YESUS DI ANTARA DUA PENJAHAT (LUKAS 23:39-43)

Pdt. Esra Alfred Soru,MPdK.

Pendahuluan

Saat ini kita dan semua gereja di seluruh dunia memperingati suatu hari yang penting dalam sejarah yakni ‘GOOD FRIDAY’ atau ‘JUMAT AGUNG’ yakni hari di mana Yesus Tuhan kita mati disalibkan demi menebus dosa-dosa kita. Pada hari ini juga kita akan belajar Firman Tuhan tentang kisah ‘YESUS DI ANTARA DUA PENJAHAT’ di dalam Lukas 23:39-43
YESUS DI ANTARA DUA PENJAHAT (LUKAS 23:39-43)
gadget, otomotif, bisnis
Lukas 23:39-43 - (39) Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (40) Tetapi yang seorang menegur dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? (41) Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." (42) Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." (Lukas 23:43) Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Alkitab bercerita kepada kita bahwa Yesus ketika disalibkan, Yesus disalibkan bersama 2 orang penjahat.

Lukas 23:32-33 - “(32) Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia. (33) Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kananNya dan yang lain di sebelah kiri-Nya”.

Ini bukan sesuatu yang kebetulan melainkan sesuatu yang sudah dinubuatkan jauh sebelumnya.

Yesaya 53:12b - “ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak”.

Lukas 22:37 - “Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.’”.

Ini sesuatu yang mencengangkan kita ! Kristus disalib bukan di antara 2 murid-Nya melainkan di antara 2 penjahat dan dengan demikian Ia dianggap seorang penjahat. Seandainya Ia harus disalibkan di antara 2 murid-Nya, saya kira murid yang tepat untuk itu adalah Petrus dan Tomas. Mengapa ? Karena 2 murid ini pernah menyatakan secara eksplisit kalau mereka siap mati bersama Tuhan.

Matius 26:35 - Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.… ‘

Lukas 22:33 - Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"

Yohanes 11:16 - Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."

Celakanya mereka semua menghilang saat Yesus disalibkan. Bahkan jangankan untuk disalibkan bersama dengan Dia, untuk ada di sekitar Dia dan membantu Dia memikul salib-Nya menuju Golgota saja tidak sehingga Simon Kirene yang harus membantu Dia. Lalu akhirnya Yesus harus disalibkan di antara 2 penjahat (bukan 2 murid-Nya).

Matthew Henry - Dalam kumpulan apa Ia mati: Dua lainnya dengan Dia.... Seandainya mereka mengambil dua dari murid-murid-Nya, dan menyalibkan mereka dengan Dia, itu merupakan suatu kehormatan bagi-Nya tetapi, seandainya orang-orang seperti itu ambil bagian dengan Dia dalam penderitaan-Nya, itu akan dilihat seakan-akan mereka mengerjakan / mengusahakan dengan Dia dalam penebusan. Karena itu diatur supaya rekan-rekan penderitaan-Nya harus adalah orang-orang berdosa yang terburuk, supaya Ia bisa memikul cela / kesalahan kita, dan supaya bisa terlihat bahwa semua jasa hanya merupakan milik-Nya saja.

Menariknya adalah bahwa di antara 3 orang yang disalibkan ini, Kristus menempati posisi tengah.

Yohanes 19:18 - Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.

Posisi tengah saat itu dianggap sebagai yang paling jahat di antara para penjahat yang disalib. Demikianlah Kristus disalibkan di antara para penjahat sekalipun Ia adalah orang benar, supaya kita yang adalah penjahat, dibenarkan oleh Allah.

Matthew Henry – Dalam kematian-Nya, Dia memang terhitung di antara pemberontak-pemberontak dan ditempatkan bersama dengan orang fasik supaya waktu kita mati kita juga terhitung di antara orang-orang kudus dan mendapat tempat di antara mereka yang terpilih.

Sekarang marilah kita soroti bagaimana sikap penjahat-penjahat ini terhadap Kristus. Alkitab bercerita bahwa kedua penjahat ini mencela Yesus.

Matius 27:44 - Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.

Markus 15:32 – ‘ …Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga.

