Jesus Paid It All: Yesus Telah Membayar Semuanya
.jpg)
Pendahuluan
Ada sebuah pengakuan iman yang sederhana tetapi memiliki kedalaman teologis yang luar biasa: “Jesus paid it all.” Yesus telah membayar semuanya.
Kalimat ini bukan sekadar lirik lagu rohani atau ungkapan penghiburan ketika kita merasa bersalah. Di baliknya terdapat inti berita Injil: manusia berdosa tidak mampu membayar hutang dosanya sendiri, tetapi Allah menyediakan keselamatan melalui pengorbanan Yesus Kristus.
Dalam perspektif teologi Reformed, “Jesus paid it all” berbicara tentang kecukupan dan kesempurnaan karya Kristus di kayu salib. Kristus tidak datang sekadar membuat keselamatan menjadi mungkin. Ia datang untuk melakukan apa yang tidak mungkin dilakukan manusia: menanggung hukuman dosa, memenuhi tuntutan keadilan Allah, dan memperoleh penebusan bagi umat-Nya.
Karena itu, salib bukan awal dari usaha manusia untuk menyelesaikan keselamatan. Salib adalah tempat Kristus menyatakan bahwa pekerjaan penebusan telah diselesaikan.
Masalah Terbesar Manusia Bukan Kurangnya Usaha
Manusia modern sering berpikir bahwa masalah utama manusia adalah kurangnya pendidikan, kurangnya kesempatan, lingkungan yang buruk, atau kurangnya motivasi.
Semua hal tersebut dapat menjadi persoalan nyata. Namun Alkitab membawa kita kepada persoalan yang lebih mendasar: dosa.
Dosa bukan sekadar melakukan sesuatu yang salah. Dosa adalah pemberontakan terhadap Allah dan kegagalan manusia hidup sesuai dengan tujuan penciptaannya.
Karena manusia telah jatuh ke dalam dosa, manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri melalui perbuatan baik.
Inilah salah satu fondasi penting teologi Reformed. Jika manusia mampu memperbaiki hubungannya dengan Allah melalui usaha moral, maka salib Kristus tidak diperlukan.
Tetapi karena manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, keselamatan harus datang sebagai anugerah.
Roma 3:24 menyatakan bahwa manusia dibenarkan dengan cuma-cuma karena kasih karunia melalui penebusan dalam Kristus Yesus.
Perhatikan arah keselamatannya.
Bukan manusia yang naik kepada Allah dengan membawa prestasinya.
Allah yang datang menyelamatkan manusia.
Kristus Menanggung Apa yang Seharusnya Kita Tanggung
Salah satu cara utama Alkitab menjelaskan salib adalah melalui konsep penggantian.
Kristus berdiri di tempat orang berdosa.
Yesaya 53:5 menyatakan bahwa Dia tertikam karena pemberontakan kita dan diremukkan karena kejahatan kita. Hukuman yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya.
Di sini kita melihat inti dari apa yang dalam teologi Reformed sering disebut substitusi penal.
Kristus menjadi pengganti umat-Nya dan menanggung hukuman yang seharusnya ditanggung oleh mereka.
Ini bukan sekadar gambaran bahwa Yesus menderita bersama manusia. Salib lebih dalam daripada itu.
Ia menderita untuk manusia berdosa.
Ia menanggung dosa.
Ia menerima hukuman.
Ia memberikan diri-Nya sebagai korban.
Karena itu, salib menunjukkan dua hal sekaligus: keseriusan dosa dan besarnya kasih karunia Allah.
Jika dosa tidak serius, salib tidak diperlukan.
Tetapi jika dosa benar-benar membawa manusia kepada penghakiman, maka salib menunjukkan betapa mahalnya harga penebusan.
“Sudah Selesai”
Salah satu perkataan Yesus di kayu salib adalah:
“Sudah selesai.”
Tiga kata ini memiliki makna yang sangat dalam.
Yesus tidak berkata, “Aku sudah memulai.”
Ia tidak berkata, “Sebagian sudah selesai, sisanya terserah kalian.”
Ia menyatakan bahwa pekerjaan yang diberikan kepada-Nya telah selesai.
Dalam kerangka teologi Reformed, hal ini berkaitan erat dengan finalitas karya Kristus.
Pengorbanan Kristus tidak membutuhkan tambahan dari manusia untuk membuatnya efektif sebagai dasar keselamatan.
Manusia tidak menambahkan sedikit kebaikan kepada salib agar salib menjadi cukup.
Manusia tidak melengkapi karya Kristus dengan prestasi moral.
Manusia tidak membeli bagian keselamatan dengan amal.
Keselamatan berdiri di atas karya Kristus.
Karena itu, “Jesus paid it all” berarti harga penebusan tidak lagi harus dibayar oleh orang yang ditebus.
Pembenaran: Bukan Karena Kita Membayar, Tetapi Karena Kristus Membayar
Salah satu doktrin penting dalam tradisi Reformed adalah pembenaran oleh iman.
