YOSUA 5:13-6:27 (PROBLEM YOSUA DAN PETUNJUK TUHAN)

Pdt.Budi Asali, M.Div.
YOSUA 5:13-6:27 (PROBLEM YOSUA DAN PETUNJUK TUHAN)
gadget, bisnis
Yosua 5:13-15 - “(13) Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: ‘Kawankah engkau atau lawan?’ (14) Jawabnya: ‘Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang.’ Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: ‘Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?’ (15) Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: ‘Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus.’ Dan Yosua berbuat demikian”.

Yosua 6:1-27 - “(1) Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk. (2) Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: ‘Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa. (3) Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, (4) dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. (5) Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.’ (6) Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: ‘Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN.’ (7) Dan kepada bangsa itu dikatakannya: ‘Majulah, kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut TUHAN.’ (8) Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di hadapan TUHAN, lalu mereka meniup sangkakala, sedang tabut perjanjian TUHAN mengikut mereka. (9) Dan orang-orang bersenjata berjalan di depan para imam yang meniup sangkakala dan barisan penutup mengikut tabut itu, sedang sangkakala terus-menerus ditiup. (10) Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: ‘Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! - maka kamu harus bersorak.’ (11) Demikianlah tabut TUHAN mengelilingi kota itu, mengedarinya sekali saja. Kemudian kembalilah mereka ke tempat perkemahan dan bermalam di tempat perkemahan itu. (12) Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu para imam mengangkat tabut TUHAN. (13) Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara sangkakala terus-menerus ditiup. (14) Demikianlah pada hari kedua mereka mengelilingi kota itu sekali saja, lalu pulang ke tempat perkemahan. Dan begitulah dilakukan mereka enam hari lamanya. (15) Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali. (16) Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: ‘Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota ini kepadamu! (17) Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh. (18) Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya. (19) Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu akan dimasukkan ke dalam perbendaharaan TUHAN.’ (20) Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu. (21) Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai. (22) Tetapi kepada kedua orang pengintai negeri itu Yosua berkata: ‘Masuklah ke dalam rumah perempuan sundal itu dan bawalah ke luar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang telah kamu janjikan dengan bersumpah kepadanya.’ (23) Lalu masuklah kedua pengintai muda itu dan membawa ke luar Rahab dan ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, bahkan seluruh kaumnya dibawa mereka ke luar, lalu mereka menunjukkan kepadanya tempat tinggal di luar perkemahan orang Israel. (24) Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN. (25) Demikianlah Rahab, perempuan sundal itu dan keluarganya serta semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup oleh Yosua. Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai sekarang, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh Yosua mengintai Yerikho. (26) Pada waktu itu bersumpahlah Yosua, katanya: ‘Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!’ (27) Dan TUHAN menyertai Yosua dan terdengarlah kabar tentang dia di seluruh negeri itu”.

I) Problem Yosua.

Dalam Yosua 5:13 Yosua sedang mengintai Yerikho. Dan apa yang ia lihat? Yerikho dengan bentengnya yang tebal dan pintu gerbangnya yang tertutup rapat. Memang taat kepada Tuhan tak berarti harus selalu menjumpai jalan yang terbuka lebar! Yosua dan bangsa Israel taat kepada Tuhan, tetapi disini mereka menjumpai problem, yaitu benteng / tembok Yerikho.

Tentang tembok Yerikho: Pada tahun 1931 seorang bernama John Garstang menemukan reruntuhan dari tembok Yerikho, dan dari penemuan itu dikatakan bahwa tembok / benteng Yerikho itu terdiri dari 2 lapis tembok.
tembok luar tebalnya 6 kaki (= 1,8 meter).
jarak antara tembok luar dan tembok dalam adalah 12-15 kaki (= 3,6-4,5 meter).
tembok dalam tebalnya 12 kaki (= 3,6 meter).
tinggi tembok adalah 30 kaki (= 9 meter).

Belakangan ada orang-orang yang berpendapat bahwa tembok yang ditemukan oleh John Garstang itu bukanlah tembok Yerikho pada jaman Yosua tetapi tembok Yerikho sesudah jaman Yosua.

