Datanglah kepada-Ku!: Undangan Mendesak untuk Berbalik kepada Kristus

Datanglah kepada-Ku!: Undangan Mendesak untuk Berbalik kepada Kristus

Pendahuluan: Seruan Kristus yang Tidak Pernah Netral

Di antara semua perkataan Yesus dalam Injil, seruan “Datanglah kepada-Ku” menempati posisi yang sangat istimewa. Perkataan ini sederhana, personal, dan penuh belas kasihan—namun pada saat yang sama bersifat mutlak, mendesak, dan menentukan nasib kekal manusia. Tidak ada respons netral terhadap undangan Kristus. Datang atau menolak; percaya atau tetap tinggal dalam dosa.

Ungkapan Come to Me! bukanlah slogan emosional atau ajakan moral yang lembut semata. Dalam terang teologi Reformed, seruan ini adalah panggilan Injil yang efektif, di mana Kristus sendiri, sebagai Nabi, Imam, dan Raja, memanggil orang berdosa untuk datang kepada-Nya demi keselamatan.

J. I. Packer dengan tajam menulis:

“Injil bukanlah nasihat tentang bagaimana manusia dapat menemukan Allah, melainkan pengumuman bahwa Allah telah datang mencari manusia.”

Artikel ini akan menyingkap bahwa undangan Kristus adalah:

  1. Undangan penuh anugerah

  2. Undangan yang mendesak

  3. Undangan yang menuntut pertobatan dan iman

  4. Undangan yang berakar pada kedaulatan Allah

Makna “Datang” dalam Perspektif Alkitabiah

Dalam Alkitab, kata “datang” kepada Allah tidak pernah berarti sekadar mendekat secara intelektual atau emosional. Ia menunjuk pada:

  • Peralihan arah hidup

  • Penyerahan diri

  • Kebergantungan total

John Calvin menegaskan bahwa iman sejati bukan hanya assensus (persetujuan intelektual), tetapi fiducia—kepercayaan yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus.

Dengan demikian, seruan “Datanglah kepada-Ku” adalah panggilan untuk:

  • Bertobat dari dosa

  • Meninggalkan sandaran palsu

  • Datang kepada Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat

Kondisi Manusia: Mengapa Undangan Ini Mendesak

1. Manusia Berdosa dan Mati Secara Rohani

Teologi Reformed memulai pemahaman Injil dari diagnosis Alkitab tentang manusia: mati dalam dosa. Manusia tidak sekadar terluka, tetapi mati secara rohani dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.

R. C. Sproul menyatakan:

“Masalah terbesar manusia bukanlah kurangnya informasi, tetapi rusaknya natur.”

Karena itu, undangan Kristus bersifat mendesak bukan karena Allah panik, tetapi karena manusia berada dalam bahaya kekal.

2. Waktu Anugerah Tidak Tak Terbatas

Alkitab berulang kali menegaskan urgensi respons terhadap Injil. “Hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya…” menunjukkan bahwa kesempatan bertobat tidak boleh dianggap remeh.

Jonathan Edwards menulis bahwa menunda pertobatan adalah bentuk kesombongan terselubung—menganggap bahwa waktu dan hidup berada dalam kendali manusia.

Kristus sebagai Subjek Undangan

Hal yang paling radikal dari seruan Come to Me! adalah siapa yang mengucapkannya. Yesus tidak berkata, “Datanglah kepada hukum,” atau “Datanglah kepada ajaran,” tetapi “Datanglah kepada-Ku.”

1. Kristus sebagai Satu-satunya Jalan

Dalam teologi Reformed, Kristus bukan hanya pemberi keselamatan, tetapi keselamatan itu sendiri. Datang kepada Kristus berarti datang kepada:

  • Kebenaran yang hidup

  • Keadilan yang dipuaskan

  • Anugerah yang menyelamatkan

Louis Berkhof menegaskan bahwa seluruh manfaat keselamatan hanya ditemukan “di dalam Kristus”.

