Zakharia 3:1–2 - Ranting dari Api: Penghakiman, Anugerah, dan Kemenangan Kristus

Zakharia 3:1–2 - Ranting dari Api: Penghakiman, Anugerah, dan Kemenangan Kristus

Teks Dasar: Zakharia 3:1–2 (AYT)

(1) Kemudian, dia memperlihatkan kepadaku Imam Besar Yosua yang berdiri di hadapan malaikat TUHAN sementara Setan berdiri di sebelah kanannya untuk menuduhnya.
(2) Lalu, TUHAN berfirman kepada Setan, “TUHAN menghardik kamu, hai Setan! TUHAN yang memilih Yerusalem, menghardik kamu! Apakah dia ini bukan ranting kayu yang telah direnggut dari api?”

Pendahuluan: Pertarungan Rohani di Hadapan Takhta Allah

Nabi Zakharia diberi penglihatan ilahi yang mengungkap salah satu misteri paling mendalam dalam hubungan antara dosa, penghakiman, dan kasih karunia Allah. Dalam penglihatan ini, Imam Besar Yosua (bukan Yosua bin Nun) berdiri di hadapan malaikat TUHAN — sebuah manifestasi dari kehadiran ilahi, yang dalam banyak tafsiran Reformed dianggap sebagai pra-inkarnasi Kristus.

Namun, di sisi kanan Yosua berdiri Setan, sang penuduh, yang berusaha membatalkan peran imam besar itu dengan menonjolkan dosanya. Ini bukan sekadar kisah pribadi, tetapi drama kosmis tentang pertarungan antara kasih karunia dan penuduhan, antara pemilihan Allah dan kejahatan.

John Calvin menulis dalam komentarnya:

“Dalam Yosua, kita melihat gambaran seluruh umat Allah yang dituduh karena dosa, tetapi dibenarkan karena pemilihan Allah di dalam Kristus.”
(Commentary on Zechariah 3:1)

Adegan ini merupakan salah satu teks paling indah dalam Perjanjian Lama yang menyingkap inti Injil: bahwa keselamatan bukan karena kebaikan manusia, tetapi karena pemilihan Allah yang berdaulat dan pembenaran di dalam Kristus.

1. Yosua: Imam Besar yang Dituduh (Zakharia 3:1)

“Imam Besar Yosua berdiri di hadapan malaikat TUHAN sementara Setan berdiri di sebelah kanannya untuk menuduhnya.”

a. Konteks historis

Zakharia menulis setelah pembuangan Babel. Yosua adalah imam besar pertama yang melayani setelah bangsa Israel kembali ke Yerusalem bersama Zerubabel (lih. Ezra 3:2; Hagai 1:1).
Tugasnya adalah memulihkan penyembahan di Bait Allah, tetapi bangsa itu masih penuh dengan kenajisan, kemiskinan, dan keraguan rohani.

Secara simbolik, Yosua mewakili umat Israel — yang dipanggil untuk menjadi kudus tetapi hidup di bawah bayang-bayang kegagalan dan kutuk dosa.

Herman Bavinck menulis:

“Pemulihan Israel bukan hanya rekonstruksi fisik, tetapi penebusan moral dan rohani. Tanpa penghapusan dosa, tidak ada pemulihan sejati.”
(Reformed Dogmatics, Vol. 3)

b. Berdiri di hadapan malaikat TUHAN

Ungkapan ini menunjukkan posisi pelayanan dan pengadilan.
Yosua berdiri bukan untuk membela diri, tetapi untuk diadili. Malaikat TUHAN di sini adalah Kristus pra-inkarnasi — Sang Pengantara yang berdiri antara manusia berdosa dan Allah yang kudus.

John Owen menegaskan:

“Ketika Kristus menampakkan diri sebagai Malaikat TUHAN, Ia menegaskan bahwa Dialah Sang Imam Besar sejati yang akan menggantikan imam-imam manusia.”
(The Glory of Christ, Vol. 2)

c. Setan sang penuduh

Nama Setan (Ibrani: śāṭān) berarti “penentang” atau “penuduh”. Ia berdiri di sebelah kanan — posisi yang secara hukum dianggap sebagai sisi dakwaan dalam pengadilan Ibrani kuno.

