YESUS KRISTUS BINTANG FAJAR YANG CEMERLANG

Pdt.Samuel T. Gunawan, M.Th.
YESUS KRISTUS BINTANG FAJAR YANG CEMERLANGGelar “the Bright Morning Star” merupakan terjemahan Inggris NIV dari frase Yunani “ο αστηρ ο λαμπρος και ορθρινος” yang di terjemahkan dalam Alkitab Indonesia FAYH dengan “Bintang Fajar yang cemerlang”, seperti yang dicatat oleh rasul Yohanes dalam Wahyu 22:16 adalah gelar bagi Yesus Kristus yang disebutkan paling akhir di dalam Alkitab, karena gelar ini muncul di pasal terakhir Alkitab. Sungguh tepat bahwa Yesus sendiri menyebut diriNya “Bintang Fajar yang cemerlang” (Terjemahan FAYH) atau “Bintang Timur yang gilang gemilang” (terjemahan AITB). 

Gelar Bintang Fajar ini menjadi lambang pengharapan zaman Mesias yang akan mengakhiri zaman kegelapan. Kristus sebagai Bintang Fajar yang cemerlang untuk menandai dan mengantisipasi datangnya langit dan bumi baru di masa yang akan datang. Gelar ini diberikan kepada Kristus untuk menyatakan bahwa kedatanganNya dilukiskan seperti bintang yang menerangi seluruh pelosok langit dan bumi baru (Wahyu 21:23; 22:5). 

Istilah Yunani “λαμπρος - lampros” yang artinya “terang” dipakai dalam ayat ini menunjuk kepada sebuah bintang yang memiliki sinar dan cahaya paling cemerlang untuk menerangi seluruh galaksi. Berdasarkan gagasan ini maka Kristus disebut sebagai Bintang Fajar yang lebih cemerlang dari matahari dan bulan untuk menerangi kegelapan dunia baru. 

Sehingga di dalam langit dan bumi yang baru tersebut tidak diperlukan lagi matahari atau alat penerang lainnya. Sebab Anak Domba, yaitu Kristus sendiri yang akan menjadi lampunya (Wahyu 21:23). Dengan demikian, sebagai Bintang Fajar yang cemerlang Kristus akan memulai dan berperan sebagai terang ilahi dalam dunia baru pada saat Ia datang kembali yang kedua kalinya. Ia akan menggenapi seluruh janji tentang Mesias yang akan datang di akhir zaman (Wahyu 22:7,12,20).

PENGGENAPAN NUBUATAN BILANGAN 24:17

Ketika Kristus menyebut diriNya sendiri sebagai “the Bright Morning Star (Bintang Fajar yang cemerlang”) seperti yang dicatat oleh rasul Yohanes dalam Wahyu 22:16 maka melalui gelar ini Kristus hendak menyatakan bahwa Dialah penggenapan dari nubuatan Bilangan 24:17. Kurang lebih 3400 tahun yang lalu, seorang nabi yang bernama Bileam, seorang Pagan praktisi ilmu sihiryang dibayar oleh raja Moab untuk mengatakan kutuk terhadap bangsa Israel. 

Namun, bileam dituntun oleh Allah dan justru memberkati bangsa Israel. Dalam ayat ini Bileam bahkah bernubuat tentang “Bintang Yakub” dan “Tongkat Kerajaan” Israel, yaitu tentang kedatangan Mesias di masa yang akan datang. Bileam menubuatkan “Bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel” (Bilangan 24:17). Tongkat kerajaan adalah tongkat pendek, mirip dengan tongkat untuk membantu berjalan, yang melambangkan kuasa dan otoritas seorang raja. Gambaran tongkat kerajaan seperti yang diterapkan pada Yesus sang Mesias melambangkan kekuatan, otoritas dan dominasi universalNya (Bandingkan Ibrani 1:8). 

