The Pilgrim's Progress: Reformed Theology
Pendahuluan:
The Pilgrim’s Progress adalah salah satu karya klasik dalam literatur Kristen yang ditulis oleh John Bunyan pada tahun 1678. Buku ini merupakan alegori perjalanan rohani seorang Kristen dari "Kota Kehancuran" (City of Destruction) menuju "Kota Surgawi" (Celestial City). Dalam perjalanan tersebut, ia menghadapi berbagai rintangan, pencobaan, serta perjumpaan dengan tokoh-tokoh yang merepresentasikan tantangan dan anugerah dalam kehidupan Kristen.
Dalam teologi Reformed, buku ini dianggap sebagai gambaran yang kaya akan kehidupan iman orang percaya, sesuai dengan ajaran Alkitab tentang perjalanan rohani menuju kekekalan. Tokoh utama, Kristen (Christian), merepresentasikan umat Allah yang mengalami pertobatan dan berjalan dalam pengudusan hingga akhirnya mencapai keselamatan yang sempurna dalam kemuliaan.
John Owen, seorang teolog Reformed sezaman dengan Bunyan, menyatakan:"Kehidupan Kristen adalah perjalanan menuju kemuliaan yang penuh dengan peperangan rohani, tetapi Allah yang berdaulat memimpin umat-Nya dengan kasih karunia-Nya."
Artikel ini akan mengupas The Pilgrim’s Progress dalam perspektif teologi Reformed, menjelaskan makna alegori dalam buku ini, serta mengaitkannya dengan prinsip-prinsip Alkitab dan ajaran para reformator.
1. John Bunyan dan Konteks Sejarah Penulisan
A. Latar Belakang John Bunyan
John Bunyan (1628–1688) adalah seorang pengkhotbah dan penulis dari Inggris yang lahir dalam keluarga sederhana. Sebagai seorang Puritan, ia sangat dipengaruhi oleh ajaran Reformasi Protestan, terutama dalam doktrin keselamatan oleh anugerah melalui iman.
Pada tahun 1660, setelah Restorasi Monarki di Inggris, Bunyan dipenjara selama 12 tahun karena menolak berhenti berkhotbah di luar gereja resmi (Anglikan). Selama masa pemenjaraannya, ia menulis The Pilgrim’s Progress, yang menjadi salah satu buku paling berpengaruh dalam sejarah Kekristenan.
Jonathan Edwards menyebut karya Bunyan sebagai:"Sebuah cerminan yang luar biasa dari perjalanan rohani yang sejati, mengajarkan bahwa hanya oleh kasih karunia Allah, seorang Kristen dapat bertahan hingga akhir."
B. Karakteristik Buku The Pilgrim’s Progress
- Ditulis sebagai alegori, di mana setiap tempat dan karakter memiliki makna rohani yang dalam.
- Berfokus pada tema keselamatan, peperangan rohani, dan ketekunan dalam iman.
- Dipenuhi dengan kutipan Alkitab dan prinsip doktrinal yang kuat.
2. Tema Utama The Pilgrim’s Progress dalam Perspektif Teologi Reformed
A. Total Depravity (Kerusakan Total Manusia) dan Panggilan Injil
Perjalanan Kristen dimulai di "Kota Kehancuran" (City of Destruction), yang melambangkan dunia yang telah jatuh dalam dosa.
Efesus 2:1-2 berkata:"Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu, di mana kamu hidup di dalamnya menurut jalan dunia ini."
Dalam teologi Reformed, manusia dalam kondisi alami tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Hanya dengan panggilan Injil seseorang dapat keluar dari kehancuran menuju kehidupan kekal.
Ketika Kristen membaca Buku (Alkitab) dan menyadari beban dosanya, ia mencari jalan keselamatan. Ini menggambarkan pekerjaan Roh Kudus dalam menuntun orang percaya kepada pertobatan (Yohanes 16:8-11).
John Calvin dalam Institutes menulis:"Tidak ada seorang pun yang dapat mencari Allah kecuali Allah terlebih dahulu menariknya kepada diri-Nya."
