God Is Awesome: Mengenal Allah yang Maha Dahsyat

God Is Awesome: Mengenal Allah yang Maha Dahsyat

Pendahuluan

Ungkapan God is Awesome: Mengenal Allah yang Maha Dahsyat sering digunakan dalam kehidupan Kristen. Kita mengatakannya ketika melihat kebesaran ciptaan, mengalami pertolongan Tuhan, mendengar kesaksian tentang mukjizat, atau merasakan sukacita dalam ibadah. Namun, apakah arti awesome ketika digunakan untuk menggambarkan Allah?

Dalam penggunaan bahasa Inggris modern, awesome sering berarti “luar biasa” atau “sangat mengagumkan”. Tetapi ketika berbicara tentang Allah, maknanya jauh lebih dalam. Allah bukan sekadar mengagumkan seperti sebuah pemandangan indah atau pengalaman yang menyenangkan. Allah adalah Pribadi yang mahatinggi, kudus, berdaulat, penuh kemuliaan, dan begitu dahsyat sehingga manusia dipanggil untuk menghormati, takut akan, dan menyembah-Nya.

Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah harus dibuat menarik agar manusia tertarik kepada-Nya. Sebaliknya, ketika manusia benar-benar melihat siapa Allah, respons yang wajar adalah kekaguman, penyembahan, kerendahan hati, dan pertobatan.

Dalam perspektif teologi Reformed, pengenalan akan Allah merupakan pusat kehidupan Kristen. John Calvin bahkan membuka Institutes of the Christian Religion dengan gagasan bahwa hampir seluruh hikmat yang kita miliki terdiri dari pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri.

Karena itu, untuk memahami mengapa God is Awesome, kita harus kembali kepada kesaksian Kitab Suci tentang siapa Allah.


Apa Arti “God Is Awesome”?

Secara sederhana, God is Awesome berarti bahwa Allah begitu besar, mulia, kudus, berkuasa, dan mengagumkan sehingga Ia layak menerima kekaguman dan penyembahan tertinggi.

Namun kata “awesome” tidak boleh direduksi menjadi sekadar “keren”.

Allah bukan “awesome” karena Ia melakukan hal-hal spektakuler untuk memenuhi keinginan manusia.

Allah adalah awesome karena Dia adalah Allah.

Kemuliaan-Nya tidak bergantung pada respons manusia.

Ia tetap mulia meskipun manusia menolak-Nya.

Ia tetap kudus meskipun manusia meremehkan-Nya.

Ia tetap berdaulat meskipun manusia berusaha melawan-Nya.

Inilah perbedaan antara kekaguman terhadap ciptaan dan kekaguman kepada Sang Pencipta.

Ciptaan mengagumkan karena mencerminkan sebagian kecil kemuliaan Allah.

Allah sendiri adalah sumber segala kemuliaan.


Allah yang Kudus

Salah satu alasan utama mengapa Allah begitu dahsyat adalah kekudusan-Nya.

Dalam Yesaya 6, para serafim berseru:

“Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam!”

Pengulangan kata “kudus” bukan kebetulan. Kekudusan Allah berada pada pusat penyataan tentang siapa Dia.

Allah bukan sekadar manusia yang memiliki moralitas lebih tinggi.

Ia berbeda secara mutlak dari ciptaan.

Ia adalah Sang Pencipta.

Ia sempurna dalam keberadaan-Nya.

Ia tidak memiliki dosa.

Ia tidak melakukan kesalahan.

Ia tidak dapat disuap.

Ia tidak dapat dimanipulasi.

Ia tidak berubah menjadi lebih baik karena waktu.

Allah sempurna dalam diri-Nya.

Karena itu kekaguman yang benar kepada Allah selalu berhubungan dengan rasa hormat dan takut akan Tuhan.


Takut Akan Tuhan Bukan Ketakutan Tanpa Pengharapan

Alkitab sering berbicara mengenai takut akan Tuhan.

Amsal mengajarkan bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan.

