Doktrin Pemilihan dalam Teologi Reformed

Diskursus tentang Pemilihan

Pendahuluan

Salah satu doktrin paling mendalam dalam teologi Reformed adalah doktrin pemilihan (election). Doktrin ini menegaskan bahwa Allah, dalam kedaulatan-Nya, telah memilih sejak kekekalan siapa yang akan diselamatkan. Pemilihan ini tidak didasarkan pada pekerjaan atau usaha manusia, tetapi murni karena kasih karunia Allah.

Doktrin ini sering kali menjadi bahan perdebatan dalam sejarah teologi Kristen, terutama antara Reformed (Calvinis) dan Arminianisme. Para teolog seperti John Calvin, Jonathan Edwards, Charles Hodge, Herman Bavinck, dan R.C. Sproul telah memberikan kontribusi penting dalam menjelaskan pemilihan berdasarkan Alkitab.

Artikel ini akan membahas konsep pemilihan menurut teologi Reformed, dasar Alkitabiah, serta implikasinya bagi kehidupan Kristen.

1. Pemilihan dalam Teologi Reformed

Definisi Pemilihan

Pemilihan dalam teologi Reformed merujuk pada keputusan kekal Allah untuk menyelamatkan sebagian orang dari dosa dan murka-Nya.

Louis Berkhof mendefinisikan pemilihan sebagai:

"Tindakan kedaulatan Allah di mana, dari seluruh umat manusia, Ia memilih beberapa orang untuk menerima keselamatan melalui Kristus, bukan berdasarkan perbuatan mereka, tetapi hanya berdasarkan kehendak dan kasih karunia-Nya."

John Calvin juga menekankan dalam Institutes of the Christian Religion:

"Pemilihan adalah tindakan Allah yang bebas, di mana Ia, menurut keputusan-Nya sendiri, memilih sebagian orang untuk diselamatkan dan membiarkan yang lain dalam kebinasaan mereka yang adil."

Pemilihan Bersifat Tanpa Syarat (Unconditional Election)

Pemilihan bukan berdasarkan:

  • Perbuatan baik manusia (Roma 9:11-13)

  • Kemampuan manusia untuk percaya (Efesus 2:8-9)

  • Foreknowledge Allah terhadap iman manusia (2 Timotius 1:9)

Pemilihan sepenuhnya berdasarkan kasih karunia Allah.

2. Dasar Alkitabiah Doktrin Pemilihan

  1. Efesus 1:4-5

    "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."

    • Pemilihan terjadi sebelum dunia dijadikan, menunjukkan bahwa itu adalah rencana kekal Allah.

  2. Roma 9:15-16

    "Sebab Ia berfirman kepada Musa: 'Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan, dan Aku akan menunjukkan kemurahan kepada siapa Aku mau menunjukkan kemurahan.' Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."

    • Pemilihan tidak berdasarkan usaha manusia, tetapi belas kasihan Allah.

  3. Yohanes 6:37

    "Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang."

    • Mereka yang dipilih oleh Allah pasti akan datang kepada Kristus.

  4. 2 Timotius 1:9

    "Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman."

    • Keselamatan bukan karena usaha manusia, tetapi kasih karunia Allah yang telah ditetapkan sebelum zaman dimulai.

3. Pemilihan dan Kehendak Bebas Manusia

Salah satu kritik utama terhadap doktrin pemilihan adalah bahwa doktrin ini dianggap menghilangkan kehendak bebas manusia. Namun, teologi Reformed memahami bahwa:

  • Manusia secara alami telah mati dalam dosa (Efesus 2:1), sehingga tidak mampu memilih Allah kecuali Allah yang membuka hati mereka (Yohanes 6:44).

  • Kehendak manusia diperbudak oleh dosa (Roma 3:10-12), sehingga hanya kasih karunia Allah yang dapat membebaskan manusia untuk benar-benar memilih Kristus.

  • Pemilihan tidak memaksa manusia untuk percaya, tetapi mengubahkan hati mereka sehingga mereka dengan sukarela datang kepada Kristus (Yohanes 6:37).

Jonathan Edwards dalam bukunya Freedom of the Will menulis:

"Kehendak manusia tidak dapat memilih Kristus kecuali hati manusia terlebih dahulu diubahkan oleh Roh Kudus."

4. Pemilihan dan Keadilan Allah

Beberapa orang menolak doktrin pemilihan karena dianggap tidak adil. Namun, teologi Reformed menjawab bahwa:

  1. Allah tidak berutang keselamatan kepada siapa pun

    • Karena semua manusia telah berdosa dan layak binasa (Roma 3:23, 6:23), Allah tidak berkewajiban menyelamatkan siapa pun.

  2. Allah memiliki hak penuh untuk menunjukkan belas kasihan-Nya

    • Roma 9:20-21 – "Hai manusia, siapakah engkau, maka engkau membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: 'Mengapakah engkau membentuk aku demikian?' Bukankah tukang periuk berhak atas tanah liat-Nya?"

  3. Pemilihan tidak bertentangan dengan kasih Allah

    • Kasih Allah tetap nyata dalam penebusan di dalam Kristus.

R.C. Sproul dalam bukunya Chosen by God menulis:

"Allah tidak hanya adil, tetapi juga berdaulat. Dalam kedaulatan-Nya, Ia memilih sebagian untuk menerima kasih karunia-Nya, dan itu bukanlah ketidakadilan."

5. Implikasi Pemilihan bagi Kehidupan Kristen

  1. Membangkitkan kerendahan hati

    • Keselamatan bukan karena usaha atau kebaikan kita, tetapi karena kasih karunia Allah semata.

  2. Memberi jaminan keselamatan

    • Jika kita dipilih oleh Allah, maka keselamatan kita tidak bisa hilang (Yohanes 10:28-29).

  3. Mendorong penginjilan

    • Pemilihan bukan berarti kita tidak perlu memberitakan Injil. Justru, Allah menggunakan penginjilan sebagai sarana untuk memanggil orang-orang pilihan-Nya (Roma 10:14-15).

  4. Memotivasi hidup dalam kekudusan

    • Efesus 1:4 – "Supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."

Kesimpulan

Doktrin pemilihan adalah salah satu kebenaran yang paling mendalam dalam teologi Reformed. Pemilihan menegaskan bahwa Allah dalam kedaulatan-Nya telah memilih umat-Nya sebelum dunia dijadikan, bukan berdasarkan usaha atau perbuatan mereka, tetapi karena kasih karunia-Nya semata.

Pemilihan adalah tindakan kasih karunia Allah yang mengarah pada keselamatan yang pasti bagi orang-orang pilihan-Nya. Doktrin ini bukan hanya menghibur, tetapi juga membawa kita kepada kerendahan hati, keyakinan dalam keselamatan, dan semangat dalam memberitakan Injil.

Sebagaimana dikatakan oleh Charles Spurgeon:

"Saya yakin bahwa doktrin pemilihan adalah sumber sukacita yang luar biasa bagi orang percaya. Jika bukan karena pemilihan Allah, kita semua akan binasa."

Soli Deo Gloria!

Next Post Previous Post