Jesus is a Deliverer: Yesus adalah Pembebas (Kolose 1:13)

Jesus is a Deliverer: Yesus adalah Pembebas (Kolose 1:13)

Pendahuluan: Jesus Is a Deliverer

Ada banyak cara manusia menggambarkan Yesus.

Ada yang menyebut-Nya Guru.

Ada yang menyebut-Nya Nabi.

Ada yang melihat-Nya sebagai teladan moral.

Ada yang datang kepada-Nya ketika membutuhkan pertolongan.

Namun Alkitab memberikan gambaran yang jauh lebih dalam: Yesus adalah Pembebas.

Kekristenan bukan hanya tentang seseorang yang mengajarkan kita bagaimana hidup lebih baik. Injil berbicara tentang manusia berdosa yang membutuhkan keselamatan karena berada di bawah kuasa dosa dan kegelapan, dan tentang Kristus yang datang untuk membebaskan umat-Nya.

Kolose 1:13 memberikan salah satu pernyataan yang sangat kuat mengenai karya pembebasan Allah:

“Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita kepada Kerajaan Anak-Nya yang terkasih.”

Ayat ini singkat, tetapi mengandung gambaran keselamatan yang sangat kaya.

Ada kuasa kegelapan.

Ada tindakan Allah yang melepaskan.

Ada perpindahan menuju Kerajaan Anak-Nya.

Dan semua itu menunjukkan bahwa keselamatan bukan sekadar perubahan perasaan.

Keselamatan adalah perpindahan status, kerajaan, dan penguasa.


Konteks Kolose 1:13

Surat Kolose ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.

Paulus memulai surat ini dengan ucapan syukur dan doa.

Dalam Kolose 1:12, Paulus berbicara mengenai ucapan syukur kepada Bapa yang telah membuat orang percaya layak menerima bagian dalam warisan orang-orang kudus di dalam terang.

Kemudian ayat 13 memberikan alasan yang lebih mendalam:

Allah telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan.

Jadi keselamatan Kristen memiliki dua sisi.

Pertama, kita dilepaskan dari kegelapan.

Kedua, kita dipindahkan ke dalam Kerajaan Anak Allah.

Dengan kata lain, keselamatan bukan hanya pembebasan dari sesuatu.

Keselamatan juga adalah pembawaan masuk kepada sesuatu yang baru.

Kita tidak hanya keluar dari perbudakan.

Kita masuk ke dalam Kerajaan Kristus.


“Ia Telah Melepaskan Kita”

Kata kerja yang digunakan Paulus menunjukkan tindakan Allah yang nyata.

Subjeknya adalah Allah.

Bukan manusia.

Paulus tidak berkata:

“Kita berhasil membebaskan diri.”

Ia berkata:

“Ia telah melepaskan kita.”

Ini merupakan fondasi penting bagi doktrin keselamatan dalam teologi Reformed.

Keselamatan berasal dari Allah.

Manusia tidak menyelamatkan dirinya sendiri.

Manusia membutuhkan pembebasan karena masalahnya jauh lebih dalam daripada sekadar kurangnya pendidikan moral atau informasi agama.

Manusia berada dalam kondisi perbudakan dosa.


John Calvin: Keselamatan Berasal dari Anugerah Allah

John Calvin sangat menekankan bahwa keselamatan manusia sepenuhnya bergantung kepada anugerah Allah.

Dalam kerangka pemikiran Calvin, manusia yang jatuh dalam dosa tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah berdasarkan kekuatannya sendiri.

Manusia membutuhkan tindakan penyelamatan dari Allah.

Kolose 1:13 sangat sesuai dengan pola tersebut.

Allah adalah subjeknya.

Allah melepaskan.

Allah memindahkan.

Allah menyelamatkan.

Karena itu, keselamatan tidak memberi ruang bagi kesombongan rohani.

Tidak ada orang Kristen yang dapat berkata:

“Aku diselamatkan karena aku lebih baik daripada orang lain.”

Injil membuat kita berkata:

“Aku diselamatkan karena anugerah.”


Dari Kuasa Kegelapan

Apa yang dimaksud Paulus dengan “kuasa kegelapan”?