Lalu bagaimana dengan ayat ini?

Lukas 23:39-41 – (1) Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: …. (40) Tetapi yang seorang menegur dia, katanya….

Tidakkah ini kontradiksi ? Tidak! Ini bukan kontradiksi. Matius dan Markus hanya menceritakan bagian awalnya, sedangkan Lukas hanya menceritakan bagian akhirnya. Jadi, mula-mula kedua penjahat itu mencela Yesus (Matius 27:44 / Markus 15:32), tetapi akhirnya salah satu bertobat, dan yang satunya bahkan menjadi bertambah jahat sehingga lalu menghujat Yesus, dan ini menyebabkan penjahat yang bertobat itu menegur dia (Lukas 23:39-41).

Sekarang kita akan menyoroti sikap dua penjahat ini dan juga reaksi Yesus :

I. HUJATAN PENJAHAT YANG TIDAK BERTOBAT.

Sudah dijelaskan tadi bahwa penjahat yang tidak bertobat ini bertambah jahat dan ia berubah dari sekedar mencela Yesus menjadi menghujat Yesus. Mari kita lihat kata-kata hujatannya.

Lukas 23:39 - Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!

Kata-kata hujatan ini menunjukkan bahwa penjahat yang satu ini benar-benar keterlaluan. Sudah mau mati masih menghujat orang lain.

Matthew Henry – Salah satu dari kedua penjahat itu berkeras hati sampai pada kesudahannya. Di sana, di dekat salib Kristus, ia malah menghujat Dia, seperti yang dilakukan orang-orang lainnya….Meskipun ia kini sedang mengalami kesakitan dan ada dalam bayang-bayang lembah maut, dia tetap tidak mau merendahkan rohnya yang sombong dan tidak mau berbicara baik-baik dengan rekan sependeritaannya.

Andai kata pun Yesus memang adalah seorang penipu / penjahat, apa perlunya ia menghujat Yesus?

Matthew Henry – Jikalau engkau memiliki sedikit saja rasa kemanusiaan dalam dirimu, maka engkau tidak akan tega menghina orang yang sama-sama sedang menderita bersamamu, sebab engkau pun ada dalam keadaan yang sama. Engkau juga sekarat. Karena itu, tidak pantas bagimu untuk menghina orang lain yang juga hampir mati.

Ini adalah contoh orang yang bertekun dalam dosa sampai mati! Sekarang perhatikan kalimat Hujatannya :

· Bukankah Engkau adalah Kristus?’

Jelas diucapkan dengan nada mengejek, dan karena itu justru menunjukkan ketidakpercayaannya bahwa Yesus adalah Kristus / Mesias.

· ‘Selamatkanlah diri-Mu dan kami’.

Sekalipun ini juga bisa diucapkan sebagai ejekan, tetapi mungkin sekali dalam dirinya ada keinginan untuk betul-betul diselamatkan oleh Yesus. Kalau benar dia memang mau diselamatkan oleh Yesus, dia adalah orang yang kurang ajar!

Matthew Henry – Dia menantang Kristus untuk menyelamatkan diri-Nya sendiri dan juga mereka. Perhatikan, memang ada orang yang masih bisa-bisanya berharap untuk diselamatkan oleh Kristus, padahal mereka telah berbuat kurang ajar dengan menghujat-Nya, bahkan lebih dari pada itu, sangka mereka bola Kristus tidak menyelamatkan mereka, Dia tidak layak dipandang sebagai Juru selamat.

Tetapi lepas dari sikap kurang ajarnya, dua pernyataannya adalah dua pernyataan yang kontradiksi! Ia tidak percaya Yesus, tetapi ia ingin diselamatkan. Itu mustahil bisa terjadi, karena Yesus sendiri berkata :


Yohanes 8:24b - “Jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu”

Mengapa demikian? Karena tanpa memiliki Yesus sebagai Penebus / Juru selamat dosa saudara, maka saudara sendirilah yang harus membayar hutang dosa saudara! Kalau saudara tidak percaya kepada Yesus, jangan berharap saudara bisa selamat! Kalau saudara ingin selamat, percayalah dan datanglah kepada Yesus! Ia adalah satu-satunya jalan ke surga (Yohanes 14:6; Kisah Para Rasul 4:12; 1Yohanes 5:11-12).