Sang Mesias ini akan menjadi bintang terbit dari Yakub, yang akan memerintah atas umatNya dengan kuasa dan otoritas yang besar. Bangsa Israel kadang di dalam Alkitab disebut “Yakub” karena bangsa ini muncul dari kedua belas anak, atau suku, keturunan Yakub. Sebuah bintang dianggap sebagai lambang seorang raja yang istimewa. Ketika Jadi, bangsa Israel selalu menunggu dan mengharap kedatangan bintang tersebut, sebab mereka yakin bahwa dengan terbitnya bintang Yakub, itu berarti kedatangan Mesias, raja yang akan memerintah dunia ini. 

Ketika Pengharapan ini sudah menjadi kenyataan ketika Yesus lahir di Betlehem kurang lebih 2000 tahun yang lalu. Saat di langit gelap gulita, tiba-tiba terbit sebuah bintang yang bersinar terang muncul di langit timur untuk menandakan peristiwa itu, sehingga beberapa orang Majus dari dunia sebelah timur melihatnya dan mengetahui ada seorang raja agung telah lahir (Matius 2:2-9).

“Bintang Yakub” ini disebut juga “Bintang Betlehem” atau “Morning Star (Bintang Fajar/Bintang Timur)”, karena muncul dari sebelah Timur. Perlu diketahui, teks aslinya, kata “bintang” adalah terjemahan dari kata Yunani “aster” (Matius 2:2). Kata ini adalah kata benda yang ditulis bentuk tunggal. Ini berarti bahwa Bintang Betlehem bukanlah penggabungan antara bintang-bintang atau planet-planet di langit.

Jadi di Matius 2:2 ini menunjukkan bahwa ketika orang Majus itu melihat bintang itu di Timur dimana mereka bermukim (Mesopotamia), mereka tergerak untuk mengikuti bintang itu sesuai arah pergerakannya yaitu ke Barat. Ini disebabkan karena Mesopotamia terletak di sebelah timur Yudea. 

Itulah sebabnya orang Majus itu tidak pergi ke arah Timur Mesopotamia ke India atau China, tetapi ia pergi ke arah Barat. Ketika sampai di Yudea, kelihatannya bintang itu tepat berada di atas sehingga dianggap sebagai tanda lokasi, dan ketepatan lokasi itu ditegaskan oleh konfirmasi nubuatan Mikha (Matius 2:6; Bandingkan Mikha 5:1), yaitu di Betlehem di Efrata. Jadi kemunculan Bintang Betlehem itu merupakan petunjuk penting untuk memimpin perjalanan orang-orang Majus sampai di Betlehem, bahkan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada (Matius 2:9).

Kita dapat yakin bahwa Bintang Betlehem itu adalah sebuah bintang yang disediakan oleh Allah Pencipta, untuk memberitahukan bahwa Kristus, Juruselamat dunia sudah lahir.

BINTANG TIMUR YANG MENUNTUN ORANG MAJUS KE BETLEHEM

Istilah “orang Majus” adalah istilah yang dipakai oleh Herodotus untuk suatu suku dari bangsa Madai, yang mempunyai jabatan imam di Kerajaan Persia. Bagi penulis-penulis kuno lainnya, istilah itu sama sama artinya dengan imam. Kitab Daniel memberitahu kita dukungan bagi hal ini (Daniel 1:20; 2:27; 5:15). Daniel menyebut mereka sebagai “orang bijaksana” atau “ahli nujum” yang menafsirkan mimpi dan pesan-pesan ilahi. 

Tetapi sayangnya, dalam Perjanjian Baru pemakaian kata itu meluas maknanya sehingga meliputi semua orang yang mempraktikkan ilmu-ilmu sihir (Bandingkan Kisah Para Rasul 8:9; 13:6-8). Penjelasan di atas membantu kita untuk memahami bahwa “orang-orang Majus” dalam Matius 2:1-12 adalah para ilmuwan dan ahli nujum yang juga memiliki pengetahuan dalam hal perbintangan, tetapi tidak berkaitan dengan peramalan dan penyembahan berhala.

Matius 2:10-11 mencatat bahwa orang-orang Majus menemui bayi Yesus di sebuah rumah, bukan di palungan. Lagipula, keputusan Herodes untuk membunuh semua bayi yang berusia di bawah 2 tahun berkaitan dengan waktu yang diberitahukan oleh orang-orang Majus tersebut (Matius 2:16). 