B. Justification by Faith (Pembenaran oleh Iman) dalam Simbol "Pintu Sempit"
Setelah meninggalkan Kota Kehancuran, Kristen diarahkan ke Pintu Sempit (Wicket Gate), yang melambangkan Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan.
Yesus berkata dalam Matius 7:13-14:"Masuklah melalui pintu yang sempit, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan."
Dalam teologi Reformed, keselamatan bukan hasil usaha manusia, tetapi murni oleh anugerah Allah melalui iman.
Efesus 2:8-9:"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, bukan hasil pekerjaanmu."
Bunyan menekankan bahwa Kristen tidak bisa membuang beban dosanya sendiri, tetapi ketika ia mencapai Salib Kristus, bebannya terlepas. Ini menggambarkan doktrin pembenaran oleh iman saja (sola fide).
C. Peperangan Rohani dan Pengudusan (Sanctification)
Setelah mengalami pembenaran, Kristen tidak langsung sampai ke Kota Surgawi. Sebaliknya, ia mengalami banyak tantangan, yang melambangkan perjalanan pengudusan orang percaya.
Beberapa contoh peperangan rohani dalam buku ini:
Rawa Keputusasaan (Slough of Despond)
- Melambangkan pergumulan iman dan keraguan dalam kehidupan Kristen.
- Kristen hampir tenggelam, tetapi ditolong oleh "Penolong" (Help), yang melambangkan kasih karunia Allah.
Bukit Kesulitan (Hill Difficulty)
- Melambangkan tantangan iman yang harus dihadapi dengan ketekunan.
- 1 Korintus 10:13: "Allah setia dan tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu."
Vanity Fair (Pasar Kesia-siaan)
- Melambangkan dunia yang penuh dengan godaan dan kenikmatan dosa.
- Kristen dan sahabatnya, Faithful, menolak godaan dan akhirnya Faithful mati sebagai martir.
- Ini mencerminkan panggilan untuk hidup kudus dan menolak dunia (1 Yohanes 2:15-17).
John Owen dalam The Mortification of Sin menulis:"Orang Kristen harus terus berjuang melawan dosa setiap hari, karena peperangan rohani berlangsung hingga kita bertemu dengan Kristus."
D. Perseverance of the Saints (Ketekunan Orang Kudus) dalam Perjalanan Menuju Kota Surgawi
Salah satu tema utama The Pilgrim’s Progress adalah ketekunan dalam iman hingga akhir.
Matius 24:13 berkata:"Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan diselamatkan."
Kristen menghadapi banyak ujian, tetapi anugerah Allah menopangnya hingga mencapai Kota Surgawi. Ini sesuai dengan ajaran teologi Reformed bahwa mereka yang sungguh-sungguh diselamatkan tidak akan jatuh dari anugerah Allah (doktrin ketekunan orang kudus).
Filipi 1:6 berkata:"Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia yang telah memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus."
John Calvin menegaskan:"Keselamatan bukan tergantung pada kekuatan manusia, tetapi pada pemeliharaan Allah yang setia hingga akhir."
Kesimpulan: Mengapa The Pilgrim’s Progress Relevan bagi Orang Kristen Saat Ini?
Buku ini tetap relevan bagi orang Kristen masa kini karena:
- Mengajarkan bahwa keselamatan adalah oleh anugerah melalui iman dalam Kristus (sola fide).
- Menunjukkan realitas peperangan rohani dan panggilan untuk hidup dalam kekudusan.
- Menegaskan pentingnya ketekunan dalam iman hingga akhir.
- Mengingatkan bahwa dunia ini bukan tujuan akhir, tetapi kita sedang berjalan menuju kekekalan.
John Bunyan dengan cemerlang menggambarkan perjalanan orang percaya dari dosa menuju keselamatan dalam terang teologi Reformed.
Sebagaimana dikatakan dalam Ibrani 12:1-2:"Marilah kita berlari dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita, dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan."
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk melakukan perjalanan iman dengan setia, menolak godaan dunia, dan menantikan kedatangan Kristus yang akan membawa kita ke Kota Surgawi.