Tuduhan Setan bukan tanpa dasar: Yosua memang berdosa, dan sebagai imam besar, dosanya menajiskan seluruh bangsa.
Inilah gambaran kondisi kita semua di hadapan Allah: bersalah, tidak layak, dan tak mampu membela diri.

Charles Spurgeon berkata:

“Setan tahu dosa-dosa kita lebih baik daripada kita sendiri. Namun, Kristus tahu penebusan-Nya lebih besar daripada tuduhan apa pun.”
(Sermon: The Accuser of the Brethren, 1888)

2. Tuhan yang Menghardik Setan (Zakharia 3:2)

“TUHAN berfirman kepada Setan, ‘TUHAN menghardik kamu, hai Setan! TUHAN yang memilih Yerusalem, menghardik kamu!’”

a. Allah sebagai Pembela Umat-Nya

Perhatikan bahwa Yosua tidak berbicara. Ia tidak membela diri.
Yang berbicara adalah TUHAN sendiri — dan Ia menghardik Setan dua kali.

Kata “menghardik” (Ibrani: gā‘ar) menunjukkan otoritas ilahi yang menolak tuduhan Iblis secara penuh.
Ini bukan negosiasi, tetapi putusan pengadilan surgawi yang final.

John Calvin menulis:

“Kemenangan atas Setan bukan dicapai oleh argumen manusia, tetapi oleh otoritas Allah yang membenarkan umat pilihan-Nya.”
(Commentary on Zechariah 3:2)

Di sini kita melihat inti dari doktrin pembenaran oleh iman (justification by faith): bahwa umat Allah dibebaskan bukan karena pembelaan diri, tetapi karena pengampunan ilahi yang bersumber pada pemilihan Allah.

b. “TUHAN yang memilih Yerusalem”

Alasan Allah menghardik Setan bukan karena Yosua tak berdosa, tetapi karena Yerusalem telah dipilih oleh Allah.
Pemilihan ini adalah dasar dari kasih karunia — grace precedes merit.

R.C. Sproul menjelaskan:

“Pemilihan Allah bukanlah reaksi terhadap kebaikan manusia, melainkan keputusan berdaulat yang memuliakan kasih karunia-Nya.”
(Chosen by God, hlm. 59)

Setan mungkin benar dalam tuduhannya, tetapi ia salah dalam kesimpulannya.
Ya, umat Allah berdosa, tetapi mereka telah dipilih dan ditebus oleh kasih karunia yang tidak dapat dibatalkan (Roma 8:33–34).

“Siapakah yang akan mengajukan dakwaan terhadap orang-orang pilihan Allah? Allah yang membenarkan mereka.”

c. “Ranting kayu yang telah direnggut dari api”

Ungkapan ini menggambarkan kondisi Israel dan setiap orang percaya.
Kita seperti kayu yang seharusnya terbakar habis oleh murka Allah, tetapi diselamatkan oleh tangan ilahi.

John Gill, teolog Baptis Reformed, menulis:

“Ranting dari api adalah gambar manusia berdosa yang diselamatkan dari kebinasaan. Ia hangus oleh dosa, tetapi tidak dihancurkan karena kasih karunia.”
(Exposition of the Old Testament, Zech. 3:2)

Rujukan ini juga muncul dalam Amos 4:11, di mana Allah menyelamatkan umat-Nya dari kehancuran total.
Namun dalam konteks Zakharia, metafora ini menunjuk pada pemulihan rohani Israel — sebuah bangsa yang nyaris musnah, tetapi kini dihidupkan kembali oleh kasih karunia Allah.

3. Kristus Sang Pembela dan Imam Besar Sejati

Dalam penglihatan ini, Yosua hanyalah gambaran dari Kristus.
Ia berdiri kotor karena mewakili umat berdosa, tetapi Kristus berdiri kudus dan menggantikan tempat kita sepenuhnya.

a. Kristus sebagai Malaikat TUHAN

Dalam teologi Reformed, banyak penafsir melihat Malaikat TUHAN sebagai Kristus pra-inkarnasi.
Ia berbicara dengan otoritas ilahi (“TUHAN berfirman”) dan bertindak sebagai Pembela umat pilihan.