Kegelapan dalam Alkitab sering digunakan sebagai gambaran kondisi manusia yang terpisah dari Allah, berada di bawah dosa, kebutaan rohani, dan pengaruh kuasa jahat.

Kegelapan bukan hanya kurangnya informasi.

Seseorang dapat memiliki pendidikan tinggi dan tetap berada dalam kegelapan rohani.

Seseorang dapat mengetahui banyak hal tentang agama dan tetap belum mengenal Kristus.

Kegelapan menunjuk kepada kondisi spiritual yang bertentangan dengan terang Allah.

Dalam konteks Kolose, Paulus sedang memperlihatkan kontras yang tajam:

kegelapan versus Kerajaan Anak.

Ini bukan sekadar perubahan suasana.

Ini adalah perubahan pemerintahan.


Kegelapan sebagai Kuasa

Paulus tidak sekadar mengatakan bahwa manusia “berada dalam tempat gelap.”

Ia berbicara mengenai kuasa kegelapan.

Ada sesuatu yang menguasai.

Ini mengingatkan kita kepada gambaran Alkitab mengenai manusia sebagai hamba dosa.

Yesus sendiri berkata bahwa setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa.

Karena itu, masalah terbesar manusia bukan hanya:

“Aku melakukan kesalahan.”

Masalahnya lebih dalam:

“Aku membutuhkan pembebasan.”

Inilah mengapa Yesus bukan sekadar guru.

Seorang guru dapat memberi pengetahuan.

Seorang motivator dapat memberikan dorongan.

Seorang pemimpin dapat memberikan strategi.

Tetapi seorang Pembebas melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh nasihat moral.

Ia membebaskan.


R.C. Sproul: Manusia Tidak Netral di Hadapan Allah

R.C. Sproul sering menekankan bahwa manusia berdosa tidak berada dalam posisi netral terhadap Allah.

Dosa bukan sekadar kelemahan kecil.

Dosa adalah pemberontakan terhadap kekudusan Allah.

Karena itu, keselamatan harus dipahami sebagai tindakan Allah yang menyelamatkan manusia dari kondisi yang secara rohani tidak dapat ia atasi sendiri.

Kolose 1:13 memperkuat pemahaman ini.

Kita tidak sekadar membutuhkan informasi baru.

Kita membutuhkan pembebasan.

Dan pembebasan tersebut berasal dari Allah.


Yesus Membebaskan dari Apa?

Pertanyaan ini penting.

Jika Yesus adalah Pembebas, dari apa Ia membebaskan kita?

Pertama, dari hukuman dosa.

Dosa menghasilkan hukuman karena Allah adalah hakim yang adil.

Kedua, dari perbudakan dosa.

Keselamatan bukan hanya pengampunan atas dosa masa lalu. Roh Kudus juga bekerja dalam orang percaya sehingga ia mengalami proses pengudusan.

Ketiga, dari kuasa kegelapan.

Kristus menang atas kuasa-kuasa yang berlawanan dengan Allah.

Keempat, dari keterasingan dari Allah.

Orang yang diselamatkan bukan hanya lolos dari hukuman. Ia dibawa masuk ke dalam hubungan dengan Allah.

Jadi pembebasan Kristus bersifat menyeluruh.


“Dan Memindahkan Kita”

Bagian berikutnya sangat indah:

“dan memindahkan kita kepada Kerajaan Anak-Nya yang terkasih.”

Perhatikan bahwa Paulus tidak berhenti pada kata “melepaskan”.

Allah bukan hanya mengeluarkan kita dari satu tempat.

Ia memindahkan kita ke tempat lain.

Ini merupakan gambaran yang sangat kuat.

Bayangkan seseorang yang selama bertahun-tahun berada dalam pemerintahan kerajaan yang jahat.

Kemudian ia dibebaskan dan dipindahkan ke kerajaan yang baru.

Identitasnya berubah.

Kesetiaannya berubah.

Kewarganegaraannya berubah.

Pemerintahannya berubah.

Demikianlah Paulus menggambarkan keselamatan.


Kerajaan Anak-Nya

Kerajaan yang dimaksud adalah Kerajaan Anak Allah.

Ini menunjukkan identitas Kristus yang sangat tinggi.

Yesus bukan sekadar tokoh sejarah.

Ia adalah Anak Allah.

