Tempatkan Allah sebagai Prioritas Utama
.jpg)
Pendahuluan
Ungkapan "Put God First" dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "Utamakan Allah" atau "Tempatkan Allah sebagai Prioritas Utama." Kalimat sederhana ini merangkum salah satu prinsip paling mendasar dalam kehidupan orang percaya. Sejak awal Alkitab hingga akhir, Allah memanggil umat-Nya untuk mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan (Ulangan 6:5; Markus 12:30). Menempatkan Allah di tempat pertama bukan sekadar slogan rohani, melainkan panggilan untuk menjadikan Dia pusat dari seluruh aspek kehidupan.
Dalam dunia yang dipenuhi berbagai tuntutan, manusia mudah tergoda menempatkan pekerjaan, keluarga, kekayaan, kenyamanan, prestasi, bahkan pelayanan di atas Allah. Padahal, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa hanya Tuhan yang layak menerima tempat tertinggi. Ketika Allah menjadi pusat hidup, seluruh aspek kehidupan menemukan makna dan arah yang benar. Sebaliknya, ketika sesuatu yang baik mengambil posisi Allah, hal itu berubah menjadi berhala.
Teologi Reformed menekankan bahwa tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati Dia untuk selama-lamanya, sebagaimana dinyatakan dalam pertanyaan pertama Westminster Shorter Catechism. Karena itu, mengutamakan Allah bukan sekadar kewajiban moral, tetapi respons syukur terhadap anugerah keselamatan yang telah diberikan melalui Yesus Kristus.
Artikel ini akan membahas prinsip "Utamakan Allah" melalui eksposisi beberapa bagian Alkitab yang menjadi dasar ajaran tersebut, khususnya Matius 6:33, disertai pandangan para teolog Reformed seperti John Calvin, Herman Bavinck, Geerhardus Vos, Louis Berkhof, Charles Hodge, B.B. Warfield, John Murray, R.C. Sproul, J.I. Packer, Sinclair Ferguson, Michael Horton, Joel Beeke, dan Edmund P. Clowney.
Dasar Alkitabiah
Salah satu ayat yang paling jelas mengenai prinsip ini adalah:
"Namun, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, dan semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
(Matius 6:33, AYT)
Ayat ini berada dalam konteks Khotbah di Bukit. Yesus sedang mengajarkan murid-murid-Nya agar tidak dikuasai kekhawatiran mengenai makanan, minuman, atau pakaian. Sebaliknya, mereka dipanggil untuk memusatkan hidup pada Allah dan kerajaan-Nya.
Eksposisi Matius 6:33
"Carilah dahulu"
Kata "carilah" menunjukkan tindakan yang terus-menerus. Ini bukan keputusan sesaat, melainkan gaya hidup yang berkesinambungan. Orang percaya dipanggil untuk terus mengejar kehendak Allah dalam setiap bidang kehidupan.
Kata "dahulu" berbicara tentang prioritas, bukan urutan waktu semata. Yesus tidak mengatakan bahwa Allah cukup ditempatkan di awal hari, tetapi bahwa Allah harus menjadi yang terutama dalam seluruh kehidupan.
Pandangan John Calvin
John Calvin menulis bahwa hati manusia adalah "pabrik berhala" (idol factory). Manusia cenderung terus-menerus menciptakan sesuatu untuk menggantikan Allah sebagai pusat hidup. Karena itu, orang percaya harus terus memeriksa hatinya agar Kristus tetap menjadi Tuhan atas seluruh kehidupannya.
"Kerajaan Allah"
Kerajaan Allah bukan terutama sebuah wilayah geografis, tetapi pemerintahan Allah yang dinyatakan melalui Kristus. Mencari Kerajaan Allah berarti hidup di bawah pemerintahan-Nya dan menjadikan kehendak-Nya sebagai standar hidup.
Pandangan Geerhardus Vos
Geerhardus Vos menjelaskan bahwa Kerajaan Allah adalah tema utama sejarah penebusan. Dalam diri Yesus Kristus, kerajaan itu telah hadir, meskipun kepenuhannya baru akan dinyatakan pada kedatangan-Nya yang kedua.
"Dan Kebenaran-Nya"
Kebenaran di sini menunjuk pada kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah. Orang yang mengutamakan Tuhan tidak hanya mengaku percaya kepada-Nya, tetapi juga hidup dalam kekudusan.
Pandangan Herman Bavinck
Herman Bavinck menegaskan bahwa anugerah Allah tidak hanya mengampuni dosa, tetapi juga memperbarui kehidupan. Orang yang telah dibenarkan akan semakin dibentuk menjadi serupa dengan Kristus melalui proses pengudusan.
"Semuanya itu akan ditambahkan kepadamu"
Yesus tidak menjanjikan kekayaan tanpa batas, tetapi menjamin bahwa Bapa di surga mengetahui kebutuhan anak-anak-Nya. Allah akan menyediakan apa yang benar-benar diperlukan untuk menggenapi kehendak-Nya dalam hidup mereka.