Matthew Henry berkata:

“Kristus, Malaikat Perjanjian, berdiri di antara umat-Nya dan tuduhan Iblis, bukan hanya untuk membungkamnya, tetapi untuk membenarkan mereka dengan darah-Nya.”
(Commentary on Zechariah 3)

Inilah inti Injil:

  • Setan menuduh,

  • Hati nurani kita membenarkan tuduhan itu,

  • Tetapi Kristus menjawabnya dengan salib.

b. Kristus sebagai Imam Besar yang Sempurna

Ibrani 7:25 menegaskan:

“Ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang datang kepada Allah melalui Dia, sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.”

Yosua gagal karena ia berdosa, tetapi Yesus, Imam Besar sejati, tidak memiliki dosa dan berdiri di hadapan Allah selamanya untuk kita.

John Owen menulis:

“Imamat Kristus bukan sekadar fungsi liturgis, tetapi tindakan kekal yang menjamin keselamatan umat pilihan.”
(The Priesthood of Christ)

4. Teologi Pemilihan dan Pembenaran dalam Penglihatan Ini

Zakharia 3:1–2 merupakan miniatur dari seluruh teologi keselamatan Reformed:

DoktrinGambaran dalam teks
Pemilihan“TUHAN yang memilih Yerusalem”
Dosa manusiaYosua yang kotor dan dituduh
Pembenaran“TUHAN menghardik kamu, hai Setan!”
Anugerah“Ranting yang direnggut dari api”
Kristus sebagai PengantaraMalaikat TUHAN yang membela

a. Pemilihan yang aktif

Allah tidak hanya memilih secara pasif, tetapi bertindak untuk menegakkan pilihannya.
Pemilihan bukan ide abstrak, tetapi keputusan kasih yang diwujudkan melalui penebusan.

Herman Bavinck menjelaskan:

“Pemilihan bukan hanya awal keselamatan, tetapi juga jaminan bahwa keselamatan itu akan diselesaikan.”
(Reformed Dogmatics, Vol. 2, hlm. 394)

b. Pembenaran yang bersifat forensik

Tindakan “menghardik” Setan menunjukkan keputusan hukum — Allah menyatakan umat-Nya benar karena karya Kristus.
Inilah pembenaran dalam makna forensik (hukum): Allah bukan membuat kita menjadi benar, tetapi menyatakan kita benar di hadapan-Nya.

John Calvin berkata:

“Kita dibenarkan bukan karena kebaikan kita, tetapi karena kebenaran Kristus yang diimputasikan kepada kita.”
(Institutes, III.11.2)

c. Anugerah yang menyelamatkan dari kebinasaan

“Ranting dari api” menunjukkan bahwa kita diselamatkan bukan karena nilai dalam diri kita, tetapi karena belas kasihan Allah semata.
Setiap orang percaya adalah bukti dari kasih yang menyelamatkan tanpa syarat.

5. Aplikasi Teologis dan Pastoral

a. Ketika kita dituduh oleh Setan

Setan masih bekerja sebagai penuduh (Wahyu 12:10).
Ia mengingatkan dosa-dosa lama, membuat hati kita bersalah, dan menuduh kita tidak layak.

Namun, seperti Yosua, kita tidak perlu membela diri. Kristus adalah Pembela kita di surga (1 Yohanes 2:1).

Spurgeon berkata:

“Setiap kali Setan menuduhmu, arahkan matamu kepada salib dan katakan: ‘Tuhan menghardik engkau, hai Setan!’”
(Morning and Evening, Juni 23)

b. Ketika kita merasa hangus oleh dosa

Mungkin hidupmu seperti ranting dari api — terbakar oleh kegagalan, rasa bersalah, atau masa lalu.
Namun, penglihatan ini menunjukkan bahwa selama Allah memilih dan memanggilmu, api tidak akan menghancurkanmu.