Kerajaan tersebut adalah kerajaan Kristus.

Dalam Kolose 1, Paulus memberikan gambaran yang sangat tinggi tentang Kristus. Beberapa ayat kemudian ia berbicara mengenai Kristus sebagai gambar Allah yang tidak kelihatan dan sebagai Pribadi yang melalui-Nya segala sesuatu diciptakan.

Jadi ayat 13 harus dibaca dalam konteks Kristologi yang sangat tinggi.

Pembebas kita bukan manusia biasa.

Pembebas kita adalah Anak Allah.


Jesus Is a Deliverer: Yesus Adalah Pembebas

Tema “Jesus is a Deliverer” karena itu bukan sekadar ungkapan emosional.

Ini merupakan klaim teologis.

Yesus membebaskan karena Ia memiliki kuasa untuk menyelamatkan.

Ia tidak hanya menunjukkan jalan keselamatan.

Ia adalah pusat keselamatan itu sendiri.

Ia tidak sekadar berkata:

“Cobalah menjadi lebih baik.”

Ia datang untuk melakukan apa yang manusia tidak mampu lakukan.

Ia mati untuk dosa.

Ia bangkit.

Ia menghancurkan kuasa maut.

Ia mengalahkan musuh-musuh-Nya.

Ia memberikan Roh Kudus kepada umat-Nya.

Ia membawa orang berdosa masuk ke dalam Kerajaan-Nya.


J.I. Packer: Mengenal Allah melalui Karya Keselamatan

J.I. Packer, dalam Knowing God, menekankan bahwa mengenal Allah harus berhubungan dengan karya Allah yang menyelamatkan.

Kita tidak mengenal Allah hanya dengan mempelajari atribut-Nya secara abstrak.

Kita mengenal Dia sebagai Allah yang bertindak.

Dalam Kolose 1:13, Allah bertindak.

Ia membebaskan.

Ia memindahkan.

Ini berarti keselamatan bukan sekadar perubahan doktrin dalam kepala.

Allah melakukan karya nyata dalam kehidupan umat-Nya.


Sinclair Ferguson: Pembebasan dan Persatuan dengan Kristus

Dalam teologi Reformed, pembebasan tidak dapat dipisahkan dari persatuan dengan Kristus.

Orang percaya menerima keselamatan bukan karena dirinya memiliki kehidupan spiritual yang independen.

Ia dipersatukan dengan Kristus.

Kristus menjadi pusat identitas barunya.

Karena itu, ketika Paulus berbicara tentang Kerajaan Anak Allah, ia menunjukkan bahwa kehidupan orang percaya sekarang berada di bawah pemerintahan Kristus.

Kita tidak lagi hidup sebagai milik diri sendiri.

Kita adalah milik Kristus.


Charles Spurgeon dan Kristus sebagai Pembebas

Charles Spurgeon sering memberitakan Kristus sebagai satu-satunya harapan orang berdosa.

Dalam kerangka pemberitaannya, manusia tidak membutuhkan sekadar dorongan moral.

Manusia membutuhkan Kristus.

Ini merupakan inti Injil.

Jika manusia hanya membutuhkan motivasi, maka salib tidak diperlukan.

Jika manusia hanya membutuhkan pendidikan, maka kematian Kristus tidak diperlukan.

Tetapi karena manusia membutuhkan pembebasan dari dosa, Kristus harus datang dan menyerahkan diri-Nya.

Karena itu salib merupakan pusat berita Injil.


Pembebasan dari Kegelapan Bukan Berarti Tidak Pernah Berdosa Lagi

Ini perlu dijelaskan.

Ketika seseorang menjadi Kristen, ia tidak langsung menjadi sempurna.

Ia masih berjuang melawan dosa.

Namun status dan arah hidupnya telah berubah.

Ia tidak lagi menjadi hamba dosa dalam pengertian sebelumnya.

Roh Kudus bekerja dalam dirinya.

Ia mulai membenci dosa yang dahulu dicintainya.

Ia mulai mengasihi kekudusan.

Ia jatuh, tetapi ia kembali kepada Kristus.

Ia berperang melawan dosa.

Inilah proses pengudusan.

Teologi Reformed membedakan dengan jelas antara pembenaran dan pengudusan.