Yohanes 14:6 - Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Kisah Para Rasul 4:12 - Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

1 Yohanes 5:11-12 – (11) Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. (12) Barang siapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barang siapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

II. IMAN PENJAHAT YANG BERTOBAT.

Alkitab menceritakan bahwa setelah hujatan dari penjahat yang tidak bertobat itu, seorang rekannya, yakni penjahat yang bertobat ini menegurnya.

Lukas 23:40-41 – (40) Tetapi yang seorang menegur dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? (41) Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.

Mengapa sampai penjahat ini bertobat padahal tadinya ia bersama dengan temannya mencela Yesus? Kemungkinan besar karena dia menyaksikan sikap dan kesucian Yesus mulai saat Ia dicambuk, digiring dan disalibkan (ayat 41b).

Lukas 23:40-41 – (40) Tetapi yang seorang menegur dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? (41) Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.
YESUS DI ANTARA DUA PENJAHAT (LUKAS 23:39-43)
gadget, otomotif, bisnis
Darimana ia tahu bahwa Yesus tidak bersalah? Kemungkinan dia juga mendengar kata-kata Pilatus yang menyatakan Yesus tidak bersalah apa-apa. Itu juga berarti bahwa dia telah melihat Yesus diejek, dihina tetapi tidak membalas. Pada waktu paku menembus tangan dan kaki, apalagi pada waktu kayu salib yang tadi terbaring di tanah itu lalu ditegakkan, orang hukuman itu biasanya melontarkan segala macam kutukan, sumpah serapah dan cacian. Tetapi Yesus justru berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34a). Dalam mengalami semua penderitaan-Nya, Yesus tidak takut tetapi tetap tenang dan berserah kepada Bapa-Nya. Kalau saja kita bisa mempunyai sikap dan kesucian seperti ini, maka pasti kita pun akan menarik banyak orang datang kepada Yesus! Maukah saudara berusaha meneladani sikap dan kehidupan Yesus? Ini semua akhirnya menuntun penjahat ini kepada pertobatan dan iman kepada Kristus. Darimana kita tahu bahwa dia beriman kepada Kristus? Atau bagaimana imannya diperlihatkan?

a. Ia sadar bahwa kematian bukanlah akhir dari segala-galanya (Lukas 23: 42).

Lukas 23:42 - Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.

Jikalau kematian adalah akhir dari segala sesuatu, mengapa penjahat ini memohon untuk diingat oleh Yesus? Ini membuktikan bahwa dia percaya ada hidup di balik kematian ini. Hidup tidak berakhir dengan lepasnya nyawa dari tubuh. Penjahat ini, sebentar lagi akan menghembuskan nafasnya yang terakhir, tetapi kesadaran akan adanya hidup setelah mati membuat ia memohon untuk diingat oleh Kristus. Apakah saudara juga menyadari hal ini atau tidak? Tanpa kesadaran akan hal ini, orang tidak akan merasa membutuhkan Kristus.

b. Ia sadar bahwa Allah itu adil dan akan menghukum orang berdosa (ay 40).

Lukas 23:40 - Tetapi yang seorang menegur dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?

Ada banyak orang hanya menyoroti kasih Allah saja, sehingga mereka mengabaikan keadilan dan penghukuman Allah! Bagaimana dengan saudara?

c. Ia sadar dirinya adalah orang yang berdosa dan patut dihukum (Lukas 23: 41a).

Lukas 23:41 - Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

Matthew Henry – Mereka berdua mungkin dihukum karena suatu kejahatan yang sama, sehingga dia pun bisa berkata dengan yakin “kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita”…Dia tidak berkata “engkau layak dihukum” melainkan “kita”. Perhatikan, orang yang benar-benar bertobat mengakui keadilan Allah dalam hukuman yang mereka terima atas dosa mereka Allah telah melakukan hal yang benar dan kitalah yang berbuat jahat.