Ini menyiratkan bahwa pada saat orang-orang Majus sampai di Yerusalem atau Betlehem, Yesus bukan lagi seorang bayi mungil yang terbungkus dengan kain lampin. Ia kemungkinan besar sudah bisa berjalan dan bermain-main, karena usianya sudah di atas satu tahun. Orang tuanya pun sudah berpindah dari kandang binatang ke rumah biasa. Lagi pula jarak tempuh sekitar 1.500 – 1.600 kilometer dari Persia ke Yerusalem dengan alat transportasi Unta akan memakan waktu berbulan-bulan bagi rombongan orang-orang Majus itu mencapai Betlehem. 

Karena itu pakar teologi dan Alkitab Gleason L. Archer menjelaskan demikian, “Bintang tersebut telah muncul ketika Yesus lahir, dan pastilah orang-orang Majus itu memerlukan lebih dari satu tahun untuk bisa sampai di Yerusalem dan kemudian berbincang-bincang denga Herodes. Bintang itu bukanlah suatu peringatan yang mendahului, melainkan pemberitahuan mengenai satu fakta yang sudah terjadi”.

Bagaimanakah orang Majus itu bisa mengetahui bahwa kehadiran Bintang Betlehem itu menandakan datangNya Mesias? Secara logis pengetahuan ini berasal dari pengaruh Daniel terhadap orang-orang Persia. Matius 2:1 (KJV) menyebut para pria ini “orang bijak (wise men)”. Kata aktual yang digunakan dalam bahasa Yunani adalah “magos” yang berasal dari bahasa asing, mengindikasikan seorang ilmuwan dari negeri timur atau ahli nujum.

Menurut para ahli Alkitab, para pria ini berasal dari Persia. Ini sangat penting karena Babel adalah tempat dimana Daniel dan beberapa pemuda Yahudi ditawan dan diangkat menjadi kepala dari semua ahli sihir. Ia selamat dari lubang singa dengan berkemenangan dan telah mendapatkan reputasi sebagai orang bijaksana terbesar (Daniel 6). 

Pada akhirnya Daniel dipromosikan menjadi kepala dari semua orang bijaksana (Daniel 2:48). Daniel adalah nabi yang kepadanya Allah memberikan penafsiran dari nubuatan 70 minggu Yeremia, yang menunjukkkan kedatangan Mesias (Daniel 9:2; 24-27; Bandingkan Yeremia 25:11). Sebagai kepala ahli nujum dan orang bijaksana (ilmuwan) di Persia, Daniel membuat pengetahuan ini diketahui oleh rekan-rekannya. 

Tidak diragukan lagi, selama berabad-abad kemudian nubuatan tersebut diteruskan kepada generasi berikutnya, dan mereka terus mempelajari nubuatannya dan mengantisipasi peristiwa itu. Sangat dimengerti bahwa penampakkan sebuah bintang baru yang bergerak dengan cara berbeda dapat dianggap sebagai tanda khusus dari kelahiran Mesias orang Yahudi. 

Para ahli nujum Persia tersebut tidak terkejut dengan kemunculan bintang tersebut, sementara para ahli Taurat Yahudi dikejutkan ketika diberitahu bahwa bintang itu menandakan kelahiran seorang raja besar Yahudi. Mengapa? Karena para ahli nujum tersebut telah mempelajari firman Allah melalui Daniel. Firman itu membuat mereka bijaksana terhadap keselamatan (2 Timotius 3:15; Bandingkan 2 Petrus 1:19). Mereka mengikuti arah bintang tersebut yang menuntun mereka kepada Kristus, Juruselamat Dunia dan Sang Bintang Fajar Cemerlang yang sesungguhnya yang telah lahir di Betlehem.