Pembenaran berarti Allah menyatakan orang berdosa benar berdasarkan karya Kristus yang diterima melalui iman.
Ini bukan berarti manusia menjadi sempurna secara moral dalam sekejap.
Pembenaran berbicara tentang status orang percaya di hadapan Allah.
Mengapa orang berdosa dapat berdiri di hadapan Allah?
Bukan karena catatan hidupnya tanpa dosa.
Bukan karena jumlah doanya.
Bukan karena ia telah melakukan cukup banyak perbuatan baik.
Dasarnya adalah Kristus.
Di dalam Kristus, orang percaya menerima kebenaran yang bukan berasal dari dirinya sendiri.
Inilah yang membuat Injil berbeda dari agama yang berpusat pada usaha manusia untuk memperoleh penerimaan Allah.
Injil berkata:
Kristus telah melakukan apa yang tidak dapat kamu lakukan.
Karena itu, keselamatan bukanlah upah yang diperoleh setelah manusia berhasil menjadi cukup baik.
Keselamatan adalah anugerah yang diterima melalui iman.
Jesus Paid It All Bukan Berarti Dosa Tidak Serius
Ada bahaya jika kalimat “Yesus telah membayar semuanya” dipahami secara dangkal.
Seseorang mungkin berpikir, “Kalau Kristus sudah membayar semuanya, saya bebas melakukan apa saja.”
Itu bukan Injil.
Anugerah yang sejati tidak membuat dosa menjadi ringan. Justru salib menunjukkan betapa seriusnya dosa.
Bayangkan kita melihat Kristus menderita di kayu salib. Kita tidak melihat Allah berkata bahwa dosa tidak masalah.
Kita melihat harga dosa.
Dosa begitu serius sehingga Anak Allah datang dan menyerahkan diri-Nya.
Karena itu, kasih karunia bukan izin untuk kembali hidup dalam pemberontakan.
Orang yang memahami salib akan melihat dosa secara lebih serius, bukan lebih ringan.
Ia tidak menaati Allah supaya Kristus mau menyelamatkannya.
Ia menaati Allah karena Kristus telah menyelamatkannya.
Perbedaan ini sangat penting.
Karya Yesus Menghasilkan Kebebasan
Jika keselamatan bergantung pada pembayaran yang terus-menerus dilakukan manusia, maka tidak akan pernah ada kepastian.
Kita akan selalu bertanya:
“Apakah saya sudah cukup baik?”
“Apakah saya sudah berdoa cukup banyak?”
“Apakah dosa saya terlalu besar?”
“Apakah Allah masih mau menerima saya?”
Tetapi Injil membawa kita kepada dasar yang berbeda.
Jika Kristus telah membayar lunas, maka dasar keselamatan kita tidak berada pada fluktuasi prestasi manusia.
Iman kita dapat lemah.
Perasaan kita dapat berubah.
Kita dapat mengalami kegagalan.
Namun dasar keselamatan tetap berada pada Kristus.
Ini tidak berarti kita boleh meremehkan dosa. Justru karena keselamatan begitu mahal bagi Kristus, kita dipanggil untuk hidup dalam kekudusan.
Tetapi kekudusan bukan cara membeli keselamatan.
Kekudusan adalah buah keselamatan.
Salib Menghancurkan Kesombongan Rohani
Jika Kristus membayar semuanya, tidak ada ruang untuk kesombongan rohani.
Tidak ada orang Kristen yang dapat berkata:
“Allah menerima saya karena saya lebih baik daripada orang lain.”
Tidak.
Jika kita diselamatkan karena anugerah, maka semua kemuliaan kembali kepada Allah.
Orang yang memahami salib tidak akan membanggakan prestasinya di hadapan Allah.
Ia justru akan berkata:
“Jika bukan karena Kristus, saya tidak mempunyai dasar untuk berdiri di hadapan Allah.”
Inilah semangat sola gratia: hanya oleh anugerah.
Dan karena anugerah itu diberikan melalui karya Kristus, kita juga berbicara tentang solus Christus: hanya Kristus.
Keselamatan tidak mempunyai banyak dasar.
Dasarnya satu: Kristus.
Apa Artinya bagi Orang yang Masih Bergumul dengan Rasa Bersalah?
Ada orang Kristen yang mengetahui doktrin pengampunan tetapi tetap hidup di bawah bayang-bayang kesalahan masa lalu.
Mereka tahu bahwa Kristus mati untuk dosa, tetapi hati mereka terus berkata:
“Kamu terlalu buruk.”
“Kamu sudah terlalu jauh.”
“Kamu tidak mungkin diampuni.”
Di sinilah Injil harus kembali didengar.
Pengampunan tidak didasarkan pada kemampuan kita untuk merasa layak diampuni.
Jika keselamatan didasarkan pada kelayakan kita, tidak seorang pun memiliki pengharapan.