Renungkan ini! Apakah saudara menganggap diri saudara baik dan layak masuk surga? Kalau ya, saudara justru pasti akan masuk neraka!

d. Ia percaya bahwa Yesus adalah orang benar (Lukas 23: 41b).

Lukas 23:41 - Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

Perhatikan bahwa penjahat ini yakin Yesus sama sekali tidak bersalah. Imam-imam kepala menuntut agar Yesus disalibkan dan Ia disalibkan di antara penjahat dan dengan demikian Ia terhitung di antara mereka. Tetapi penjahat ini mempunyai kesadaran yang lebih besar daripada mereka dan dia mengakui bahwa Kristus bukan salah satu di antara mereka. Dengan demikian ia pasti juga percaya bahwa kata-kata Yesus, yang menyatakan diri-Nya sebagai Mesias dan Anak Allah, pasti juga benar. Apakah saudara percaya akan hal-hal ini?

e. Ia percaya bahwa Yesus akan datang sebagai Raja pada kedatangan-Nya yang kedua kalinya (ay 42).

Lukas 23:42 - Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.

Matthew Henry – Dia mengakui-Nya sebagai Tuhan yang memiliki kerajaan dan percaya bahwa Dia sedang memasuki kerajaan itu, dan memiliki kuasa di dalamnya dan mereka yang dikasihi-Nya akan berbahagia.

Ini sebuah iman yang luar biasa! Mengapa? Karena saat itu Kristus berada dalam puncak kehinaan-Nya, ditinggalkan para murid-Nya, dicaci bangsa-Nya sendiri, menderita sebagai seorang penjahat dan tidak ditolong oleh Bapa-Nya. Tetapi penjahat ini bisa percaya sesuatu yang berlawanan dengan fakta.

Calvin - Kalau penjahat itu bisa menerima Yesus sebagai Raja pada saat Yesus sedang terpaku di atas kayu salib, maka celakalah kita kalau sekarang setelah Yesus bangkit, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, kita tidak menerima-Nya sebagai Raja dalam kehidupan kita.

f. Ia menyerahkan keselamatan jiwanya kepada Yesus (Lukas 23: 42).

Lukas 23:42 - Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.

Perhatikan bahwa ia tidak mempersoalkan keselamatan jasmaninya seperti penjahat yang pertama (Lukas 23: 39), tetapi mempersoalkan jiwanya setelah ia mati! Jaman sekarang ada begitu banyak gereja / hamba Tuhan, orang Kristen yang hanya menekankan manfaat Yesus bagi hidup sekarang ini, seperti memberikan kesembuhan, memberikan berkat / kekayaan, menolong dari problem dsb. Kalau saudara adalah orang seperti ini, maka renungkanlah kata-kata rasul Paulus ini :

1 Korintus 15:19 - Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Renungkanlah! Apakah saudara sudah percaya kepada Yesus demi keselamatan jiwa saudara pada hidup yang akan datang? Perhatikan juga bahwa penjahat ini tidak meminta yang muluk-muluk seperti permintaan Yakobus dan Yohanes :

Markus 10:37 - Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."

Ia hanya meminta Kristus untuk mengingatnya. Itu saja sudah cukup bagi dia. Ini harus kita tiru, bahkan kalau dalam hidup ini kita sudah banyak melakukan banyak hal untuk Tuhan (bdk. Lukas 17:7-10). Ya, bahwa kita diingat oleh Kristus, itu sudah lebih dari cukup bagi kita. Di dunia ini ada banyak janji dari manusia yang diingkari, tetapi Kristus Sang Raja yang tersalib itu tak akan pernah melupakan saudara.

Inilah iman yang luar biasa dari penjahat di samping Kristus itu. Apakah iman seperti ini ada di dalam diri saudara atau tidak? Apakah saudara sudah percaya kepada Kristus seperti ini atau belum? Renungkan ini sungguh-sungguh pada hari ini!

III. JAWABAN YESUS.

Terhadap kata-kata penjahat yang bertobat itu, Yesus menjawab. Bahwa Yesus menjawab penjahat ini saja menunjukkan sesuatu yang luar biasa.