Pandangan Louis Berkhof
Louis Berkhof menjelaskan bahwa pemeliharaan Allah (providensia) mencakup seluruh kebutuhan umat-Nya. Tidak ada satu pun kebutuhan orang percaya yang luput dari perhatian Allah yang berdaulat.
Allah Harus Menjadi yang Pertama
Mengutamakan Allah berarti memberikan kepada-Nya tempat yang memang menjadi hak-Nya sebagai Pencipta dan Penebus.
Hal ini mencakup:
- prioritas dalam penyembahan,
- prioritas dalam pengambilan keputusan,
- prioritas dalam penggunaan waktu,
- prioritas dalam pengelolaan harta,
- prioritas dalam keluarga,
- prioritas dalam pelayanan,
- prioritas dalam seluruh tujuan hidup.
Ketika Allah menjadi pusat, segala sesuatu yang lain menemukan tempat yang benar.
Bahaya Berhala Modern
Banyak orang tidak lagi menyembah patung, tetapi tetap memiliki berhala dalam hati.
Berhala modern dapat berupa:
- uang,
- karier,
- popularitas,
- teknologi,
- hiburan,
- relasi,
- bahkan pelayanan.
Segala sesuatu yang mengambil tempat Allah dalam hati telah menjadi berhala.
Pandangan R.C. Sproul
R.C. Sproul menegaskan bahwa penyembahan selalu menjadi persoalan utama manusia. Setiap orang pasti menyembah sesuatu. Pertanyaannya bukan apakah kita menyembah, tetapi siapa atau apa yang kita sembah.
Kristus sebagai Prioritas Utama
Mengutamakan Allah dalam Perjanjian Baru berarti mengutamakan Kristus.
Yesus berkata:
"Barangsiapa mengasihi ayah atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku." (Mat. 10:37)
Perkataan ini menunjukkan bahwa kasih kepada Kristus harus melampaui seluruh kasih lainnya.
Kristus tidak meminta posisi kedua.
Ia adalah Tuhan.
Pandangan B.B. Warfield
B.B. Warfield menjelaskan bahwa keilahian Kristus menuntut penyembahan total. Karena Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, seluruh hidup orang percaya harus diarahkan kepada-Nya.
Mengutamakan Allah dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam Keluarga
Allah harus menjadi pusat kehidupan keluarga.
Suami, istri, dan anak-anak dipanggil membangun rumah tangga berdasarkan Firman Tuhan.
Pandangan Joel Beeke
Joel Beeke menekankan bahwa ibadah keluarga merupakan salah satu cara paling efektif untuk menolong seluruh anggota keluarga belajar mengutamakan Allah setiap hari.
Dalam Pekerjaan
Bekerja bukan sekadar mencari nafkah.
Pekerjaan adalah panggilan untuk memuliakan Allah.
Kolose 3:23 berkata:
"Apa pun juga yang kamu lakukan, lakukanlah seperti untuk Tuhan."
Pandangan Charles Hodge
Charles Hodge menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan yang dilakukan dengan iman dapat menjadi pelayanan kepada Allah.
Dalam Penggunaan Waktu
Waktu merupakan pemberian Allah.
Mengutamakan Tuhan berarti menggunakan waktu secara bijaksana bagi kemuliaan-Nya.
Hal ini mencakup:
- membaca Firman,
- berdoa,
- bersekutu,
- melayani,
- bekerja dengan setia,
- beristirahat sesuai kehendak Allah.
Dalam Pengelolaan Harta
Harta bukan tujuan hidup.
Allah adalah pemilik sejati seluruh ciptaan.
Manusia hanyalah pengelola.
Pandangan John Murray
John Murray menjelaskan bahwa seluruh hidup orang percaya merupakan respons syukur atas anugerah Allah. Karena itu, termasuk dalam penggunaan harta, orang percaya dipanggil menjadi pengelola yang setia.
Mengapa Mengutamakan Allah Sulit?
Dosa telah membuat hati manusia berpusat pada diri sendiri.
Sejak kejatuhan Adam, manusia lebih suka mengatur hidupnya sendiri daripada tunduk kepada Allah.
Karena itu, hanya anugerah Allah yang dapat memperbarui hati.
Pandangan Michael Horton
Michael Horton menegaskan bahwa Injil bukan sekadar memperbaiki perilaku manusia, tetapi mengubah pusat hidupnya. Orang percaya hidup bagi Allah karena telah terlebih dahulu diselamatkan oleh kasih karunia.
Kristus Teladan Sempurna
Yesus adalah teladan tertinggi dalam mengutamakan Bapa.
Ia berkata:
"Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku."
Seluruh kehidupan Kristus diarahkan untuk memuliakan Bapa.
