Jadilah Bagian dari Solusi, Bukan dari Masalah
.png)
Pendahuluan
Di dunia yang penuh dengan tantangan, konflik, dan ketidakpastian, banyak orang tanpa sadar menjadi bagian dari masalah ketimbang bagian dari solusi. Alih-alih membawa kedamaian, banyak yang justru menambah kebingungan, menyebarkan gosip, atau menabur perselisihan.
Namun, dalam perspektif teologi Reformed, orang percaya dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16)—membawa solusi, bukan memperumit keadaan. Kita dipanggil untuk hidup dalam kasih, kebenaran, dan hikmat Tuhan agar bisa memberikan dampak nyata bagi sesama dan memuliakan Allah.
Artikel ini akan membahas prinsip “jadilah bagian dari solusi, bukan dari masalah” dalam terang teologi Reformed, bagaimana Alkitab mengajarkan prinsip ini, serta bagaimana kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mengapa Orang Percaya Harus Menjadi Bagian dari Solusi?
A. Kita Dipanggil untuk Memuliakan Allah dalam Setiap Aspek Kehidupan
Teologi Reformed menekankan bahwa seluruh kehidupan berada di bawah kedaulatan Allah. John Calvin dalam Institutes of the Christian Religion menyatakan bahwa tidak ada satu pun aspek kehidupan manusia yang tidak berada di bawah pemerintahan Allah.
Paulus menulis dalam 1 Korintus 10:31:
"Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah."
Setiap tindakan kita, baik di dalam keluarga, pekerjaan, gereja, maupun masyarakat, seharusnya mencerminkan kemuliaan Tuhan. Jika kita hanya menjadi bagian dari masalah—dengan sikap negatif, ketidakpedulian, atau memperburuk keadaan—maka kita gagal menjalankan panggilan kita sebagai umat pilihan Allah.
B. Orang Percaya Adalah Duta Kristus
Sebagai orang percaya, kita disebut sebagai duta Kristus (2 Korintus 5:20), yang berarti kita mewakili Kristus dalam dunia ini. Tugas kita bukan sekadar menjadi penonton dalam masalah dunia, tetapi berperan aktif membawa keadilan, kebenaran, dan kasih dalam setiap situasi.
J.C. Ryle dalam Practical Religion berkata:
“Kekristenan sejati bukan hanya tentang percaya, tetapi juga tentang bertindak sesuai dengan iman kita.”
Jika kita hanya mengkritik tanpa memberikan solusi, atau menghakimi tanpa kasih, maka kita tidak sedang mewakili Kristus dengan baik.
2. Bagaimana Kita Bisa Menjadi Bagian dari Solusi?
A. Hidup dalam Kebenaran Firman Tuhan
Dalam Mazmur 119:105, Daud berkata:
"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."
Menjadi bagian dari solusi berarti hidup dalam terang firman Tuhan, bukan dalam kebodohan dunia. Orang yang dipenuhi firman Tuhan akan memiliki hikmat dalam mengambil keputusan, kesabaran dalam menghadapi masalah, dan kasih dalam berinteraksi dengan sesama.
Praktik:
-
Baca dan renungkan Alkitab setiap hari.
-
Terapkan prinsip Alkitab dalam pengambilan keputusan.
-
Minta bimbingan Roh Kudus sebelum berbicara atau bertindak dalam situasi sulit.
B. Hindari Menjadi Bagian dari Masalah
Banyak orang tanpa sadar menjadi bagian dari masalah melalui sikap negatif mereka:
-
Mengeluh tanpa mencari solusi
-
Menyebarkan gosip atau berita negatif
-
Menyalahkan orang lain tanpa introspeksi diri
Alkitab menegaskan dalam Filipi 2:14-15:
"Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia."
Praktik:
-
Hindari sikap mengeluh dan lebih fokus mencari solusi.
-
Jangan menyebarkan berita negatif atau gosip.
-
Berlatih untuk melihat hal baik di tengah situasi sulit.
C. Tunjukkan Kasih dalam Tindakan
Yesus berkata dalam Matius 22:39:
"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Menjadi bagian dari solusi berarti mencerminkan kasih Kristus kepada orang lain. Ini bisa dilakukan dengan mendengarkan orang lain dengan sabar, menolong mereka yang membutuhkan, dan mengupayakan perdamaian dalam konflik.
Praktik:
-
Jadilah pendengar yang baik dan berempati terhadap sesama.
-
Bantu orang lain yang mengalami kesulitan, baik secara spiritual, emosional, atau finansial.
-
Dorong rekonsiliasi dan hindari konflik yang tidak perlu.
D. Jadilah Garam dan Terang di Tempat Kerja dan Masyarakat
Yesus berkata dalam Matius 5:13-16 bahwa kita adalah garam dan terang dunia. Ini berarti kita harus membawa nilai-nilai kerajaan Allah ke dalam dunia sekuler—baik di tempat kerja, lingkungan sosial, maupun dalam keluarga.
Praktik:
-
Di tempat kerja: Bekerja dengan integritas, tidak korupsi, dan memberikan kontribusi positif.
-
Di lingkungan sosial: Menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan.
-
Di keluarga: Membimbing anak-anak dan pasangan dalam kebenaran firman Tuhan.
E. Berdoa dan Mengandalkan Tuhan dalam Segala Situasi
Sering kali, kita merasa tidak mampu menjadi solusi dalam masalah yang kompleks. Namun, kita tidak harus bergantung pada kekuatan sendiri—Tuhan yang memberi kita hikmat dan kemampuan untuk bertindak dengan benar.
Yakobus 1:5 berkata:
"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya."
Praktik:
-
Berdoa sebelum mengambil keputusan penting.
-
Minta hikmat Tuhan dalam menghadapi konflik dan tantangan.
-
Berserah kepada Tuhan, percaya bahwa Dia akan menolong kita menjadi bagian dari solusi.
3. Contoh Nyata dari Tokoh-Tokoh Kristen Reformed
A. John Calvin: Reformasi dan Transformasi Masyarakat
Calvin bukan hanya seorang teolog, tetapi juga seorang reformator sosial. Ia mengubah Jenewa menjadi kota yang berlandaskan hukum dan moral Kristen, membawa solusi bagi masyarakat yang saat itu kacau dan tidak beraturan.
B. Jonathan Edwards: Kebangunan Rohani yang Membawa Perubahan Sosial
Edwards tidak hanya berkhotbah tentang anugerah, tetapi juga membawa dampak sosial melalui kebangunan rohani yang mengubah cara hidup banyak orang di Amerika pada abad ke-18.
C. Charles Spurgeon: Pelayanan kepada Orang Miskin
Spurgeon bukan hanya seorang pengkhotbah besar, tetapi juga mendirikan banyak panti asuhan dan rumah sakit, menunjukkan bahwa iman yang sejati harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Kesimpulan
Dalam terang teologi Reformed, orang percaya dipanggil untuk menjadi bagian dari solusi, bukan dari masalah. Kita bukan hanya dipanggil untuk percaya kepada Kristus, tetapi juga untuk menghidupi iman kita dalam tindakan nyata.
Sebagai murid Kristus, mari kita hidup dalam kebenaran firman Tuhan, menghindari sikap negatif, menunjukkan kasih, menjadi terang di masyarakat, dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal.
Dengan demikian, kita tidak hanya akan membawa dampak positif bagi dunia, tetapi juga memuliakan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita.
Soli Deo Gloria!