2. Kristus sebagai Imam yang Mengundang Orang Berdosa

Undangan Kristus bersumber dari karya pendamaian-Nya. Ia dapat mengundang orang berdosa karena Ia sendiri telah menyediakan jalan melalui salib.

John Owen menulis:

“Kristus tidak pernah mengundang orang berdosa tanpa terlebih dahulu menanggung murka Allah bagi mereka.”

Anugerah yang Berdaulat dalam Undangan Injil

Salah satu ketegangan klasik dalam teologi adalah relasi antara undangan Injil yang universal dan pemilihan yang berdaulat. Teologi Reformed tidak melihat ini sebagai kontradiksi.

1. Undangan yang Tulus

Injil harus diberitakan kepada semua orang. Undangan Kristus sungguh-sungguh dan tulus.

John Calvin menegaskan bahwa ketika Injil diberitakan, Allah sungguh memanggil manusia untuk datang kepada-Nya.

2. Panggilan yang Efektif

Namun, hanya Roh Kudus yang dapat membuat undangan itu efektif di hati orang berdosa. Inilah yang disebut effectual calling.

Herman Bavinck menulis:

“Panggilan Injil menjadi efektif bukan karena kekuatan kehendak manusia, tetapi karena karya Roh Kudus yang melahirbarukan.”

Dengan demikian, ketika seseorang benar-benar datang kepada Kristus, itu adalah bukti karya anugerah Allah dari awal sampai akhir.

Pertobatan dan Iman: Dua Sisi dari Satu Respons

Datang kepada Kristus tidak pernah terpisah dari pertobatan dan iman.

1. Pertobatan: Berpaling dari Dosa

Pertobatan bukan sekadar penyesalan emosional, tetapi perubahan arah hidup. John Owen menegaskan bahwa pertobatan sejati selalu disertai kebencian terhadap dosa.

2. Iman: Bersandar pada Kristus

Iman bukan prestasi manusia, melainkan tangan kosong yang menerima anugerah. Jonathan Edwards melihat iman sebagai tindakan jiwa yang diciptakan oleh Roh Kudus.

Kesalahan Umum dalam Merespons Undangan Kristus

1. Datang tanpa Bertobat

Banyak orang ingin penghiburan Kristus tanpa penundukan kepada Kristus.

2. Menunda Respons

Penundaan adalah bentuk penolakan yang halus.

3. Mengganti Kristus dengan Moralitas

Teologi Reformed menolak segala bentuk Injil moralistik yang menggantikan Kristus dengan usaha manusia.

Undangan Kristus dan Jaminan Keselamatan

Bagi mereka yang datang kepada Kristus, undangan ini disertai janji pemeliharaan.

J. I. Packer menulis bahwa jaminan keselamatan tidak bertumpu pada kekuatan iman kita, tetapi pada kesetiaan Kristus yang kita percayai.

Dimensi Pastoral: Memberitakan “Datanglah kepada-Ku” Hari Ini

Gereja dipanggil untuk:

  • Memberitakan Injil dengan jelas

  • Tidak melemahkan tuntutan pertobatan

  • Tidak mengaburkan anugerah

R. C. Sproul mengingatkan bahwa gereja yang setia bukan yang paling relevan secara budaya, tetapi yang paling setia pada Injil.

Kristus sebagai Perhentian Sejati Jiwa

Undangan Kristus bukan hanya untuk keselamatan awal, tetapi juga untuk kehidupan Kristen sehari-hari. Orang percaya terus “datang” kepada Kristus dalam iman, ketaatan, dan ketergantungan.

Penutup: Undangan yang Tidak Boleh Diabaikan

“Datanglah kepada-Ku!” adalah undangan yang:

  • Menghancurkan kesombongan manusia

  • Menghibur hati yang letih lesu

  • Memuliakan anugerah Allah

Dalam teologi Reformed, undangan ini menyingkap keindahan Injil: Allah yang berdaulat dengan penuh kasih memanggil orang berdosa untuk datang kepada Kristus dan hidup.

Next Post Previous Post