Bahkan di Getsemani Ia berdoa:
"Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
Pandangan Edmund P. Clowney
Edmund Clowney menjelaskan bahwa seluruh kehidupan Kristus adalah ketaatan yang sempurna kepada Bapa. Melalui persatuan dengan Kristus, orang percaya dimampukan untuk hidup bagi kemuliaan Allah.
Buah Mengutamakan Allah
Ketika Allah menjadi pusat hidup, orang percaya mengalami:
- damai sejahtera,
- arah hidup yang jelas,
- hikmat dalam mengambil keputusan,
- sukacita sejati,
- kepuasan rohani,
- ketekunan dalam penderitaan,
- pengharapan yang kekal.
Hal ini bukan berarti bebas dari kesulitan, tetapi hidup berada di bawah pemeliharaan Allah.
Pandangan J.I. Packer
J.I. Packer mengingatkan bahwa pengenalan akan Allah merupakan sumber sukacita terdalam. Semakin seseorang mengenal Tuhan, semakin ia menyadari bahwa tidak ada yang lebih berharga daripada hidup bersama-Nya.
Relevansi bagi Gereja Masa Kini
Budaya modern mendorong manusia mengejar keberhasilan pribadi, kenyamanan, dan pengakuan. Bahkan gereja dapat tergoda mengukur keberhasilan hanya dari jumlah jemaat, program, atau popularitas.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa tujuan utama gereja bukanlah mengejar keberhasilan duniawi, melainkan memuliakan Allah melalui pemberitaan Injil, pemuridan, penyembahan yang benar, dan kehidupan yang kudus.
Pandangan Sinclair Ferguson
Sinclair Ferguson menegaskan bahwa kehidupan Kristen yang sehat selalu berpusat pada Kristus. Ketika Kristus menjadi pusat, seluruh aspek kehidupan akan diarahkan kepada kemuliaan Allah.
Aplikasi Praktis
1. Periksa Prioritas Hidup
Tanyakan dengan jujur: apakah Allah benar-benar menjadi pusat keputusan, waktu, dan tujuan hidup kita?
2. Bangun Kebiasaan Rohani
Sediakan waktu secara teratur untuk membaca Alkitab, berdoa, dan bersekutu agar hati terus diarahkan kepada Tuhan.
3. Gunakan Talenta dan Harta bagi Kemuliaan Allah
Lihat setiap berkat sebagai titipan yang harus dikelola dengan setia untuk melayani Tuhan dan sesama.
4. Belajar Memercayai Providensia Allah
Jangan biarkan kekhawatiran menggeser Allah dari posisi utama. Percayalah bahwa Bapa memelihara anak-anak-Nya.
5. Jadikan Kristus sebagai Pusat Segala Sesuatu
Dalam setiap keputusan, tanyakan apakah pilihan tersebut memuliakan Kristus dan selaras dengan Firman-Nya.
Kesimpulan
Mengutamakan Allah adalah panggilan utama setiap orang percaya. Matius 6:33 mengajarkan bahwa ketika Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya menjadi prioritas tertinggi, orang percaya dapat menjalani hidup dengan keyakinan bahwa Bapa di surga mengetahui dan mencukupi segala kebutuhan mereka menurut kehendak-Nya. Prinsip ini bukanlah janji kemakmuran, melainkan undangan untuk hidup di bawah pemerintahan Allah yang penuh kasih, hikmat, dan kedaulatan.
John Calvin mengingatkan bahwa hati manusia mudah menjadikan hal lain sebagai berhala. Herman Bavinck menegaskan bahwa anugerah memperbarui hati sehingga mampu mengasihi Allah. Geerhardus Vos menunjukkan bahwa Kerajaan Allah menemukan puncaknya di dalam Kristus. Louis Berkhof mengajarkan bahwa providensia Allah memelihara seluruh kehidupan umat-Nya. Charles Hodge melihat seluruh pekerjaan sebagai panggilan untuk memuliakan Allah. John Murray menekankan hidup sebagai respons syukur atas anugerah. B.B. Warfield menegaskan keilahian Kristus yang menuntut penyerahan total. R.C. Sproul mengingatkan bahwa setiap manusia adalah penyembah, sehingga pertanyaannya adalah siapa yang disembah. J.I. Packer menunjukkan bahwa mengenal Allah adalah sumber sukacita sejati. Michael Horton menempatkan Injil sebagai dasar perubahan hidup, sementara Joel Beeke, Sinclair Ferguson, dan Edmund P. Clowney mengarahkan orang percaya untuk hidup berpusat pada Kristus dalam seluruh aspek kehidupan.
Pada akhirnya, mengutamakan Allah bukan sekadar menempatkan-Nya di urutan pertama dalam daftar prioritas, tetapi menjadikan-Nya pusat yang memberi arah bagi seluruh hidup. Ketika Kristus memerintah hati, pekerjaan, keluarga, pelayanan, dan setiap keputusan akan diarahkan untuk kemuliaan-Nya. Di dalam Dialah manusia menemukan tujuan hidup yang sejati, damai yang tidak tergoncangkan, dan pengharapan yang kekal.