3 SARANA PENGAMPUNAN DOSA

Pdt. Yakub Tri Handoko.
3 SARANA PENGAMPUNAN DOSA
otomotif, bisnis
Kita semua adalah orang yang berdosa. Jika kita jujur dengan diri kita sendiri, maka kita sering kali merasa jijik dengan dosa-dosa kita. Kita tidak tahan untuk melihat diri sendiri dan menemukan betapa berdosanya kita. Tetapi kita bersyukur karena ada pengampunan dosa. Di dalam Pengakuan Iman Rasuli terdapat pengakuan tentang pengampunan dosa. Kita sadar sebagai persekutuan orang-orang kudus, gereja bukan berarti tanpa dosa. Kita orang berdosa tetapi pada saat yang sama kita juga mengakui adanya pengampunan dosa.

Bagaimana pengampunan dosa bisa kita terima? Alkitab secara konsisten mengajarkan bahwa pengampunan dosa bukan didasarkan pada perbuatan baik kita. Jika ditimbang antara perbuatan yang baik dengan perbuatan yang jahat, maka sampai kapan pun kita tidak akan mendapatkan pengampunan, karena kejahatan kita begitu besar. 

Kita bukan hanya secara pasif tidak melakukan perintah Tuhan, tetapi kita juga secara aktif melanggar perintah Tuhan. Kita menabrak larangan Tuhan. Hidup kita adalah hidup yang dipenuhi dengan dosa sehingga tidak mungkin kita mendapatkan pengampunan melalui perbuatan baik kita. Alkitab mengajarkan bahwa pengampunan didapatkan melalui pengorbanan Kristus yang sempurna di atas kayu salib. Kristus sudah membayar lunas semua dosa kita.

Tetapi apakah berarti kita tidak perlu melakukan apa pun? Kita tetap melakukan sesuatu, tetapi bukan berarti perbuatan kita yang menentukan. Perbuatan kita hanyalah instrumen/sarana sehingga pengampunan Kristus di atas kayu salib bisa diaplikasikan kepada kita. Jadi bukan tindakan kita yang menentukan pengampunan melainkan anugerah Tuhan. Allah telah menetapkan 3 (tiga) sarana agar kita menerima pengampunan dari Tuhan.

1. Sarana yang pertama adalah iman. 

Di dalam khotbahnya kepada Kornelius (Kisah Para Rasul 10), Petrus mengatakan bahwa Yesus sudah dinubuatkan oleh para nabi dan barang siapa yang percaya kepada-Nya akan mendapatkan pengampunan dosa. Barang siapa percaya kepada Yesus Kristus maka orang itu akan mendapatkan pengampunan dosa. Jadi cara pertama kita memperoleh pengampunan adalah dengan iman. Kita percaya bahwa Kristus mati di atas kayu salib untuk dosa-dosa kita. 

Kita bukan cuma percaya bahwa Yesus mati di kayu salib. Orang-orang Yahudi, pasukan yang menyalibkan Yesus dan para sejarawan kuno yang bukan-Kristen juga tahu kalau Yesus disalibkan. Tetapi mereka tidak percaya pada maknanya, yaitu Yesus disalibkan untuk dosa-dosa kita. Kita beriman bahwa Yesus bukan cuma mati di atas kayu salib, itu fakta; tetapi kita juga percaya pada maknanya, bahwa Dia mati untuk dosa-dosa kita.

2. Sarana yang kedua adalah melalui pertobatan. 

Masih seputar khotbah Petrus di hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2), Petrus memberitakan firman Tuhan dan secara panjang lebar dia menceritakan bagaimana Allah bekerja dari PL sampai PB, sampai pada kebangkitan Yesus. Lalu kepada orang-orang Yahudi, dia mengatakan demikian: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis, untuk pengampunan dosamu, maka engkau akan memperoleh karunia dari Roh Kudus”. 

Bertobat adalah sisi lain dari iman. Iman berarti kita menyerahkan diri kita untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Bertobat berarti kita menjauhkan diri atau melarikan diri dari dosa. Iman membuat kita menerima pengampunan. Pertobatan, sisi lain dari iman, juga merupakan sarana kita bisa memperoleh pengampunan.

3. Sarana yang ketiga adalah pengakuan dosa yang sungguh-sungguh. 

Kita tahu di dalam 1Yohanes 1:8-9 Yohanes mengatakan: “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Kita perlu minta ampun kepada Tuhan dan mengakui semua kegagalan kita. 


Pada saat kita minta ampun kepada Tuhan, kita harus melakukannya dengan kesungguhan dan kesadaran bahwa dosa kita telah membuat Allah sedih. Tetapi pada saat kita minta ampun, kita juga minta ampun dengan penuh keyakinan karena kita tahu bahwa kurban Kristus di atas kayu salib sudah membayar lunas semua hutang dosa kita. Hal ini berarti dosa kita dulu, sekarang dan yang akan datang, semua sudah dibayar lunas oleh Kristus di atas kayu salib.

Maka setiap kali kita berdosa, kita datang di dalam doa dan kita menangisi dosa kita dengan sungguh- sungguh. Kita datang dengan gemetar di hadapan Allah sebagai Hakim, tetapi kita juga menghampiri Dia sebagai Bapa yang mengasihi kita. Kita datang bukan karena kebaikan kita tetapi karena kebaikan-Nya yang sudah dinyatakan di dalam Kristus Yesus. Itulah tiga cara kita memperoleh pengampunan dosa. Tuhan memberkati kita.
Next Post Previous Post