TAFSIRAN WAHYU 2:28 (BINTANG TIMUR)


TAFSIRAN WAHYU 2:28PERTANYAAN : Pak Esra, mohon penjelasannya, apa yang dimaksudkan dengan “bintang timur” yang akan dikaruniakan Tuhan kepada barangsiapa yang menang dan melakukan pekerjaan Tuhan sampai selesai sebagaimana dicatat dalam kitab Wahyu 2:28 ?

ESRA SORU MENJAWAB :

Saya akan kutipkan ayat ini sejak Wahyu 2: 25 :
Wahyu 2:25-28 - (25) Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang. (26) Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; (27) dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk -- sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku – (28) dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.

Secara konteks, ini adalah janji Tuhan bagi jemaat Tiatira. Jemaat Tiatira memang dicela Tuhan karena membiarkan ajaran sesat Izebel bertumbuh dan berkembang dalam jemaat mereka tetapi bagaimana pun juga Tuhan tetap membedakan orang-orang yang mengikuti ajaran sesat dan orang-orang yang tidak mengikuti ajaran sesat, sebaliknya tetap berpegang pada ajaran benar. Itulah sebabnya Tuhan berkata :

Wahyu 2:24 - Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

Tuhan lalu memberikan janji pada mereka di dalam Wahyu 2: 25-28 yang telah dikutipkan di atas.

Lalu apa maksudnya “bintang timur” yang dijanjikan dalam Wahyu 2:28 itu? Perlu diketahui bahwa kata “bintang timur” ini muncul hanya 4 kali di dalam Alkitab dan pemunculan pertamanya adalah dalam Yesaya 14:12.

Yesaya 14:12 - "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

Note : “Bintang Timur” di sini di dalam terjemahan KJV diterjemahkan dengan kata “Lucifer”.

KJV - How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!

Pada abad 4, seorang bapa gereja menafsirkan bahwa Bintang Timur / Lucifer ini adalah nama dari pemimpin setan. Sejak itu seluruh dunia menerima itu tanpa pernah mempersoalkannya. Tetapi ini adalah tafsiran yang salah. Mengapa? Karena konteks dari Yesaya 14:12 adalah nubuatan tentang raja Babel dan bukannya setan. Memang kata-kata dari Yes 14:12-14 kelihatannya menunjuk pada kejatuhan setan :

Yesaya 14:12-14 – (12) "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. (14) Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Tetapi persoalannya adalah kata-kata ini bersifat puisi dan karena itu tidak boleh dihurufiahkan. Kalau Bintang Timur / Lucifer di sini mau ditafsirkan sebagai pemimpin setan, lalu bagaimana mengartikan ayat 18-20?

Yeh 14:18-20 – (18) Semua bekas raja bangsa-bangsa berbaring dalam kemuliaan, masing-masing dalam rumah kuburnya. (19) Tetapi engkau ini telah terlempar, jauh dari kuburmu, seperti taruk yang jijik, ditutupi dengan mayat orang-orang yang tertikam oleh pedang dan jatuh tercampak ke batu-batu liang kubur seperti bangkai yang terinjak-injak. (20) Engkau tidak akan bersama-sama dengan raja-raja itu di dalam kubur, sebab engkau telah merusak negerimu dan membunuh rakyatmu. Anak cucu orang yang berbuat jahat tidak akan disebut-sebut untuk selama-lamanya.

Apakah setan bisa dikubur? Apakah setan bisa ditutupi dengan mayat-mayat? Apakah setan membunuh rakyatnya? Kapan dia mempunyai rakyat?Apakah setan mempunyai anak cucu? Karena itu jelas adalah tafsiran yang keliru kalau beranggapan bahwa Bintang Timur / Lucifer di sini adalah setan.

Calvin - Eksposisi yang diberikan oleh beberapa orang tentang teks ini, seakan-akan teks ini menunjuk kepada setan / berkenaan dengan setan, muncul / timbul dari ketidaktahuan; karena konteks secara jelas menunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan ini harus dimengerti dalam hubungannya dengan raja Babel. Tetapi pada waktu bagian-bagian Kitab Suci diambil secara sembarangan, dan konteks tidak diperhatikan, kita tidak perlu heran bahwa kesalahan seperti ini muncul / timbul. Tetapi itu merupakan contoh dari ketidaktahuan yang sangat hebat, untuk membayangkan bahwa Lucifer adalah raja dari setan-setan, dan bahwa sang nabi memberikan dia nama ini. Tetapi karena penemuan-penemuan ini tidak mempunyai kemungkinan apapun, marilah kita mengabaikan mereka sebagai dongeng / cerita bohong yang tidak ada gunanya. (Calvin Commentary, hal. 442).