Tetapi bagaimanapun juga, dari Yos 2:15 dimana dikatakan bahwa di atas tembok Yerikho bisa dibangun rumah, kita bisa mengetahui bahwa memang tembok Yerikho itu sangat tebal.

II) Tuhan menyatakan diri dan memberikan petunjuk.

1) Panglima balatentara Tuhan dalam Yosua 5:13-15 adalah Tuhan sendiri.

Ini terlihat dari:

a) Yosua menyembahNya dan ‘Orang’ itu menerima sembah itu (Yosua 5:14).

b) Yosua menyebutnya ‘tuanku’ (5:14b). NIV menterjemahkan ‘my Lord’ (= Tuhanku).

c) Perintah menanggalkan kasut (Yosua 5:15) serupa dengan apa yang dialami oleh Musa dalam Kel 3:5. Jadi bisa disimpulkan bahwa yang memerintahkan penanggalan kasut kepada Musa dan kepada Yosua adalah ‘Orang’ yang sama.

d) Yosua 6:2 yang merupakan sambungan dari 5:13-15 mengatakan: ‘berfir­manlah TUHAN’.

Kalau memang ini adalah Tuhan sendiri, lalu mengapa Ia menyatakan diri sebagai Panglima balatentara Tuhan? Karena Yosua / Israel sedang mau berperang melawan orang Kanaan / Yerikho. Jadi, Tuhan menyatakan diri sesuai dengan kebutuhan mereka!

Penerapan: Tuhan memang selalu sesuai dengan kebutuhan kita, apapun kebutuhan kita itu! Misalnya:

· kalau saudara sedang kesepian, Tuhan bisa menjadi Sahabat saudara.

· kalau saudara sadar akan dosa saudara, maka Tuhan menjadi Juruselamat / Penebus bagi saudara.

· kalau saudara sedang sedih, Tuhan menjadi Penghibur bagi saudara.

· kalau hidup saudara sedang goncang karena banyaknya problem, maka Tuhan menjadi Batu Karang yang Teguh bagi saudara.

· kalau saudara membutuhkan perlindungan dan pimpinan dalam jalan hidup saudara, Tuhan menjadi Gembala yang baik bagi saudara.

· kalau saudara sedang membutuhkan doa, maka Tuhan menjadi Juru Sya­faat bagi saudara.

· kalau saudara membutuhkan kasih, maka Tuhan menjadi Bapa bagi saudara.

· kalau saudara ada dalam bahaya dan membutuhkan penjagaan, atau saudara sedang bingung dan membutuhkan pimpinan, maka Tuhan menjadi Gembala bagi saudara.

Karena itu, apapun kebutuhan saudara, datanglah kepada Tuhan! Ia pasti tidak mengecewakan saudara!

2) Apa tujuan Tuhan menyatakan diri?

a) Untuk menunjukkan bahwa sekalipun manna sudah berhenti (Yosua 5:12), tetapi Ia masih tetap menyertai Israel.

Penerapan: kalau selama beberapa waktu Tuhan mencukupi kebutuhan saudara dengan suatu cara tertentu, dan tiba-tiba Tuhan menghen­tikan hal itu, jangan terlalu cepat beranggapan bahwa Tuhan tidak lagi menyertai saudara! Tuhan bisa menyuplai saudara dengan cara lain, seperti yang Ia lakukan dengan bangsa Israel (5:11-12).

b) Untuk memberi petunjuk bagaimana menghancurkan tembok Yerikho.

Tadi dalam Yosua 5:2-10 Yosua mentaati Tuhan dalam persoalan sunat dan Perjamuan Paskah, dan sekarang Tuhan memberikan firman / petunjuk lagi.

Tuhan Yesus sendiri berkata ‘Jika kamu tetap dalam firmanKu ... kamu akan mengetahui kebenaran’ (Yoh 8:31-32).

Karena itu, kalau saudara ingin mengerti firman Tuhan lebih banyak lagi, taatilah dulu apa yang sudah saudara mengerti dari firman Tuhan. Kalau saudara mengerti tetapi tidak mau taat, maka jangan heran kalau Tuhan tidak menambah pengetahuan saudara tentang firman Tuhan!