Apakah ini berarti orang Kristen harus terus-menerus merasa panik terhadap Allah?

Tidak.

Takut akan Tuhan berarti memiliki penghormatan yang benar terhadap kebesaran, kekudusan, dan otoritas-Nya.

Bayangkan seorang anak kecil berdiri di hadapan seorang ayah yang sangat kuat tetapi sangat mengasihinya. Anak itu tidak perlu melarikan diri dalam ketakutan, tetapi ia juga tidak akan memperlakukan ayahnya dengan sikap sembarangan.

Demikian pula orang percaya dapat memiliki kekaguman yang penuh hormat kepada Allah.

Kasih karunia tidak menghapus kekudusan Allah.

Kasih karunia memungkinkan orang berdosa datang kepada Allah yang kudus tanpa binasa, karena ia datang melalui Kristus.


Allah yang Mahakuasa

God is Awesome karena Allah mahakuasa.

Ia tidak seperti manusia yang memiliki keterbatasan.

Manusia membutuhkan makanan, tidur, udara, dan sumber daya.

Allah tidak bergantung kepada ciptaan.

Ia adalah sumber keberadaan segala sesuatu.

Kejadian 1 memperlihatkan kuasa Allah melalui penciptaan. Allah berfirman, dan sesuatu menjadi ada.

Tidak ada pertempuran antara Allah dan kekuatan yang setara dengan-Nya.

Allah adalah Tuhan.

Tidak ada yang dapat menggagalkan kehendak-Nya.

Inilah yang disebut dalam teologi Reformed sebagai kedaulatan Allah.


Kedaulatan Allah Menurut Teologi Reformed

John Calvin

Calvin sangat menekankan pemerintahan Allah atas seluruh ciptaan.

Tidak ada wilayah realitas yang berada di luar pemerintahan Tuhan.

Allah bukan hanya berdaulat atas kehidupan rohani.

Ia berdaulat atas sejarah, bangsa-bangsa, alam, manusia, dan seluruh peristiwa.

Kedaulatan ini seharusnya tidak membuat orang percaya putus asa. Justru sebaliknya, kedaulatan Allah memberikan penghiburan.

Jika Allah benar-benar berdaulat, maka hidup orang percaya tidak berada di tangan nasib.

Tidak ada satu pun peristiwa yang dapat menggagalkan tujuan akhir Allah.


Allah yang Tidak Berubah

Allah juga awesome karena Ia tidak berubah.

Manusia berubah.

Perasaan berubah.

Keadaan berubah.

Pemerintahan berubah.

Kesehatan berubah.

Hubungan berubah.

Tetapi Allah tidak berubah dalam karakter, janji, dan kesetiaan-Nya.

Maleakhi 3:6 menyatakan:

“Sebab Aku, TUHAN, tidak berubah.”

Ketidakberubahan Allah merupakan dasar pengharapan umat-Nya.

Jika kasih Allah berubah setiap hari mengikuti suasana hati-Nya, kita tidak mempunyai dasar yang kokoh.

Namun karena Allah setia, janji-Nya dapat dipercaya.


Herman Bavinck: Allah Tidak Bergantung kepada Ciptaan

Herman Bavinck menekankan kesempurnaan dan kemandirian Allah. Allah bukan bagian dari alam semesta.

Ia tidak membutuhkan ciptaan untuk menjadi Allah.

Ini sangat penting.

Allah tidak menjadi lebih besar karena kita menyembah-Nya.

Kita tidak menambah kemuliaan Allah.

Sebaliknya, kita menerima kenyataan tentang kemuliaan yang memang sudah menjadi milik-Nya.

Penyembahan adalah respons kita terhadap kemuliaan tersebut.


Allah yang Mahatahu

God is Awesome karena tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya.

Allah mengetahui masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Ia mengetahui pikiran yang belum diucapkan.

Ia mengetahui pergumulan yang tidak diketahui orang lain.

Ia mengetahui dosa yang disembunyikan.