“Api tidak menyentuh ranting yang telah direnggut oleh tangan Allah.”

c. Pelayanan yang dikuduskan oleh kasih karunia

Yosua mewakili pelayanan yang telah dikuduskan kembali oleh Allah.
Gereja tidak akan pernah sempurna, tetapi dipelihara oleh kasih karunia.

Martyn Lloyd-Jones menulis:

“Kita bukan hamba yang sempurna, tetapi kita melayani Allah yang sempurna yang menguduskan pelayanan kita melalui Kristus.”
(Spiritual Depression, hlm. 117)

6. Kristologi Tersirat: Kristus sebagai Jawaban atas Tuduhan

Zakharia 3 bukan sekadar kisah pembenaran Israel, tetapi nubuatan langsung tentang karya Kristus.
Beberapa pasal kemudian (Zakharia 3:8–9), nubuat ini berlanjut dengan penggambaran “Tunas” (the Branch), yaitu Mesias yang akan menghapus dosa dalam satu hari.

Inilah hubungan langsung antara penglihatan Yosua dan penyaliban Kristus.

Zakharia 3Penggenapan di Kristus
Yosua berdosaKristus tanpa dosa
Setan menuduhKristus dibungkamkan oleh penghakiman
Tuhan menghardikKristus mengalahkan Setan di salib
Ranting dari apiKristus menyelamatkan kita dari murka

John Piper menulis:

“Ketika Kristus disalibkan, Ia bukan hanya mati untuk kita; Ia juga membungkam Setan untuk selamanya.”
(The Passion of Jesus Christ, hlm. 47)

7. Gereja Sebagai Yerusalem yang Dipilih

Zakharia berbicara tentang “Yerusalem yang dipilih.”
Dalam terang Perjanjian Baru, Yerusalem melambangkan Gereja Allah, tubuh Kristus yang telah ditebus dari dosa.

Maka, penglihatan ini menggambarkan realitas spiritual bagi setiap orang percaya:

  • Kita dipilih,

  • Dituduh,

  • Dibenarkan,

  • Dan dipelihara oleh kasih karunia.

Louis Berkhof menulis:

“Pemilihan Allah menjamin bahwa tuduhan Setan tidak akan menggagalkan rencana keselamatan. Gereja akan tetap berdiri, bukan karena kekuatannya, tetapi karena anugerah pemilihan.”
(Systematic Theology, hlm. 114)

8. Dari Penglihatan ke Pengharapan

Zakharia 3:1–2 membuka jalan bagi pemulihan rohani Israel.
Yosua yang berdiri kotor akan dibersihkan (ay. 3–5), dan akhirnya, Allah meneguhkan bahwa “Aku akan menyingkirkan kesalahan negeri ini dalam satu hari.” (Za. 3:9)

Hari itu adalah hari salib Kristus.
Di sanalah semua tuduhan dibungkam, semua dosa dihapus, dan semua ranting yang hampir hangus diselamatkan oleh darah Anak Domba Allah.

Kesimpulan: Kasih Karunia yang Membungkam Tuduhan

Zakharia 3:1–2 adalah penglihatan Injil dalam bentuk simbolik.
Setan menuduh, tetapi Allah membenarkan.
Manusia berdosa, tetapi Allah memilih dan menyelamatkan.
Api hampir membakar, tetapi tangan kasih merenggut ranting itu keluar.

Bagi kita hari ini, pesan ini tetap sama:

  • Ketika kita berdiri di hadapan Allah dengan hati nurani yang bersalah,

  • Ketika Iblis berbisik bahwa kita tidak layak,

  • Maka kita hanya perlu menunjuk kepada Kristus yang telah membenarkan kita.

“Siapakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus?” (Roma 8:35)

Karena TUHAN yang memilih Yerusalem adalah Allah yang sama yang memilih kita di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4).

Dan seperti Yosua, kita akan berdiri di hadapan-Nya bukan karena pakaian kita, tetapi karena pakaian kebenaran Kristus.

Next Post Previous Post