Namun Kristus datang justru bagi orang berdosa.
Karena itu, ketika hati menuduh kita, respons kita bukan membangun daftar prestasi baru untuk menenangkan hati.
Kita kembali kepada Kristus.
Kita mengakui dosa.
Kita bertobat.
Kita percaya kepada janji Injil.
Dan kita mengingat bahwa keselamatan berdiri pada apa yang Kristus telah lakukan, bukan pada apa yang berhasil kita lakukan hari ini.
Kristus Membayar Lunas, Tetapi Kita Dipanggil untuk Hidup bagi-Nya
Ada satu keseimbangan penting.
“Jesus paid it all” bukan berarti “tidak ada yang perlu saya lakukan.”
Ada banyak hal yang harus dilakukan orang percaya: bertobat, percaya, berdoa, mengasihi, melayani, mengampuni, memberitakan Injil, dan mengejar kekudusan.
Tetapi semua itu bukan harga keselamatan.
Semua itu adalah respons terhadap keselamatan.
Kita tidak bekerja agar diselamatkan.
Kita bekerja karena telah diselamatkan.
Kita tidak mengasihi agar Kristus akhirnya mengasihi kita.
Kita mengasihi karena Kristus telah lebih dahulu mengasihi kita.
Kita tidak melayani untuk membeli tempat di dalam kerajaan Allah.
Kita melayani karena telah menerima anugerah kerajaan itu.
Dengan demikian, anugerah tidak menghasilkan kemalasan rohani. Anugerah menghasilkan ucapan syukur dan ketaatan.
Salib Memberi Dasar bagi Pengharapan Kekal
Jika keselamatan bergantung pada manusia, kita tidak akan pernah mempunyai dasar pengharapan yang kokoh.
Manusia berubah.
Perasaan berubah.
Kekuatan berubah.
Kesetiaan kita bahkan dapat mengalami naik turun.
Tetapi karya Kristus sempurna.
Itulah sebabnya pengharapan Kristen tidak akhirnya berbunyi, “Saya berharap saya cukup baik.”
Pengharapan Kristen berkata:
“Kristus cukup.”
Ia telah mati.
Ia telah bangkit.
Ia telah mengalahkan maut.
Dan keselamatan umat-Nya tidak bergantung pada kemampuan mereka menyempurnakan pekerjaan yang telah Kristus selesaikan.
Kita tetap dipanggil untuk bertekun dalam iman. Namun bahkan ketekunan itu berlangsung di bawah pemeliharaan Allah yang setia.
Ketika Kita Melihat Salib
Salib seharusnya mengubah cara kita melihat diri sendiri, dosa, Allah, dan keselamatan.
Kita melihat diri kita dan berkata, “Saya tidak mampu menyelamatkan diri.”
Kita melihat dosa dan berkata, “Dosa jauh lebih serius daripada yang saya bayangkan.”
Kita melihat kasih Allah dan berkata, “Anugerah-Nya jauh lebih besar daripada yang layak saya terima.”
Kita melihat Kristus dan berkata:
“Ia telah membayar semuanya.”
Bukan sebagian.
Bukan sekadar membuka kemungkinan.
Bukan sekadar memberikan contoh.
Kristus menyerahkan diri-Nya untuk menebus umat-Nya.
Karena itu, orang percaya tidak hidup dengan ketakutan bahwa ia harus membayar kembali hutang keselamatan kepada Allah. Ia hidup dalam ucapan syukur karena hutang itu telah dibayar oleh Kristus.
Jesus Paid It All
Pada akhirnya, “Jesus paid it all” membawa kita kepada pusat Injil.
Keselamatan bukan kisah tentang manusia yang akhirnya berhasil mencapai Allah.
Keselamatan adalah kisah tentang Allah yang datang mencari dan menyelamatkan manusia yang tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.
Kristus datang.
Kristus taat.
Kristus menderita.
Kristus mati.
Kristus bangkit.
Dan karya-Nya cukup.
Karena itu, ketika kita datang kepada Allah, kita tidak membawa kesempurnaan kita sendiri.
Kita membawa Kristus.
Ketika kita jatuh, kita kembali kepada Kristus.
Ketika hati kita menuduh, kita memandang kepada Kristus.
Ketika kita merasa tidak layak, kita mengingat anugerah Kristus.
Ketika kita berhasil, kita tidak mengambil kemuliaan bagi diri sendiri.
Kita kembali kepada salib.
Sebab di sana kita belajar bahwa keselamatan tidak pernah menjadi prestasi manusia.
Jesus paid it all: Yesus telah membayar semuanya
Ia membayar harga yang tidak mampu kita bayar.
Ia melakukan apa yang tidak mampu kita lakukan.
Ia menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung.
Dan karena itu, seluruh kemuliaan hanya bagi Allah.
Sola gratia.
Solus Christus.
Soli Deo Gloria.