Berdasarkan penjelasan di atas kita tahu bahwa secara literal bintang Betlehem atau bintang fajar tersebut disediakan Allah secara khusus sebagai petujuk kepada orang-orang Majus untuk mendeklarasikan kedatangan Anak-Nya, yaitu Kristus Yesus Tuhan Sang Bintang Fajar yang sesungguhnya. Sebagaimana Allah pernah menyediakan tiang api dan awan untuk memimpin bani Israel dalam perjalanan di padang belantara, demikian juga Allah telah menyediakan bintang fajar yang terang untuk memimpin perjalanan orang-orang Majus sampai di Betlehem sehingga mereka dapat bertemu dengan Kristus Sang Bintang Fajar yang sesungguhnya dan mereka menyembah Dia. 

Saat ini, sebagaimana para ahli nujum tersebut telah mempelajari firman Allah melalui Daniel. Dan firman itu membuat mereka bijaksana terhadap keselamatan (2 Timotius 3:15; Bandingkan 2 Petrus 1:19), demikian juga kita seharusnya mengijinkan firman Allah itu mengajar kita sehingga kita dapat membuat keputusan yang tepat dengan mempercayai Juruselamat, yaitu Yesus Kristus, Sang Bintang Fajar yang cemerlang itu. Saat ini, Tuhan pun berkenan memakai firmanNya untuk memimpin dan menuntun perjalanan hidup kita kepada Kristus, sehingga kita dapat mengenalNya sebagai Juruselamat dan Tuhan. 

Rasul Petrus mengatakan, “Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur (Inggris NIV morning Star) terbit bersinar di dalam hatimu (2 Petrus 1:19). Yang dimaksud dengan Morning Star (Bintang Fajar) dalam ayat ini sama dengan “the Bright Morning Star (Bintang Fajar yang cemerlang) dalam Wahyu 22:16 yaitu gelar Yesus Kristus.

PENUTUP: JANJI KEPADA YANG MENANG

Tuhan Yesus berjanji kepada jemaat di Tiatira yang menang “Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk -- sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku -- dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur” (Wahyu 2:26-28). 

Ada dua janji Tuhan dalam ayat ini, yaitu : (1) Diberi kuasa atas bangsa-bangsa; dan (2) dikaruniakan morning star (bintang fajar). Menurut ayat ini, janji ini hanya berlaku bagi orang-orang percaya Tiatira yang melakukan pekerjaan Yesus sampai kesudahannyalah. Janji yang pertama adalah kuasa atas bangsa-bangsa dikembangkan dengan mengutip Mazmur 2:8-9. Mazmur ini menggambarkan peranan Tuhan Yesus saat Kerajaan Allah didirikan dan ditegakkkan di bumi ini, yaitu pada waktu Kerajaan Seribu Tahun (Milenium Kingdom). 

Peranan ini diberikan kepada Yesus oleh Allah Bapa. Tetapi unsur yang baru dalam Wahyu 2:27 ini adalah bahwa kita yang melakukan pekerjaanNya sampai selesai akan ikut dalam peranan Tuhan sebagai yang berkuasa di dalam kerajaanNya. Itulah maksudnya saat Ia mengatakan “sama seperti yang kuterima dari BapaKu”. 

Janji yang kedua adalah bahwa Tuhan berjanji mengaruniakan morning star. Bintang Fajar yang sesungguhnya itu adalah Kristus sendiri (Wahyu 22:16) Sang Pemenang yang menegakkan Kerajaan Allah dalam pemerintahan Kerajaan Seribu Tahun. Dan bintang fajar yang akan dikaruniakan kepada orang yang menang adalah kemuliaan yang akan mereka terima di dalam pemerintahan Kerajaan Seribu Tahun (bandingkan Daniel 12:3; Matius 13:43). 

Namun yang harus diperhatikan adalah bahwa janji ini diberikan kepada satu jemaat (Tiatira) yang pada umumnya sangat baik, tetapi dinodai dengan ajaran dan kegiatan yang sangat buruk yang diikuti oleh satu kelompok dalam jemaat itu. Dalam hal ini Tuhan kita sangat tegas dan menuntut pertobatan dari yang berbuat jahat, bahkan mengancam dengan penderitaan jika tidak bertobat (Wahyu 2:20-23). Sedangkan kepada mereka yang baik Tuhan kita menghibur dan memberikan hadiah yang luar biasa, yaitu kuasa atas bangsa-bangsa di kota pemerintahan seperti yang digambarkan dalam Wahyu 21:9-22:5.