Dan kalau saudara merasa bahwa saudara tidak maju-maju dalam pengertian firman Tuhan sekalipun saudara banyak belajar firman Tuhan, maka introspeksilah hidup saudara! Taatilah firman yang sudah saudara mengerti, maka Tuhan pasti akan menambah pengertian saudara tentang firman Tuhan.

3) Petunjuk Tuhan (6:2-5,17-19).

a) Tuhan memberi kepastian kemenangan.

6:2 mengatakan ‘Aku serahkan’. Dalam NIV diterjemahkan ‘I have delivered’ (= Aku telah menyerahkan) karena bahasa Ibraninya memang menggunakan bentuk lampau.

Bentuk lampau digunakan untuk sesuatu yang belum terjadi, untuk memastikan terjadinya hal itu.

b) Cara merobohkan tembok Yerikho (Yosua 6:3-5).

1. Ini lagi-lagi merupakan cara yang menggelikan dan tak masuk akal! Karena apa? Karena Tuhan mau bangsa Israel tidak ber­sandar pada akal / logika mereka, tetapi percaya kepada Tuhan!

2. Bahwa mereka mengelilingi tembok Yerikho selama 7 hari bertu­rut-turut, menunjukkan bahwa pada hari Sabatpun mereka melakukan hal itu. Ini menunjukkan bahwa sekalipun Sabat adalah hari istirahat, tetapi itu tak berarti bahwa kita sama sekali tak boleh melakukan apa-apa pada hari Sabat.

3. Bahwa pada hari yang ke 7 mereka bisa mengelilingi Yerikho sebanyak 7 x, menunjukkan bahwa Yerikho tidaklah terlalu besar (bayangkan kalau harus mengelilingi kota Surabaya sebanyak 7 x!).

4. Dalam 6:5b dikatakan ‘masing-masing langsung ke depan’ (bdk. 6:20b).

Ini menunjukkan bahwa tembok Yerikho runtuh total / seluruhnya, dan bukan hanya pada tempat-tempat tertentu.

c) Kalau tembok Yerikho itu roboh maka:

1. Israel harus membunuh semua yang bernyawa, kecuali yang ada di rumah Rahab (Yosua 6:17).

2. Emas, perak, tembaga dan besi harus dimasukkan ke dalam perbendaharaan rumah Tuhan (6:19), sedangkan semua barang-barang lain harus dimusnahkan (Yosua 6:18).


Mengapa demikian? Ada yang mengatakan karena Yerikho adalah kota yang pertama. Hasil pertama (= first fruits) harus untuk Tuhan. Nanti akan saudara lihat bahwa untuk kota ke 2 yaitu Ai, maka mereka boleh menjarah barang-barangnya (8:2).

III) Ketaatan Yosua / bangsa Israel.

1) Yosua / Israel mentaati petunjuk Tuhan yang menggelikan dan tak masuk akal itu (6:6-16,20-24).

a) 6:10 menunjukkan bahwa mereka harus diam.

Ini tidak mudah, karena pasti akan ada ejekan / makian dari orang-orang Yerikho yang menyebabkan mereka ingin membalas. Jadi membutuhkan penguasaan diri untuk bisa tetap diam!

b) 6:20 menunjukkan bahwa tembok Yerikho betul-betul runtuh seperti yang difirmankan oleh Tuhan.

· bdk. Ibr 11:30 - “Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya”.

Ayat ini mengatakan bahwa tembok Yerikho itu runtuh karena iman! Ini menunjukkan pentingnya iman!

· tembok itu runtuh seluruhnya, tetapi ada perkecualian, yaitu bagian tembok yang di atasnya ada rumah dari Rahab (bdk. 2:15 yang menunjukkan bahwa rumah Rahab ada di atas tembok).

Bahwa tembok Yerikho bisa mendadak runtuh, sudah merupakan suatu mujijat yang luar biasa. Tetapi ada banyak orang menje­laskan / melogiskan hal ini dengan mengatakan bahwa pada saat itu terjadi gempa bumi yang hebat yang meruntuhkan tembok Yerikho itu. Tetapi bagaimana mereka mau menjelaskan peristi­wa dimana ada sebagian tembok yang tidak runtuh?