Ia juga mengetahui air mata yang tidak dilihat manusia.

Ini bisa menjadi hal yang menakutkan bagi orang yang hidup dalam pemberontakan.

Tetapi bagi orang percaya, kemahatahuan Allah juga merupakan penghiburan.

Kita tidak perlu menjelaskan diri kepada Allah seolah-olah Dia tidak memahami kita.

Ia mengenal kita secara sempurna.


Allah yang Mahahadir

Mazmur 139 menggambarkan bahwa tidak ada tempat untuk melarikan diri dari hadirat Allah.

Ke mana pun manusia pergi, Allah hadir.

Ini bukan berarti Allah hadir secara sama seperti benda fisik berada di sebuah ruangan. Allah adalah Roh dan tidak dibatasi ruang.

Kehadiran-Nya melampaui ciptaan.

Karena itu tidak ada tempat di mana orang percaya benar-benar sendirian.

Dalam penderitaan, Allah hadir.

Dalam kesepian, Allah hadir.

Dalam keberhasilan, Allah hadir.

Dalam lembah kehidupan, Allah hadir.

God is Awesome karena tidak ada tempat di mana pemerintahan dan kehadiran-Nya tidak berlaku.


Allah yang Penuh Kasih

Jika kita hanya berbicara tentang kuasa dan kekudusan Allah, kita dapat memiliki gambaran yang tidak lengkap.

Alkitab juga menyatakan bahwa Allah adalah kasih.

Kasih Allah bukan sentimentalitas.

Kasih-Nya kudus.

Kasih-Nya benar.

Kasih-Nya berakar pada karakter-Nya sendiri.

Puncak kasih Allah dinyatakan melalui pemberian Anak-Nya.

Yohanes 3:16 menunjukkan bahwa Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal.

Di sinilah kebesaran Allah terlihat secara luar biasa.

Allah yang Mahakudus menyediakan jalan keselamatan bagi orang berdosa.


Salib: Tempat Kemuliaan Allah Bersinar

Jika seseorang bertanya, “Di mana kita melihat bahwa God is Awesome secara paling jelas?” salah satu jawaban utama adalah salib Kristus.

Di salib kita melihat beberapa atribut Allah sekaligus:

  • kekudusan Allah terhadap dosa,
  • keadilan Allah,
  • kasih Allah,
  • kemurahan Allah,
  • kesetiaan Allah,
  • dan kedaulatan Allah.

Allah tidak mengabaikan dosa begitu saja.

Dosa memiliki konsekuensi.

Namun Allah juga menyediakan pengganti.

Kristus menanggung hukuman bagi umat-Nya.

Inilah inti Injil.


R.C. Sproul dan Kekudusan Allah

R.C. Sproul terkenal karena penekanannya terhadap kekudusan Allah.

Dalam bukunya The Holiness of God, Sproul menjelaskan bahwa kekudusan Allah merupakan sesuatu yang membuat manusia sadar akan ketidaklayakannya.

Pengalaman Yesaya sangat penting.

Ketika melihat kekudusan Allah, Yesaya tidak berkata, “Wow, pengalaman yang keren.”

Ia berkata bahwa dirinya celaka.

Mengapa?

Karena kekudusan Allah memperlihatkan dosa manusia.

Tetapi kisah tersebut tidak berhenti pada penghakiman.

Allah menyediakan pengampunan.

Batu bara dari mezbah menyentuh bibir Yesaya.

Kemudian Yesaya siap menjawab panggilan Allah.

Ini merupakan gambaran indah mengenai Injil:

Allah yang kudus menguduskan orang berdosa agar orang berdosa dapat dipakai-Nya.


A.W. Pink dan Kesempurnaan Allah

A.W. Pink dalam pembahasannya mengenai atribut Allah menekankan bahwa Allah memiliki kesempurnaan yang tidak dapat ditemukan dalam makhluk.

Kita mungkin memiliki kasih, tetapi kasih kita terbatas.

