The Church of Christ: Gereja Kristus

Pendahuluan
Gereja Kristus atau The Church of Christ adalah konsep teologis yang sangat penting dalam pemahaman iman Kristen. Dalam teologi Reformed, gereja dipandang bukan hanya sebagai institusi atau bangunan fisik, tetapi sebagai tubuh Kristus yang kudus, universal (catholic), dan rasuli. Gereja adalah alat anugerah Allah untuk menegakkan Kerajaan-Nya di dunia, yang terdiri dari orang-orang percaya yang dipanggil oleh Allah untuk hidup dalam komunitas perjanjian.
Artikel ini akan membahas konsep Gereja Kristus dalam perspektif teologi Reformed, berdasarkan pemikiran beberapa pakar teologi seperti John Calvin, Herman Bavinck, Louis Berkhof, dan beberapa teolog modern lainnya.
1. Definisi Gereja dalam Teologi Reformed
Teologi Reformed memahami Gereja sebagai komunitas umat pilihan Allah yang dipersatukan di dalam Kristus. Menurut Institutio karya John Calvin, gereja adalah "perhimpunan orang-orang percaya yang dipilih oleh Allah, yang dipersatukan dalam iman dan firman-Nya" (Institutes of the Christian Religion, IV.1.7).
Herman Bavinck dalam Reformed Dogmatics menambahkan bahwa gereja adalah "manifestasi dari Kerajaan Allah di dunia", yang terdiri dari dua aspek utama:
-
Gereja yang kelihatan (Visible Church) → Gereja yang tampak secara institusional, memiliki tata liturgi, sakramen, dan kepemimpinan pastoral.
-
Gereja yang tidak kelihatan (Invisible Church) → Gereja sejati yang hanya diketahui oleh Allah, yaitu mereka yang sungguh-sungguh beriman kepada Kristus.
Louis Berkhof dalam Systematic Theology menggarisbawahi bahwa gereja adalah "tubuh Kristus, komunitas orang percaya yang dikuduskan oleh Roh Kudus". Ia menekankan bahwa gereja bukan hanya lembaga manusia, tetapi realitas spiritual yang berakar dalam karya keselamatan Allah.
2. Dasar Biblika Gereja
Konsep gereja dalam teologi Reformed didasarkan pada berbagai ayat dalam Alkitab yang menegaskan identitas dan fungsi gereja.
a) Gereja sebagai Tubuh Kristus
-
Efesus 1:22-23 → “Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”
-
1 Korintus 12:27 → “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”
Dalam pemahaman ini, gereja adalah tubuh mistik Kristus yang anggotanya dipersatukan oleh iman kepada Kristus.
b) Gereja sebagai Mempelai Kristus
-
Efesus 5:25-27 → “Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya, untuk menguduskannya.”
Gereja digambarkan sebagai mempelai Kristus yang dikasihi-Nya dan akan disempurnakan dalam kekudusan.
c) Gereja sebagai Bangunan Allah
-
1 Petrus 2:5 → “Dan kamu sendiri sebagai batu hidup, sedang dibangun menjadi rumah rohani untuk menjadi imamat kudus.”
-
Efesus 2:20-22 → “Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.”
Gereja bukan hanya organisasi manusiawi tetapi juga bangunan rohani yang dibangun oleh Allah sendiri.
3. Ciri-Ciri Gereja Sejati dalam Teologi Reformed
Teologi Reformed memiliki kriteria khusus untuk membedakan gereja sejati dan gereja palsu. Menurut John Calvin dan Louis Berkhof, ada tiga tanda utama dari gereja sejati:
-
Pemberitaan Firman yang Murni
-
Gereja sejati harus mengajarkan Injil secara benar tanpa menambah atau mengurangi kebenaran Firman Tuhan (Galatia 1:8-9).
-
2 Timotius 4:2 → “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”
-
-
Pelaksanaan Sakramen yang Benar
-
Teologi Reformed mengakui hanya dua sakramen: Baptisan dan Perjamuan Kudus (Matius 28:19, 1 Korintus 11:23-26).
-
Sakramen harus dilakukan sesuai dengan ajaran Kristus dan bukan hanya sekadar ritual tanpa makna.
-
-
Pendisiplinan Rohani
-
Gereja sejati harus memiliki disiplin gerejawi untuk menjaga kemurnian iman dan kehidupan jemaatnya (Matius 18:15-17).
-
Disiplin gereja bertujuan untuk membawa jemaat kepada pertobatan dan pemulihan, bukan sekadar penghukuman.
-
4. Peran Gereja dalam Dunia
a) Pewartaan Injil dan Misi
-
Gereja dipanggil untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa (Matius 28:19-20).
-
Roma 10:14-15 → “Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia?”
-
Gereja Reformed menekankan pentingnya penginjilan yang setia kepada Firman dan bukan hanya sekadar strategi pertumbuhan gereja.
b) Persekutuan dan Kasih
-
Gereja adalah komunitas kasih yang saling membangun dan menguatkan.
-
Ibrani 10:24-25 → “Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.”
c) Pembentukan Murid dan Pendidikan Iman
-
Gereja harus mendidik anggotanya dalam doktrin yang benar (Efesus 4:11-14).
-
Institusi pendidikan teologi dan katekisasi adalah bagian penting dari gereja.
5. Tantangan Gereja Masa Kini
Dalam era modern, gereja menghadapi berbagai tantangan teologis dan sosial, termasuk:
-
Sekularisasi → Banyak orang meninggalkan gereja karena pandangan dunia yang semakin sekuler.
-
Sinkretisme → Pencampuran ajaran Kristen dengan kepercayaan lain yang bertentangan dengan kebenaran Alkitab.
-
Gereja Konsumerisme → Gereja yang lebih menekankan hiburan dan popularitas daripada kebenaran Injil.
Jawaban teologi Reformed terhadap tantangan ini adalah kembali kepada dasar Alkitab, memberitakan Injil dengan kesetiaan, dan menghidupi iman yang sejati dalam komunitas perjanjian Allah.
Kesimpulan
Gereja Kristus adalah tubuh, mempelai, dan bangunan Allah yang hidup. Dalam teologi Reformed, gereja sejati ditandai oleh pemberitaan Firman yang benar, pelaksanaan sakramen yang kudus, dan disiplin rohani yang berpusat pada Kristus.
Di tengah tantangan zaman, gereja harus tetap setia pada panggilannya untuk menjadi terang dan garam dunia. Sebagai umat Allah, kita dipanggil untuk hidup dalam persekutuan yang kudus, memberitakan Injil, dan memuliakan Allah dalam setiap aspek kehidupan.
Seperti yang dikatakan oleh Yesus dalam Matius 16:18, "Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." Kiranya gereja Kristus tetap berdiri teguh dalam kebenaran sampai kedatangan-Nya yang kedua.