Pernahkah anda berdiri di luar, di tempat terbuka, dan memperhatikan bintang fajar yang terbit di sebelah timur? Saat ini kita mengetahui bahwa bintang fajar ini adalah planet Venus, planet kedua dari arah matahari dan yang paling terang di langit malam. Bergantung dimana planet itu berada dalam jalur orbitnya, bintang fajar bisa dilihat terbit sampai selama tiga jam sebelum matahari terbit. Ini adalah gambaran yang menakjubkan tentang Tuhan kita.

BACA JUGA: KRISTUS: SANG BINTANG FAJAR YANG SESUNGGUHNYA

Dalam kitab Perjanjian Lama terdapat nubuat mengenai kedatangan kembali Yesus Kristus dalam kemegahan dan kemuliaanNya, “Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya.” (Maleakhi 4:2a). 

Pada saat Tuhan kita kembali ke dunia, Ia akan seperti mentari siang hari yang menyapu kegelapan di dunia. Tetapi sebelum mentari terbit, bintang fajar akan muncul. Yesus berkata “I am …. The bright Morning Star” (wahyu 22:16). Jadi sebelum datangnya langit baru dan bumi yang baru dimana Kristus adalah sumber terang (Wahyu 21:23) harus ada Kerajaaan Seribu Tahun di bumi ini dimana Kristus adalah Bintang Fajar yang cemerlang. Dengan demikian pertama-tama Kristus akan tampil sebagai Bintang Fajar bersinar terang dan kemudian Ia juga akan datang sebagai mentari yang bersinar, datang dengan segala kuasa dan kemuliaanNya.