Pembenaran adalah tindakan Allah yang menyatakan orang berdosa benar berdasarkan karya Kristus.

Pengudusan adalah karya Roh Kudus yang terus mengubah orang percaya menjadi semakin serupa Kristus.

Karena itu, pembebasan dari kuasa kegelapan memiliki dimensi yang sudah terjadi sekaligus terus dikerjakan dalam kehidupan orang percaya.


Sudah Dipindahkan ke Kerajaan Kristus

Ada aspek lain yang sangat penting.

Paulus menggunakan bentuk yang menunjukkan tindakan Allah yang telah dilakukan.

Artinya, orang percaya sudah memiliki status baru.

Ia tidak sedang menunggu suatu hari nanti untuk menjadi milik Kerajaan Kristus.

Ia sudah dipindahkan.

Ini memberi identitas yang sangat kuat.

Dunia dapat mengatakan:

“Kamu milik sistem ini.”

Tetapi Injil berkata:

“Identitasmu yang paling dalam adalah bahwa engkau milik Kristus.”

Kita hidup di dunia, tetapi kita memiliki Raja.

Kita bekerja di dunia, tetapi kita melayani Kristus.

Kita memiliki kewarganegaraan duniawi, tetapi identitas rohani kita berada dalam Kerajaan Allah.


Apa Arti Kerajaan Kristus bagi Kehidupan Sehari-hari?

Jika Yesus adalah Raja, maka kehidupan kita tidak lagi milik kita sendiri.

Pekerjaan kita berada di bawah Kristus.

Keluarga kita berada di bawah Kristus.

Uang kita berada di bawah Kristus.

Tubuh kita berada di bawah Kristus.

Waktu kita berada di bawah Kristus.

Pelayanan kita berada di bawah Kristus.

Keputusan kita harus bertanya:

“Apa yang menyenangkan Raja saya?”

Inilah konsekuensi praktis dari keselamatan.

Injil tidak hanya mengubah tujuan akhir kita.

Injil mengubah siapa yang memerintah kita sekarang.


Jesus Is a Deliverer dari Ketakutan

Ada orang yang hidup dalam ketakutan terhadap masa depan.

Ada yang takut terhadap kematian.

Ada yang takut kehilangan pekerjaan.

Ada yang takut ditolak.

Ada yang takut menghadapi penghakiman Allah.

Injil memberikan dasar yang kuat untuk pengharapan.

Jika kita berada di dalam Kristus, kita tidak lagi menghadapi masa depan sebagai orang yang tidak memiliki Pembela.

Kristus telah menyelesaikan karya keselamatan.

Karena itu orang percaya dapat menghadapi masa depan dengan iman.

Ini tidak berarti orang Kristen tidak pernah takut.

Tetapi ketakutan tidak lagi menjadi tuan terakhir.

Kristus adalah Raja.


Jesus Is a Deliverer dari Rasa Bersalah

Salah satu bentuk perbudakan yang paling menyakitkan adalah rasa bersalah.

Ada orang yang terus menghukum dirinya sendiri karena dosa masa lalu.

Ia sudah mengaku dosa.

Ia sudah memohon pengampunan.

Namun pikirannya terus berkata:

“Kamu tidak mungkin diampuni.”

Injil menjawab bahwa pengampunan tidak bergantung pada seberapa kuat kita merasa telah diampuni.

Pengampunan bergantung pada karya Kristus.

Kristus datang sebagai Pembebas.

Ia menanggung dosa umat-Nya.

Karena itu orang percaya tidak perlu hidup selamanya sebagai tahanan masa lalu.

Jika Kristus telah mengampuni, maka kita harus belajar hidup dalam pengampunan-Nya.


Jesus Is a Deliverer dari Kuasa Maut

Puncak karya pembebasan Kristus terlihat dalam kebangkitan.

Kematian adalah musuh terakhir manusia.

Tetapi Kristus bangkit.

Karena itu keselamatan Kristen bukan sekadar kehidupan yang lebih nyaman sekarang.

Ada pengharapan kebangkitan.

Ada kehidupan kekal.

Ada Kerajaan yang sempurna.

Ada hari ketika Kristus akan menyatakan kemenangan-Nya secara penuh.