Kita mungkin memiliki hikmat, tetapi hikmat kita terbatas.

Kita mungkin memiliki kuasa, tetapi kuasa kita terbatas.

Allah tidak memiliki keterbatasan seperti itu.

Kesempurnaan-Nya tidak terbagi.

Karena itu ketika kita mengatakan Allah mahakasih, mahatahu, mahakuasa, dan mahakudus, kita tidak sedang berbicara tentang sifat-sifat yang tidak berkaitan.

Semua atribut Allah sempurna dan harmonis dalam diri-Nya.


Louis Berkhof dan Atribut Allah

Louis Berkhof membahas atribut Allah dengan membedakan berbagai kesempurnaan ilahi, seperti:

  • keberadaan Allah yang independen,
  • ketidakberubahan,
  • ketidakterbatasan,
  • kekekalan,
  • kemahatahuan,
  • kemahakuasaan,
  • kekudusan,
  • kebenaran,
  • kasih,
  • dan kebaikan.

Tujuannya bukan supaya manusia sekadar menghafal daftar atribut.

Tujuannya adalah agar kita semakin mengenal Allah sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya.

Teologi yang benar seharusnya menghasilkan doxologi.

Semakin kita mengenal Allah, semakin kita menyadari bahwa Ia layak disembah.


Allah yang Berdaulat atas Keselamatan

Salah satu penekanan penting dalam teologi Reformed adalah bahwa keselamatan berasal dari Allah.

Manusia tidak dapat membanggakan dirinya di hadapan Tuhan.

Keselamatan bukan hasil manusia mencari Allah dengan kekuatannya sendiri.

Allah memanggil.

Allah menghidupkan.

Allah membenarkan.

Allah menguduskan.

Allah memelihara.

Semua ini menunjukkan betapa awesome-nya anugerah Allah.

Efesus 2 menegaskan bahwa keselamatan adalah karena kasih karunia melalui iman, bukan hasil usaha manusia.

Karena itu tidak ada ruang untuk kesombongan rohani.


Geerhardus Vos dan Sejarah Penebusan

Geerhardus Vos membantu gereja melihat bahwa karya Allah tidak terjadi secara acak.

Allah bekerja dalam sejarah.

Penciptaan.

Kejatuhan.

Panggilan Abraham.

Keluaran.

Kerajaan Daud.

Pembuangan.

Kembalinya Israel.

Kedatangan Kristus.

Salib.

Kebangkitan.

Kenaikan.

Pentakosta.

Gereja.

Kedatangan Kristus kembali.

Semua bergerak menuju tujuan Allah.

Dengan demikian, God is Awesome bukan hanya karena Allah memiliki atribut yang luar biasa, tetapi karena Ia menjalankan rencana-Nya dengan sempurna sepanjang sejarah.


Kristus: Puncak Penyataan Allah

Perjanjian Baru membawa kita kepada satu kebenaran yang sangat penting:

Allah menyatakan diri-Nya secara sempurna dalam Yesus Kristus.

Yohanes 1 menyatakan bahwa Firman itu adalah Allah dan Firman itu menjadi manusia.

Kolose 1 menyebut Kristus sebagai gambar Allah yang tidak kelihatan.

Ibrani 1 menyatakan bahwa Anak adalah pancaran kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah.

Jadi ketika kita ingin memahami karakter Allah, kita harus melihat kepada Kristus.

Lihat bagaimana Yesus memperlakukan orang berdosa.

Lihat bagaimana Ia menghadapi kemunafikan.

Lihat bagaimana Ia mengasihi orang yang terluka.

Lihat bagaimana Ia menegur dosa.

Lihat bagaimana Ia mengampuni.

Lihat bagaimana Ia menyerahkan diri-Nya di kayu salib.

Di dalam Kristus, kemuliaan Allah terlihat dalam bentuk yang dapat kita kenal.


God Is Awesome dalam Kehidupan Sehari-hari

Kebesaran Allah tidak hanya relevan dalam kebaktian.