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, Leith. A., 2009. Yesus : Biografi Lengkap Tentang PribadiNya, NegaraNya, dan BangsaNya. Terjemahan, Penerbit ANDI : Yogyakarta.
Achenbach, Reinhard., 2012. Kamus Ibrani-Indonesia Perjanjian Lama. Terjemahan, Penerbit Yayasan Komunikasi Bina Kasih: Jakarta.
Archer, Gleason L., 2009. Encyclopedia of Bible Difficulties. Terjemahan, Penerbit Gandum Mas: Malang.
Beker, Charles. F., 1994. A Dispensasional Theology. Terjemahan, Penerbit Alkitab Anugerah: Jakarta.
Browning, W.R.F, 1996. A Dictionary of the Bible. Oxford University Press. Edisi Indonesia dengan judul Kamus Alkitab, ditejemahkan (2007), Penerbit BPK Gunung Mulia : Jakarta.
Cornish, Rick., 2007. Lima Menit Apologetika. Terjemahan, Penerbit Pionir Jaya : Bandung.
Carson, D.A., 2009. Kesalahan-Kesalahan Eksegetis. Terjemahan, Penerbit Momentum: Jakarta.
Douglas, J.D., ed, 1993. Ensiklopedia Alkitab Masa Kini. Jilid 1 & 2. Terjemahkan Yayasan Komunikasi Bina Kasih : Jakarta.
Drewes, B.F, Wilfrid Haubech & Heinrich Vin Siebenthal., 2008. Kunci Bahasa Yunani Perjanjian Baru. Jilid 1 & 2. Penerbit BPK Gunung Mulia : Jakarta.
Eaton, Michael 2008. Jesus Of The Gospel. Terjemahan, Penerbit ANDI Offset: Yogyakarta.
Enns, Paul., 2004. The Moody Handbook of Theology. Jilid 1. Terjemahan, Penerbit Literatur SAAT: Malang.
Erickson J. Millard., 2003. Teologi Kristen, Jilid 2. Terjemahan, Penerbit Gandum Mas : Malang.
Fee, Gordon D., 2008. New Testament Exegesis. Edisi Ketiga. Terjemahan, Penerbit Literatur SAAT : Malang.
Ferguson, Sinclair B, D.F. Wraight & J.I Packer, ed. 2009. New Dictionary of Theology. Jilid 1, Terjemahan, Literatur SAAT: Malang.
Geisler, Norman & Ron Brooks., 2010. Ketika Alkitab Dipertanyakan. Terjemahan, Penerbit Andi Offset: Yogyakarta.
Grudem, Wayne., 1994. Systematic Theology: A Introduction to a Biblical Doctrine. Zodervan Publising House: Grand Rapids, Michigan
Geisler, Norman & Ron Brooks., 2010. Ketika Alkitab Dipertanyakan. Terjemahan, Penerbit Andi Offset: Yogyakarta.
Gunawan, Samuel., 2014. Kharismatik Yang Kukenal dan Kuyakini. Penerbit Bintang Fajar Ministries: Palangka Raya.
Guthrie, Donald, dkk., 1982. Tafsiran Alkitab Masa Kini. Jilid 3. Terjemahan. Penerbit Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF : Jakarta.
Guthrie, Donald., 2010. Teologi Perjanjian Baru. Jilid 1, Terjemahan, Penerbit BPK : Jakarta.
__________________., 2009. Pengantar Perjanjian Baru. Jilid 1 Terjemahan, Penerbit Momentum: Jakarta.
Hagelberg, Dave, 2005. Tafsiran Kitab Wahyu : Dari Bahasa Yunani. Edisi Revisi. Penerbit Andi Offset : Yoyakarta.
Pandensolang, Welly., 2009. Kristologi Kristen. Penerbit YAI Press : Jakarta.
Pfeiffer F. Charles & Everett F. Harrison., ed. 1962. The Wycliffe Bible Commentary. Volume 3. Terjemahan, Penerbit Gandum Mas Malang.
Purnomo, David Pan., 1994. Menjawab Pertanyaan-Pertanyaan Kontemporer.Pernerbit SAAT: Malang, hal. 23.
Mounce, William D., 2011. Basics of Biblical Greek, edisi 3. Terjemahan, Penerbit Literatur SAAT : Malang.
Morris, Leon., 2006. Teologi Perjanjian Baru. Terjemahan, Penerbit Gandum Mas: Malang.
Ryrie, Charles C., 1991. Teologi Dasar. Jilid 1 & 2, Terjemahan, Penerbit ANDI Offset: Yogyakarta.
Sandison, George & Staff., 2013. Bible Answers for 1000 Difficult Questions. Terjemahan, Penerbit Gandum Mas: Malang.
Sproul, R.C., 2000. Mengenali Alkitab. Edisi revisi, terjemahan, Penerbit Literatur SAAT : Malang.
Stamps, Donald C., ed, 1995. Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan. Terjemahan, Penerbit Gandum Mas : Malang.
Stuart, Douglas & Gordon D. Fee., 2011. Hermeneutik: Menafsirkan Firman Tuhan Dengan Tepat. Terjemahan, Penerbit Gandum Mas : Malang.
Susanto, Hasan., 2003. Perjanjian Baru Interlinier Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru, jilid I & II. Penerbit Literatur SAAT : Malang.
___________., 2011. Hermeneutika: Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab. Penerbit Literatur SAAT : Malang.
Tabb, Mark, ed., 2011. Mari Berpikir Tentang Teologi: Apa Yang Kita Yakini. Terjemahan, Penerbit Yayasan Gloria : Yogyakarta.
Thiessen, Henry C., 1992. Lectures in Systematic Theology, direvisi Vernon D. Doerksen. Terjemahan, Penerbit Gandum Mas: Malang.
Tong, Stephen., 2004. Yesus Kristus Juruselamat Dunia.Penerbit Momentum: Jakarta.
Yancey, Philip, 1997. Bukan Yesus Yang Saya Kenal. Terjemahan, Penerbit Profesional Books : Jakarta.
Zuck, Roy B, editor., 2011. A Biblical of Theology The New Testament. Terjemahan, Penerbit Gandum Mas: Malang.
Next Post Previous Post