Dengan demikian, Kolose 1:13 harus dibaca dalam horizon eskatologis.

Kita sudah dipindahkan ke Kerajaan Kristus, tetapi kita masih menantikan penggenapan Kerajaan tersebut secara sempurna.

Kita sudah menikmati keselamatan.

Kita masih menantikan kepenuhannya.


Lima Pelajaran Penting dari Kolose 1:13

1. Kita membutuhkan Pembebas

Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

2. Allah adalah sumber keselamatan

Allah yang melepaskan dan memindahkan.

3. Kegelapan adalah realitas rohani

Dosa bukan masalah kecil yang dapat diselesaikan dengan motivasi.

4. Kristus memiliki Kerajaan

Keselamatan berarti berada di bawah pemerintahan Kristus.

5. Identitas orang percaya telah berubah

Kita bukan lagi milik kegelapan.

Kita adalah umat Kerajaan Anak Allah.


Aplikasi Pastoral: Jika Anda Merasa Terikat

Mungkin hari ini Anda merasa tidak mampu keluar dari kebiasaan dosa.

Mungkin Anda sudah berulang kali jatuh.

Mungkin Anda merasa hidup Anda dikendalikan oleh masa lalu.

Mungkin ada ketakutan yang terus menghantui.

Jangan mulai dengan bertanya:

“Seberapa kuat aku?”

Mulailah dengan bertanya:

“Siapakah Kristus?”

Jawaban Injil bukan terutama:

“Berusahalah lebih keras.”

Jawabannya:

Datanglah kepada Kristus.

Dia adalah Pembebas.

Ini tidak berarti kita boleh bersikap pasif terhadap dosa. Justru karena Kristus telah membebaskan, kita sekarang dipanggil untuk hidup dalam kebebasan tersebut.

Berperanglah melawan dosa.

Berdoalah.

Baca firman.

Hiduplah dalam komunitas gereja.

Akuilah dosa.

Carilah pertolongan.

Tetapi lakukan semuanya dengan keyakinan bahwa keselamatan kita tidak bergantung pada kekuatan kita sendiri.


Kesimpulan: Kristus Membawa Kita dari Kegelapan kepada Kerajaan-Nya

Kolose 1:13 memberikan gambaran Injil yang sangat indah:

Allah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita kepada Kerajaan Anak-Nya yang terkasih.

Ini adalah berita pembebasan.

Kita tidak menyelamatkan diri.

Allah menyelamatkan.

Kita tidak keluar dari kegelapan dengan kekuatan kita sendiri.

Allah melepaskan.

Kita tidak menciptakan kerajaan baru untuk diri kita.

Allah memindahkan kita kepada Kerajaan Anak-Nya.

Dan pusat dari semuanya adalah Yesus Kristus.

Jesus is a Deliverer.

Yesus adalah Pembebas dari dosa.

Yesus adalah Pembebas dari hukuman.

Yesus adalah Pembebas dari kuasa kegelapan.

Yesus adalah Pembebas dari perbudakan rohani.

Yesus adalah Pembebas yang membawa kita kepada Kerajaan-Nya.

Karena itu, jangan mencari keselamatan terakhir di dalam kemampuan diri sendiri.

Jangan berharap bahwa uang, prestasi, moralitas, agama, atau popularitas dapat melakukan apa yang hanya Kristus dapat lakukan.

Datanglah kepada Kristus.

Percayalah kepada Kristus.

Hiduplah di bawah pemerintahan Kristus.

Dan ketika Anda jatuh, jangan kembali kepada kegelapan.

Kembalilah kepada Sang Pembebas.

Sebab Injil tidak berkata bahwa kita harus membebaskan diri agar layak datang kepada Yesus.

Injil berkata bahwa Yesus datang untuk membebaskan orang yang tidak mampu membebaskan dirinya sendiri.

Itulah sebabnya nama Kristus adalah pengharapan bagi orang berdosa.

Jesus is a Deliverer.

Dan orang yang telah dibebaskan oleh-Nya sekarang dipanggil untuk hidup sebagai warga Kerajaan-Nya—dengan iman, kekudusan, ucapan syukur, dan pengharapan sampai hari ketika Kerajaan Kristus dinyatakan dalam kepenuhannya.

Next Post Previous Post