Doktrin Pendamaian: Salib Kristus sebagai Pusat Keadilan, Kasih, dan Kedaulatan Allah

Doktrin Pendamaian: Salib Kristus sebagai Pusat Keadilan, Kasih, dan Kedaulatan Allah

Pendahuluan: Mengapa Doktrin Pendamaian Adalah Jantung Injil

Tidak ada doktrin yang lebih menentukan bagi Kekristenan selain doktrin pendamaian (atonement). Jika salib Kristus disalahpahami, maka Injil akan terdistorsi. Jika salib direduksi, maka kasih Allah akan disalahartikan. Jika pendamaian ditolak, maka keselamatan kehilangan fondasinya.

Teologi Reformed menegaskan bahwa doktrin pendamaian bukan hanya salah satu aspek teologi Kristen, melainkan jantung dari seluruh rencana penebusan Allah. Di kayu salib, Allah menyatakan diri-Nya secara paling penuh: sebagai Allah yang kudus, adil, berdaulat, dan sekaligus penuh kasih.

J.I. Packer pernah menulis dengan tajam:

“Salib bukanlah teka-teki yang harus disederhanakan, melainkan misteri yang harus disembah.”

Artikel ini bertujuan menyingkap doktrin pendamaian bukan secara dangkal atau emosional, melainkan secara teologis, alkitabiah, dan Reformed, sehingga kita melihat mengapa salib Kristus bukan sekadar simbol pengorbanan, tetapi tindakan ilahi yang objektif, efektif, dan menyelamatkan.

Makna “Pendamaian”: Konsep Alkitabiah dan Teologis

Kata atonement dalam tradisi teologi menunjuk pada tindakan Allah yang memulihkan relasi antara Allah dan manusia yang rusak oleh dosa. Pendamaian mencakup:

  • Penghapusan murka Allah

  • Penanganan kesalahan dan rasa bersalah manusia

  • Pemulihan persekutuan perjanjian

Louis Berkhof mendefinisikan pendamaian sebagai:

“Karya Kristus yang dengan ketaatan dan penderitaan-Nya memenuhi tuntutan keadilan Allah dan memperoleh keselamatan bagi umat-Nya.”

Dalam teologi Reformed, pendamaian bukan terutama tentang perubahan sikap manusia terhadap Allah, melainkan perubahan status objektif manusia di hadapan Allah.

Masalah yang Menuntut Pendamaian: Kekudusan Allah dan Dosa Manusia

Doktrin pendamaian hanya masuk akal jika kita memahami dua realitas utama Alkitab:

  1. Allah itu kudus dan adil

  2. Manusia itu berdosa dan bersalah

John Calvin menegaskan bahwa dosa bukan sekadar kelemahan, tetapi pemberontakan terhadap Allah yang kudus. Karena itu, dosa menuntut penghukuman yang adil.

R.C. Sproul terkenal dengan pernyataannya:

“Masalah terbesar manusia bukanlah penderitaan, melainkan fakta bahwa ia berdiri bersalah di hadapan Allah yang kudus.”

Pendamaian tidak diperlukan karena Allah kurang mengasihi, tetapi justru karena Allah terlalu kudus untuk mengabaikan dosa.

Salib sebagai Tindakan Ilahi yang Objektif

Teologi Reformed menolak pandangan bahwa salib hanya berfungsi sebagai contoh moral atau simbol kasih. Salib adalah tindakan hukum dan perjanjian di mana Allah benar-benar bertindak untuk menyelesaikan masalah dosa.

John Owen menekankan bahwa di salib terjadi transaksi ilahi:

“Kristus tidak mati untuk membuat keselamatan mungkin, tetapi untuk benar-benar menyelamatkan.”

Ini berarti pendamaian bersifat objektif—sesuatu yang terjadi di luar diri manusia—dan menjadi dasar pasti bagi keselamatan.

Unsur-Unsur Kunci dalam Doktrin Pendamaian Reformed

1. Substitusi: Kristus Menggantikan Orang Berdosa

Inti doktrin pendamaian Reformed adalah substitusi penal (penal substitution). Kristus mati menggantikan orang berdosa dan menanggung hukuman yang seharusnya ditanggung mereka.

Herman Bavinck menulis:

“Substitusi bukanlah ide tambahan dalam Injil; ia adalah jantung dari pewartaan rasuli.”

Kristus tidak mati sebagai martir tragis, melainkan sebagai Pengganti yang sah dalam kerangka hukum ilahi.