Ia relevan ketika kita bekerja.

Ketika kita menghadapi penyakit.

Ketika kita mengalami kehilangan.

Ketika kita tidak memahami masa depan.

Ketika doa kita tampaknya belum dijawab.

Ketika kita harus mengambil keputusan sulit.

Kita dapat berkata:

Allah tetap Allah.

Keadaan berubah, tetapi karakter Allah tidak berubah.

Masa depan kita tidak diketahui, tetapi masa depan diketahui oleh Allah.

Kita tidak mengendalikan kehidupan, tetapi Allah berdaulat.

Kita tidak selalu memahami rencana-Nya, tetapi kita dapat mempercayai karakter-Nya.


Bagaimana Seharusnya Kita Merespons Allah yang Awesome?

Menyembah

Respons pertama adalah penyembahan.

Jika Allah benar-benar sebesar yang dinyatakan Alkitab, tidak mungkin kita memberikan kepada-Nya sisa kehidupan kita.

Merendahkan diri

Pengenalan akan Allah seharusnya menghasilkan kerendahan hati.

Tidak ada alasan untuk membanggakan diri di hadapan Allah.

Takut akan Tuhan

Kita dipanggil menghormati Allah dengan serius.

Mempercayai-Nya

Jika Allah berdaulat dan baik, kita mempunyai alasan untuk mempercayai-Nya bahkan ketika keadaan tidak kita mengerti.

Hidup kudus

Pengenalan akan Allah menghasilkan perubahan hidup.

Kita tidak dipanggil hanya berbicara tentang Allah yang kudus, tetapi menjadi umat yang mencerminkan kekudusan-Nya.


Kesimpulan

God is Awesome: Mengenal Allah yang Maha Dahsyat bukan sekadar slogan Kristen.

Ungkapan tersebut menunjuk kepada realitas yang jauh lebih besar: Allah adalah Pribadi yang mahakudus, mahakuasa, mahatahu, mahahadir, tidak berubah, berdaulat, adil, penuh kasih, dan sempurna dalam segala keberadaan-Nya.

John Calvin mengingatkan kita akan pentingnya pengetahuan tentang Allah. Herman Bavinck menolong kita memahami kemandirian dan kesempurnaan Allah. Louis Berkhof menjelaskan kekayaan atribut ilahi. R.C. Sproul mengarahkan perhatian kepada kekudusan Allah. Geerhardus Vos menolong kita melihat pekerjaan Allah dalam keseluruhan sejarah penebusan.

Semua itu membawa kita kepada satu kesimpulan: semakin kita mengenal Allah sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya dalam Kitab Suci, semakin kita menyadari betapa layaknya Dia menerima penyembahan.

Dan puncak penyataan Allah terlihat dalam Yesus Kristus.

Di dalam Kristus kita melihat Allah yang kudus dan penuh kasih. Kita melihat keadilan dan anugerah bertemu di salib. Kita melihat kematian dikalahkan melalui kebangkitan. Kita melihat Raja yang sekarang memerintah dan akan datang kembali dalam kemuliaan.

Karena itu, “God is Awesome” bukan terutama tentang perasaan kita terhadap Allah.

Allah memang awesome karena Dia adalah Allah.

Kemuliaan-Nya tidak bergantung pada kita.

Kebesaran-Nya tidak membutuhkan pengakuan manusia.

Tetapi anugerah-Nya adalah bahwa Ia mengizinkan manusia berdosa mengenal-Nya, datang kepada-Nya, menyembah-Nya, dan menikmati persekutuan dengan-Nya melalui Kristus.

Kiranya pengenalan akan Allah tidak berhenti pada pengetahuan intelektual. Kiranya kita semakin kagum, semakin rendah hati, semakin kudus, semakin percaya, dan semakin sungguh-sungguh menyembah Dia.

Soli Deo Gloria — hanya bagi Allah kemuliaan.

Next Post Previous Post