, tanpa campur tangan Allah, manusia akan tetap berada dalam pemberontakan terhadap-Nya.

b. Hukuman atas Dosa: Murka Allah yang Adil

Karena manusia berdosa, maka mereka berada di bawah murka Allah.

Roma 6:23 – "Sebab upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Menurut Louis Berkhof, dalam Systematic Theology, Allah adalah adil dan harus menghukum dosa. Tanpa pengampunan, setiap manusia pasti akan menghadapi penghukuman kekal.

2. Rencana Keselamatan Allah: Kasih Karunia yang Tidak Layak Diterima

Di tengah kondisi manusia yang terhilang, Allah menunjukkan kasih-Nya melalui rencana keselamatan yang telah dirancang sejak kekekalan.

a. Pemilihan Tanpa Syarat (Unconditional Election)

Teologi Reformed mengajarkan bahwa keselamatan tidak berdasarkan usaha manusia, tetapi merupakan hasil dari pilihan Allah yang berdaulat.

Efesus 1:4-5 – "Sebab di dalam Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercela di hadapan-Nya."

Herman Bavinck menekankan bahwa pemilihan ini tidak berdasarkan perbuatan manusia, tetapi sepenuhnya karena kasih dan kehendak Allah. Ini berarti bahwa keselamatan bukanlah hasil keputusan manusia, tetapi merupakan anugerah murni dari Allah.

b. Kristus sebagai Penebus: Pengorbanan yang Menyelamatkan

Allah tidak hanya memilih orang-orang untuk diselamatkan, tetapi juga mengirim Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang menanggung dosa manusia.

1 Petrus 2:24 – "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran."

Charles Spurgeon menekankan bahwa Yesus adalah pengganti kita yang menanggung hukuman yang seharusnya kita terima.

Dalam The Cross of Christ, Spurgeon menulis:

"Di kayu salib, kita melihat kasih Allah dan keadilan-Nya bertemu. Salib adalah bukti bahwa Allah tidak mengabaikan dosa, tetapi juga menunjukkan bahwa kasih-Nya begitu besar bagi mereka yang percaya kepada-Nya."

c. Anugerah yang Tidak Dapat Ditolak (Irresistible Grace)

Keselamatan tidak hanya disediakan, tetapi Allah juga memastikan bahwa mereka yang dipilih akan merespons panggilan Injil.

Yohanes 6:37 – "Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang."

Menurut R.C. Sproul, anugerah Allah bekerja dalam hati manusia dan mengubah kehendaknya, sehingga mereka tidak bisa menolak panggilan keselamatan yang diberikan oleh Roh Kudus.

3. Hasil dari Keselamatan: Hidup dalam Anugerah

a. Justifikasi (Pembenaran oleh Iman)

Saat seseorang percaya kepada Kristus, ia dibenarkan di hadapan Allah.

Roma 5:1 – "Karena itu, setelah kita dibenarkan oleh iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah melalui Tuhan kita, Yesus Kristus."

Louis Berkhof menjelaskan bahwa pembenaran bukan karena kebaikan kita, tetapi karena kita menerima kebenaran Kristus melalui iman.

b. Pengudusan (Sanctification): Hidup dalam Kekudusan

Setelah diselamatkan, orang percaya dipanggil untuk hidup dalam kekudusan.

Filipi 2:13 – "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."

Herman Bavinck menekankan bahwa pengudusan adalah proses yang terus berlangsung, di mana Roh Kudus bekerja untuk mengubah hidup orang percaya agar semakin serupa dengan Kristus.

c. Ketekunan Orang Kudus (Perseverance of the Saints)

Teologi Reformed mengajarkan bahwa mereka yang sungguh-sungguh diselamatkan tidak akan kehilangan keselamatan mereka.

Filipi 1:6 – "Aku yakin bahwa Dia yang telah memulai pekerjaan yang baik di antara kamu akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus."

John Calvin menulis:

"Keselamatan bukan bergantung pada ketekunan manusia, tetapi pada kesetiaan Allah yang menopang umat-Nya hingga akhir."

4. Bagaimana Kita Menanggapi Keselamatan Allah?

a. Bersyukur atas Anugerah Allah

Jika keselamatan sepenuhnya karena anugerah Allah, maka respons utama kita adalah rasa syukur yang mendalam.

Efesus 1:6 – "Supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang telah dikaruniakan-Nya kepada kita dalam Dia yang dikasihi-Nya."

b. Hidup dalam Iman dan Ketaatan

Keselamatan bukan alasan untuk hidup sembarangan, tetapi untuk melayani Allah dengan penuh kasih.

Yakobus 2:26 – "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian juga iman tanpa perbuatan adalah mati."

c. Memberitakan Injil kepada Dunia

Jika kita telah menerima keselamatan yang luar biasa ini, kita dipanggil untuk membagikannya kepada dunia.

Matius 28:19-20 – "Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku..."

Charles Spurgeon menekankan bahwa penginjilan bukanlah pilihan, tetapi panggilan bagi semua orang percaya.

Kesimpulan: Keselamatan adalah Pekerjaan Allah yang Mulia

Keselamatan sepenuhnya adalah karya Allah, bukan hasil usaha manusia. Dari pemilihan kekal, pengorbanan Kristus, hingga ketekunan dalam iman—semuanya adalah anugerah.

Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup dalam syukur, kekudusan, dan memberitakan Injil keselamatan kepada dunia. Kiranya kita semakin memahami dan menghargai karya keselamatan Allah bagi kita. Soli Deo Gloria!

Next Post Previous Post