2. Penal: Hukuman yang Nyata dan Adil

Pendamaian bersifat penal karena dosa benar-benar dihukum. Allah tidak menutup mata terhadap dosa; Ia menghukumnya di dalam diri Anak-Nya.

J.I. Packer menyatakan bahwa salib adalah tempat di mana:

  • Murka Allah dinyatakan

  • Kasih Allah dinyatakan

  • Keadilan Allah ditegakkan

Tanpa aspek penal, salib kehilangan bobot keadilannya.

3. Rekonsiliasi dan Pendamaian Relasional

Melalui penghukuman yang ditanggung Kristus, relasi antara Allah dan manusia dipulihkan. Pendamaian bukan hanya yuridis, tetapi juga relasional.

Jonathan Edwards melihat pendamaian sebagai jalan menuju kenikmatan akan Allah:

“Kristus mati bukan hanya untuk membebaskan kita dari hukuman, tetapi untuk membawa kita kepada Allah.”

Pendamaian dan Kedaulatan Allah

Dalam teologi Reformed, pendamaian tidak berdiri terpisah dari doktrin pemilihan dan kedaulatan Allah. Allah yang merencanakan keselamatan juga menyediakan sarana keselamatan itu sendiri.

John Calvin menegaskan bahwa:

  • Allah menetapkan siapa yang akan diselamatkan

  • Allah menetapkan bagaimana mereka diselamatkan

  • Allah menggenapi keselamatan itu melalui salib Kristus

Pendamaian bukan reaksi Allah terhadap kegagalan manusia, tetapi bagian dari rencana kekal Allah.

Cakupan Pendamaian: Efektif dan Menyelamatkan

Teologi Reformed menekankan bahwa pendamaian Kristus efektif, bukan sekadar potensial. Kristus benar-benar memperoleh keselamatan bagi umat-Nya.

John Owen dalam The Death of Death in the Death of Christ menulis dengan tegas bahwa jika Kristus menanggung dosa seseorang, maka orang itu pasti diselamatkan. Jika tidak, maka salib kehilangan efektivitasnya.

Pandangan ini menegaskan bahwa pendamaian:

  • Tidak gagal

  • Tidak sia-sia

  • Tidak tergantung pada keputusan manusia semata

Pendamaian dan Kehidupan Kristen

1. Dasar Jaminan Keselamatan

Jika pendamaian bergantung pada karya Kristus yang selesai, maka keselamatan orang percaya memiliki dasar yang kokoh. Jaminan keselamatan tidak terletak pada kestabilan iman manusia, tetapi pada kesempurnaan karya Kristus.

2. Dasar Etika Kristen

Pendamaian tidak mendorong kelalaian moral. Justru karena Kristus mati bagi dosa, orang percaya dipanggil untuk mati terhadap dosa.

John Owen menegaskan bahwa mereka yang sungguh-sungguh memahami salib tidak akan mempermainkan dosa.

Pendamaian dan Penyembahan Gereja

Gereja yang memahami doktrin pendamaian dengan benar akan:

  • Memberitakan Injil dengan jelas

  • Menyembah Allah dengan rendah hati

  • Hidup dalam ucapan syukur dan kekudusan

Salib menjadi pusat liturgi, pemberitaan, dan kehidupan gereja.

Tantangan Kontemporer terhadap Doktrin Pendamaian

Di zaman modern, doktrin pendamaian sering ditolak karena dianggap:

  • Terlalu keras

  • Terlalu legalistis

  • Tidak sesuai dengan konsep kasih modern

Namun teologi Reformed menegaskan bahwa justru tanpa pendamaian penal, kasih Allah kehilangan makna objektifnya.

R.C. Sproul menyatakan:

“Kasih yang tidak menghormati keadilan bukan kasih Alkitabiah.”

Penutup: Salib sebagai Pusat Segala Sesuatu

Doktrin pendamaian membawa kita ke pusat iman Kristen. Di salib, kita melihat siapa Allah itu dan siapa kita di hadapan-Nya. Salib merendahkan kesombongan manusia dan meninggikan kemuliaan Allah.

Teologi Reformed mengajarkan bahwa:

  • Pendamaian adalah karya Allah dari awal sampai akhir

  • Keselamatan adalah anugerah, bukan hasil usaha

  • Salib adalah kemenangan, bukan kegagalan

Dan di hadapan salib, satu-satunya respons yang layak adalah iman, pertobatan, dan penyembahan.

Next Post Previous Post