Lukas 23:43 - Kata Yesus kepadanya: …”

Apanya yang luar biasa? Ketika dicela / dihujat, Yesus sama sekali tidak menjawab. Tetapi pada waktu Ia melihat ada penjahat yang membutuhkan firman Tuhan, bimbingan dan hiburan, Ia menjawabnya! Kalau kita mungkin terbalik! Pada saat ada orang mencela, kita menjawabnya, tetapi pada waktu ada orang membutuhkan Firman Tuhan, hiburan dan bimbingan, kita bungkam seribu bahasa! Perhatikan juga bahwa dalam penderitaan yang luar biasa hebatnya, dan dalam detik-detik terakhir hidup-Nya, Yesus tetap melayani Bapa-Nya dan sesama manusia-Nya. Berbeda dengan penjahat yang pertama, yang bertekun dalam dosa sampai pada akhir hidupnya, maka Yesus tekun dalam berbuat baik / melayani sampai pada akhir hidup-Nya!


Sekarang perhatikan jawaban Yesus kepada penjahat yang bertobat ini dalam perbandingan dengan permintaan penjahat ini :

Lukas 23:42-43 – (42) Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." (43) Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Penjahat ini hanya meminta diingat, tetapi Yesus memberikan lebih dari itu yakni sebuah kediaman bersama-sama dengan Dia. Penjahat itu meminta hal itu kalau apabila Yesus datang nanti, tetapi Yesus memberikan kepadanya hari itu juga. Jadi penjahat itu mati pada hari yang sama dengan Kristus tapi pada hari itu juga (bukan hari kiamat) ia telah bersama-sama dengan Kristus di dalam firdaus /surga. (Ini menunjukkan bahwa orang mati langsung masuk surga/neraka). Semua ini memastikan keselamatan dari si penjahat! Ya! Semuanya pasti persis di detik-detik terakhir dari hidupnya. Tidak pernah ada kata terlambat untuk sebuah pertobatan. Tetapi sadarlah bahwa tidak semua kita bisa tahu kapan detik terakhir dari hidup kita. Jangan ambil risiko untuk hal ini! Penjahat ini sekarang ada di surga sedangkan temannya ada di neraka.

Matthew Henry – Mereka berdua mungkin dihukum karena suatu kejahatan yang sama, …..Kedua orang tersebut telah menjadi rekan dalam perbuatan dosa dan derita, tetapi hanya satu yang diselamatkan, sementara yang lainnya binasa. Keduanya selalu bersama-sama, namun kini, yang seorang dibawa dan yang lain ditinggalkan.

Yang membedakan nasib kekal keduanya adalah respons terhadap Kristus. Yang satu beriman, yang satu tidak beriman. Saudara mau menyusul yang mana? Kalau mau menyusul penjahat pertama ke neraka, maka tidak perlu sampai menghujat Yesus seperti penjahat tersebut. Cukup abaikan saja Kristus, bersikaplah acuh tak acuh terhadap Dia. Jangan pernah percaya kepada-Nya. Dan Anda akan menyusul pendahulu anda ini! Kalau mau menyusul penjahat kedua ke surga, maka bertobatlah dan berimanlah kepada Kristus sekarang juga. Bukalah hati saudara dan sambutlah Dia sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi saudara. Dia sudah menanggung segala aib, dan hina, derita dan sakit di atas salib untuk saudara. Saya pernah mendapat sebuah kiriman SMS yang bunyinya demikian :

“Matahari bertanya kepada Tuhan “untuk siapa aku bersinar?”. Bulan juga bertanya “untuk siapa aku bercahaya?” Pelangi pun bertanya “untuk siapa keindahanku?” Angin ikut bertanya “untuk siapa aku berhembus?” Dan Yesus pun bertanya pada Bapa di surga “untuk siapa Aku disalibkan?” Dan Bapa menjawab “untuk anak-Ku yang membaca SMS ini”.

Sekarang bagaimana? Pilihan ada di tangan saudara!

Catatan: Pdt. Budi Asali, M.Div:  meraih gelar Master of Divinity (M.Div) dari Reformed Theological Seminary (RTS), Jackson, Mississippi, United States of America
- AMIN -
Next Post Previous Post