Adam Clarke - Dan sekalipun konteksnya berbicara secara eksplisit tentang Nebukadnezar, tetapi entah mengapa konteks ini telah diterapkan kepada kepala dari malaikat-malaikat yang jatuh, yang secara sangat tidak pantas disebut / dinamakan Lucifer (pembawa terang), suatu julukan yang sama umumnya bagi dia, seperti Iblis dan Setan. Bahwa Roh Kudus oleh nabi-Nya menyebut musuh utama dari Allah dan manusia sebagai pembawa terang, betul-betul merupakan hal yang sangat aneh. Tetapi kebenarannya adalah, teks ini tidak berbicara sama sekali tentang Setan maupun kejatuhannya, ataupun saat / alasan kejatuhan itu, yang dengan keyakinan yang besar telah disimpulkan dari teks ini oleh banyak ahli teologia. Oh, alangkah pentingnya untuk mengerti arti hurufiah dari Kitab Suci, supaya komentar-komentar yang gila-gilaan / tidak masuk akal bisa dicegah. (Adam Clarke’s Commentary on the Bible, hal. 82).


Ingat, sebagaimana disinggung Clarke di atas, Bintang Timur / Lucifer itu artinya adalah pembawa terang. Setan adalah pangeran kegelapan dan karena itu sangat tidak cocok nama Lucifer dikenakan kepadanya.

Memang di Yesaya 14:12, Bintang Timur / Lucifer menunjuk pada raja Babel, tetapi jika nama Lucifer harus diberikan kepada Setan atau Yesus, menurut saya, Yesus lebih layak menyandang sebutan itu daripada setan. Mengapa? Karena Alkitab berkata bahwa Yesus adalah terang. (Yohanes 1:9; 8:12). Lebih daripada itu, jika di dalam Yesaya 14:12, kata “Lucifer” diterjemahkan dari “Bintang Timur” maka dalam kitab Wahyu, Yesus sendiri menyebut diri-Nya sebagai bintang timur.

Wahyu 22:16 - "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

Karena itu sepertinya nama “Lucifer” lebih layak disandang Kristus daripada setan.

Lepas dari semuanya itu, dalam Wahyu 22:16 ini Yesus sendiri menyebut diri-Nya bintang timur. Berarti bintang timur itu adalah Yesus dan sekarang Yesus berkata : “barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur. Jikalau Yesus sendiri adalah bintang timur, lalu apa maksudnya Ia akan mengaruniakan bintang timur kepada orang-orang yang menang dan yang setia di dalam pelayanan? Mayoritas penafsir mengatakan bahwa ini menunjukan kalau orang-orang yang memang akan mengalami persekutuan dengan Kristus.

The New Bible Commentary - Bintang pagi kelihatannya adalah Kristus sendiri (seperti dalam Wahyu 22:16); lebih besar daripada hak untuk memerintah bersama Kristus, adalah menikmati persekutuan-Nya tanpa halangan. (hal. 1285).

William Barclay – Kitab Wahyu sendiri menamakan Yesus "bintang pagi yang cemerlang" atau "bintang timur yang gilang-gemilang" (Why. 22:16). Janji mengenai bintang pagi adalah janji mengenai Kristus sendiri. Jika orang Kristen hidup benar, pada saat hidupnya berakhir ia akan memiliki Kristus, dan tak akan kehilangan Dia lagi untuk selama-lamanya. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 164).


Ya, benar sekali! Jika saudara terus berpegang pada ajaran yang benar, terus setia melakukan pekerjaan Tuhan sampai akhirnya, saudara akan hidup dalam persekutuan yang indah dengan Kristus. Saudara akan memiliki-Nya dan tak akan kehilangan Dia untuk selama-lamanya sebagaimana kata Barclay dan Dia pun akan memiliki saudara selama-lamanya. Seorang teman di FB pernah memposting sebuah status :

BACA JUGA: 11 KHOTBAH TENTANG KEBANGUNAN ROHANI (5)

Benar sekali! Jika saya memiliki Yesus dan Yesus memiliki saya, artinya saya hidup dalam persekutuan yang sempurna dengan Yesus, apalagi yang perlu saya takutkan bukan saja di dunia ini maupun di dalam kekekalan?

Ada sebuah lagu tua yang syairnya berkata :

Saya rindu bertemu dengan Yesus

Saya rindu memandang wajah-Nya

Saya capai berjalan dalam dunia yang fana

Saya rindu bertemu dengan Dia

Mungkin lagu itu adalah kerinduan hati saudara untuk bertemu dengan Yesus dalam persekutuan yang indah bersama Dia, tetaplah berpegang pada ajaran yang benar, tetaplah setia melayani Dia sampai akhir hidup saudara, dan Kristus akan menepati janji-Nya dengan mengaruniakan kepadamu bintang timur yakni persekutuan yang intim dengan Dia. Yesus Kristus sudah berjanji :

Lukas 22:30 - bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
TAFSIRAN WAHYU 2:28
AMIN
Next Post Previous Post