2) Mereka membakar semua kecuali emas, perak, tembaga dan besi yang dimasukkan ke perbendaharaan rumah Tuhan (Yosua 6:24).

3) Mereka membunuh semua yang bernyawa kecuali orang-orang dalam rumah Rahab (6:23).

a) Ini tidak berarti bahwa iman Rahab menyelamatkan dirinya dan juga keluarganya!

Bahwa keluarganya bisa ada dalam rumah Rahab, itu sudah menunjukkan bahwa mereka sendiri beriman. Bandingkan dengan orang-orang yang tidak percaya pada jaman Nuh; mereka tidak mau masuk ke dalam bahtera. Demikian juga dengan kedua calon menantu Lot, yang menganggap ajakan Lot untuk meninggalkan Sodom dan Gomora sebagai olok-olok belaka (Kejadian 19:14).

b) Mula-mula mereka ditempatkan di luar perkemahan (Yosua 6:23b) karena mereka masih dianggap najis. Setelah mereka disucikan (disunat dsb), maka merekapun diterima untuk hidup di tengah-tengah bangsa Israel (6:25).

4) Kutukan Yosua.

Yosua 6:26 - “Pada waktu itu bersumpahlah Yosua, katanya: ‘Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!’”.

a) Pada jaman raja Ahab, kira-kira 520 tahun setelah kutuk itu dikeluarkan oleh Yosua, seorang yang bernama Hiel mengabaikan kutuk ini dan membangun kembali Yerikho ini.

1Raja 16:34 - “Pada zamannya itu Hiel, orang Betel, membangun kembali Yerikho. Dengan membayarkan nyawa Abiram, anaknya yang sulung, ia meletakkan dasar kota itu, dan dengan membayarkan nyawa Segub, anaknya yang bungsu, ia memasang pintu gerbangnya, sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkanNya dengan perantaraan Yosua bin Nun”.

Ada yang menafsirkan ayat ini dengan mengatakan bahwa ia memang dengan sukarela mengorbankan anak-anaknya untuk memnuhi kutuk Yosua. Tetapi kebanyakan penafsir menganggap bahwa ayat ini menunjukkan kalau anak-anaknya mati dibunuh Tuhan karena ia membangun kembali Yerikho ini.

b) Mengapa Yosua mengucapkan kutukan seperti ini?

1. Mungkin karena ia mau Yerikho menjadi peringatan tentang hukuman Tuhan terhadap orang jahat.

2. Mungkin untuk menunjukkan kebenciannya kepada kota yang dibenci oleh Tuhan. Memang orang yang mencintai Tuhan pasti­lah akan membenci apa yang dibenci oleh Tuhan seperti dosa, ajaran sesat, nabi palsu.

Cobalah pikirkan, bagaimana sikap saudara terhadap hal-hal itu?

3. Yang jelas, Yosua tidak mengucapkan kutuk itu sesuai dengan kehendaknya sendiri saja! Dalam 1Raja 16:34b dinyatakan secara jelas bahwa kutuk itu merupakan firman Tuhan yang diucapkan oleh Tuhan dengan perantaraan Yosua!

Kesimpulannya: pengucapan kutuk inipun merupakan ketaatan dari Yosua! Tindakan Yosua dalam mengucapkan kutuk, yang kelihatan­nya keras dan kejam / tidak kasih, sebetulnya menunjukkan ketaatan dan kasih kepada Tuhan!

Penutup.

Iman, kasih dan ketaatan Yosua dan bangsa Israel menyebabkan ia / mereka bisa mengatasi problem dan menang dan terus disertai oleh Tuhan (Yosua 6:27).

Maukah saudara meniru Yosua / bangsa Israel dalam hal ini?

Catatan: Pdt. Budi Asali, M.Div:  meraih gelar Master of Divinity (M.Div) dari Reformed Theological Seminary (RTS), Jackson, Mississippi, United States of America
-AMIN-
Next Post Previous Post